NovelToon NovelToon
My Hot Personal Driver

My Hot Personal Driver

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:842k
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Lyra akan memberi sebuah kejutan ulang tahun untuk kekasihnya. Yang bahkan ia akan memberikan mahkota yang telah ia jaga selama ini untuk sang pria yang sudah Tiga tahun bersamanya. Namun ketika hari itu datang, justru ia yang dikejutkan dengan pemandangan panas didepan matanya.
Sang kekasih hati rupanya tengah bermbu bahkan di appartemen miliknya sendi yang tengah ditempati sang kekasih.

Dalam semua kesedihannya itu, ia melampiaskan semua pada sang supir pribadi yang sudah bersama menemaninya Satu tahun belakangan ini.
"Mereka saja bisa melakukan itu, maka aku juga bisa melakukannya. Denganmu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama tiri itu sahabat lyra

Sementara itu seorang wanita dengan perut besarnya tengah mempersiapkan semua keperluan mereka untuk segera pindah sementara ke kota besar. Ia dan suaminya selama ini menunggu vila untuk memperoleh ketenangan selama kehamilannya.

"Hey, kenapa kau sibuk? Bahkan dokter sudah memerintahkan agar kau banyak istirahat saat ini," ucap papi ketika istrinya merapikan barang mereka.

"Ngga papa, Pi. Ini juga kan perlu bergerak, ngga baik dibawa tidur terus-terusan." Laras membela diri dari suaminya. Ia juga semakin tak bertenaga jika harus selalu istirahat tanpa pergerakan pada tubuhnya, semua kaku dan juga akan berdampak tak baik pada ia dan bayinya nanti.

"Bagaimana Lyra?" tanya laras pada anak dan juga sahabatnya itu, meski sejak pernikahannya dengan papi lyra hubungan mereka seakan tak ada baiknya. Ia menyayangkan itu semua, padahal ia berharap hubungan mereka akan lebih dari sahabat ketika ia menjadi ibu sambungnya.

"Menjagaku dan papi, tak serta merta mengharuskanmu menjadi mama tiriku. Itu hanya alasanmu saja, selama ini rupanya kau mengincar kemewahan hidupku. Tak cukup selama ini aku memberi kemewahan itu padamu, berusaha agar kau merasakan apa yang ku rasa." Itu Sebagian ucapan lyra yang laras ingat hingga saat ini.

Ya, mungkin salah karena itu semua terlalu terburu-buru bagi lyra yang begitu perih atas kehilangan sang mama. Padahal saat itu laras pula lah yang mengobati setiap luka dan menghibur sahabatnya. Perselisihan itu berlanjut ketika laras sering memperingatkan lyra mengenai riko yang hanya memanfaatkan dirinya selama ini.

"Jangan hiraukan dia, biarkan dia dengan celotehnya. Lama-lama dia juga terbiasa, apalagi nanti dengan kelahiran adiknya." Papi mengelus perut sang istri yang sudah besar itu. Tak pernah ia sangka di usianya yang sudah kepala Lima ia masih gagah untuk menghamili istrinya yang masih muda. Tak sia-sia ia rajin berolah raga selama ini.

Mami lyra sebenarnya juga awet muda, sayangnya ia meninggal karena sebuah penyakit yang telat diketahui selama ini. Itu salah satu alasan lyra membenci papinya, dan mengira ia terlalu sibuk dan tak pernah memperhatikan Kesehatan sang istri. Bahkan sempat menuduh laras dan papinya selingkuh ketika mami dalam keadaan kritis kala itu.

Sebenarnya begitu sayang laras pada lyra, tapi lyra sendiri yang menjauhinya dengan segala kebencian selama ini. Hingga ketika larasa mengetahui jika ia hamil, ia memutuskan ikut papi lyra kemanapun ia pergi meski harus menginap dan jauh dari kota besar yang mereka tinggali. Mereka akhirnya menetap selama beberapa bulan disebuah kota kecil, yang kebetulan papi lyra memang tengah membuka anak cabang mallnya disana.

"Sekarang kamu hanya perlu fokus pada kehamilan kamu dan jagoan kita. Siapa tahu nanti lyra akan luluh dengan sendirinya. Lagipula ada Vian yang selalu menjaga lyra disana, dan dia dapat dipercaya," balas papi, dan laras hanya mengangguk menjawabnya.

Besok mereka berangkat menggunakan pesawat, dan tak terlalu beresiko karena hanya 45menit perjalanan melalui udara itu, kemudian beberapa menit hingga akhirnya mereka tiba di istana besar yang sempat mereka tinggalkan selama ini.

Laras kemudian mempersiapkan makan malam mereka berdua disana, sementara bibik yang ada menggantikan tugasnya membereskan semua pakaian yang ada. Kehamilan sudah 8bulan, tapi laras belum membeli apapun untuk bayinya. Ia memilih berbelanja dikota agar tak repot membawa itu semua dalam perjalanan panjangnya.

"Pasti menyenangkan jika bisa belanja itu semua bersama lyra." Laras membayangkan masa-masa indah mereka berdua.

Sementara yang laras bayangkan saat itu tengah memadu kasih dengan supirnya disana. Bersama vian ia dapat bermanja, bersenda gurau dan bahkan tertawa lepas tanpa memmikirkan semua tekanan dalam hidupnya.

Vian juga harusnya mempersiapkan makan malam untuknya dan lyra setelah berolah raga. Dia mau apalagi di apartement itu selain berolahraga dan membentuk ototnya agar lebih kekar? Selama ini pekerjaannya hanya untuk mengikuti, mengawasi dan melindungi lyra, sementara lyra justru tengah begitu menempel padanya.

Lyra yang baru saja bangun dari tidur siangnya yang kesorean lantas menghampiri vian disana. Ia tidur pulas usai kelelahan dihajar habis-habisan oleh sang supir, tapi ia suka dan selalu membuat candu untuk dirinya.

"Kau belum mandi?" tanya vian yang sejak tadi menyadari lyra ada disana bersedekap dan menatapnya. Gadis itu segera datang dan menghampiri vian, bahkan duduk diatas pundaknya ketika ia tengah melakukan push up.

"Hey,"

"Apa aku berat? Aku kira kau sebegitu kuat karena_" Vian lantas menaik turunkan tubuhnya meski harus menahan lyra disana. Terus seperti itu hingga beberapa kali, dan lyra tertawa dengan kekuatan vian yang luar biasa.

"Mandilah, kita harus pulang kerumah malam ini juga," bujuk vian yang menghentikan aktifitasnya.

"Aku bilang besok saja, aku tak mau menyiakan waktu untuk terus bersamamu." Lyra terus merengek mempertahankan keinginannya.

"Pulang, atau justru papi akan memisahkan kita berdua. Papi akan cepat curiga nanti, dan dia bisa dengan mudah membuangku kapan saja dan dimana saja."

"Aku sekuat papi, dan aku akan mencarimu kemanapun itu." Lyra kembali dengan watak kerasnya. Wajar saja, karena ia memiliki kekuasaan dan begitu banyak uang hingga bisa melakukan apa saja yang dia mau saat ini. Andai ia tahu, semua tak semudah yang ia fikirkan, dan tak sesederhana apa yang ia perkirakan.

"Jadi, kau siap kehilangan aku meski papimu akan membunuhku?"

"Vian," tatap lyra yang langsung sendu matanya. Demi apapun, ia tak akan mau kehilangan vian apapun yang terjadi.

"Yasudah, kita pulang. Tapi nanti, jangan menjauhiku disana gara-gara papi. Aku tak akan mengunci kamarku agar kau bebas kesana kapanpun kau mau, dan_"

"Mandilah, aku akan mempersiapkan makan malam kita." Vian lantas berdiri dan menggenggam tangan lyra agar tak jatuh dari tubuhnya.

"Mandiin," manja lyra padanya, mengulurkan tangan berharap agar vian segera meraih dan menggendongnya menuju kamar. Bahkan berharap vian akan memandikannya saat itu.

"Mandi sendiri, akau akan_"

"Hey, aku lemas gara-gara kau tadi. Makanan bisa ku pesan, atau aku mengajakmu kencan malam ini. Kau mau?" tanya lyra yang kembali menggeranyangi tubuh supir seksinya itu.

Vian hanya menatapnya datar, ia segera meraih tangan lyra dan mengangkatnya agar ia bisa membuka dress tipis itu dengan mudah. Dan benar-benar sangat mudah, hingga dalam sekejap buah indahnya menyembul didepan mata. Vian menatap dengan penuh ingin, apalagi memang lyra yang terus saja sensual dan terus menggodanya.

"Kau tak lelah?"

"Aku hanya mengimbangimu, agar kau tak jenuh dan mencari pelampiasan lain diluar sana," jawab lyra yang terus menempelkan tubuh polos itu padanya.

Tapi memang vian kuat iman, ia justru membalik tubuh  lyra membelakangi dan mengguyur tubuhnya dengan shower air dingin yang ada disana. Ia tak memasukkan lyra kedalam bathup, karena lyra terus menggoda dan vian ingin seidikit memainkan tubuh sintal nan indahnya. Ia juga tak akan pernah bosan meski ia sudah menikmati itu setiap hari, dan justru ingin lagi dan lagi.

Hanya bermain, ia tak melakukan lebih karena ia tahu lyra masih kelelahan akibat gempuran brutalnya tadi.

1
Lisa Halik
hapoy ending thor
Lisa Halik
wow vian beruntung
Lisa Halik
jackpot untuk vian
Lisa Halik
keren thor,saya mampir yaa..semangat
Hilda Naning
cerita yg memuaskan singkat padat jelas..
Hilda Naning
🤗🤗🤗
Tanti Berliant
Kecewa
Tanti Berliant
Buruk
Apalah Arti Sebuah Nama
bagus ceritanya ga bertele" ringkas & ga terlalu banyak episode nya👍👍👍 jdi ga bosan bacanya
Alenalexa
Kecewa
Alenalexa
Buruk
Sylvia Lestari
ceritanya bagus /Good/
zahra ou
aku kalo jd lyra juga bakal shock n marah. temen yg sll ada buat kita tiba2 jd emak kita. mrasa dkhianati kpercayaan sbg teman
Lisa Halik
Alhamdulillah happy ending&cerita bagus
Lisa Halik
sedap ke maya mainan java,rasakan
Lisa Halik
apakah salsa adiknya vian
Lisa Halik
kok lyra mau terus vian
Lisa Halik
sedap ke lyra mainan vian
Lisa Halik
huhuh..penasaran ni thor
Lisa Halik
apakah kematian keluarga vian ada kaitan sama papinya lyra@vian dendam sama keluarga lyra terus ditinggal lyra&lyra hamil anak vian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!