Saquel Dijodohkan istri
Menceritakan tentang kisah saudara kembar yang terpisah selama 17 tahun.
"ALAN SAPUTRA ATMAJAYA"
Seorang laki laki remaja yang tampan, pintar dan kaya raya yang terlahir dari keluarga Atmajaya. Disekolah, Alan menjadi pria idaman setiap wanita. Semua wanita disekolah nya berlomba lomba untuk mendapatkan cinta nya.
"ALANA SAPUTRI ATMAJAYA"
Seorang gadis manis yang hidup serba apa adanya seperti ibu nya. Cantik, pintar dan juga kaya raya namun tidak membuat nya berbesar kepala.
Alan dan Alana adalah sepasang saudara kembar yang akan selalu berselisih paham dalam hal apa pun. Namun tidak memudarkan rasa sayang Alan kepada adik kembaran nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Hai hai maaf baru sempet up 😂
nakal ya author nya🤣🤣🤣wkwkwk
oke lanjut yuk happy reading !!!
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Lo pengen tau siapa gue ???". Ujar Alan yang mulai meninggikan suara nya.
"Gue itu...
"Emm Bay aku pulang sama Alan ya." sahut Alana yang memotong pembicaraan Alan dan Bayu yang mulai saling meninggikan suara nya itu. "Lain kali aku pulang sama kamu." imbuh nya.
"Tapi Lana.."
Belum sampai Bayu menyelesaikan protesan nya yang mendengar bahwa Alana lebih memilih pulang bersama Alan dari pada dengan diri nya. Alana sudah pergi meninggalkan nya sembari menarik tangan Alan untuk menuju dimana motor laki laki itu terparkir.
"Apaan sih Lo narik narik gue." sungut Alan yang melepaskan dengan paksa tangan nya itu dari tangan Alana saat mereka sudah sampai di dekat dimana motor Alan terparkir.
"Kamu yang apa apa an." bentak Alana kepada laki laki itu. " Harus nya aku yang marah sama kamu. Kamu duluan yang narik narik tangan aku sampai aku gak jadi pulang sama Bayu." kecam Alana yang mulai merasa kesal kepada kakak nya itu.
"Lo pulang sama gue. Ada yang mau gue omongin sama Lo." ucap Alan.
Lalu laki laki tampan itu menaiki motor nya dan memakai helm. "Udah buruan naik." ujar nya yang melihat Alana masih saja terdiam di tempat nya.
🌸🌸🌸
Di cafe
Alan dan alana pun duduk di kursi sembari menunggu minuman yang mereka pesan.
Hening.
Tak terbiasa.
Situasi ini masih sangat canggung untuk ke dua nya.
Sama sama terdiam. Tak ada satupun yang memulai membuka suara untuk saling berbicara.
"Mulai besok dan seterusnya. Lo pulang sama gue." ujar laki-laki itu yang pertama kali membuka suara nya.
Sontak terkejut dengan ucapan yang didengar nya. Alana menolehkan wajah nya ke arah Alan dengan cepat.
"Ngapain pulang sama kamu. Aku pulang dijemput supir." jawab gadis itu ketus.
"Kalau Lo gak dijemput. Lo pulang sama gue."
Semakin menajamkan tatapan nya kepada laki laki yang duduk di depan nya itu. Kemudian Alana tersenyum mengejek. "Kamu kesambet apa an sih ?. tanya nya.
"Papa nyuruh gue anterin Lo pulang !!!." kecam Alan yang merasa kesal kepada adik nya itu.
Sontak terdiam.
Tunggu,
Apa kata nya barusan.
Papa !!
Oh ya,
Hampir saja Alana melupakan bahwa dia sekarang mempunyai papa. Dan laki laki yang baru saja di ledek nya itu yang dipikir nya sok perduli dengan nya tiba tiba itu adalah kakak nya.
Memang seperti nya Alana harus memulai membiasakan diri menyebut nya dengan sebutan kakak. Meski laki laki itu terasa sebegitu menyebalkan nya di kehidupan sehari-hari nya.
"Kalau bukan karena papa, gue sih males nganter Lo pulang." ketus Alan sembari membuang muka nya dengan kesal.
Sontak terbakar dengan amarah. Alana sudah benar benar diluar kendali nya. Sedari tadi dia berusaha untuk tidak terpancing dengan hal yang sangat memancing emosi nya itu. Karena Alana ingin diri nya dan juga Alan berubah. Berubah Menjadi seperti bagai mana seorang saudara yang saling menyayangi.
"Lo pikir gue mau Lo anter pulang !!!" sungut Alana yang sudah muak dengan sikap laki laki itu. "Mending gue pulang sama Bayu dari pada sama elo."
🌸🌸🌸
Di luar kota.
Laras tengah sibuk bertempur dengan semua pekerjaan di anak cabang perusahaan yang dipimpin oleh nya. Ada sedikit masalah sampai Laras harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.
Cukup melelahkan.
Sampai-sampai ia tengah melupakan jam makan siang nya.
Pukul 17.30.
"Astaga. Sudah sore." gumam nya yang melihat jam di pergelangan tangan nya. "Huft..." keluh nya sembari meregangkan tubuh nya yang terasa begitu lelah. Menyandarkan tubuh nya disandaran kursi kebesaran nya.
Sekejap, Laras memejamkan mata nya yang terasa begitu berat. Hingga tanpa sadar, Laras terbawa hanyutan di dalam tidur nya.
Kau bukan lagi anak ku. Aku tak pernah punya anak yang memalukan seperti mu. Pergi kau dari sini. Aku tak Sudi mengakui mu menjadi putri ku.
Tidak !
Tidak !
Tidak !!!!
Sontak Laras membuka mata nya dan melonjak menegakkan tubuh nya kembali.
Cukup lama,
Mungkin selama 2 jam Laras memejamkan mata nya.
Hingga ia terbangun karena sebuah mimpi buruk yang dialami nya.
Kemarahan itu.
Kemarahan itu kembali menghantui menjadi mimpi di dalam tidur nya.
Mengerjap kan mata nya untuk mengembalikan kesadaran nya. Menarik nafas nya dalam dalam untuk mengatur kembali nafas yang tak karuan.
Tok..tok...
suara pintu ruangan Laras terdengar diketuk oleh seseorang.
"Ya, masuk." jawab nya setelah ia merasa lebih tenang.
"Maaf buk. Sudah jam 19.30. Setengah jam lagi meeting bersama perusahaan XXXXX akan dilaksanakan buk." ucap Dilla, sekertaris di anak cabang perusahaan milik Laras Safitri itu.
Menolehkan wajah nya menatap jam yang tergantung di dinding ruangan itu.
Oh tidak.
Ia cukup lama tertidur, hingga Laras hampir saja melupakan meeting yang sangat penting dengan perusahaan terbesar di kota itu.
"Ya baiklah, aku akan mandi sebentar. Tolong kau siapkan semua berkas berkas yang akan kita bawa." ujar Laras kemudian bangkit dan melangkah menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan nya untuk membersihkan diri nya.
🌸🌸🌸🌸
35 menit.
Laras dan juga Dilla baru sampai di cafe yang sudah dijanjikan untuk mereka meeting dengan salah satu perusahaan terbesar di kota itu.
"Ayoo Dilla. kita sudah telat 7 menit." ucap Laras dengan terburu buru saat turun dari mobil nya.
"Baik buk."
"Ah, Selamat malam. Dengan pak Roy wirawan ??". sapa Laras kepada seorang pria yang duduk di ruang VIP yang mereka pesan untuk melangsungkan meeting bersama asisten nya itu.
"Ya benar. Dengan Bu Laras Safitri ?".
"Ya pak. Saya Laras Safitri." jawabnya, lalu mereka pun saling menjabat tangan.
"Maaf jika lama menunggu." ucap Laras.
"Tidak, saya juga baru sampai."
Selama 1 jam mereka saling bertukar pikiran. Bertempur dalam dunia bisnis. Hingga gelak tawa diantara mereka pun terdengar saling memecah keheningan di ruangan itu.
"Baiklah, deal." ujar Roy yang menyetujui tanpa ragu lagi dengan semua penawaran yang ditawarkan oleh seorang Laras Safitri.
"Oke." jawab perempuan itu, lalu mereka pun kembali menjabat tangan sebagai tanda bahwa antara perusahaan mereka saling menyetujui menjalin kerjasama.
"Oke, mari kita tutup meeting kita dengan makan malam bersama." ajak laki laki itu.
"Ya baiklah."
Lalu Laras pun membereskan semua berkas berkas yang ada diatasnya meja.
Tanpa sadar, sepasang mata sedang menatap wajah Laras dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Manis.
Tiba tiba bibir laki laki itu terangkat membentuk sebuah senyuman.
.
.
.
.
.
***************************************
Hahaha maaf aku gantung lagi😜
asalkan jangan menggantung perasaan ya gaes😪😜 wkwkwk
okay jangan lupa loh VOTE yang banyak
Karena poin kalian mengembalikan daya imajinasi ku😌😌😜
next bab akan ada visual Alan dan Alana dan juga si anu ya 😂😜
penasaran kan... hahaha
see yuuu ❤️❤️
Dan gaes buat kalian mampir juga ke novel sahabat aku novel ke dua nya "Sekretaris papa ku" karya dari @Citoz jangan lupa like, komen vote tinggalkan jejak kalian disana ya😘😘😘😘❤️