Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 : RENCANA B
...RENCANA B...
...RACUN ULAR MAMPU MELUMPUHKAN PEREDARAN DARAH MANUSIA Ular , TAPI RACUNNYA LIDAH MANUSIA MAMPU MERUSAK HARGA DIRI DAN KEBAIKAN DI HATINYA....
...----------------...
" Dokter......dokter " Teriak Keanu di lorong rumah sakit sambil mengendong tubuh Vivian yang mulai dingin.
Suster yang mendengar jeritan Keanu , segera bergegas menghampirinya.
" Suster, tolong selamatkan isteri saya " Kata Keanu sambil meletakan tubuh Vivian di brankar.
Tiga orang suster beserta Keanu ikut mendorong brankar menuju ruang instalasi gawat darurat, dari *********** banyak mengeluarkan cairan berwarna merah pekat.
" Bapak hanya boleh sampai di sini, kami akan memeriksa kondisinya. " Kata Suster melarang Keanu untuk masuk kedalam ruangan.
" Tolong selamatkan isteri dan anak saya " Seru Keanu dengan bibir yabg bergetar.
Wanda memperhatikan pembicaraan Keanu dangan suster,sambil bergumam," Vivian yang malang, kasihan sekali nasib kamu, Nak " lalu Ia memulai aktingnya dengan berpura-purs menangis
" Kalian harus menyelamatkan adik saya, bagaimanapun caranya " Kata Wanda sambil berurai air mata palsu.
" Sayang.....Kamu harus kuat. Semua demi anak kita " Wanda memeluk kepala Keanu yang menangis , mengusap kepalanya debgan lembut layaknya seorang Ibu yang menenangkan anaknya.
" Cup....cuppp.....Suami ku sayang, jangan menangis " Gumam Wanda sambil mengelus rambut Keanu dengan bibir yang tersenyum.
Dua jam lamanya Keanu dan Wanda menunggu kepastian dari sang dokter, di saat hati waswas tiba-tiba ponsel Wanda berdering.
Kriiing......kriiiing......
Tertera nama di layar ponsel " Mama Mertua " , Wanda menjauh dari Keanu lalu mengangkat telepon dari sang Mertua.
" Hallo " Sapa Wanda dengan suara di buat serak.
" Kaliam semua ada di mana ? Kenapa rumah kosong ? " Tanya Ratna yang belum mengetahui Vivian masuk rumah sakit.
" Kami lagi di rumah sakit " Jawab Wanda dengan suara yang di buat parau.
" Rumah sakit ? Siapa yang sakit ? " Tanya Ratna dengan raut wajah tampak cemas.
" Vivian, Ma " Gumam Wanda pelan.
" Vivian ? Kenapa dengan Vivian ? " Kata Ratna berteriak saking terkejutnya Ia terduduk lemas di sofa.
" Kami juga belum tahu, Dokter lagi memeriksa kondisinya." Wanda menjelaskan detail begitu lancarnya bak seorang sutradara yang sudah tahu ending ceritanya.
" Tapi dari ****** Vivian banyak mengekuarkan cairan, seperti gumpalan darah "
Jedaaaarrrr........
Rumah Alexander seakan terkena ledakan bom, hancur berkeping-keping tidak tersisia.
" Apa ? " Ratna terkejut untuk kedua kalinya, kini bukan hanya terkejut tapi takut kehilangan sang cucu.
" Kalian di rumah sakit mana ? " Ratna ingin segera menyusul cucunya, Ia tidak mau sampai kehilangan cucu yang di harapkannya.
" Di Omni hospital, Mam " Jawab Wanda.
" Oke, Mama , Papa , dan Aldi segera menyusul kesana " Ucap Ratna mengakhiri teleponnya.
" Papa , Aldi " Teriak Ratna memanggil suami dan anak keduanya.
" Aldi "
" Papa "
Ratna berteriak lebih kencang lagi sehingga membuat seisi rumah bergema, Papa yang lagi di dalam kamarnya segera turun ke bawah, sementata Aldi yang sedang mengerjakan tugas sekolah terpaksa Ia hentikan untuk menghampiri Mamanya
" Ada apa " Jawab Papa dari atas tangga.
" Cepat kesini, Pa " Ratna melambaikan tanggan memanggil suaminya.
" Ada apa harus sampai berteriak memanggil orang berulang-ulang ? " Tanya Papa yang sudah ada di sebelah Mama.
" Vivian, Pa " Seru Mama, keringat mengucur membasahi pipi Mama.
" Iya, kenapa ? wajah kamu sampai berkeringat begitu " Ujar Papa sambil mengelap keringat Mama yang tidak berhenti mengalir.
" Vivian mengalami pendarahan " Kata Mama.
" Bagaimana bisa ? tadi masih sehat kok " Ucap Papa tidak percaya menantunya mengalami pendarahan.
" Dia di rawat di rumah sakit mana, sekarang juga kita berangkat " Papa bergegas mengambil kunci mobilnya yang ada di dalam kamar, lalu memanasi mobil.
" Mana,.Aldi " Papa bertanya ke Mama.
" Ngambik barang, Katanya ada yang ketinggalan " Jawab Mama sambil memasang sabuk belt.
"Maaf lama menunggu " Seru Aldi sambil menutup pintu mobil
" Sudah tidak ada yang ketinggalan kan " Kata Papa, lalu Mama dan Aldi menjawab " tidak ada "
Papa menancapkan pedal gas menuju rumah sakit tempat Vivian di rawat.
Di ruang tunggu Ada Keanu dan Wanda sedang menanti kabar keadaan Vivian dan janinnya.
Wanda mampir ke kantin untuk membeli makanan dan minuman, sejak tadi Keanu belum makan maupun minum.
" Mas, minun teh hangat dulu " Wanda memberikan gelas berisi teh manis hangat.
" Aku tidak haus " Jawab Keanu menolak untuk minum, pikirannya penuh dengan Vivian.
" Sedikit aja, nanti Mas bisa dehidrasi kalau kurang minum " Wanda memaksa Keanu untuk minum, karena Ia melihat bibirnya sangat kering.
Keanu hanya meninumnya sedikit, bahkan air teh cuma numpang lewat di tenggorokannya.
" Makan rotinya juga, ya " Kata Wanda kali ini menyuruh Keanu untuk makan.
" Please, jangan paksa aku. aku benar-benar tidak lapar " Seru Keanu dengan wajah memohon.
" Oke....oke....aku gak akan maksa " Celetuk Wanda
Drap......drap.....drap......
Papa , Mama , dan Aldi berlari menghampiri Keanu dan Wanda yag sedang duduk.
" Bagaimana keadaan Vivian ? " Teriak Mama dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
" Dokter masih belum keluar, Ma.semoga Vivian baik-baik saja " Seru Wanda dengan tampang yang pura-pura cemas.
" Kalau gitu , kita tunggu saja. kita berdoa bersama untuk keselamatan Vivian dan janinnya " Kata Papa denga bijaksana.
Papa memimpin doa, meminta kesembuhan dan keselamatan untum Vivian dan janin bayinya.
Empat jam kemudian, Dokter baru keluar dari ruangan dan memanggil keluarga pasien yang bernama Vivian. Keanu maju paling depan untuk mengetahui kondisinya.
" Bagaimana keadaan isteri dan anak saya ? " Kata Keanu sambil menatap wajah sang dokter.
" karena kebaikan Tuhan, isteri bapak baik-baik saja dan sudah melewati masa kritis " Ucap Dokter.
" Syukurlah " Kata semua orang, kini bisa bernapas lega.
" Lalu.....bagaimana dengan bayinya, Dok " Celetuk Mama ingin tahu keadaan calon cucunya.
" Bayinya juga selamat, untung langsung di bawa ke rumah sakit kalau telat semenit saja, nyawanya tidak akan tertolong lagi. Ini semua adalah mukjizat dari sang maha kuasa. "Seru Dokter sambil tersenyum.
" Terima kasih, Dokter " Seru Keanu tidak melepaskan tangan dokter.
Mama , Papa , dan Aldi turut senang dengan kabar baik ini, mereka bersyukur Vivian dan bayinya bisa selamat.
Tersirat rasa kekecewaan di wajah Wanda, Ia tidak suka mendengar kabar baik dari Vivian. Ia mengepalkan tangannya , dan mukanya di tekuk karena menahan emosi.
Rencana A telah gagal, maka Wanda menjalankan rencana B. rencana yang Ia dapatkan dengan susah payah dan mengandung konsekuensi yang besar jika ketahuan dirinya pura-pura hamil.
Saat semua orang sedang tersenyum bahagia, Ia mulai berakting untuk menjalankan plan B.
" Huek...." Wanda bersuara seperti orang yang sedang mual, dan mengundang pusat perhatian semua orang.
" Sayang....Kamu sakit ? " Tanya Keanu sambil menyentuh kening Wanda.
" Gak tau nih, udah beberapa hari aku merasa pusing dan mual " Jawab Wanda.
" Jangan-jangan kamu hamil " Celetuk Mama.
" Ah....tidak mungkin " Jawab Wanda menyangkal perkataan Mama.
" Siapa tau aja hamil, tidak salahnya kan memeriksakan diri. mumpung lagi di rumah sakit ini " Sahut Mama sambil menarik tangan Wanda menuju pendaftaran.
Beruntung nasib berpihak kepada Wanda, di rumah sakit ini tempat sahabatnya bekerja sebagai dokter kandungan, dan dia sudah setuju untuk membantu Wanda.
Suster memanggil nama Wanda untuk masuk ke ruang pemeriksaan, Dokter sekaligus sahabat Wanda tidak terkejut melihat kedatangannya, Ia sudah mengerti apa yang di inginkan Wanda.
Manda berpura-pura memeriksa perut Wanda, lalu berkata " Selamat Anda akan menjadi seorang Ibu "
" Apa ? " Teriak Wanda pura-pura terkejut.
" Iya hamil, kalau tidak percaya akan saya kasih alat test pack untuk anda periksa di rumah." Dokter Manda memberikan alat test Pack yang masih bersegel.
" Lalu dua minggu lagi tolong datang untuk pemeriksaan selanjutnya " Ucap Manda dengan ramah.
" Baik , Dokter " Kata Mama sangat gembira mendengar Wanda hamil.
" Sayang.....ayo kita beritahu yang lainnya " Mama tidak sabar ingin mengatakannya.
Wanda menoleh ke belakang , melihat mata Dokter Manda, dan mengedipksn sebelah matanya,seakan mengucapkan terima kasih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩