SEQUEL MENGGODA MY SEXY BODYGUARD
Rossabelle Lucette Mayer (24), putri tunggal Louisa Rae dan Ethan Mayer itu adalah seorang model yang sedang berada di punca popularitasnya.
Ke mana pun Rosabelle pergi, akan selalu ditemani oleh dua sahabat sekaligus bodyguardnya yang tampan dan seksi, Noah (23) dan Gavin(24).
Kebersamaan mereka rupanya menimbulkan cinta satu sama lain, cinta yang cukup pelik tapi juga manis.
Rossabelle mencintai Gavin yang sangat manis, dan selalu memanjakannya. Cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan karena Gavin juga mencintainya, bahkan ingin menjadikan Rosabelle sebagai istri.
Namun, entah bagaimana di hati Rossabelle juga tersimpan nama Noah, meskipun dia dingin, kaku, dan tidak ada yang bisa menebak isi hati dan kepala pria itu.
Satu hal yang pasti dari Noah, pria itu rela mati untuk Rossabelle.
Lalu, bagaimana benang cinta segitiga itu akan terurai?
Apakah Noah juga menyimpan nama Rossabelle di hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Kehilangan?
"Aku pikir kau akan mati."
Pedro hanya bisa menundukkan kepala mendengar apa yang Dimitri katakan.
"Aku senang kau masih hidup, dengan begitu kita bisa menyusun rencana balas dendam pada dua bocah itu," tukas Dimitri sembari menatap kedua tangannya yang masih dipasang gips. "Mereka berdua membuatku hampir lumpuh."
"Berikan aku waktu untuk mencari tahu siapa mereka, Tuan," pinta Dimitri kemudian. "Karena aku yakin, mereka bukan bodygurd biasa."
"Apa yang membuat berpikir begitu?" tanya Dimitri dengan kening berkerut dalam.
"Malam itu, aku menabrak mobilnya dengan sangat keras. Dan aku yakin seharusnya dia terluka dan tidak berdaya, dengan begitu mudah membawanya pada Nyonya Evelin," pungkas Pedro. "Tapi dugaanku sangat salah, dia terluka tapi masih sangat kuat. Bahkan, dia berhasil mengalahkanku." Pedro melanjutkan sambil tertunduk dalam, ia merasa malu saat mengakui kelemahannya itu.
Dimitri hanya terdiam mendengar curahan hati Pedro, apalagi ia sendiri dapat merasakan kekuatan Noah dan Gavin memang tidak bisa dianggap remeh. Kedua pria itu seperti air laut, tenang tapi mampu menenggelamkan lawannya dengan mudah.
"Mengenali siapa musuh dan sebesar apa kekuatannya memang sangat lah penting," ucap Dimitri kemudian. "Kalau begitu, cari tahu siapa dua pemuda itu dan juga termasuk si model cantik." Dimitri tersenyum sinis saat mengingat Rossabelle. "Dia sangat cantik, dan sombong. Benar-benar wanita yang sempurna."
"Aku akan mendapatkan informasi tentang mereka secepatnya, Tuan Dimitri," ujar Pedro dengan yakin.
"Oh ya, tapi di mana Evelin? Sejak tadi malam aku tidak melihatnya, padahal wanita itu biasanya wanita itu selalu ingin menempel padaku." Dimitri tersenyum sinis mengingat betapa besar cinta istrinya itu, bahkan terkadang membuat Dimitri merasa geli dan muak. Namun, ia terpaksa di sisinya, demi sebuah kekuasaan.
"Aku tidak tahu, Tuan," jawab Pedro.
"Ah, biarkan saja. Paling dia mencoba mengeksplorasi kota ini, aku dengar dia ingin berkuasa juga di sini."
...🦋...
"Sekarang aku bukan hanya ingin berkuasa di sini," ucap Evelin sambil senyum-senyun sendiri. "Aku ingin tinggal di sini, supaya aku bisa melihat pangeran seksi itu setiap saat.
Evelin menatap Noah yang saat ini sedang makan bersama dengan Gavin dan Rossabelle, dan juga Anna, Evelin juga tahu pekerjaan Noah adalah Bodyguard sang Model.
"Apakah seorang Bodyguard bisa makan bersama majikannya dalam satu meja?" Ibunya menatap Evelin dengan kesal. "Selain menjadi Bodyguard, mungkin pria itu juga teman ranjang si model yang sangat cantik itu."
"Mom, kau memuji wanita lain cantik di depan putri perempuanmu sendiri?" Evelin berdecak kesal, dan ia tidak peduli dengan prasangka sang Ibu tentang teman ranjang.
"Dia memang sangat cantik, seperti bidadari," puji sang Ibu sambil menatap Rossabelle. "Lihatlah, dia sangat manis saat tersenyum."
Evelin berdecak kesal, tetapi kemudian ia kembali fokus menatap Noah. "Ugh, dia sangat tampan, seksi, aku penasaran seperti apa kekuatannya di ranjang."
Sementara itu, Noah makan dengan tenang, begitu juga dengan Gavin dan Rossabelle dan juga Anna.
Mereka baru selesai melakukan syuting iklan, kemudian mereka mampir di restoran untuk makan siang.
"Karena tiga hari ini aku tidak ada pekerjaan, kau boleh bersenang-senang," ujar Rossabelle pada Anna.
"Aku akan tidur sampai puas," kekeh Anna. "Lihat lah, mataku sudah seperti panda karena sering begadang mengurus pekerjaan yang tidak ada habisnya."
"Haruskah aku mencari orang lagi agar bisa membantumu?" tanya Rossabelle yang tampak kasihan pada manager nya itu, apalagi sejak kemarin ia melihat Anna memang sedikit berbeda.
Wanita itu terlihat sangat lelah, wajahnya pucat, dan memang terdapat lingkran hitam di bagian bawah matanya.
"Tidak, aku masih sanggup mengatasinya," ucap Anna sambil menunduk.
Sebenarnya, ia tidak lelah karena pekerjaannya. Anna hanya merasa tidak semangat lagi bekerja setelah tahu Gavin dan Rossabelle sudah resmi menjalin hubungan, sedangkan yang membuat Anna semangat bekerja dengan Rossabelle selama ini adalah Gavin.
Anna menyukai pria itu sejak pertama kali melihatnya, dan ia rela melakukan apapun untuk mendekatinya. Namun, semuanya sia-sia. Ia sadar, dirinya tidak akan bisa bersaing dengan Rossabelle yang begitu sempurna.
"Kau seperti orang patah hati," celetuk Noah tiba-tiba yang membuat semua orang menganga, tak terkecuali Gavin.
"Siapa?" tanya Gavin.
"Anna." Noah menjawab dengan santai, membuat Anna juga melotot terkejut karena itu memang benar.
"Apa sekarang kau menjadi orang yang bisa mengerti orang lain?" sungut Rossabelle secara tiba-tiba, bahkan ia tampak kesal hanya karena Noah menebak perasaan Anna.
"Kau bahkan tidak bisa mengerti perasaanku, padahal kita sudah tumbuh bersama. Lalu kenapa tiba-tiba sekarang kamu menebak perasaan orang lain, seolah kau mengenalnya dengan baik."
Anna mengernyit mendengar ocehan Rossabelle, seperti wanita yang sedang cemburu, Gavin juga merasakan hal yang sama. Sementara Noah justru tampak tidak peduli, baginya Rossabelle mengoceh panjang lebar itu adalah hal yang biasa.
"Kamu cemburu jika dia bisa mengetahui perasaanku, eh?" goda Anna sambil terkekeh. "Wah, aku merasa bangga dan terhormat karena menjadi manusia pertama yang bisa dimengerti oleh Noah."
"Jadi kamu memang patah hati?" tanya Gavin.
Anna mengangguk pelan, kemudian ia menyeruput minumannya dengan memasang ekspresi sedih.
"Kau punya kekasih?" Rossabelle ikut bertanya.
"Tidak, aku hanya menyukai seseorang, tapi orang itu menyukai orang lain." Anna menghela napas panjang. "Tapi mereka memang pasangan serasi, wanita itu sangat sempurna dalam segala hal."
"Oh, bebz!" Rossabelle langsung merangkul pundak Anna, mengusap pundak wanita itu dengan lembut. "Kamu juga sangat sempurna, siapapun pria yang mendapatkanmu adalah pria yang sangat beruntung." Rossabelle mencoba menghibur manager yang sudah menjadi teman dekatnya itu, tanpa sadar bahwa dirinya yang membuat Anna patah hati.
"Tapi bagaimana bisa kau bisa tahu Anna sedang patah hati?" Gavin masih penasaran dengan Noah yang tiba-tiba bisa menebak perasaan orang lain dengan benar.
"Aku tidak sengaja melihat wanita sedang patah hati di drama yang Mommy tonton, dan Ciri-Ciri nya sama seperti Anna."
Semua orang hanya bisa menganga mendengar jawaban Noah yang sangat diluar ekspektasi, bahkan Gavin hanya bisa mengepalkan tangan sambil menatap tajam Noah yang memang wajah tak berdosa itu.
"Oh ya, kau akan melakukan apa selama tiga hari ini, Noah?" tanya Rossabelle kemudian. "Soalnya, aku dan Gavin berencana akan berkencan, dan sepertinya kau tidak perlu ikut."
Deg
Hati Noah seperti dicubit saat mendengar kata-kata terakhir Rossabelle, ia merasa sedih dan terbuang.
"Noah?" panggil Rossabelle karena Noah hanya diam saja.
"Banyak," ucap Noah kemudian. "Ada banyak hal yang ingin aku lakukan," tambahnya dengan suara yang rendah. Ia memegang dadanya yang tiba-tiba sesak, dan ia juga merasa hampa Padahal menurutnya tidak ada yang terjadi.
"Kenapa semakin lama aku semakin begini?" Noah mencoba menenangkan perasaannya yang berkecamuk. "Apa yang salah denganku, kenapa aku merasa kehilangan padahal semuanya baik-baik saja?"
selain berjuang mengalahkan musuh, ternyata mereka juga berjuang u/ mendapatkan cinta yang begitu rumit. Antara cinta,saudara,dan persahabatan.
Kami menanti kelanjutan kisah mereka
penasaran..
mang dah tamat ya?
Jangan berduaan bersama Noah karena akalmu bisa oleng dan akhirnya terjadilah tragedi kecap kecup...deg deg serr takut ketahuan,tapi nikmat yg pingin di ulang 😂😂
Hmmm..gimana nanti nasib Gavin klo Rossabelle pindah haluan sma Noah ? 🥺