"Berikan aku 365 hari untuk memperjuangkan mu!" pinta Xander Dominic pada Viona penuh harap.
"Tidak bisa, aku harus kembali ke negara ku saat ini juga!" tolak Viona membuat kesabaran Xander habis. Pria itu mengepalkan tangannya erat.
"Kalau seperti itu. Jangan salahkan aku memaksa mu untuk mencintaiku!" tegas Xander membuat tubuh Viona bergetar ketakutan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Hari Lagi
Viona teringat bagaimana kejam nya sang ayah dulu. Gara-gara bentakan Alex, dia langsung lemah dan tubuhnya bergetar ketakutan. Dia menjatuhkan kepalanya pada pundak Xander.
"Hey, kamu kenapa, Baby?" Xander bertanya dengan panik sebab merasa kalau calon istrinya sedang tak baik-baik saja. Buktinya wajah Viona berubah pucat pasi dan telapak tangannya dapat merasakan tangan Viona bergetar saat menggenggam tangannya.
Alex dan Eliza berubah khawatir. Melihat calon menantu mereka kesakitan, sungguh Alex tidak bermaksud jahat. Hal normal baginya membentak putranya bola kesal, namun itu hanya bentuk kekesalan nya saja.
"Apa harus Daddy hubungi dokter?" tanya Alex dengan suara lembut bercampur khawatir.
Mendengar suara Alex yang lebih bersahabat membuat Viona mendongakkan kepalanya. Tatapan matanya bertubrukan dengan mata Alex, tidak ada kebencian dan kemurkaan di sana. Membuat tubuh gadis itu lebih baik.
"Tidak usah, Tuan. Aku baik-baik saja, hanya sedikit lemas saja. Mungkin karena aku sedang hamil," bohong Viona tak mungkin kalau dia trauma dibentak oleh pria tua yang umurnya hampir setara dengan ayahnya.
Mendengar jawaban Viona membuat Alex dan Eliza lega bercampur khawatir. Bagaimana pun Viona saat ini sedang mengandung calon cucu mereka.
"Kalau begitu kamu harus istirahat, Sayang! Dan satu lagi, jangan panggil Suamiku, Tuan. Panggil dia Daddy dan panggil aku Mommy! Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kami!"
Eliza berkata dengan nada lembut membuat hati Viona menghangat. Matanya berkaca-kaca, merindukan sosok ibunya yang telah tiada. Sudah lama dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Melihat bagaimana sorot mata Viona yang berkaca-kaca membuat Eliza tak enak hati. Mengira kalau dirinya dan suami telah berbuat salah pada calon menantu nya.
"Are you okay, honey?" Suara Ekiza semakin halus dan lembut penuh keibuan. Dia bahkan menghampiri Viona dan duduk di samping wanita itu.
"Aku hanya teringat mendiang ibuku saja," gumam Viona pelan membuat hati Eliza bagaikan tertusuk duri tajam. Dia teringat masa lalunya yang sangat menyedihkan bila menyangkut orang tua.
"Suttt ….jangan sedih lagi, Sayang! Sekarang ada aku yang akan menjadi mommy mu. Percayalah aku akan adil padamu, jangan takut kalau aku akan condong sebelah! Kalau suatu hari nanti ada yang menyakitimu baik itu orang luar atau putra ku sendiri, aku sendiri yang akan menghukum nya."
Eliza berkata dengan nada tegas bercampur kelembutan di dalam nya. Wanita paruh baya itu benar adanya, dia tidak berbohong.
Viona merasa terlindungi mendengar ucapan calon mertuanya. Tanpa sadar dia berani memeluk tubuh Eliza. Menyembunyikan wajahnya dalam pelukan sang calon mertua. Hal itu di saksikan oleh Alex dan Xander. Kedua pria itu tersenyum lega.
Mereka bangga memiliki wanita baik hati seperti Eliza. Baik menjadi ibu atau istri, Eliza sangatlah sempurna. Pantas kalau Alex tetap klepek-klepek dan lengket pada wanita itu meski sudah tak lagi muda.
Benar kata orang kalau semakin tua sebuah hubungan yang di perlukan bukan hanya rupa yang menawan. Tapi, sikap bijak dalam menjadi pendengar dan pembicara.
"Lihatlah! Istriku sangat cantik dan baik!" puji Alex pada putranya sendiri.
Xander tersenyum manis.
"Wanita cantik dan baik itu juga ibuku," balas Xander setengah berbisik.
Memiliki ibu yang baik sangatlah menyenangkan. Namun, memiliki seorang ibu yang tak hanya baik pada anak-anaknya juga baik pada anak orang lain itu lebih menyenangkan.
Karena di dunia ini sangat jarang Adan seorang ibu yang baik pada anak orang lain. Lebih tepatnya dunia kekurangan mertua yang baik.
"Siapa nama kamu, Sayang?" tanya Eliza lembut.
"Viona," cicit Viona pelan membuat Eliza gemas. Teringat dengan dirinya di masa lalu.
"Kalau begitu, Viona kamu harus istirahat. Karena tiga hari lagi kalian akan menikah!" tegas Eliza membuat Viona terkejut bukan main.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
aku nebak2 bakalan ada konflik saat Viona udah jatuh cinta ke Xander trus tiba2 secara gak sengaja dia masuk ke ruang rahasianya Xander yg ada foto editannya sama Zara itu..
kukira bakalan seperti itu.. Viona bakal cemburu dan salah paham, akhirnya Xander harus berjuang untuk merayu Viona biar gak ngambek lagi.. hehe
haluku ternyata tak sejalan dg halunya kakak othor..
oke deh kakak, lanjut ceritanya Abraham dan Desy di Tom n Jerry..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berada.. 💕🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩
walaupun ringkas tapi mantap ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘