WARNING!
Bukan Untuk Anak di bawah umur (21+)
Cinta segitiga dan patah hati yang membuat baper berat.
No Debat dan baca dengan bijak!
Hanya sekedar hiburan bagi yang ingin kisah cinta romantis.
Wilona tidak menyangka jika selepas kepergian sang ayah, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya raya. Akibat pernikahan itu, Wilona harus bersaudara dengan Wildan, anak cowok menyebalkan yang menjadi saingannya di sekolah.
Wildan yang belum bisa menerima pernikahan papanya, memilih kuliah di luar negri. Setelah perpisahan bertahun-tahun, Wilona bertemu kembali dengan Wildan saat mereka dewasa. Namun sikap Wildan berubah drastis. Dengan pesonanya, ia berusaha mendekati dan menggoda Wilona. Namun benarkah Wildan jatuh cinta pada Wilona? Atau justru Elzen, sang CEO playboy, yang tulus mencintai Wilona?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Kedatangan Sang Mantan
"Wilo, kamu tadi pagi bertemu Unclenya Anabby? Apa dia ganteng?" tanya Gabby ketika mereka berdua makan siang bersama.
"Iya, dia ganteng. Namanya Elzen Prayoga. Tapi aku yakin dia seorang playboy yang ahli mempermainkan wanita. Dia pakai anting dan sikapnya juga tidak sopan," kata Wilona sembari meminum es jeruknya.
"Justru aku suka pria yang sedikit liar seperti itu. Kalau dijadikan pacar dia akan sangat romantis. Jika seorang pria terlalu sopan nanti malah membosankan. Contohnya mantan pacarku dulu," kata Gabby berapi-api.
Wilona menggeleng-gelengkan kepalanya melihat reaksi temannya itu.
"Seingatku beberapa hari lalu kamu bilang suka pria yang lembut seperti Mr. Joshua. Kenapa sekarang tiba-tiba berubah?"
"Seleraku bisa berubah kapan saja. Yang penting cowoknya harus ganteng," ucap Gabby memicingkan matanya.
"Lagipula aku sedang memimpikan tokoh pria di sebuah cerita novel. Apa kamu suka baca novel online, Wilo?" tanya Gabby seraya mengambil ponselnya.
"Kadang aku baca kalau senggang. Tapi aku lebih suka menulis novel."
"What? Ibu guru ini menulis novel? Kamu khan belum pernah pacaran lalu bagaimana caranya kamu membuat adegan romantis? Apa kamu hanya membayangkannya setiap hari?" tanya Gabby terkejut.
"Ssstt, pelankan suaramu nanti ada yang dengar," ucap Wilona malu.
Ia mendekatkan wajahnya kepada Gabby.
"Aku meniru dari novel lain yang sudah terkenal atau melihat adegan di serial drama."
"Lalu apa judul novelmu? Aku penasaran ingin membacanya."
"Menanti Sang Kekasih. Babnya belum terlalu banyak. Aku tidak bisa mengerjakannya setiap hari."
"Oke oke aku akan baca nanti. Tapi sebelumnya kamu harus baca novel favoritku ini. Ceritanya bagus dan romantisss banget. Banyak adegan hot lagi. Ini bisa kamu jadikan contekan. Judulnya Kekasih Gelap Sang Pewaris," ucap Gabby menunjukkan layar ponselnya kepada Wilona.
"Lihat penulisnya Love Master, dia penulis pria yang paling terkenal di platform ini. Aku tidak sabar menunggu update ceritanya. Aku mau punya cowok seperti Zayn, tokoh utama di novel ini. Dia ganteng, CEO, badboy, tapi sangat menggoda."
"Jadi seleramu berubah gara-gara terpengaruh kehaluan cerita ini?"
"Iya. Tapi aku malah sering membayangkan wajah penulisnya. Aku yakin Love Master itu cowok yang ganteng dan romantis seperti novel yang dibuatnya. Aku sudah follow sosial medianya. Sayang, dia tidak pernah upload foto dirinya. Padahal aku pengen lihat wajah aslinya seperti apa," ucap Gabby mengerucutkan bibirnya.
"Beberapa penulis memang suka merahasiakan identitasnya. Mereka tidak ingin dikenali."
"Tunggu dulu...Wilo, ada kabar gembira," seru Gabby tiba-tiba.
"Kabar apa? Kamu dapat undian berhadiah?"
"Bukan... Love Master akan diundang acara talkshow dan temu fans di Mall Fantasy City. Ini ada pengumumannya di beranda. Acaranya diadakan Sabtu depan. Aku akan daftar jadi peserta sekarang. Apa kamu mau ikut, Wilo?"
"Aku belum tau bisa ikut atau tidak."
"Aduh, jangan terlalu lama mikirnya. Jumlah pesertanya dibatasi."
Wilona berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan. Mungkin ada baiknya ia mengikuti acara itu untuk menambah pengalaman. Paling tidak, ia bisa mengetahui bagaimana kiat-kiat sukses Love Master sebagai penulis.
"Oke, aku akan ikut."
"Nah gitu donk. Sabtu depan kita akan bersenang-senang, Wilo. Semoga kita ketemu cowok-cowok ganteng disana. Sesama jomblo harus saling mendukung," ujar Gabby dengan wajah berseri-seri.
...****************...
"Elang, besok Jumat hari libur nasional. Sekolah diliburkan. Jadi kamu tidak perlu mengantarku. Kamu bisa libur juga," ucap Wilona ketika mobil mereka hampir tiba di rumah.
"Saya justru lebih suka mengantar Anda, Nona," gumam Elang memandang Wilona dari kaca spion.
Saat mobil mereka sampai di gerbang rumah keluarga Sanjaya, Wilona melihat sebuah mobil putih terparkir di halaman rumahnya. Di depan mobil itu, menunggu seorang pria berseragam serba hitam.
"Mobil siapa itu? Ada supirnya juga yang sedang menunggu," tanya Wilona kepada Elang.
"Saya tidak tau, Nona. Tadi sewaktu saya berangkat, mobil itu belum ada."
"Oh, mungkin salah satu teman Mama. Sampai jumpa hari Senin, Elang," ucap Wilona seraya menutup pintu mobil.
Baru saja Wilona masuk ke dalam rumah, Ny. Kalea buru-buru menghampirinya.
"Kebetulan kamu sudah pulang, Wilo. Di ruang tengah ada Freya, temannya Wildan. Dia baru datang dari Australia. Tolong temani dia ya."
*F*reya? Bukankah dia mantan pacarnya Wildan? Pasti dia kesini karena ingin bertemu Wildan,
pikir Wilona coba mengingat-ingat.
"Iya, Ma."
Dari ruang tengah, Wilona mendengar suara Reymond sedang berbicara dengan seorang gadis. Ketika Wilona mendekat, gadis itu menoleh ke arahnya.
"Kamu Wilona ya?" tanya gadis berparas manis itu.
"Iya, aku Wilona."
"Perkenalkan aku, Freya, temannya Wildan. Aku senang akhirnya kita bisa bertemu. Aku sudah lama ingin berkenalan denganmu. Ternyata kita seumuran," ucap Freya sembari memeluk Wilona.
Wilona terkejut melihat sikap Freya yang begitu hangat dan ramah, meskipun mereka baru pertama kali bertemu.
Pantas saja Wildan memilih Freya sebagai pacarnya. Dia gadis yang cantik, ramah, dan sangat manis,
pikir Wilona mengagumi Freya.
"Sebenarnya aku pulang ke Jakarta karena ingin bertemu Wildan. Tapi dia malah tidak ada di rumah," tutur Freya terlihat kecewa.
"Wildan masih ada di kantor. Tunggu saja disini, Freya. Aku akan menemanimu sampai Wildan pulang nanti malam," jawab Wilona menenangkan Freya.
"Tapi aku bosan sekali menunggu. Bagaimana kalau kita jalan bersama? Kita bisa makan di kafe atau berbelanja di mall. Kamu mau menemaniku khan, Wilona? Please," pinta Freya terdengar manja.
"Iya, aku akan menemanimu. Aku mandi dan ganti baju dulu ya."
"Kak Wilo, boleh aku ikut ke mall juga bersama Kakak dan Kak Freya?" tanya Reymond menyela pembicaraan mereka.
"Rey, kamu tidak boleh ikut. Jangan mengganggu urusan orang dewasa. Kamu tetap di rumah bersama Mama," jawab Ny. Kalea memperingatkan Reymond.
"Tuh dengar Mama melarang kamu ikut. Lain kali Kakak janji akan mengajakmu."
"Iya deh," jawab Reymond dengan wajah cemberut.
Freya mengajak Wilona berkeliling melihat-lihat parfum dan koleksi tas di mall. Setelah Freya puas berbelanja, ia mengajak Wilona beristirahat sambil makan di kafe.
"Wilona, menurut Tante Kalea kamu pernah sekelas dengan Wildan di kelas sembilan. Tolong ceritakan bagaimana sifatnya dulu saat remaja? Aku ingin tau semua tentang Wildan."
Apa aku harus mengatakan pada Freya kalau Wildan itu menyebalkan sejak remaja.
"Waktu remaja Wildan pintar, selalu jadi juara. Tapi...dia agak angkuh dan dingin," jawab Wilona menahan diri untuk mengungkapkan fakta sesungguhnya tentang Wildan.
"Oh, jadi sikap Wildan dingin sejak dulu. Kamu tau Wilo, aku sering dibuat bingung dengan sifat Wildan. Saat kami masih berpacaran, dia jarang sekali bersikap romantis. Kami sepakat berpisah setelah empat bulan pacaran, karena dia sibuk sekali dengan kegiatannya. Hampir tidak ada waktu untuk menemaniku."
Wajah Freya yang nampak kecewa mendadak berubah ceria ketika melanjutkan ucapannya.
"Tapi aku tidak perlu khawatir sekarang. Aku punya kamu yang bisa membantuku. Kamu saudaranya Wildan. Pasti kamu tau banyak tentang dia."
Freya memegang tangan Wilona dengan sorot mata memohon.
"Aku ingin sekali Wildan kembali padaku, Wilona. Tolong bantu aku supaya bisa dekat lagi dengan Wildan."
Bagaimana aku bisa membantu Freya. Hubunganku dengan Wildan saja selalu buruk. Tapi, ini mungkin satu-satunya kesempatan terbaik yang aku punya. Aku harus berusaha membuat Freya jadi pacar Wildan lagi. Bahkan lebih baik kalau mereka segera menikah. Dengan begitu, aku akan terbebas dari Wildan selamanya,
batin Wilona membulatkan tekadnya.
"Bagaimana Wilona? Kamu mau membantuku, khan?"
"I..iya aku akan membantu semampuku, Freya."
"Terima kasih, Wilona. Kamu seorang guru yang terbiasa mengajar. Aku yakin kamu juga bisa mengajarkan pelajaran cinta yang berguna untukku."
Wilona tertawa mendengar perkataan Freya yang terkesan berlebihan itu.
"Aku hanya bisa mengajar pelajaran untuk anak-anak. Tapi aku sama sekali tidak berpengalaman mengajarkan cinta, Freya."
"Wilona, siapa tau kamu juga berbakat menjadi guru cinta untukku. Yang penting aku bisa mendapatkan cinta Wildan," jawab Freya optimis.
"Bagaimana menurutmu, apa yang harus aku lakukan untuk menarik perhatian Wildan?" tanya Freya memasang wajah serius.
"Hmmmm, coba saja berikan perhatian lebih padanya. Misal memasak makanan kesukaannya, mengajaknya makan siang bersama atau mengajaknya nonton orkestra musik. Sepertinya Wildan sangat menyukai biola."
"Wah, idemu bagus sekali. Terima Kasih, Wilona," ucap Freya merasa puas.
...****************...
Wilona dan Freya kembali ke rumah sekitar pukul tujuh malam.
"Itu mobil Papa. Wildan dan Papa sudah pulang dari kantor," kata Wilona sembari menunjukkan mobil sedan hitam yang terparkir di depan rumahnya.
Freya segera menggandeng tangan Wilona dan mengajaknya masuk ke dalam.
"Ayo, Wilona, aku tidak sabar bertemu Wildan."
Mata Freya berbinar-binar ketika melihat Wildan turun dari lantai dua.
"Wil, I miss you so much," ucap Freya langsung mengecup pipi Wildan. Sedangkan Wildan hanya diam saja tidak membalas kecupan Freya.
Tanpa sungkan, Freya bergelayut manja di lengan Wildan.
Entah mengapa pemandangan mesra itu membuat hati Wilona terusik.
"Freya, kapan kamu datang?" tanya Wildan mencari tau.
"Tadi pagi, Wil. Aku istirahat sebentar lalu langsung ke rumahmu, tapi kamu masih ada di kantor. Untung ada Wilona yang menemaniku. Kami tadi jalan-jalan dan makan bersama. Aku sangat cocok berteman dengan Wilona."
Wildan mengerutkan dahinya seolah tidak percaya mendengar pengakuan Freya.
"Aku senang akhirnya ada juga orang yang bisa berteman dengan Wilona."
"Tentu saja, Wilona sangat baik. Bahkan dia bisa memberiku nasehat sekaligus beberapa pelajaran tentang cinta," ucap Freya memuji Wilona.
"Pelajaran cinta? Aku baru tau jika Wilona punya bakat lain selain menjadi guru sekolah," sindir Wildan sembari melirik ke arah Wilona.
"Soal itu...aku hanya pernah mendengarnya dari temanku."
Kamu belum pernah berpacaran tapi berani memberikan nasehat kepada mantan kekasihku. Aku akan segera memberimu pelajaran cinta yang sesungguhnya Wilona,
batin Wildan menatap tajam ke arah Wilona.
sukses
semangat
mksh