NovelToon NovelToon
DEBU ORBIT Sang Bintang

DEBU ORBIT Sang Bintang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Polos / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deputi g rahma

🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.

like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥

...

Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.

Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.


“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Boom Waktu

...author datang dengan kece nih up lagi.... hehehe...

...be enjoy........

Btw jangan lupa tombol like, dan vote jika kalian ingin....

trimakasih yang sudah mampir🖐🖐🖐

________

Sial bagi Raya hari ini. Pagi tadi saat dirinya baru saja bangun, ia baru teringat semalam ia lupa menuntut penjelasan ayahnya. Dan pagi-pagi buta genta sudah harus pergi ke kantornya, sehingga mereka berdua tidak saling bertemu.

Sesampainya di sekolah.

Baru saja mendudukkan bokongnya di atas kursi, seseorang datang dengan tampang sinisnya.

“ Gue pikir lo polos, eh ternyata udah jalan sama cowok aja hahaha.”

Raya bingung, gadis di depannya ini sedang menyindir siapa. Jadinya ia hanya berwajah datar saja.

“ Ih... Raya! Kok malah diem aja sih,, gue tuh lagi nyindir lo, klarifikasi pliss, ” ucap Alisha gemas, menunggu penjelasan Raya dengan mata penasaran.

“ Lo nyindir gue, tapi gue ngga tahu apa maksud lo!” ucap Raya datar.

“ Alah pura-pura lupa kan lo, gue sama Bele kemarin tuh lihat lo jalan di Mol sama cowok. Ngaku ngga lo!!” tuntut Alisha.

Memang benar Alisha dan Bele lah yang kemarin tidak sengaja melihat Raya. Awalnya Alisha berencana jika hal ini bisa ia gunakan untuk membuat Raya bisa mati kutu di depannya. Tapi sayang, Raya sama sekali tidak bereaksi.

Mol? Cowok? Perasaan gue kan kemarin pergi sama ay—.

Baru sadar dirinya. “ Iya gue kemarin bener pergi sama cowok. Tapi lebih tepatnya SAMA-AYAH-GUE. Puas lo!!”

“ Hah. Ayah? Serius lo, tapi kok masih muda gitu, ” tanya Alisha lagi. Masih penasaran ternyata. Tapi Raya tidak ingin malanjutkan.

***

“ Kalian udah tahu kan info anggota panita dari kak Amel?” tanya Bele yang baru datang dengan semangkok mie ayamnya.

Menggeleng kedua temannya, pertanda belum mengetahui apa-apa tentang hal yang ia tanyakan.

“ Masa sih kalian ngga tau, padahal kak Amel udah kirim di grup deh..,” ucap Bele sambil mengotak atik hpnya.

“ Intinya aja Bel” ingat Alisha.

“ Jadi gini, karena tahun ini anak kelas satunya yang masuk hanya sedikit, otomatis semuanya jadi panitia, hanya di bagi 2 kelompok aja, panitia bagian inter dan ekster, dan kita kebagian penitia eksternya.” Jelas Bele dengan nada serius.

Raya akui, perkataan Alisha tentang Bele sangat lah benar. Jika menyangkut tentang hal yang berbau pengetahuan, dan kegiatan sekolah Bele akan berubah menjadi sosok yang sangat cerdas dan serius. Sebaliknya jangan di tanya soal yang lain.

“ Tugas bagian Ekster apa?” Tanya Raya.

Menarik napas kembali. “ Untuk tugas bagian Ekster, katanya sih kita bakalan survei beberapa sekolah yang punya eklskul sastra yang sama, dan itu udah jadi kegiatan persahabatan ekskul katanya," Jelas Bele.

Cukup paham sampai disini. Ternyata hal yang dianggap Raya adalah kegiatan yang simple malah sangatlah ribet, apa boleh buat.

Berhubung kegiatan sastra nya akan benar-benar terlaksanan, Raya dan kedua temannya dibuat harus pulang lebih lambat setiap harinya.

Seperti saat ini, hari ini ia juga harus pulang kesore-an. Ekskul sastra terus mengadakan rapat berulang-ulang. Hasil dari rapatnya adalah list penentuan sekolah mana yang terlebih dahulu mereka kunjungi.

Sayangnya walau mereka bertiga satu kelompok panitia, kata senior mereka agar lebih efisien mengunjungin sekolah tetangga, mereka harus berpencar. Namun Bele lah yang terpisah sendirian. Sedangkan Raya dan Alisha bersama, di mentorin oleh senior mereka, Bunga.

Sampai di rumah pukul 16.45. tubuh Raya rasaya remut, tidak kuat lagi.

Memaksa langkah kakinya menuju kamar mandi, agar bisa merasakan kesegarannya kembali.

Samar-samar setelahnya, Raya mendengar suara dering ponselnya. Mencari sebentar, aa dapat. Tertera Mami Lula yang menelponya.

“ Halo Mi, Ma—“

“ Halo! Raya.. Lula ada disana?” tanya Luna cepat begitu khawatir.

“ Lula? Ngga ada Mi, emang Lula belum pulang ya?”

“ Belum, makanya Mami tanya sama kamu, siapa tau dia ada disana, dia juga ngga kasih kabar dulu. Kira-kira dia kemana ya Ray, dia ngga kenapa-kenapa kan?” ucap Luna. Pikiran Mami Lula sudah tidak karuan. Wajar seorang ibu mencemaskan anaknya.

“ Mami tenang aja, Lula pasti hanya mampir ke rumah temennya kok, nanti Raya bantu cari deh,” kata Raya menenangkan.

“ Makasih ya Ray.. jangan lupa kabarin Mami kalau ada apa-apa.”

“ Iya Mi iya”. Menutup telponya.

Sekarang Raya lah yang harus memutar otak mencari kemana gadis itu pergi.

Raya bukan tidak kepikiran Lula mungkin ke tempat Lessa. Hanya saja sebelum pulang sekolah tadi Raya masih mendapati Lessa dan teman-temannya masih berada di lingkungan sekolah, dan disana tidak ada Lula.

Secepatnya Raya menyambar kunci mootornya. Lalu melaju dengan kecepatan sedang, dirinya masih ingat umur. Sebelum pergi Raya sempat menghubungi Lula melalui ponselnya, meski tidak dalam penolakan hanya saja lebih ke tidak diangkat olehnya.

Sudah berputar kesemua tempat yang mungkin Lula kunjungin, tapi nihil tetap saja sahabatnya itu tidak ada.

Sampai saat Raya berhenti untuk memesan sebotol air mineral, rasa hausnya sudah menyerang sejak tadi. Raya tidak sengaja melihat dari arah luar Kafe X, disana Lula dengan tertawa ceria duduk disalah satu meja dekat jendela.

Dengan rasa tidak karuan, Raya mendatangi Lula, langkahnya cepat dan pasti. Raya sangat sadar jika Boom Waktunya kini telah habis, bersiap untuk meledak.

“ La! Lo apa-apaan sih, ngapain lo disini?” tanya Raya begitu saja ketika sampai di hadapan Lula.

Setelah bentakan pertamanya. Ternyata Lula tidak sendiri, dia bersama Angkasa. Raya punya alasan untuk meluncurkan bentakan ke dua.

“ Lo juga ! Lo ngga mikir ya mau ngajak anak cewek ngga kenal waktu!!” ucap Raya.

Katakanlah saat ini Raya kasar, namun ia memang tidak bisa mengatur dirinya sendiri. Didominasi oleh emosi yang ada.

“ CUKUP RAY!!!” bentak Lula. Ia malu, saat ini mereka sudah menjadi pusat perhatian. Ditariknya tangan Raya untuk keluar, berbicara di luar kafe.

“ Pesanan da-Tang,,, lah kok pergi, kenapa Sa?” tanya salah satu laki-laki dari ketiga laki-laki yang baru datang.

Mereka Brian, Vino dan Arey. Sahabat Angkasa.

Angkasa hanya terdiam melihat kedua gadis bersahabat itu adu mulut. Lalu memutuskan untuk menyusul mereka keluar.

“ Ray! Lo kenapa sih, datang-datang terus marah-marah gitu?” tanya Lula, setelah berhenti menghadap ke Raya.

“ Lo nya yang kenapa La, lo ngga mikir Mami di rumah khawatir, kenapa juga lo ngga ngasih kabar.”

“ Gue bukan anak kecil Ray—

Dan itu bukan urusan Lo, gue punya urusan pribadi, Mami terlalu manjain gue,” Ucap Lula terus terang. Sekarang ia seakan melampiaskan semuanya dalam kalimatnya itu.

Sadar dengan apa yang telah ia lontarkan terlalu kasar, Lula diam, kaku sejenak.

“ Ray, maksud gu—“

“ Lo bener, gue terlalu ikut campur, tapi La, Lo harus inget Mami lo sekarang lagi khawatir— salam sama Mami kalau lo udah pulang,” setelah mengucapkan kalimat itu Raya pergi.

Jujur saja, Raya sakit hati mendengar kejujuran Lula yang seperti itu. Matanya mulai berkaca-kaca, jalan terbaiknya hanyalah pulang.

Tatapannya pun kosong, melewati Angkasa yang sejak tadi menyaksikan dari arah belakang.

.

.

.

.

.

_________________ tinggalkan jejak ya...🖐🥰

1
Nita Sari
kak. knp ceritanya menggantung gini
ChocoMUffin
Haiii aku mampir nih. maaf baru bisa mampir sekarang. Ceritamu bagus. semangat yaaa. bikin karya baru dong
Dhea Sukma
Semangat...
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
slv
kok tamat sih kk..... upp dong kk
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜😊
R_armylove ❤❤❤❤
semangat ya
R_armylove ❤❤❤❤
hay.. mampir
RN
5 like datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung kk
Neti Jalia
nyicil boom like lagi🤗🙏
R_armylove ❤❤❤❤
jejak, nyicil baca
R_armylove ❤❤❤❤
mampir kaka
im_ha
5 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
Mikayla
Ayo donk kak d terusin,,,
★Merepotkan~
like like like ~🌳🎉
★Merepotkan~
Semangat terus thor, dah mampir nih ane tuk dukung ente 🌲✌️
Neti Jalia
boom lik dari.
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
Neti Jalia
10 likedm dari
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Fira Ummu Arfi
sukaaaaaaa
Fira Ummu Arfi
likeeeee mendarat kakkk
Fira Ummu Arfi
pembaca setiaaa hadirrr 💃💃💃💃

tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!