NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:892.1k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETAKUTAN REZZA

Haripun menjelang sore,setelah pak Sudiman dan Amel sudah lebih tenang,Rezza dan Roni pamit untuk kembali kehotel dan mencari makan sebab dari pagi hingga siang mereka melewatkan sarapan dan makan siangnya.

Masih dalam perjalanan merekapu berbincang bincang,

Roni :"rencana lo..selanjutnya gimana

bro..?, Rezza :"gue bakal nyari tu laki b******k,minta dia untuk tanggung jawab",

"gue nggak tega sama om Sudiman,beliau kecewa berat dengan Amel",

Roni :" iya kasihan om..Sudiman,Amel itu masih terlalu muda bro..",

"dia belom bisa ngontrol egonya,baru 19 tahun udah harus nanggun beban seberat itu",

"lo...juga punya andil kesalahan atas kejadian ini..bro",

"semoga aja dia nggak ngelakuin hal hal yang buruk",

Rezza melihat Roni dengan wajah tak terima sambil mengerutkan kening,

"nape gue juga yang kena..ye..?",

"lo sebenernye temen gue bukan sih...?

Ronipun menjawab sambil mengejek sahabatnya itu "hheeh...lo kagak inget ape?",

"lo..kan yang bobokin dia pertama kali.. ?",

"lo..dulu juga bilang kan kalo lo..tu..cinte mati ame die..?",

"mentang...mentang...tu orok bukan benih lo..,trus lo...lupe ame masalalu lo..ame Amel?".

Rezza terdiam sebab terkena sekak mat dari Roni.

Handpone Rezza berbunyi tertera panggilan dari pak Sudiman "iya om...ada apa?",

pak Sudiman :"tolong... mas Rezza...Amel lari kelantai atas bangunan rumah sakit",

"dia mau bunuh diri katanya,tolong...tolong mas Rezza.."

Rezzapun terkaget kaget dengan ucapan dari pak Sudiman,

"om..tenang dulu ya om",

"cegah Amel loncat..,ulur waktu agar dia tidak loncat..."

"saya segera kesana om..".

Roni penasaran dan bertanya :"nape bro...?",

Rezza :"do'a lo..terkabul..." ,

Roni dengan muka cengoknyapun berkata,

"perasaan dari bangun tidur ampek sekarang, gue lom sempet berdo'a broohh.. ",

Rezza menjawab dengan muka kesal dan panik "lo...barusan ngomong..kan.. semoga Amel nggak ngelakuin hal yang buruk..kan?",

"nah..sekarang dia mau loncat dari atas gedung rumah sakit bro"

" alias mau bunuh diri brroohh..",Rezza mempertegas ucapanya.

Roni :"astaga..."

"lha...guekan kagak ade niat ngedo'ain dia yang buruk buruk broohh",

"udah...ngebut dikit",

"keburu anak orang loncat beneran, kan jadi berabe entar urusanye..".

Ronipun mempercepat laju mobilnya hingga sampai kerumah sakit dimana Amel dirawat.

Dibawah sudah sangat ramai orang yang melihat Amel yang mau loncat dari atas gedung.

Setelah parkir sembarangan dihalaman rumah sakit,buru buru Rezza dan Roni naik menggunakan lift keatas gedung,disana sudah berada beberapa perawat dan dokter yang membujuk Amel untuk turun.

Tampak pak Sudiman terduduk lemas dibantu oleh seorang perawat laki laki,Amel menangis histeris sambil duduk ditepi bangunan dan mengucapkan kata kata,

"buat apa aku hidup...."

"aku mau mati aja..."

"semua orang tak menginginkan aku...,bapak..ibu..lebih sayang sama Tiya...mas Rezza ninggalin aku",

"sekarang Surya juga ninggalin aku.."

"aku nggak mau hidup lagi..."

"aku mau mati..."

"aku mau mati...." jerit Amel dalam sedunya,

mendengar jeritan hati Amel semua orang merasa sedih dan berusaha menasehati Amel,namun Amel tak mau mendengarkan mereka semua.

Rezza dengan perasaan sedih dan panik mecoba membujuk Amel,

"Amel...sayang..."

"turun...turun sayang...",

"kita bisa bicarakan baik baik..kan?",

"kita cari solusinya sama sama ya...?",

"kasihan bapakmu sudah jauh jauh datang kesini buat merawatmu",

"lihatlah beliau...yang tak berdaya.. itu",

"Amel sayang turun ya...",

Mendengar kata kata dari Rezza,Amelpun menoleh kearah bapaknya lalu kearah Rezza,

"aku mau turun..mas",

"tapi dengan syarat..",

"apa syaratnya Amel...?"

"katakanlah",

Amel :" kamu harus mau nikahin aku mas...",

jedarrr..."

bagai tersambar kilat petir Rezza mendengar permintaan Amel,Rezzapun pucat dan berdiri mematung, lidahnya terasa kelu tak mampu berucap.

Roni yang semula membantu pak Sudiman pun berjalan cepat menghampiri Rezza dan Ronipun menepuk nepuk bahu sahabatnya itu,

"bro...lo..kabulin dulu aja permintaan Amel",

"yang penting dia turun dulu",

"lo...tau sifat dia yang keras kepala itukan?",

"selanjutnya kita pikirin lagi nanti",

Rezza :"lo pikir perkawinan bisa buat mainankah Ron...?" bisik Rezza kesal ,

Roni :" yang penting dia mau turun dulu bro...",

"lha..kalo lo...bilang kagak mau..?",

"apa dia kagak langsung terjun tu anak?"

"lo...juga mesti pertimbangin perasaan om Sudiman bro...",

"liat,beliau udah lemes gitu",

"ngalah dikit...nggak ada ruginya bro..!",

Rezza :"nggak ada ruginya pale lo..",

"gue bakal menghianatin Tiya jika gue bilang iya.. mau ngawinin Amel bro",

" gue udah mulai cinta sama Tiya Ron...cinta banget malah" ,

"gue tau situasi lo..serba salah...bro.."

"tapi, lo mesti liat keadaan juga kali..."

"ini cuman biar Amel turun aja,biar dia kagak jadi bunuh diri ngarti kagak sih maksud gue?"

"ini nyangkut nyawa anak orang brooohhhh"Roni coba membujuk Rezza.

Rezza tampak berpikir sejenak lalu berucap "iya...Amel",

"ayo turun sekarang..."

Rezzapun menghampiri Amel dan meraihnya untuk turun,Amel mendekap erat Rezza sambil menyembunyikan wajahnya dileher Rezza.

Tubuh Amel tampak menggigil kedinginan, lalu salah seorang perawat memberikan selimut dan minuman kepada Rezza untuk Amel,lama Amel memeluk erat Rezza sambil menangis.

Dalam hati Rezza mulai dilema,jika dia tak mengabulkan keinginan Amel bagaimana kalau Amel mencoba bunuh diri lagi,tapi jika dia mengabulkan keinginan Amel bagaimana Rezza bakalan menjelaskan pada Tiya dan bu Sanusi nantinya.

Rezza sungguh takut jika Tiya tau hal ini dia bakalan pergi meninggalkan Rezza,Rezzapun tak berani membayangkan jika hal itu terjadi.

Orang orang yang berada diatas bangunanpun mulai pergi membubarkan diri ,tinggal seorang perawat dan dokter yang mau mengecek keadaan Amel.

Setelah Amel terlihat tenang dan mendapat pemeriksaan dari dokter,Rezzapun menggendongnya dan mendudukkanya dikursi roda yang sudah disiapkan,lalu Rezzapun membawa Amel menuju lift dan kembali kekamarnya.

Pak Sudiman dibawa oleh Roni dan seorang perawat laki laki yang membantunya tadi untuk diperiksa di IGD dan beristirahat sementara disana.

Rezza menyuapi Amel dengan sabar lalu memberikanya obat untuk diminum,

"kamu nggak bohongkan mas...?"tanya Amel pelan,

"jangan mikirin apa apa dulu,fokus ke kesehatamnu dulu Amel",

"jangan bohngin aku mas..."

"aku bakalan ulangin lagi jika kamu bohong sama aku"amcam Amel pada Rezza,

Rezza "kamu ini ngomong apa sih...ngaco..gitu...",

Amel :"aku nggak main main mas",

"udah kamu istirahat dulu...nanti kita bahas lagi ya.."Rezza mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.

Amelpun menuruti Rezza karena diapun merasa mengantuk sebab habis minum obat.

Melihat Amel sudah tertidur,Rezzapun menemui dokter yang menangani Amel,dia menanyakan keadaan Amel dan calon bayinya.

Dokter menjelaskan keadaan Amel yang mengalami depresi sebab berbagai masalah menimpanya bertubi tubi,bayinyapun masih terlalu muda untuk menghadapi goncangan masalah yang berat.

Dokter menyarankan untuk membuat Amel merasa gembira dan tenang.

Setelah pak sudiman kembali fit,Rezza meminta Roni mencarikan hotel atau penginapan yang dekat dengan Rumah Sakit,kemudian Rezzapun meminta bantuan Roni untuk mencari rumah yang disewakan yang dekat dengan kampus Amel.

Hari ini Amel sudah diperbolehkan pulang,lima hari lamanya Amel dirawat diRumah Sakit dan Rezzapun sudah delapan hari belum kembali kekota S.

Rezza membawa Amel dan pak Sudiman kembali ke rumah yang disewa oleh Roni menaiki taksi,Roni sudah harus kembali dua hari yang lalu sebab ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda.

Sesampainya dirumah sewa,rumah itu tidak begitu besar namun memiliki tiga kamar tidur yang salah satunya untuk pelayan,semua perabot sudah komplit sebab Rezza meminta Roni untuk mengurusnya tak lupa Rezzapun meminta Roni mencarikan seorang pembantu yang bisa membantu Amel melakukan pekerjaan rumahnya,

"Amel...kamu akan tinggal disini selama kamu menyelesaikan kuliahmu dikota ini" ucap Rezza pada Amel,

Amel :"kapan kita nikah mas..?"

"perutku akan semakin membesar..",

"apa kata temen temenku dikampus nanti..?",

"mereka past mencemoohku mas",

Rezza menghela nafas berat lalu berkata dengan lembut "besuk Amel..",

"aku hanya bisa menikahimu secara siri sampai bayimu lahir",

"aku sudah musyawarahkan semua itu dengan bapakmu","dan setelah pernikahan besuk, aku dan bapakmu harus pulang",

"banyak pekerjaanku yang tertunda disana,"

" dan ibumu masih belum sehat benar jadi bapakmu juga harus mendampingi beliau".

Amel hanya diam tak menjawab,malam itu mereka lewati dengan perasaan masing masing,Amel merasa tak sabar menunggu hari esuk untuk menikah,Rezza merasa hatinya campur aduk antara takut dan merasa sangat bersalah kepada Tiya,Rezzapun sangat takut menghadapi hari esuk jika bertemu Tiya.Dan pak Sudimanpun tak tau harus merasa senang ataupun sedih dalam menghadapi situasi yang rumit ini.

Akat nikah telah usai, Rezza dan Amel melangsungkan pernikahan dimasjid dekat dengan rumah kontrakan mereka,dan pak Sudiman sebagai wali nikah Amel,pernikahan itu hanya dihadiri beberapa orang, tak sampai sepuluh orang termasuk pak uztad yang mengijabkan mereka.

Rezzapun menyarungkan cincin emas kejari manis Amel,namun Rezza tak memakai cincin dari Amel sebab jari manisnya sudah tersarung cincin perak dari Tiya istri pertamanya.

Sesampainya dirumah, Rezza mengajak Amel duduk untuk memberi pengertian pada Amel,

"Amel..setelah ini aku dan om akan berkemas untuk pulang",

"aku juga tidak bisa memberikan hakmu sebagai seorang istri dan begitupun sebaliknya,aku tak mengharapkan hakku sebagai seorang suami",

"seperti yang aku katakan kemaren,jika pernikahan ini bersifat sementara saja, sampai bayimu lahir".

"Semua keluarga kita tidak ada yang tau tentang kehamilanmu dan pernikahan ini",

"sebab ini bersifat sementara Amel.."(Rezza menegaskan lagi),

"hanya kamu, om dan aku saja yang tau".

"Setelah ini Aku hanya bisa datang sebulan sekali menjengukmu kesini",

"untuk uang kuliahmu dan untuk kebutuhanmu sehari hari,aku akan transfer tiap bulan,semua sudah jadi tanggungan aku",

"jika ada apa apa kamu boleh menghubungi ku".Jelas Rezza panjang lebar.

Haripun mulai siang,

Rezza dan pak Sudiman sudah selesai berkemas.Pak Sudiman sebenarnya tak tega meninggalkan putrinya sendirian dikota orang,namun dia tak bisa berbuat banyak sebab keadaan Amel sekarang yang rumit.

Mau tak mau pak Sudiman harus berpamitan juga pada purti sematawayangnya itu,

"bapak pulang dulu yo nduk..",

"jaga kesehatanmu dan calon bayimu.."

"makan makanan yang bergizi,jangan lupa vitaminnya diminum yo nduk",

"ojo capek capek lho nduk.."pesan seorang bapak kepada putrinya.

Amel merasa sedih, sambil mengalirkan air matanya diapun berkata "iya pak...bapak juga hati hati dijalan",

"Amel minta maaf, jika Amel banyak salah sama bapak dan ibu ya pak",

Pak Sudiman :"iyo nduk.."

dengan perasaan sedih pak sudimanpun masuk kedalam taksi yang sudah dipesan oleh Rezza untuk mengantarkan mereka ke terminal bus.

Rezzapun keluar rumah setelah memberi arahan kepada mbak Sumi,

Rezza :"aku pulang dulu..."

"kamu disini dibantu sama mbak Sumi,kalau mau kemana mana minta diantar sama dia ya Amel"

,Amel:"iya mas"

kemudian Amel meraih tangan Rezza dan menciumnya,

"deg"

jantung Rezza berdetak kencang mengingat Tiya,Tiya juga selalu melakukan hal yang sama setiap kali Rezza akan pergi.

Dalam hati Rezza sungguh terasa campur aduk sebab akan bertemu dengan Tiya yang sekarang menjadi istri pertama Rezza, dan meninggalkan Amel yang sekarang bersetatus istri keduanya Rezza.

Melihat Amel,Rezza yang sekarang hanya merasa iba dan kasihan tak sama dengan perasaanya sebelum Rezza menikahi Tiya.

Sekarang Rezza hanya menganggap Amel seperti seorang adik tak lebih dari itu,Rezzapun tak mengerti mengapa cintanya kepada Amel begitu mudah menguap,padahal setahun mereka menjalin kasih, dimata Rezza hanya ada Amel Amel dan Amel,mungkin selama menjalin kasih dengan Amel Rezza hanya melihat fisiknya saja,hatinya tak pernah berdebar sekencang jika Rezza bertemu Tiya istrinya.

Hingga setelah terbiasa menjalani hidup berdampingan dengan Tiya selama kurang lebih tiga bulan Rezza bisa mabuk kepayang dengan pesona kepribadian Tiya.

Rezza baru menyadari keayuan alami paras Tiya yang membuat Rezza berdebar debar jika mengingat istrinya itu.Rasa rindu yang mendalam dirasakan oleh Rezza pada Tiya,dia tak sabar ingin segera bertemu Tiya namun Rezzapun merasa takut dengan setatusnya sekarang yang telah beristri dua.

Walaupun pernikahannya yang kedua sangat tidak ia inginkan,Rezza terpaksa menikahi Amel sebab keadaan yang sangat rumit.

Rezza tak tau bagaimana caranya untuk menjelaskan pada Tiya.Disepanjang perjalaman Rezza hanya duduk terdiam sambil memandangi foto Tiya

Pak Sudiman sesekali melirik menantunya itu tanpa bisa berkata,dia memahami perasaan Rezza saat ini yang menanggung beban berat dan tanggung jawab yang berat pula.

Pak Sudimanpun menitikan air mata melihat foto Tiya yang sedang Rezza pandangi sedari tadi,diapun tak tau harus bagaimana menghadapi Tiya nanti, jika Tiya tau suaminya saat ini telah menikahi sodara sepupunya.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!