cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malu sampai ubun ubun
bab 16
Rena ada lah seorang wanita yang cantik dan sexsi, badan nya tinggi putih dan mulus.
Dia ada lah salah satu dari banyak wanita yang ingin mendekati ku Dan ingin menjalin hubungan dengan ku. Maka dari itu dia selalu mengejar-ngejar ku ketika di Amerika,
dan kami ber pisah saat aku memutus kan untuk pulang ke Jakarta, entah kenapa kini kami ber temu lagi. Walau pun begitu, aku sama sekali tidak ter tarik pada nya, atau kepada wanita mana pun sebelum ber temu Sindi.
"Tio ... Aku tidak me nyangka akan ber temu dengan mu lagi," ucap Rena
"Iya, Ren," jawab ku singkat
"Kamu ngapain di sini, Tio?"
"Gak papa. Aku hanya ingin melihat ke indahan alam, ketika malam hari di pantai sambil menikmati angin yang berhembus. Yaudah ya Ren, aku mau ke kamar hotel ku dulu. Aku mau tidur, huammmmm."
"Emm, kamu gak mau santai dulu gitu, sama aku di tepi pantai?... Kan kita baru ketemu. Masih banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu Tio," ucap Rena sambil memegang tangan ku.
"Emm, aku dah lama tadi duduk di situ dan aku udah cape, pingin tidur. Yaudah aku duluan ya Ren," ucap ku sambil menepis tangan ku. agar ter lepas dari genggaman nya. Aku pun ber lalu meninggal kan Rena yang masih menatap ku.
"Tio, Tio tunggu!" ucap Rena
Aku tak menjawab dan menerus kan jalan ku menuju kamar hotel.
***
"Bos, aku melihat Tio ber sama wanita cantik di tepi pantai," ucap anak buah Alex yang dari tadi memata-matai Tio.
"Woow, kabar yang bagus. Siapa wanita itu? coba kamu cari tau identitas wanita itu dan kabar kan secepat mungkin kepada ku, tentang wanita yang ber sama Tio itu," ucap Alex dari seberang telpon.
"Baik, Bos." Telpon pun di tutup. Alex menyeringai jahat, mulai merencana kan sesuatu.
"Bagai mana, kalau aku ke sana saja, ya? ini ada lah suatu hal yang bagus untuk aku me ngadu domba Tio dan Sindi."
****
Di sisi lain, kini Sindi sudah mulai was-was dan selalu memikir kan Tio.
"Di mana sebenar nya Tio ber ada? aku harus cari tau," gumam Sindi.
Sindi pun membuka gawai nya dan mencari informasi tentang Tio. Beruntung karna aku sudah melacak keberadaan Tio melalui gawai yang sudah di hubungkan. Sindi pun mulai mengikuti arah informasi lokasi Tio melalui gawai nya. Kini Sindi sudah sampai di lokasi di mana Tio ber ada.
****
Sedang kan, Alex menemui wanita yang ber nama Rena itu.
"Hayy," sapa Alex
"Hayyy," sahut Rena "Siapa, kamu?"
"Aku, Alex ... Aku ingin bekerja sama dengan mu."
"Maksud nya?" ucap Rena kebingungan.
"Kau tau?... Sebernar nya Tio itu sudah mempunyai istri."
"Hahh, apa kau bilang?" Rena pun ter kejut. "Kamu jangan bohong, kamu jangan main-main kepada ku," ucap Rena
"Hahahaha." Alex pun ter tawa. "Apa kah kau tidak tau, kalau Tio sudah menikah. Baik lah aku akan kasih tau bukti nya!"
Alex pun membuka gawai nya dan mem perlihat kan foto per nikahan Tio ber sama Sindi.
"Hahhh, apa kah ini benar? kenapa Tio bisa menikah secepat ini?" Rena pun ber sedih karna lelaki yang sudah lama di cintai nya sudah menikah dengan wanita lain.
"Kenapa kamu memberi tahu ini kepada ku? apa yang kau ingin kan?" ucap Rena lagi.
Alex pun ter senyum miring. "Begini ... Tio itu menikah dengan ke kasih ku, dan aku ingin kekasih ku menjadi milik ku lagi. Kau juga ingin itu kan? apa kah kita boleh bekerja sama," ucap Alex.
Rena pun terdiam dan ber pikir sejenak.
"Emmm apa rencana mu, Lex?" ucap Rena.
"Begini, malam ini kau tidur lah di kamar Tio. Buat lah seperti kalian melakukan sesuatu hal yang menyenangkan atau seperti hubungan suami istri . Aku akan menelpon Sindi istri nya Tio, agar dia kesini dan melihat mu ber sama Tio."
"Ide yang bagus. Aku akan mencoba nya," ucap Rena
Mereka berdua pun ter senyum miring.
Kini rena mulai melakukan aksi nya. "Aku akan pergi ke hotel untuk mencari tau," guman rena.
"Tio memesan kamar no berapa, ya?" ucap Rena.
Rena pun memberi uang sogok ke pada pegawai hotel ,tentang kamar Tio dan memberi tahu, kalau dia ada lah istri nya Tio ,untuk meminta kunci kamar hotel yang kedua.
Kini Rena sudah tau nomor kamar hotel yang di pesan Tio, dan mempunyai kunci kedua. Karna memiliki banyak uang ada lah sesuatu hal yang mudah untuk Rena, melakukan apa pun yang dia ingin kan.
Rena pun menuju kamar Tio, sambil tersenyum lebar dan selalu menampilkan gigi nya yang sudah hampir kering itu gara-gara dari tadi tak menutup mulut.
Rena ber jalan dengan penuh senyuman. Kini Rena telah sampai di depan pintu kamar Tio, Rena mengambil cermin di dalam tas nya dan ber dandan dulu sebelum menemui Tio.
"Emm, aku sudah sangat cantik," ucap rena. Kini Rena mulai membuka kunci pintu kamar Tio dan membuka nya.
Alangkah terkejut nya Rena, ketika dia melihat Tio sudah ber sama wanita lain dan hanya ber balut kan selimut untuk menutupi tubuh tel@*nj@*g mereka.
"Hahhh siapa kamu?" ucap Sindi yang melihat keberadaan Rena di kamar mereka.
"Emmm, ma'af. Aku salah kamar!" ucap Rena gelagapan dan pergi karna rasa malu yang sampai ubun ubun.
Rupa nya Sindi sudah lebih dulu menemukan Tio. dan Tio pun me ngurung Sindi di kamar nya, agar bisa melakukan hubungan suami istri dengan penuh gairah.
Sebelum kejadian.
****
Tio merenung di depan pintu kamar hotel. Entah apa yang Tio pikir kan.
Tiba-tiba...
"Mas, Tio!" ucap Sindi.
"Hahh, Sindi ... Kok kamu ada di sini?" tanya Tio.
"Iya, Mas Tio. Aku tadi sangat meng khawatirkan kamu. Aku takut kamu kenapa-napa, jadi aku samperin deh kamu ke sini."
"Kok kamu tau sih, aku ada di sini?" tanya Tio kebingungan.
"Iya pake ini, Mas," ucap Sindi sambil mem perlihat kan gawai nya.
"Ohhh kamu ini, nakal sekali!" ucap Tio sambil mencubit hidung Sindi yang mancung itu.
"Ihh, Mass. Sakit tau!"
"Ya udah sebagai hukuman nya, kamu harus masuk kekamar ini ber sama ku," ucap Tio
"Iihhh kok aku di hukum sih, Mas?"
"Ya siapa suruh, kamu nyamperin aku diam diam!"
"Yaudah deh, Mas. Apa pun hukuman nya aku Terima, asal kan ber sama kamu," ucap Sindi manja.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor