NovelToon NovelToon
Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: SyaSyi

AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA adalah ungkapan kata yang tepat untuk Melisa. Kebaikan yang selama ini Jihan lakukan kepada sahabatnya, justru dibalas perselingkuhan antara Melisa dan Wildan suaminya.

Jihan Anandita dan Wildan Prayudi sudah menikah selama lima tahun. Keduanya saling mencintai dan hidup dengan harmonis meski belum dikarunia seorang anak.

Namun, enam bulan belakangan Wildan berubah menjadi suami yang dingin dan kasar. Jihan yang penasaran mulai mencari tahu dan alangkah terkejutnya, saat dirinya mengetahui kalau suaminya selingkuh. Bahkan sahabatnya yang menjadi selingkuhan suaminya, dan keduanya telah menikah secara siri.

Apakah Jihan akan mempertahankan pernikahannya dan merebut kembali suaminya dari Melisa? Ataukah memilih bercerai dari Wildan? Ikuti Kisahnya dalam cerita "Sahabatku, Penggoda Suamiku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyakiti Jihan

Saat itu jam 01.00 pagi, Mama Risma terbangun karena ingin buang air kecil. Dia harus keluar dari kamar, karena di dalam kamar tak ada kamar mandi.

Dia melihat Melisa yang tertidur nyenyak, saat dia keluar dari kamar, dan melewati tempat Melisa tidur.

"Oh, jadi ini temannya si Jihan? Bisa ini dimanfaatin ini untuk menggoda Wildan, agar si Wildan akhirnya menceraikan si Jihan," ucap Mama Risma dalam hati.

Mertua laknat dan mama tak baik yang tega memisahkan anaknya dari istrinya. Padahal, dia tahu kalau sang anak sangat mencintai istrinya. Harusnya dia senang, melihat rumah tangga anaknya harmonis. Sedangkan dia justru berniat menghancurkannya.

Suara adzan sudah berkumandang, sudah saatnya Jihan membuka matanya untuk mandi, sholat, memasak, dan juga bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Meskipun mertuanya jahat, Jihan tak pernah membalas mertuanya dengan jahat. Bahkan pagi ini dia berniat untuk memasak makanan untuk mereka makan.

"Mas, bangun yuk! Kita sholat!" Jihan mencoba membangunkan suaminya, untuk mengajaknya sholat.

"Ya sudah, kamu dulu saja yang mandi! Nanti aku gantian habis kamu," sahut Wildan. Mata Wildan masih terasa berat. Dia masih ingin bermalas-malasan.

Jihan terlihat sedang membaca Al-Quran, sambil menunggu suaminya selesai mandi. Setelah itu mereka sholat subuh berjamaah. Seperti biasa, setelah sholat berjamaah. Jihan langsung turun ke bawah untuk memasak. Bi Sumi sudah setia untuk membantunya.

"Bu, itu teman ibu enggak pernah sholat ya?" Tanya Bi Sumi kepada Jihan.

"Iya, Bi sepertinya saya perhatikan. Tapi, saya mau menegurnya enggak enak. Takut tersinggung, urusan masing-masing saja," sahut Jihan.

Hari ini Jihan membuat capcay, mie goreng, dan balado telur. Makanan sudah matang, dan tersusun di meja makan. Jihan langsung naik ke atas lagi, menemui suaminya di kamar.

"Mas, mau makan sekarang?" Tanya Jihan kepada sang suami.

"Kita siap-siap dulu saja! Nanti sarapannya, sekalian kita berangkat saja," ujar Wildan dan Jihan setuju. Dia langsung berganti pakaian, memakai bedak dan lipgloss, kemudian memakai jilbab.

Mama Risma baru bangun, dan dia langsung ke luar kamar. Dia harusnya bersyukur memiliki menantu seperti Jihan. Sudah cantik, pintar cari uang, sholeha, pintar masak. Hanya saja, disuruh bersabar untuk memiliki anak.

"Ada mertua, masaknya begitu. Dasar pelit, punya uang banyak memperkaya diri sendiri. Giliran enggak ada mertua, makan-makanan enak. Semakin gemes saja aku sama si Jihan." Mama Risma mengumpat menantunya. Begitulah, kalau orang enggak bersyukur. Dia juga selalu berpikir buruk kepada sang menantu.

Jihan dan Wildan menuruni anak tangga, mereka sudah siap dengan pakaian kantornya.

"Ma, sarapan bersama yuk! Jihan sudah masak," ujar Wildan.

"Sepertinya, istri kamu itu tak suka ada mamamu di sini. Dia sengaja memberikan makanan enggak enak, agar mamamu tak betah, dan segera pulang," ucap Mama Risma ketus membuat mata Jihan membulat sempurna.

"Aku tak habis pikir sama mama, kok bisa ya mama berpikir picik tentang aku? Mama tahu enggak? Aku sampai bela-belain bangun pagi dan memasak. Biar semua yang ada di rumah ini bisa makan. Padahal, aku bisa saja langsung berangkat bekerja tanpa memikirkan kalian. Oh, jadi makan makanan begini enggak enak ya? Hanya karena aku buat telor, enggak masak daging, dan juga ayam? Harusnya mama bersyukur, masih bisa makan. Banyak di luaran sana yang enggak bisa makan, mereka harus berjuang keras untuk bisa makan. Ini mie goreng bukan sekadar mie goreng ma, aku tambahkan telor, baso, dan juga udang. Capcay ini pun lengkap dengan macam-macam sayuran, aku juga menambahkan baso di dalamnya. Meskipun makanan ini hanya makanan sederhana, tetapi insya Allah rasanya nikmat. Makanya, jangan asal ngomong dulu! Mama saja belum mencicipinya. Aku tak akan memaksa, jika mau mau makanan aku alhamdulillah. Kalau tidak pun, tidak masalah! Aku tak akan memaksa. Niat aku baik, tapi kalau mama berpikir jelek. Silahkan saja!" Ungkap Jihan tegas.

Dia sudah tak mampu membendung perasaannya lagi. Hingga sampai meledak seperti ini. melisa jadi terbangun, karena mendengar pertengkaran Jihan dengan Mama Risma. Mama Risma langsung pergi meninggalkan Jihan ke kamar. Entah dia merasa malu, ataukah merasa tak terima.

Wildan langsung memeluk tubuh sang istri, mencoba menenangkan.

"Sabar ya, Sayang! Ya sudah, kita makan saja yuk! Nanti yang ada kita kesiangan berangkat bekerjanya. Nanti juga, kalau mama lapar. Pasti dia makan. Sudah, enggak usah dipusingkan Yang," ujar Wildan mencoba menenangkan.

Wildan tak ada sedikitpun peduli dengan kehadiran Melisa. Bahkan dia tak menawarkan Melisa makan.

"Wah ... wah ... wah. Bagus ini. Kesempatan emas bagiku untuk menggoyangkan pernikahan Jihan dengan Wildan. Sepertinya, mertuanya Jihan tak menyukai Jihan. Ini kesempatan buat aku, untuk mengambil hatinya," ucap Melisa tersenyum licik.

"Mel, ayo sini makan sama-sama!" Ajak Jihan.

"Iya, Ta. Nanti saja, aku belum lapar. Lagi pula, aku baru bangun tidur banget," sahut Melisa.

"Mas Wildan cuek banget sama aku. Lihat saja nanti! Aku akan buat kamu tak berkutik, hingga akhirnya kamu meninggalkan Jihan," ucap Melisa dalam hati.

Sebelum berangkat, Jihan memberikan sang ART sebesar tiga ratus ribu rupiah, untuk belanja bahan-bahan untuk memasak. Jihan tak peduli mertuanya merasa tak suka dengan menu makanan yang dia masak. Baginya yang terpenting, dia sudah menyiapkan makanan. Menjalankan tugasnya sebagai menantu yang baik, meskipun pada akhirnya dia selalu dianggap buruk oleh ibu mertuanya.

Jihan pamit kepada Melisa, sedangkan Wildan pamit kepada sang mama. Setelah itu mereka pergi bersama. Dengan sombongnya, Mama Risma menolak Jihan yang berniat mencium tangannya.

"Astaghfirullah. Ya Allah, aku mohon padamu! Tolong kuatkan aku dalam menghadapinya. Aku mohon, tolong sadarkan dia! Tunjukkan padanya, bahwa yang dia ucapkan itu, menyakiti hatiku," ucap Jihan dalam hati.

1
chika aprilia
dosa ibunya jihan juga, mendzolimi orang yg sedang kesusahan
chika aprilia
harusnya jgn disebutin nominal harganya, jk rumah mewah gak segitu harganya kak, diatas 5 M
Ais NSP
kisahnya puanjang banget beranak pinak mulai dari JihanWildan sampai akhirnya semua bahagia dari keturunan JihanAffan makasih kak othor ceritanya ringan tapi nyaman banget dibacanya semoga makin sukses dengan semua karyamu/Rose//Heart//Good/
Dewi Dama
pengen baca tapi episode nnya terlalu banyak..
Isna Vania
Arjuna sosok yg cuek , dingin seperti kulkas 2 pintu, apakah Fira bisa menaklukan hatinya Arjuna , semoga Arjuna nd Fira berjodoh /Kiss/
Isna Vania
Arjuna keen, sosok yg sederhana, walaupun keturunan orang tua kaya, tp Gk gengsi mkan diwarung nasi Padang 😚
Isna Vania
Hadeh Sarah masih ajj terobsesi dgn mantan suaminya Adi, Gk ada kapoknya berniat jahat nd menghancurkan keluarga baru suaminya Adi 🙄
Isna Vania
adi benar-benar mantu yg bertanggung jawab, bukan hanya kepada istri tp juga mertuanya , semoga rumah tangga Adi nd mawar bahagia selalu dijauhkan dr orang yg jahat nd pelakor ☺️
Isna Vania
mantan istri Adi yg berusaha untuk mengganggu rumah tangga Adi, Sarah hanya ingin kembali karena dya mngincar kekayaan semata , dasar pelakor yg Gk pernah jera, untuk merebut milik orang lain😏
Isna Vania
adel frustasi, niat menghancurkan hidup Affan, malah berbalik senjata makan tuan 😉
Isna Vania
Wildan oh Wildan jadi pusing deh, mikirin Mellisa , blom Jihan istrinya , kl sampai minta pisah 😏
Isna Vania
serapi-rapi nya Wildan menutupi perselingkuhan nya dgn Melisa, tp nnti juga ketauan Sm Jihan , tunggu ajj tanggal mainnya wildan nd Melisa, Kl sampai Jihan tw kebusukan mereka berdua /CoolGuy/
Isna Vania
lama-lama Wildan akhirnya melupakan Jihan , malah asyik selingkuh dan berbuat maksiat dgn Melisa, Wildan tidak takut Lg berbuat dosa, nd kehilangan Jihan 😔
Isna Vania
mertua salah kaprah, membuang istri berlian, hanya untuk mendapatkan kerikil /CoolGuy/
Isna Vania
kl mamah nya Wildan tw , gaji nya besaran istrinya Wildan , Jihan , mungkin mama Wildan bakalan malu, secara dya sering menghina nd merendahkan mantu nya 🙄
Isna Vania
mertua kolot, kl ngomong langsung ceplos, Gk mw tw orang tersinggung apa gk nya, padahal dr Sm dr kampung, tp sombong nya selangit 😏
Isna Vania
ipar adalah maut, apalgi sahabat atau orang lain 😏
Isna Vania
mampir Thor
awal cerita yg bikin penasaran 😊
SyaSyi: Siap kak. Semoga suka😘
total 1 replies
Alanna Th
lk" mandul, apalagi yg dharapkn darimu; lbh baik km adopsi tu anak
Alanna Th
aq juga ga tega, tapi sejarah masa lalu memang tak bisa dhapus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!