(AWAS. KHUSUS ***++ ADA BANYAK ADEGAN MEMANCING GAIRAH. JANGAN YA DEK YA) Dia dikhianati pacarnya. Dia berusaha menenangkan diri di kamar sebuah hotel. Tapi dia malah diperkosa oleh Gerson, seorang CEO sombong karena suatu kesalah-pahaman.
Bella hamil dan diusir orang tuanya dari rumah. Dia harus melahirkan dalam kondisi sulit.
Tujuh tahun kemudian, Bella kembali dipertemukan dengan Gerson dan harus bekerja di kantornya Gerson.
Di saat yang sama, Bella melihat wawancara Gerson di Youtube. Dia meminta anak-anaknya untuk menjauh kalau melihat Gerson.
Tapi anak kembarnya yang jenius itu, memilih untuk bertindak sebaliknya. Bukannya menjauh, mereka malah terus menyerang Gerson.
Sejak itu, hidup Gerson tidak lagi tenang karena terus diganggu oleh si kembar jenius.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gregorious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 Makan Siang dengan Bidadari
"Halo, Bella," sapa Gerson sambil berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Bella.
Saat ini, Bella teringat kembali akan peristiwa 7 tahun yang lalu, peristiwa yang susah dia lupakan, peristiwa saat mahkotanya direbut oleh pria yang berada di hadapannya ini.
Ada ketakutan yang amat sangat di hati Bella karena untuk pertama kalinya, dia kembali berada dalam satu ruangan, berdua saja bersama dengan Gerson.
Bayang-bayang pemerkosaan yang pernah dialami oleh Bella dulu membuat tubuhnya sedikit gemetar.
Gerson mengerutkan keningnya. "Kamu terlihat gemetar. Kenapa? Apa kamu takut? Apa ini untuk pertama kalinya kamu bersama seorang lelaki tampan?" Gerson mengulas senyumnya.
Kata-kata Gerson itu membuat Bella kesal. Dia sebenarnya ingin memaki-maki Gerson tapi yang bisa dilakukannya hanyalah makian dalam hatinya. "Aku gemetar bukan karena kamu tampan tapi Aku gemetar karena perbuatanmu dulu."
"Ada apa? Sepertinya ada yang hendak kamu katakan padaku," Gerson menatap dalam-dalam ke arah Bella.
Akhirnya Bella bisa menguasai dirinya. "Aku datang untuk menjabarkan ide-ideku untuk merancang desain pembangunan mol itu."
"Tentu saja, Bella. Kalau begitu, ayo duduk di sampingku." Gerson langsung duduk dan menunjuk ke arah sisi kirinya. Dia meminta Bella untuk duduk di situ.
"Tapi, Bella memilih untuk duduk di depan Gerson. Dia mengeluarkan laptopnya dan menghidupkan laptopnya."
Setelah itu, Bella memilih untuk menunggu laptopnya terbuka dengan aplikasi yang ingin dia perlihatkan kepada Gerson. Dia sengaja tidak mau, menatap ke arah Gerson yang dia tahu saat ini sedang menatapnya.
"You know. Kamu adalah arsitek paling cantik yang pernah kulihat. Bahkan kecantikanmu tidak kalah dengan model-model bahkan supermodel yang pernah aku kenal," puji Gerson sambil terus menatap Bella.
Bella memilih untuk diam. Dia tidak mau terpengaruh dengan pujian-pujian dari Gerson itu. Dia bahkan tidak mau balas menatap ke arah Gerson. Dia masih terus menunggu filenya terbuka.
Sikap Bella yang diam itu membuat Gerson agak kecewa karena biasanya wanita-wanita yang dia puji akan segera menampakkan rasa suka mereka dan akan hanyut, tenggelam dalam tatapan Jason yang dalam.
Biasanya wanita yang dipuji oleh Gerson akan merasa terbang ke awang-awang merasa diistimewakan merasa tersanjung sehingga itu menjadi awal bagi Gerson untuk mendapatkan hati wanita itu dan belakangan mendapatkan tubuh wanita itu.
Tapi Bella bahkan tidak mau balas menatapnya. Itu membuat Gerson gemas.
Tapi karena sosok Gerson sudah terlanjur hitam atau terlanjur negatif di mata Bella, maka dia segera membentengi dirinya dari rasa tersanjung atau rasa perasaan dan merasa diistimewakan oleh sosok Gerson yang memang tampan rupawan ini.
"Ini adalah contoh rancangan awal yang akan aku buat untuk desain proyek pembangunan mall itu." Bella mengangguk hormat dan memperlihatkan layar laptopnya kepada Gerson.
"Wah, susah sih kalau jelasin dari sini. Tunggu situ. Tunggu ya." Gerson segera berdiri, berjalan memutar kemudian dia duduk di samping kiri Bella dan dengan sengaja lengannya sudah dia tempelkan ke lengan Bella.
Bella segera menarik tubuhnya agar supaya tubuhnya tidak perlu saling tempel dengan lengan Gerson.
Setelah itu, Bella kembali berusaha untuk bertindak profesional. Dia berusaha menjelaskan akan rancangan awal pembangunan mall kepada Gerson.
Untuk sementara, Gerson sendiri tidak melakukan tindakan lebih merasa kalau Bella sejak tadi selalu menghindari dirinya maka dia mulai berusaha untuk mengikuti untuk menyimak penjelasan-penjelasan yang dilakukan oleh Bella.
Sementara itu, di luar ruangan karaoke, Rudi masih berjaga di sana. Dia ingin memastikan kalau Bella dan juga Gerson tidak terganggu dan hanya berdua saja di dalam room karaoke.
Karena itu, setiap kali Yogi berusaha masuk, Rudi segera melarang. "Kamu tidak boleh masuk ke dalam, Yogi."
"Tapi Kak Bella baru menelpon aku, pak. Dia meminta aku untuk membawa contoh rancangan Mall untuk diperlihatkan kepada Pak Gerson itu."
"Sudahlah, Yogi. Kamu cukup kirimkan filenya ke laptopnya Bella. Mengerti?"
"Iya, Pak. Iya." Yogi terpaksa pergi tapi karena tidak enak pada Bella, dia masih berusaha mengintip dari kejauhan kalau-kalau Rudi tidak lagi menjadi penghalang.
Yogi menunggu Rudi pergi. Karena begitu Rudi meninggalkan posnya, maka dia akan segera mendatangi ruangan tempat Bella beradam
Sayangnya harapan Yogi itu tidak menjadi kenyataan. Saat ini, Yogi melihat beberapa pelayan mulai datang untuk membawakan makanan untuk di ruangan tempat Bella berada ini.
Rudi mempersilahkan para pelayan yang membawa makanan itu masuk ke dalam room tempat Bella dan Gerson berada.
Sementara itu, penjelasan Bella terganggu karena beberapa pelayan masuk untuk membawakan makanan untuk dia dan Gerson.
Setelah para pelayan pergi, Gerson langsung berkata, "ayo kita makan dulu. Ini kamu minum ini. Ini minuman recommended di tempat karaoke ini." Gerson menyodorkan minuman sejenis orange juice berwarna kuning kepada Bella.
Mata Bella langsung membulat ke arah minuman itu. Mengingat sejarah dia dengan Gerson dulu di mana dia sempat diperkosa oleh Gerson, maka dia takut Gerson akan membubuhkan obat penenang atau sejenisnya di minuman itu yang akan membuat Bella pingsan dan Gerson bisa mengapa-apakan dirinya.
Karena Bella tidak segera mengambil minuman yang dia sodorkan, maka Gerson berkata, "minuman ini tidak ada racunnya, loh. Tidak ada sianida di minuman ini dan aku bukan Jessica, you know what I mean?"
Bella tertawa karena joke segar yang dilakukan oleh Gerson itu.
Saat Bella tertawa, Gerson terpesona. "Wow. Ternyata kamu sangat cantik. Untuk pertama kalinya aku melihatmu tertawa dan You Make My Day. Kau membuat hariku ceria. Bahkan aku rasa saat kamu tertawa ini aku melihat sebuah mahakarya luar biasa yang tidak pernah aku saksikan seumur hidupku."
Sejenak Bella menatap Gerson dan dibalas Gerson dengan tatapan dalamnya. Tatapan yang biasanya meruntuhkan hati puluhan wanita cantik.
Buru-buru Bella mengalihkan pandangannya. "Aku harus kuat. Aku tidak boleh jatuh dalam godaannya. Aku tidak boleh hanyut dalam permainannya. Dulu aku dipaksa olehnya sehingga aku tidur dengannya. Di masa depan, aku tidak boleh lagi tidur dengan hatinya."
Bagi Gerson, dia mulai merasakan rayuan-rayuan mautnya mulai berhasil menembus benteng yang berusaha dibuat oleh Bella dan ini membuat Gerson lega.
"Bella, kamu pasti pikir aku merayumu. Iya kan?"
Bella tidak menjawab. Dia lebih memilih untuk memakan sepotong pizza yang berada di depannya.
"Tapi aku tidak sedang merayu. Karena aku benar-benar merasakan terpesona dan terus terpesona olehmu."
"Ayo makan, Pak. Bella berusaha mengalihkan pembicaraan.
_
"Oke, kalau begitu mari kita makan." Gerson menaruh gelas orange juice yang tadi dia pegang untuk dia taruh di depan Bella.
Tapi Bella terlalu takut akan minuman itu. Karena minuman itu sempat dipegang oleh Gerson. Dia lebih memilih untuk mengambil botol air mineral yang tutupnya belum terbuka sehingga aman baginya untuk dia konsumsi.
"Aku sangat senang hari ini," kata Gerson sambil mulai mengunyah makanannya.
Bella lebih memilih untuk berdiam diri dan sedapatnya tidak menatap ke arah mata Gerson.
Karena Bella tidak bertanya maka akhirnya Gerson sendiri yang jawab. "Aku sangat senang hari ini karena hari ini aku bisa makan siang berdua dengan seorang bidadari."
dia tukang celap celup dan itu menjijikan
kuharap ada tokoh yang lebih baik dari dia buat jadi jodohnya Bella
dari judul cerita ini tuh menceritakan anak kembar yang jenius, jadi saya harap jodoh nya Bella bukan gersang
kalo aku jadi Bella sih kuludahin aslii
karna ga bakal ada laki laki yang bisa benar benar lepas dari kebiasaan nya apalagi ini soal kenikmatan duniawi