NovelToon NovelToon
DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Supernatural / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:118.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sis Fauzi

Sekuel III Novel DEC 1515. Ini cerita dunia pendekar, intelijen dan petualangan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sis Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 16 SOK GATEL

EPS 16 SOK GATEL

Seperti mendulang kerinduan untuk kembali ke masa kecil, saat melihat alam yang masih begitu asri belum terjamah tekhnologi sama sekali. Celoteh anak gembala yang saling berkejaran di tengah padang sabana, gemericik air yang mengalir bening diantara lembah dan perbukitan yang hijau menyegarkan jiwa, serta suara anak-anak burung yang mencicit melihat induknya membawakan makanan buat mereka. Di timpa desah angin menyentuh pepohonan hutan.

Ah, betapa kerinduan ini terbayar melhat pemandangan di depan matanya.

“Wow! Ckckck…indah sekali.”

Andika berdiri terpaku sambil berdecak kagum. Di depannya kini terbentang jalan yang cukup lebar dan terawat. Belum beraspal tapi tersusun dari batu keras yang dibentuk seperti batu bata, kemudian ditata rapi sepanjang jalan, dengan permukaan lebarnya diatas. Hampir menyerupai aspal, tetapi jauh lebih kuat. Di kanan-kirinya di beri pagar kayu yang diberi warna putih, dan ditanami pohon Waluh. Bunga-bunganya yang berwarna kuning nampak indah menghiasai jalan utama di dukuh Somawangi ini.

Di kanan dan kiri jalan adalah saluran irigasi untuk mengairi lahan persawahan dan perkebunan sejauh mata memandang. Hamparan padi hijau dan kuning sungguh sangat memanjakan mata. Diselingi tanah perkebunan yang ditanami pohon merica, pala, kemiri, kapulaga, dan tanaman rempon-rempon lainnya. Jauh dibelakang san Gunung Slamet seperti mengintip dari celah-celah dedaunan.

Para penduduk nampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sebagian laki-laki, memakai kain yang diikatkan ke punggungnya, untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Sementara bagian atasnya bertelanjang dada. Mereka menggarap sawah dan kebun mereka dengan gembira. Nampak dari senyum yang selalu menghias bibir mereka. Ada juga yang duduk berjongkok mencabut rumput sambil menyenandungkan tembang-tembang Jawa. Suaranya mengalun indah menghibur para petani sebagai penghilang rasa lelah,

  “Sigra Milir sang gethek si nangga bajul.

Kawan dasa kang njageni.

Ing ngarsamiwah ing pungkur.

Tana pi ing kanan kering”

Namun begitu melihat rombongan Panembahan Mbah Iro lewat, para petani itu segera berlari dan berbaris di pinggir jalan. Mereka membungkukkan tubuhnya sebagai cara penghormatan mereka terhadap pemimpin tertinggi Trah Somawangi yang mereka cintai. Para perempuan yang sedang memasak di dapur, anak-anak yang sedang bermain serta gadis-gadis muda yang asik bercengkrama dibalik bilik bambu.

Fokus mereka tentu saja Pranaja dan Andika. Mereka yang sudah mengenal Pranaja sebagai calon pemimpin mereka di masa depan, semakin mengaguminya. Tubuhnya yang telah berkembang sempurna, semakin tegap dan berotot membuat gadis-gadis itu semakin histeris di buatnya. Sementara Andika terlihat lebih dewasa, gagah dengan warna kulitnya yang seputih susu, halus dan lembut. Wajah tampannya memancarkan kebaikan hatinya.

“Lihat Den Mas Prana telah kembali! Adduh kok hatiku jadi dagdigdug tak karuan ya?” bisik seorang gadis yang wajahnya terlihat merah merona.

“Iya. Tambah ganteng dan gagah. Aku makin jatuh cinta sama Den Mas Prana!”

“Ssst! Jangan keras-keras. Nanti terdengar eyang Panembahan. Mau dihukum kamu?”

Tapi gadis yang sedang dimabuk kepayang itu terlihat tidak perduli ancaman sahabatnya. Di tetap memandang wajah Pranaja sambil memeluk bantal gulingnya erat sekali.

“Hai lihat! Anak muda yang berjalan paling belakang itu. Woi! Ganteng banget!” seru seorang gadis lainnya.

Matanya melotot dan jari telunjuknya mengarah kepada Andika. Kini mereka jadi bingung sendiri. Kok cogannya ada dua? Adduh, mau milih yang mana ya? Huh! Dasar cewek sok gatel!

***

Hari yang indah. Vania sedang menjemur tubuhnya diatas buritan kapal pesiarnya. Dua orang asistennya duduk di sampingnya. Yang satu memijit tubuhnya, yang liannya membalur tubuhnya dengan Sunblock Cream. Sementara Subrata berdiri bersandar pada pagar besi sambil menikmati pemandangan di sepanjang kanal yang tersambung ke pantai.

Matahari bersinar cerah, menerangi kota Cape Coral. Kota kecil di negara bagian Florida, Amerika itu begitu damai. Kota yang dikelilingi banyak kanal itu merupakan tempat yang cocok untuk melepas penat di tengah kesibukan yang begitu padat. Hanya ada sedikit kendaraan yang melintas di jalanan. Penduduknya lebih suka berjalan kaki atau naik sepeda kemana-mana.

Di sepanjang kanal-kanal itu, banyak sekali perahu layar yang berlabuh dengan rapi. Hampir seluruh penduduk memiliki perahu layar. Tempat mereka menghabiskan sebagian besar waktunya. Pohon kelapa yang tumbuh di tepi kanal menjadi tambatan perahu-perahu itu, sekaligus juga menjadi tempat berteduh yang menyejukkan. Keindahan alamnya menimbulkan kesan eksotis yang membuat perasaan menjadi nyaman dan menyenangkan.

Di sebuah kapal pesiar yang paling besar dan super mewah, Subrata mengendalikan bisnisnya yang tersebar di seluruh dunia. Dilengkapi dengan perangkat digital yang super canggih yang membantunya mengetahui keadaan pasar dengan cepat. Dengan kecanggihan tekhnologi itulah dia dapat hadir dimanapun secara virtual.

“Ada berita yang ingin kau sampaikan?” tanya Subrata pada Pramono.

“Semuanya baik-baik saja Pak. Darsono baru saja melaporkan situasi di Megapolitan pasca penangkapan Blade Muller oleh agen-agen M16,” jawabnya.

Subrata mengernyitkan keningnya, seolah tak percaya dengan laporan Pramono.

“Kau sudah mendapatkan data lengkap agen-agen yang menyusup itu?”

Pramono menganggukkan kepalanya dengan cepat, sambil menatap wajah Subrata yang terlihat memendam amarah. Taipan keturunan Indonesia yang hampir berusia setengah abad itu nampak begitu gagah dan awet muda, jauh dari usia yang sebenarnya. Penampilannya serba mewah. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya memakai barang-barang branded yang limited edition. Tidak sembarang orang mampu membelinya.

“Sudah pak. Yang paling senior adalah agen 004 Lucra Venzi, dan yang paling muda adalah agen 009 Rich Pranaja.”

“Rich Pranaja? Nama yang tidak asing rasanya.”

Pramono mengangguk lagi.

“Benar pak. Dia memang agen M16 keturunan Indonesia. Kedua orangtuanya juga tinggal di Indonesia. Kakak tertuanya adalah dokter bedah plastic di Korea, sedangkan kakak keduanya adalah perwira polisi berpangkat AKP.”

Tanpa diminta, Pramono langsung mengirimkan profil agen-agen rahasia M16 itu kepada big bosnya. Tapi Subrata hanya memeriksa profil Pranaja. Dalam catatan citra satelit, Pranaja tertangkap beberapa kali memasuki wilayah Megapolitan. Termasuk saat dia bekerja sebagai driver di megaproyek itu. Tapi yang paling mengejutkan, Pranaja tertangkap tiga kali mengunjungi pohon keramat di area hunian Megapolitan.

“Ada apa pak?” tanya Pramono.

Pramono melihat perubahan wajah Subrata saat memeriksa gambar-gambar yang dikirimkannya. Wajah bos nya terlihat terkesiap kaget.

“Kau selidiki bocah ini lebih jauh. Dia tertangkap tiga kali mengunjungi pohon keramat di Megapolitan,” tegas Subrata.

“Apa!” gantian Pramono yang terkesiap kaget.

Rasanya dia tidak percaya dengan penglihatannya. Subrata menunjukkan gambar-gambar saat Pranaja mengunjungi pohon keramat itu, saat sendirian maupun saat bersama dua orang lainnya. Dia benar-benar merasa kecolongan.

“Siapa yang merekomendasikan anak ini masuk ke Megapolitan?”

Pramono terdiam sesaat.

“Lucra Venzi,” jawabnya dengan bibir bergetar.

Terlihat wajah Subrata semakin merah menahan marah.

“Dasar laki-laki sok gatel kamu!”

1
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di 😍sini
nonk sa
semua bahagia
nonk sa
semua dah kumpul nih?
nonk sa
Dandung....
nonk sa
semangaaaaattttt
nonk sa
blar! hancur hstiku
nonk sa
mantap
nonk sa
sedih banget
nonk sa
membayangkan salju diatas bukit kethileng wow
nonk sa
semangaaatttt
nonk sa
Dandung ketemu lawan..kkk
nonk sa
wah lengkap banget novelnya
nonk sa
opppaaaa pranaja
nonk sa
selamat marcon
nonk sa
Wow! perang modern dan prasejarah
nonk sa
padang kurusetra
nonk sa
sukaaaa
nonk sa
ceritanya asik. beda dengan yg lain
nonk sa
cinta sejati, tak pernah mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!