[ SEASON 1 ]
Siapa kau??
> Kau yang siapa?!
Mereka saling tunjuk menunjuk satu sama lain, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mengapa wajah kita sama???
Sebuah kisah masa lalu antara perselisihan keluarga akan terungkap.
[ SEASON 2 ]
Pertikaian antara saudara berujung kerusakan jalinan hubungan antara adik dan kakak. Terlihat dua anak kecil menabrak gadis nan cantik . kedua anak kecil itu pun tertunduk kepala sambil memelas mata meminta tolong. gadis nan cantik itu memeluk dua bocah kecil itu, Ia pun membantu mencari mama mereka. tampak terlihat perempuan yang dimaksud adalah mama kedua bocah itu. tapi kenapa gadis itu merasa familiar dengan mama kedua bocah itu.
Terimakasih yang sudah baca Novel ini, harap pastikan karangan nama tokoh, tempat kejadian adalah fiksi buatan author sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ĹAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter:16
"Kau mau apa, ahh!!." Ucap Mara menatap heran lihat pria yang aneh, tiba tiba memojokannya di dinding yang tak lain pria itu adalah Leon. Dia baru saja pulang dan mendapati pria ini, sungguh aneh itulah yang dipikirkannya.
"Kau bertanya pada ku gadis cantik," ucap Leon itu sambil menompang dagu Mara.
"Cih, singkirkan tangan mu itu." Ucap Mara kesal dan menjauhkan tangan Leon. Ia pun mendorong tubuh Leon dan bergegas pergi meninggalkan dirinya, tapi belum sempat tangan ia di tarik dan tepat saat ini mereka saling memandang dalam pelukan.
"Apa pria ini tak waras," ucap Mara melototin mata Leon. "Apa apaan sih loh, mengesalkan saja."
"Kau sangat imut sayang," ucap Leon membelai wajah Mara. Mara pun seketika kaget membuang tangannya.
"Sepertinya dia mabuk, aku harus pergi dari sini. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." Batin Mara.
"Pak, tolong." Ucap Mara melambaikan tangannya menujuk rasa kecemasan. Seketika wajah tampan Leon berbalik menghadap seseorang yang dipanggil Mara. Tapi dia melihat sama sekali tak ada orang di jalanan itu hanya ada orang yang jalan biasa saja. Lalu ia pun menoleh melihat gadis yang membohonginya tapi lagi lagi sama seperti pria yang dipanggil Mara, Mara tak ada sama sekali.
"Dimana dia," ucap Leon. Ia melihat kalau Mara pergi sudah jauh dan menaiki taxi. "Alamak ia kaburt."
Pov Melena~
" Duh laper pulak, tapi uang ku pas-psan. Kalau minta sama Barnett gue dikira. Duh males ahh." Omel melena dalam perjalanannya menuju ke toilet. Tapi diseberang ia lewat ada seseorang yang mendengarkan omelan panjang Melena yang tak lain( hector).
Klik,klik ia memencet layar komputer. Pesanan makana demi pesanan ia mengkliknya. "Sudah."
Tak lama setelah keluar kamar mandi melena pun menuju ke kursinya, tapi betapa kagetnya ia ada makanan di atas mejenya itu. "Apa Barnett memesankan makanan buat gue, masa iya sih!!." Ucap melena yang melihat Barnett masih fokus kepada layar komputernya. Ada berbagai 3 jenis makanan dia atas meja ( Hotdog, soda dan kentang goreng).
"Barnett loh, yang pesan makanan ini." Ucap Melena.
"Apaan sih loh, jangan ganggu ahhh." Ucap Barnett yang masih asik maen vidio gamenya.
"Barnett!!." Bentak Melena, seketika semua pemain menoleh ke arahnya.
"Ah, maaf!!! Maaaf." Ucap Melena. Ia pun hanya bisa tersenyum malem menanggung malu atas perilakunya barusan.
"Kau bisa gak jangan keras keras gitu suaranya , jika mau apa lihat tempat untuk bicara tahu. Kau tahu kan loh itu kayak bom mulutnya." Ucap Barnett apa adanya.
"Ckckck, gasar loh." Ucap Melena. "Oiyah yang pesan makanan ini siapa??."
"Mana aku tahu, tapi makanan itu...." Ucap Barnett. Penuh dengan tanda persetujuan kalau Melena tak mau.
"Gak, gak!!! enak aja. Ini punya ku, uh..." Ucap Melena yang menggibas ibaskan tangannya mengusir Barnett.
"Uh, kalau panggil gak ada gunanya. Gak usah panggil deh," ucap Barnett yang sudah mulai memasyki dunia gamenya balik. "Sial, kalau gue tadi. Kacau, kacau!!."
"Kalau bukan Barnett, siapa??." Ucap Melena. "Jangan jangan setan, atau ada yang nyantet ku dengan ini."
Melena buang pikiran itu jauh jauh dan!!!
Melena melihat staf warnet ini dan ia pun mulai bertnya pada perempuan itu. " permisi mbak, apakah kau tahu siapa yang pesan ini makanan??." Ucap Melena yang penuh harap jawabnnya akan segera terjawab.
"Iya, kebetulan ini makanan tidak lama tadi saya yang antar. Apa ada yang kurang dengan pesanannya, apa anda perlu sesuatu??." Ucap staf perempuan itu tersenyum ramah.
"Tidak, saya hanya ingin tanya siapa yang pesan ini makanan." Ucap Melena melirik lagi makanan yang berada di atas mejanya.
"Ohw, kursi...." Ucap staf itu sambil menunjuk kursi no6. "Kalau tidak ada hal lain, saya undur diri. Selamat menikmati hari hari anda."
"Yah," ucap Melena sambil tersenyum canggung. "Siapa dia yah??."
"Sudahlah, apa boleh buat. perut minta diisi, Ahhh waktu makan." ucap Melena melahap semua makanan tanpa sisa sedikit pun.
3 jam di warnet, waktu sudah menunjukan 23.19. Melena bangkit dari kursinya, "sudah yuk Barnett. Udah malem gih, kita pulang sekarang aja." Ajak Melena.
"Bentar, bentar lagi!! Sayang nih bosnya dah mau mati," ucap Barnett sambil membuat tangan, tanda semangat ( dikepal ujung jari tangan kanan) .
Buk, Melena tepuknya pundak Barnett. Dan ia cengkram dengan kuat. "Barnett, coba lihat jam." Ancamnya.
Barnett hanya bisa meringis kesakitan , "iya iya!!. Yuk pulang," ucap Barnett yang sudah berdiri dari duduknya. Tapi cengkeraman dari Melena masih menyakitkan bagi dirinya.
Ia lihat jam sudah mau tengah malam, "astaga Melena udah mau tengah malam. Kenapa loh gak bilang dari tadi, cepat keluar kita. Kita harus pulang secepatnya," ucap Barnett yang sudah lari terbirit-birit menuju parkiran.
"Siapa yang gak bilang uh, aku udah bilang. Eh tunggu tunggu pasti...tamat lah riwayat mu Barnett hahaha," ucap Melena. Ia pun mulai menyusul ke parkiran.
Pov Kesya~
Tampak gadis cantik sambil memakai maskara sambil telentang di kasurnya sambil menutup mata, kedua kaki Ia silangkan. Gadis itu tak lain adalah Kesya yang lain sedang merawat kulitnya. "Ahhh, sudah hampir selesai. Uhh perawatan adalah hal utama untuk perempuan. Sudah jam berapa," ucap Kesya yang membuka kedua kelopak matanya. Melihat jam Tak, tak, tak, tak bunyi lantunan jam. "Sepertinya aku harus ke kamar mandi, saatnya tidur syantik!!!."
Pov Mara~
"Huft, kenapa hari ini aku sial banget ketemu pria seperti itu. Duh..." Ucap Mara yang sudah selesai mandi dan Ia merentangkan kedua tubuhnya di kasur.
"Kakak, kakak gak tidur." Ucap Mara melihat sang kakak masih duduk di meja belajar. Ia tak tahu kenapa kakaknya bisa bertahan dimeja belajar selama satu setengah jam. Jika Ia menjadi kakaknya mungkin tulang punggungnya sudah mau matii. Apakah segitu banyaknya tugas kak Sarah." Gumam nya.
"Kamu tidur lah duluan, tak usah menunggu. Kakak akan siap 25 menit lagi." Ucap Sarah melihat wajah snahat adik sudah menunjukkan wajah ngantuknya.
"Baiklah kak, aku tidur duluan." Ucap Mara sambil tersenyum ke arah wajah cantik kakaknya.
15 menit setelah meninggalkan Amanda, Barnett dan Melena menuju ke bengkel. menjemput kereta Barnett yang sudah selesai di perbaiki.
"Bagaimana uncle, apakah sudah selesai." Ucap Barnett pada pria tua itu yang berlumuran oli oli kertas.
"Sudah selesai, kamu bisa membawanya." Ucap pria itu.
"Wah, udah bagus!!, uncle hebat banget." Ucap Barnett yang sudah menaiki keretanya.
"Iya dong siapa dulu, uncle!!." Ucap pria itu yang bangga jika perbakinnya itu memuaskan pelanggan.