NovelToon NovelToon
Mr. Edzard, I Want You!

Mr. Edzard, I Want You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Stivani

"Kau begitu angkuh dan dingin, tapi aku menyukaimu."

Sebuah kisah cinta antara gadis yang merupakan pengawal dan seorang pria pewaris tunggal generasi ketiga perusahaan terbesar di Asia, Edzardians Group.

Siapa sangka Selita akan tergila-gila dengan Alvaro Edzard yang dijulukinya sebagai iblis tampan yang juga ternyata merupakan pria angkuh, kasar dan arogan!

Apakah Alvaro yang dingin itu akan membalas cinta Selita? Ataukah dia memiliki gadis di masa lalunya yang akan menjadi penghalang bagi Selita untuk mendapatkan hati Alvaro?

Penasaran? Kuyyy mampir ✨

©Copyright by Stivani, April 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 : Pertemuan

Pertemuan yang sangat dinantikan pun terlaksana. Di sebuah Kafe yang bertema black silver yang diperindah dengan bola-bola lampu berukuran kecil yang memancarkan cahaya remang-remang di sudut jendela dekat tempat duduk seorang pria yang terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang.

Tatapan aneh dari jauh menyoroti Al yang sedang menikmati minumannya. Gadis yang selalu melekat dengan bosnya itu memperhatikan dengan seksama pemilik tubuh sempurna yang sangat menjadi perhatian besar di Kafe itu.

Bukan hanya Selita yang memandangi pria tampan itu, melainkan seluruh pelanggan wanita di Kafe itu sedang menikmati pemandangan indah dari wajah tampan dan tubuh sempurna Alvaro Edzard.

Sedangkan Al tidak memperdulikan keadaan di sekitarnya. Dia melipat tangan kirinya di atas dada, dan tangan kanannya memegang secangkir kopi miliknya. Aura pesonanya semakin terpancar ketika bibirnya yang tipis menyedot minuman itu bak model yang sedang shooting iklan.

Semua pandangan mata menyorotinya dengan ekspresi kagum. Mata yang terbelalak di tambah mulut yang terbuka membuat Selita sadar bahwa bukan hanya dia yang menikmati keindahan ciptaan Tuhan itu.

Al menjentikan jarinya kearah Selita supaya dia mendekat. Gadis itu bergegas mendatangi Al yang memanggilnya dengan isyarat.

"Ada apa Tuan?"

"Mendekatlah," menyuruh gadis itu untuk membungkuk meraih wajahnya yang lebih rendah.

"Berhentilah menatapku seperti itu!"

Dengan santainya Al membuat Selita mengeras di sampingnya.

Bi...bisa-bisanya dia berkata seperti itu dengan santai! Apa dia sadar kalau aku menatapnya dari tadi! Ahhhhh malunya.

"Maaf Tuan, aku ha..."

"Apa kau menyukaiku!" telak Al melemaskan tubuh Seli.

Hah! apalagi ini? Tuan tolong jangan buatku tersipu seperti ini.

"Bukan begitu Tuan. Maafkan aku. Tidak akan kuulangi," menundukan kepala.

Selita dibuat Al mengeras dan kaku. Ucapannya yang tajam kembali membuat gadis itu salah tingkah.

"Enyah dari hadapanku dan kembalilah ke tempat duduk mu!" menghempaskan jemarinya di udara.

"Baik Tuan."

Gadis itu kembali ke tempat duduknya dan ragu untuk menatap kembali wajah dingin milik tuannya yang sangat dia sukai.

Seorang wanita cantik tiba-tiba muncul di Kafe itu dan berjalan menuju meja tempat Al berpaut. Lagi-lagi sorotan mata memperhatikan pria tampan dan wanita cantik yang menghampirinya.

"Alvaro?" ucap wanita itu dengan ragu.

Al menatap ke arah pemilik suara yang memanggilnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat gadis itu yang ternyata adalah Letisya Magdalena, cinta pertamanya.

Al dengan cepat memperbaiki ekspresinya yang menegang kaku ke ekspresi datar. Sedangkan gadis itu tersenyum anggun tetapi jemarinya meremas tali tas miliknya.

"Sampai kapan kau akan berdiri dan menatapku seperti itu. Duduklah!" ucap Al dingin.

Al mencoba menahan perasaannya. Dadanya terasa sangat sesak seperti kehabisan oksigen. Sedangkan gadis yang duduk di depannya masih menatap wajah Al yang sangat ingin disentuhnya. Gadis itu mencekram jemari tangannya agar tidak kelihatan gemetar, pupil matanya terlihat berkaca-kaca dan memerah.

Sial! Apa yang yang harus aku katakan. Al menyedup minumannya.

"Al, sudah lama ya kita tidak bertemu. Wajahmu tidak berubah," lekukan tipis terbentuk dipipinya.

Al menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. "Wajahmu juga tidak berubah."

Percakapan yang terlihat canggung antara pria dan wanita yang menjadi pusat perhatian membuat Selita menebak-nebak wanita cantik yang sedang berbincang dengan Alvaro.

Selita mencoba menerawang apa yang sedang mereka bicarakan, karena jarak antara Selita dan Al berkisar sekitar sepuluh meter dan di tambah dengan dentuman musik Kafe itu yang menutupi suara percakapan dan hanya terlihat bibir saja yang mangap-mangap bergerak.

"Apa kau hidup dengan baik di Kanada? Aku sangat mengkawatirkanmu Al."

Al mengepalkan tangannya. Dia mencoba menahan emosi agar tidak memuncak, pria itu menenangkan dirinya segera dan memandangi wajah Letisya yang terlihat cemas.

"Seperti yang kau lihat saat ini. Aku sangat baik bahkan saat kepergianmu dengan laki-laki lain," ketus Al tak sabar mendengarkan penjelasan Letisya.

Ekspresi Letisya menegang saat ucapan sinis dan tajam mengiris hatinya. Gadis itu tak sadar mulai menitikan air mata yang sedari tadi dibendungnya.

"Maafkan aku Al. Aku rasa inilah waktu yang tepat untukku menjelaskan semuanya."

Melihat mata Letisya yang berair, Al menyodorkan kain berukuran kecil yang dilipat rapi ditarik dari saku celananya.

Selita memperhatikan dari kejauhan gerak-gerik kedua orang yang mengobrol di seberang jendela, dan itu membuat hati Seli seperti ditusuk duri-duri kecil.

Siapa gadis cantik itu? ekspresi macam apa yang merambat di wajah Tuan, kok dadaku terasa sesak ya melihat mereka. Memegang dadanya.

"Mereka terlihat sangat serasi," ucap seorang wanita yang duduk hampir berdekatan dengan meja Seli.

"Aku juga iri melihatnya. Mereka sangat cocok!" menimpali ucapan teman yang duduk di sebelahnya.

Mendengar percakapan singkat kedua wanita di sampingnya, lebih membuat hati Seli memanas. Kepalan tangan yang sangat kencang dan raut wajah yang pias tergambar sangat jelas di wajah gadis itu yang sedang cemburu.

Beberapa menit pun telah berlalu, Letisya menceritakan alasan mengapa dia pergi meninggalkan Al saat hubungan mereka baik-baik saja.

"Apa kau masih bersama dengan pria itu?"

"Reyhan?"

"Hmmm" ekspresi Al berubah menjadi cemberut saat mendengar nama yang disebutkan Letisya.

"Aku sudah memutuskan pertunangan kami. Tapi dia masih bersikeras untuk mempertahankannya. Aku bahkan tidak bisa berpaling darimu dan mencintai Reyhan. Sangat sulit bagiku berpisah denganmu."

Al mulai mencair saat mendengarkan ucapan Letisya. Tatapan sinis Al kini berubah menjadi tatapan yang penuh dengan kasih sayang. Dia bahkan tidak bisa melihat wajah Letisya yang murung.

"Lanjutkan pertunanganmu! Aku tidak ingin kau menyakiti pria itu seperti kau menyakitiku dulu. Aku sangat tahu betul bagaimana sakitnya patah hati dan perasaan yang hancur berkeping-keping saat orang yang disayangi pergi."

Letisya melonjak kaget saat kalimat pedas langsung tertancap begitu saja dihatinya. Dia menarik tangan Al dan mengusapnya pelan.

"Al, apa kau tidak ingin memberikanku kesempatan untuk kembali bersamamu? Aku sangat mencintaimu Al, aku juga merasakan kalau kamu masih mencintaiku." Peluh air mata kembali menetes membasahi pipinya.

"Jangan menangis! Kau tahu aku sangat benci melihat air mata yang berjatuhan di wajah perempuan."

Letisya melepaskan tangan Al yang dipegangnya dan segera mengusap cairan itu. "Apa yang harus aku lakukan agar bisa kembali denganmu?"

"Berikan aku waktu untuk memikirkannya! Aku masih sangat terkejut melihatmu lagi. Hanya berikan aku waktu," ucap Al.

"Aku akan menunggumu Al," seringai senyum kecil yang hangat terpancar dari wajah mulus miliknya.

"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Al beranjak dari tempat duduknya.

Al berjalan menuju tempat duduk Selita, dan di belakangnya diikuti Letisya. Betapa gugupnya Seli saat melihat dua orang yang membuatnya patah hati menyamparinya.

Kenapa mereka kemari. Pergi sana jauh-jauh!

Selita melonjak bangun dari duduknya.

"Aku akan mengantar Letisya pulang. Kau duluan pulang dan membawa mobilku."

Ohhh jadi ini yang namanya Letisya yang selalu membuat Al-ku sedikit-sedikit berubah menjadi sensitif. Melirik Letisya yang berdiri di belakang punggung Al.

"Tapi bagaimana Tuan pulang?"

"Jangan kawatirkan aku. Aku akan memesan taxi online saja," ucap Al.

"Ehh kenapa Al. Biasanya kalau sudah larut kau sering menginap di rumahku," meraih lengan Al dan menggandengnya.

Apa! Menginap? Apa hubungan mereka! Kenapa seintim itu. Hatiku semakin teriris.

"Selita kenalkan ini Letisya," menunjuk gadis yang menggandengnya.

Dengan kaku Seli menjawab, " Halo nona"

"Letisya ini Selita, asisten pribadiku," ucap Al memperkenalkan.

Asisten? bukannya aku pengawalmu. Apa kau malu mengakui di depan gadis ini kalau aku pengawal yang melindungimu! ishhhh menyebalkan.

Letisya melempar senyum hangat ke wajah Selita. Dan Selita pun membalas dengan kaku.

Al berjalan meninggalkan Selita.

"Tuan... Pulanglah dengan selamat," menundukan wajah yang lesu.

Al membalikan badannya dan menghadap kearah Seli.

"Kau juga, hati-hati mengemudi."

Perasaan kecewa dan sedih berkecamuk dikepala dan hati Seli. Pria yang dicintainya kini bersama dengan wanita lain. Gadis itu hanya menatap punggung kedua orang yang terihat bahagia berjalan mendahuluinya.

Seharusnya aku tidak jatuh cinta dengannya! Memukul kencang dadanya.

Bersambung...

1
Erni Cahaya Nst
smangat thor👍👍❤️❤️
⭐️asteri
kayaknya perlu di revisi thor.. baru 3 hari Square dr koma udah bisa di banting dan ga kenapa2
⭐️asteri
otor masa orang abis operation dan baru bangun dr koma bisa didotong sampe jatuh
⭐️asteri
kalimatnya bukan very much ,tapi too much
⭐️asteri
Lumpur sawah kan ga bau toorr
⭐️asteri
kalimatnya ambigu. mengeras dan kaku xixiix
Puspita Sari
nti KL seli udh diem gabbanyak omong AL kelabakan hahhaha
Kiki Oktaviani
awalnya kejam akhirnya pasti bucin deh 😊
Ami Kerto Surat
masakin sambel plus lalapan ikan asin udah
Ami Kerto Surat
vera
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kereeen👍👍👍🤩
Yanti Teku
ih Seli sfatx gak suka aq
Yanti Teku
tolong perbaiki sifatnya Selly,,,terlalu ikut campur
Yanti Teku
cobalah Seli cuek aja gitu Napa????biar Al pnsaran SMA kmu Seli.
Susana
😅😅
Susana
wah, Tuan Muda.
Sriningsih Rds
😆😆😆ngakak gegara ethan ma bobby👍👌
aunty destye
best👍👍😍
Ria
lanjut
Sidieq Kamarga
Hi hi hi hi hi 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!