Seorang gadis berumur 18 tahun,bernama Wulandari.
Hanya lulusan SMA yang di tinggalkan kedua orang tua nya,lalu di titipkan di panti asuhan yang kemudian di adopsi oleh orang kaya,awal nya Wulan sangat bahagia namun setelah datang Rika anak dari orang tua angkat nya, kebahagiaan itu ber angsur hilang,hingga menjadikan nya seorang gadis mandiri.
Penasaran dengan kisah Wulan,yuk simak terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viya Khairullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 RIKA PULANG
Wulan duduk di depan tv sambil menonton film kesukaan nya di temenin cemilan.
Dari luar terdengar suara mobil Purnama yang baru datang dari Butik.
"Itu pasti mama,yasudah Wulan bukain dulu deh"Wulan pun berdiri hendak membuka pintu
"Loh Wulan kok kamu yang bukain bibi mana?'' tanya Purnama.
"Ada ma di dapur lagi masak " jawab Wulan jujur,mereka berdua pun masuk dan duduk di depan tv bersama Wulan.
"Gimana tadi kamu pulang nya naik taksi kan,maaf ya tadi itu mama lagi di butik gak bisa jemput Wulan"Purnama mengelus rambut Wulan.
"Iya ma gak papa,tadi emang sih Wulan mau naik taksi tapi entah kenapa itu taksi gak muncul-muncul juga"
"Terus kamu pulang nya gimana gak mungkin jalan kaki kan?''tanya Purnama tampak khawatir.
"Iya enggak lah ma,tapi itu Wulan di antar Dosen rese itu"jawab Wulan
Purnama pun hanya tersenyum.
"Jadi cerita nya sudah baikan nih"goda Purnama sebelum ia beranjak untuk mandi.
"Eh mama apaan sih"Wulan pun kesal.
*
Satu Minggu telah berlalu,seorang gadis cantik berdiri di depan pesawat yang baru saja ia tumpangi,rasa nya ia lama sekali tidak menginjakkan kaki di tempat kelahiran nya ini,ya dia tak lain adalah Rika putri dari pandu dan Purnama.
"Pasti mama dan papa senang aku pulang,hem biar saja deh aku gak usah menghubungi mereka dulu biar jadi kejutan"ujar Rika.
Ia pun berjalan untuk menunggu taksi online yang sudah ia pesan.
Sebelum pulang Rika singgah ke supermarket untuk membeli berbagai macam makanan dan cemilan untuk ia bawa pulang.Setelah itu ia pun langsung meminta sang supir menjalankan mobil menuju kediaman kedua orang tua nya.
Setelah sampai ia pun membayar ongkos dan turun sambil menyeret koper nya, sementara sang supir membawakan belanjaan nya.
Ia menatap rumah mewah itu,tak ada yang berubah hanya saja warna cat yang semakin terang.Rika melirik bel di samping pintu sebelum ia menekan nya.
Cukup satu kali tekan pintu pun terbuka.
"Mbok itu kaya nya ada tamu, tolong bukain!''perintah Purnama ,mbok Tini pun dengan segera membuka kan pintu.
Saat membuka pintu mbok Tini tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya melihat siapa yang berdiri di depan nya.
"Non...non Rika"ucap nya tak percaya.
"Ya Bi ini Rika masih ingat kan? Mama ada?"tanya Rika
"Ada non masuk saja!'' ujar mbok Tini Rika meninggalkan koper dan cemilan yang tadi ia beli dan menyerahkan pada sang art untuk di bawa masuk.
"Siapa mbok?'' tanya Purnama saat ia sedang berada di dapur untuk mengambil minuman dingin lalu meneguknya.
"Anu Bu...di ruang tamu ada..ada..non..non Rika Bu!'' ujar mbok Tini terbata-bata. Sementara Purnama yang mendengar hampir saja ingin menyemburkan minuman yang baru saja ia minum.
"APA mbok! Rika maksud nya Rika Putri ku pulang?!'' Mbok Tini pun mengangguk,tanpa menunggu lama Purnama langsung berlari menuju ruang tamu untuk memastikan bahwa yang di bilang sang art benar ada nya.
Dan ia termangu saat tiba di ruang tamu ,ia menetap sang putri dengan sorot mata penuh kerinduan,Rika tengah duduk manis di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
Purnama tak dapat menahan air mata nya,air mata penuh kerinduan. putri yang selama ini ia rindukan dan sangat di harapkan kepulangan nya akhirnya pulang juga setelah sekian lama nya di luar kota jauh dari dirinya.
Purnama perlahan mendekati Rika ,seketika Rika menoleh namun tak ada sorot kerinduan dimata nya tak seperti yang di rasakan mama nya.
"Rika ! ya Allah akhirnya kamu pulang juga nak,mama sangat merindukan mu"purnama memeluk Rika .Rika pun hanya diam saja perlahan ia melepaskan pelukannya dari Purnama, purnama menatap sang Putri.
"Mama sangat merindukan mu nak,apa kamu tidak merindukan mama"ujar Purnama dengan wajah sendu.
"Tentu saja aku merindukan mama..ma..aku ini capek mau istirahat dulu ke kamar ya!'' Rika pun berdiri dan berjalan menuju kamar yang biasa ia tempati.
Purnama tak ingin bertanya apa-apa lagi,ia memaklumi mungkin Rika menang butuh istirahat setelah perjalanan jauh.
Di dalam kamar Rika langsung merebahkan dirinya yang cukup lelah sambil menatap langit-langit kamarnya seraya bergumam.
"Hem kamar ini ternyata masih seperti dulu dan sangat terawat mama pasti selalu meminta bibi untuk membersihkan nya walau tak ada aku"gumam nya dan tak terasa ia pun terlelap.