NovelToon NovelToon
I am a Virgin

I am a Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:24.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Elena

"Pria itu unik. Suka menyalahkan tapi menerima saat disalahkan."

Elena menemukan sosok pria pingsan dan membawanya pulang ke rumah. Salahkah dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Salut

Elena meracik bumbu. Sambil bergurau, mereka menyelesaikan pekerjaan itu bersama-sama. Boy menumis bumbu lalu mengaduk nasi yang dituangkan ke kuali oleh tangan Elena. Setelah matang, mereka makan bersama.

Semenjak itu, malam menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu. Kehadiran Boy di rumah itu benar-benar mengubah sepinya malam. Hampir setiap malam, Elena dan Boy berbincang untuk menghabiskan waktu. Dan kemudian memasak nasi goreng bila perut keroncongan. Tapi mereka selalu melakukan pekerjaan itu ketika Salva sudah bobok.

Jika Salva masih melek, bocah cilik itu merasa keberatan untuk tidur lebih awal karena ingin ikut nimbrung dan ingin merasakan suasana hangat dalam kebersamaan. Tentu ia tak mau melewatkan waktu mengobrol ditemani suara jangkrik dan hembusan angin malam. Gadis kecil itu sangat menyukai Boy. Setiap kata, elusan kepala, tatapan, dan perhatian Boy menjadikan lelaki itu seperti pelindung bagi Salva.

***

“Ye ye… Nggak kena. Nggak kena!” Salva berlari kesana-kemari. Mengelilingi talam yang tergeletak di tanah.

Boy berpura-pura menjadi jombi, dengan tangan seperti orang berenang, berjalan pelan mendekati kemana arah Salva berlari.

Gelak tawa Salva terdengar nyaring, sesekali menjerit ketika tangan Boy menjulur hampir mengenai bahunya.

Elena sedang meniup kayu bakar di belakang, menggoreng ikan. Sekarang Elena sudah bisa membeli minyak goreng. Juga membeli cabe. Boy telah banyak mengubah hidupnya. Soal makan, mereka kini lebih sering menikmati makanan bergizi.

Boy giat mencari barang bekas, hingga penghasilan pun bertambah. Dia sering mencari ikan di sungai, mengubah menu meja makan menjadi lebih bervariasi. Membuat Elena jadi senang memasak.

Pagi tadi, Elena membawa setumpuk pakaian ke sungai. Boy mengikutinya berbekal tangkai kail dan ember. Boy memancing ikan setelah mencuci pakaiannya sendiri. Elena ikut memancing setelah menyelesaikan pekerjaannya mencuci pakaian. Muda mudi itu memancing bersama.

Disaat kail Elena bergerak-gerak, menegang akibat tarikan ikan, Elena menjerit kebingungan karena takut ikanya terlepas seperti yang sudah-sudah. Boy mendekati Elena dan berdiri di belakang perempuan bertubuh tinggi itu, kedua tangannya menyentuh tangan Elena. Menuntunnya pelan. Menarik kail dengan sentakan. Berhasil. Seekor ikan tersangkut di ujung pancing.

Elena gembira bukan main.

Pulang dari sungai, Elena langsung menjemur pakaian. Kemudian menggoreng ikan yang telah disiangi Boy. Sekali mendapat ikan, Elena ketagihan memancing. Ia akan sering ikut Boy ke sungai untuk memancing ikan.

Elena mengusap wajahnya yang berpeluh dengan ujung lengan baju. Meniriskan ikan yang baru diangkat dari kuali. Kemudian menaruhnya di piring. Setelah itu ia mengangkut piring berisi ikan ke ruang depan. Ia menyajikan makanan ke atas talam. Nasi tersaji di dalam priuk yang luarnya terpoles rata dengan warna hitam legam akibat api yang meninggalkan arang.

Kali ini menu hidangan menggugah selera, ada ikan goreng ditemani sambal merah, tumis tempe dan rebusan daun ubi. Aromanya yang menjalar sampai ke hidung membuat Salva segera meninggalkan Boy dan langsung menyerbu nasi. Ia memilih potongan ikan berukuran paling besar.

Tak sengaja lengan Elena bersenggolan dengan tangan Salva. Elena merasakan suhu berbeda. Kulit Salva terasa hangat.

“Salva sakit?” Elena menyentuh kening Salva. Hangat. Elena mulai cemas.

“Dikit. Nggak apa-apa, kok,” jawab Salva ringan.

“Salva, kalo sakit nggak usah pergi sekolah.” Elena khawatir. Beberapa kali ia menyentuh leher dan pipi Salva yang hangat.

“Nggak pa-pa, Kak. Anget dikit. Salva ada ulangan hari ini. Salva harus pergi sekolah.”

Elena salut melihat kegigihan Salva. Tak mau meninggalkan pelajaran meski dalam keadaan tidak sehat.

TBC

1
NFC
ya Allah.. 😭😭
Nur Syamsi
caranya, jgn temui dia dan stop komunikasi....dg Dinda ..
Nur Syamsi
sekuat"nya hati Wanita, maka tetap akan rapuh jga bila dapat masalah ..
Nur Syamsi
El jgn marah dulu tunggu penjelasan dr Revan....
Nur Syamsi
suka sama keluarga Tante Vira, Tdk memandang status.... Bijaksana dalam bertindak...
Nur Syamsi
waduh ada tantanganni buat El
Nur Syamsi
😭😭😭 Alhamdulillah masih ada orang kaya yg hatinya mulia
Nur Syamsi
hubungi yg ada di kartu nmanya Elena ....pasti yg kehilangan dompet merasa panik ....kayak yg kamu rasakan skrang
Nur Syamsi
bilang sja nti sy minjam, siapa tau ada orang baik ...yg bisa minjemin ...
Nur Syamsi
mmang Uda dirampok Krn dompetnya sdah tdk ada mungkin ATM lain yg mmang dipegang nyuk bik Nur
Nur Syamsi
mudah" an orang tua Revan
Kustri
jualan soto libur dl
Kustri
lha atm revan apa dibawa bik nur?
kan revan hampir dirampok crita'a
Kustri
ngomong" ikat pimggang revan apa adh dijual, klu blm jual aja Van, buat biaya oprasi hehee
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian anak yatim piatu, dan mirisnya org kaya tetangganya Tdk Maw menolong 😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭
Kustri
bahasa'a lbh sopan napa thor, bidan krudung ungu pasti lbh tua & sdh membantu lho
Yanni Santoso
g sanggup bacanya y Allah tega bbgt tetangga nya
Yanni Santoso
sesek banget baca part ini elena begitu berat beban hidupnya
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!