Diusia mudanya Vyanita harus berjuang sendiri dalam bertahan hidup, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan dia harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orang tuanya, untuk menutup hutang sang Ayah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabat sebaik Revi, dan keluarga Revi lah yang kini menajdi keluarga baru bagi Vya.
Kebahagiaan datang silih berganti, bertemu dengan keluarga baru yang baik dan menyayanginya, hingga kebahagian lain datang, dimana Vya menemukan cintanya.
Menikah dan membina keluarga, namun tidak berselang lama kebahagian itu berangsur sirna. Akankah Vya mampu melewati cobaan hidup yang datang padanya? Dan akankah dia menemukan kebahagiannya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHINOV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Adit benar benar membuktikan ucapannya, dia tidak membiarkan Vya keluar dari kamar selama dua hari mereka menempati rumah baru mereka.
"Mas, aku benar benar lelah kalau harus seperti ini terus," ucap Vya.
"Tapi aku suka sayang, kamu itu sudah seperti candu buat aku,"
"Tapi ya gak gini juga kali Mas," gerutu Vya. Karena dia benar benar merasa lelah menghadapi Adit yang seakan tidak mau berhenti.
"Besok Mas sudah mulai kerja, jadi sekarang biarkan seperti ini dulu ya. Karena nanti Mas pasti akan merindukanmu kalau sudah di tempat kerja," ucap Adit sambil menyusupkan wajahnya pada leher Vya.
"Lebay banget sih kamu Mas, udah ah aku laper," rengek Vya, karena sedari pagi tadi Vya hanya memakan roti dan segelas susu. Sementara kegiatan yang mereka lakukan cukup menguras banyak energi. Dan akhirnya Adit memutuskan untuk memesan makanan lewat aplikasi online seperti yang sudah sudah, sementara Vya tengah membersihkan diri di kamar mandi. Hanya butuh waktu 20 menit makanan yang mereka pesan pun datang, mereka pun menikmati makan siang mereka.
"Mas, besok kan kamu sudah mualai kerja dan aku hanya berdiam diri di rumah, jadi sebaiknya setelah ini kita pergi berbelanja saja memenuhi kebutuhan dapur kita, agar aku bisa memasak makanan buat kamu," ajak Vya.
"Baiklah nanti setelah ashar kita pergi berbelanja keperluan rumah tangga ya," jawab Adit sambil menyerahkan 2 kartu pada Vya.
"Gunakan ini untuk berbelanja, dan paswordnya angka kelahiranmu," ucap Adit. Vya menerima kedua kartu yang diberikan Adit dan menyimpannya didalam dompetnya.
"Dan karena sekarang tenaga kita sudah terisi lagi, ayo kita kembali kekamar," ucap Adit dengan menatap Vya tajam seperti singa yang menemukan mangsa.
"Tidak aku tidak mau, kalau Mas berani mendekat dan melakukannya lebih baik Mas nanti malam tidur diluar saja," Vya menolak cepat ajakan Adit seraya berlari menjauh dari Adit, bersembunyi didalam kamar pembantu dekat dapur dan menguncinya dari dalam.
"Sayang, kalau suami minta dan tidak dituruti dosa lho," Adit mengejar dan mencoba membujuk Vya agar mau membukakan pintu.
"Bodo amat, itu mah akal akalan kamu aja. Bukannya dari tadi pagi kamu sudah melakukannya," Vya tetap kekeh tidak mau membukakan pintu untuk Adit.
"Aku lelah, aku mau tidur disini saja dulu, Mas Adit bisa istirahat juga atau nonton tv," imbuhnya.
Adit terus mencoba merayu Vya agar mau membukakan pintu, namun tidak ada suara dari dalam kamar. Entah Vya yang sudah benar benar tertidur atau karena Vya memang tidak menghiraukannya, akhirnya Adit menyerah. Dia duduk di sofa ruang tengah, membuka laptopnya dan mengecek beberapa email yang masuk.
🌷🌷🌷🌷
Ashar pun tiba, setelah sholat berjamaah Vya dan Adit bersiap untuk pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan rumah tangga mereka. Hanya butuh waktu 15 menit mereka sampai ke salah satu pusat perbelanjaan di Kota S. Senyum tak pernah lepas dari wajah Adit, dia senang melihat Vya yang cukup bijak dalam berbelanja kebutuhan rumah tangga.
"Mas, kenapa senyum senyum gak jelas sih?" tanya Vya.
"Mas seneng aja lihat kamu memilah milah belanjaan, seperti udah berpengalaman aja. Padahal dulu sebelum Mama dan Papa kamu meninggal kamu termasuk orang berada, anak tunggal...,"
"Oh jadi Mas Adit ngira Vya ini anak yang manja gitu, dan tidak tau apa apa," ucap Vya menyela perkataan Adit.
"Iya memang Vya dari keluarga berada, tapi itu tidak membuat Vya bermanja manja. Karena almarhumah Mama selalu melakukan semuanya sendiri, kami tidak memperkerjakan pelayan di rumah, kami selalu berbagi tugas dalam hal membersihkan rumah. Dan aku selalu membantu almarhumah Mama memasak, jadi sedikit banyak Vya mengerti apa yang dilakukan almarhumah Mama, dan setelah kepergian mereka aku juga harus bisa bertahan sendiri, mencari uang, memasak, bersih bersih semua harus aku lakukan sendiri," imbuh Vya dan tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya.
Adit merangkulnya mencium kepala Vya dengan sayang.
"Mulai sekarang kamu tidak akan sendiri, karena ada aku yang akan selalu menemanimu, ada aku yang akan selalu menyayangi dan mencintaimu, dan kita akan melangkah bersama melewati hari hari kita," dan mereka pun melanjutkan kembali acara berbelanja sore itu. Setelah semua kebutuhan sudah mereka beli, mereka berjalan beriringan menuju salah satu food courd untuk mengisi perut mereka yang kembali lapar. Mereka memutuskan untuk makan di resto yang menyediakan masakan jepang, Vya memilih tempat duduk sedangkan Adit berjalan menuju kasir untuk memesan makanan dan membayarnya.
"Aku sudah memesan makanan kesukaanmu dan minuman kesukaanmu," ucap Adit saat telah duduk bersama dengan Vya yang asyik menunggu dan berselancar di dunia maya.
"Kamu memang terbaik suamiku," puji Vya dan memberi kecupan dipipi Adit. Saat makanan tiba dimeja mereka tanpa sengaja mata Adit beralih ke pintu masuk resto dan dia melihat Nara masuk ke resto tersebut dengan seorang laki laki dan itu bukan Angga.
"Sayang bukankah itu Kak Ainara istri Mas Angga, sedang apa dia disini, dan itu siapa?" Vya pun menoleh melihat ke arah pandang Adit.
"Oh dia itu kepala rumah sakit tempat Kak Nara bekerja, mungkin saja mereka sedang ada urusan disini," jawab Vya santai.
"Kak Nara, sini," teriak Vya memanggil Ainara dan melambai lambaikan tangannya. Ainara kaget dan nampak kebingungan, namun tidak dengan laki laki yang bersamanya, ia nampak santai dan mengajak Ainara menemui Vya dan Adit.
Laki laki itu memperkenalkan diri, dia bernama Rian, dia kepala rs. tempat Ainara bekerja dan dia juga seorang dokter, saat ini mereka sedang memenuhi undangan pembukaan rs. baru di Kota S. Akhirnya mereka pun makan siang bersama, Vya dan Ainara bercengkeramah saling melepas rindu, namun karena hari sudah semakin sore mereka pun berpamitan pada Adit dan Vya, untuk segera kembali ke Kota M. Adit terus memandang kepergian mereka, dia merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka.
🌷🌷🌷🌷
Adit dan Vya tengah berbaring diatas sofa besar di ruang tengah, melihat acara televisi kesukaan Vya, dengan posisi menyamping Adit ada dibelakang Vya dengan tangan kanannya menjadi alas kepala Vya dan tangan kirinya memeluk pinggang ramping istrinya.
"Sayang aku kog ngerasa aneh ya melihat kedekatan dr. Rian dan Kak Nara, apalagi sampai ke luar kota berdua saja," ucap Adit yang sedari tadi merasa aneh akan kedekatan Nara dan Rian, namun dia baru bisa mengungkapkannya sekarang.
"Mas jangan su'udzon dulu, kan mereka sudah bilang kalau kemari karena ada urusan pekerjaan, dan lagi pula dulu Kak Nara sudah mengenalkan dr. Rian padaku dan Mas Angga. Mereka hanya sebatas rekan kerja, dan dulu dr. Rian yang membantu Kak Nara mempromosikan Kak Nara di rs. tempatnya bekerja saat ini. Jadi suamiku jangan berfikiran aneh aneh ya," ucap Vya sambil membalikkan tubuh menghadap Adit.
"Semoga saja apa yang aku fikirkan salah, dan mereka benar benar hanya rekan kerja," suara batin Adit, dia menatap istrinya membelai rambut istrinya lembut. Mereka saling berpandangan, semakin dekat, dekat dan mereka pun berciuman saling ******* dan akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi 😂😂
💐💐💐💐
Ditunggu Like, Komen dan Vote nya ya Teman² Big Love buat kalian 🥰🥰🥰😘😘😘