Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.
Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?
follow ig: @xxpfrk_12
Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sepanjang perjalanan pulang ucapan Rama pada Shinta tadi masih terngiang ngiang di pikirannya. 'Sampai dirumah nanti Rama akan langsung proses pesanan Mama'.
Ia sangat paham apa yang dimaksud oleh Rama. Ibu mertuanya sudah tak sabar lagi untuk mempunyai cucu dan Rama yang sepertinya tak tahan lagi untuk meng unboxing dirinya.
Aku harus siap, mau bagaimanapun itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri
30 Menit kemudian mereka sampai istana sederhana milik mereka. Kini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Riri bergegas mambantu Rama menurunkan barang barang yang ia bawa dari rumah mertuanya tadi.
"Ram, Sini biar aku bantu bawa masuk." Tawar Riri.
"Ekhemm."
"Eh I-iya Mas." Riri tersipu malu.
Rama memberikan tas yang tak terlalu berat berisi kain agar dibawakan oleh Riri kedalam rumah, sisanya dibawa oleh Rama.
Setelah membawa semuanya masuk Rama duduk di sofa dan menyalakan tv untuk beristirahat setelah membersihkan diri beberapa menit yang lalu.
"Mas. Aku mau nyuci pakaian yang kotor ini dulu ya, habis itu kita makan malam sama sama." Ujar Riri.
"Iya, jangan lama lama. Makanannya kita order aja ya, Aku udah lapar nih." Sahut Rama.
Sebenarnya Riri sangat lelah, tapi dia sengaja mengulur ngulur waktu karena ia tau malam ini ia akan 'dimakan' oleh Rama.
Setelah mencuci ternyata makanan sudah tersedia dimeja makan dan siap disantap.
"Ri, Apa kamu sudah siap aku makan malam ini." Tanya Rama
"Sekarang kan lagi makan, kok mau makan lagi sih." Riri menjawab dengan polosnya.
"Kamu jangan pura pura gak tau ya." Ledek Rama yang semakin lama semakin mendekatkan wajahnya ke arah Riri. "Udah, selesaikan dulu makannya. Habis itu langsung ke kamarku."
Duhhh Bagaimana ini
.
.
Riri sudah berbaring dan menyelimuti tubuhnya hingga menutupi dada sama hal nya dengan Rama.
Didalam kesunyian dan dihiasi cahaya remang remang membuat suasana malam itu semakin mencekam.
Rama mengeluarkan tangannya dari dalam selimut kemudian membelai anak rambut Riri dengan pelan. Riri yang dari tadi pura pura tidur pun merasa geli.
"Jangan pura pura ya, aku tau kamu belum tidur." Rama berbisik ke telinga Riri kemudian mengecup lembut rahangnya.
"I-iya Maaf mas."
"Apa kamu sudah siap sayang?" Tanya Rama
"Su-sudah. Aku milikmu malam ini."
Setelah mendapat izin dari Riri, langsung melancarkan aksinya. Kini Rama sudah berada diatas Riri dan mulai menjamah, mengecup setiap senti tubuh Riri. Sehingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
(Maaf nih Readers yang kecewa karena Author gak bisa jelasin detailnya, soalnya Author aja masih jomblo, gak paham soal begituan😂😂)
.
.
Pukul 5 pagi Riri terbangun merasakan perih dibagian bawahnya. Badannya terasa pegal pegal akibat pertempuran tadi malam. Rama yang begitu agresif menyalurkan hasrat yang ia pendam selama 27 tahun ini.
Riri mengintip dibalik selimut, ia melihat tubuh polosnya tanpa ditutupi apapun, begitu juga dengan Rama. Ia lihat Rama masih tertidur pulas disebelahnya, entah berapa ronde yang mereka lakukan tadi malam.
Ia berusaha bangkit dengan pelan dari tempat tidur agar tidak membangunkan Rama dan berjalan menuju kamar mandi sambil menahan rasa sakit di bagian bawahnya.
Setelah mandi dan memasak, Riri kembali ke kamar untuk membangunkan Rama untuk melaksanakan sholat karena waktu sholat sudah hampir habis.
"Mas... Bangun." Panggil Riri menggoyang goyangkan badan Rama.
Rama menarik Riri ke pelukannya, kemudian berbisik.
"Terimakasih Sayang." Kemudian mencium nya berkali kali dengan gemas.
"Iya Mas, gak perlu terimakasih. Memang itu sudah menjadi kewajibanku sebagai istri kamu."
Rama bangun kemudian menghidupkan lampu, pandangannya tertuju ke arah tempat tidur yang dilapisi dengan sprei berwarna putih itu. Ia melihat ada bercak darah disana, kemudian Ia tersenyum.
Terimakasih Istriku, kamu telah menjaganya untukku
.
.
Di Meja makan
"Apa masih sakit?" Tanya Rama mengarahkan pandangannya ke bagian bawah Riri.
"Hmm lumayan." Jawab Riri tertunduk malu.
"Kalau masih sakit gak usah kerja dulu, kamu dirumah aja biar cepat sembuh. Supaya nanti malam aku dapat jatah lagi." Ujar Rama sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.
"Mas apa apan sih, aku jadi malu." Menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kenapa malu? Kan aku udah liat semua." Canda Rama lagi.
"Mas... Sekali lagi kamu bahas itu, malam ini kamu tidur di sofa. Titik!"
"Kan kita punya 2 kamar." Balas Rama.
"Oh iya ya."
Mereka terkekeh bersama sama sambil menyelesaikan sarapan.
.
.
Seperti biasanya, pagi ini Riri diantar Rama berangkat menuju tempat kerja karena tempat kerja Riri se arah dengan kantor Rama.
"Yang, kalo kamu hamil gak usah kerja lagi ya." Celetuk Rama.
"Baru juga proses sekali udah mikir hamil aja." Balas Riri yang dari tadi tak henti hentinya memeluk lengan kiri Rama.
"Kalau gitu nanti malam kita bikin lagi, biar cepat jadinya." Ucap Rama tertawa.
Riri melepas pelukannya kemudian langsung mencubit pinggang Rama.
"Dasar mes*m". Riri menjauh dari Rama lalu menutup dada dengan menyilangkan tangannya.
Sesampainya didepan toko Riri segera turun, tak lupa mencium tangan suaminya
Cup Cup Cup
Tiga kecupan mendarat dengan mulus di pipi kanan, pipi kiri, dan bibir Riri.
"Aku berangkat dulu." Ucap Rama sambil melambaikan tangan.
Riri masih terdiam memperhatikan mobil Rama hingga tak terlihat lagi.
Rama sudah sampai di kantornya, di sepanjang perjalanan di lobi menuju lift Rama menebar senyum kepada semua karyawan berlalu lalang. Tak biasanya Rama seperti ini, karyawan yang melihatnya pun merasa aneh.
"Selamat Pagi Nanda Giovano." Sapa Rama kepada Nanda yang sudah sampai terlebih dahulu.
"Wedehh, Ada yang lagi berseri seri nih. Semangat banget nih kayaknya." Balas Nanda.
"Iya dong. Kan habis-- Ups" Rama tak melanjutkan kalimatnya kemudian menggantung jas nya di belakang kursi.
"Hmm gua paham kok. Gak usah Lo lanjutin, yang ada malah bikin jiwa jomblo gua meronta ronta."
"Bro! gua ada ide nih. Gimana kalo gua nyari sekretaris 1 lagi buat bantu kerjaan gua." Tawar Nanda.
"Hmmm Not bad, tapi syaratnya Lo harus nyari yang bener bener niat mau kerja. Harus cakap, Pekerja keras, teliti, dan tepat waktu. Lo tau kan selera kerja gua gimana?" Ujar Rama.
"Siap siap, ntar gua yang bakal interview langsung." Ucap Nanda
"Oh ya satu lagi, Ini yang paling penting. Jangan cari yang tampang tampang pelakor dan harus berpenampilah sopan. Karena gua gak mau Rumah tangga gua hancur akibat salah paham hubungan bos dan sekretaris kayak yang di sinetron atau di novel novel." Tegas Rama.
"Iya ya Rama Bucin." Ucap Nanda tertawa kecil.
"Dasar Jomblo! Gua lempar juga Lo." Ucap Rama yang sudah bersiap mengangkat gelas kopi didepannya dan mengarahkan ke arah Nanda.
...----------------...
Hai Readers setia Ternyata Cinta!!! Gimana nih ceritanya? Semoga masih menghibur ya Readers. Jangan lupa Like, Vote, kritik dan saran. Kritik dan saran dari Readers sangat berharga bagi Author😍😘
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁
always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
Ditunggu bab selanjutnya y thor..
Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik
Feedback karyaku juga ya.. Makasih
Salam dari _Until we found the lost memory
jangan lupa feedback ya😊