Sequel Married with duda
Cerita tentang seorang Alexander Constanzo (26) yang cintanya di tolak hingga dipertemukan dengan Selena Alessandra (23) seorang wanita yang angkuh dan memiliki mulut tajam. Namun Alexander jatuh hati padanya hingga melakukan cara apa pun untuk mendapatkannya. Apa yang akan terjadi jika mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 : Makan dulu
Malam ini Aku membuat Minestrone Soup makanan khas itali untuk makan malam kami. Setelah selesai makan, Aku kembali ke kamar untuk melihat Selena.
"Sebaiknya Aku bawa makanannya ke kamar" gumam ku lalu menata makanan di atas nampan kemudian berjalan menuju kamar.
"Sudah bangun rupanya" ucap ku dalam hati saat melihatnya duduk bersandar di kepala ranjang. Ia hanya menatapku dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Saat Aku mendekat, Ia mengalihkan wajahnya ke arah yang lain. Sepertinya Dia enggan untuk menatap ku.
"Sebaiknya kamu makan dulu, Aku tidak ada waktu untuk mengurus mu jika kamu sakit" ujar ku meletakkan nampan yang ada ditangan ku di atas nakas yang berada disamping ranjang.
"Kenapa kamu hanya diam saja, ayo dimakan. Atau kamu masih ingin menangis?" ujar ku saat Dia hanya diam saja tidak menanggapi perkataan ku.
"Saran ku ada baiknya kamu makan dulu sebelum makanannya dingin. Setelah itu kamu bisa menangis lagi. Setidaknya tenaga mu bertambah untuk mengeluarkan air mata mu itu" tukas ku terkesan mengejek.
"Buang saja makanannya, Aku tidak lapar" balasnya dengan nada dingin.
"Dengar...Aku tidak suka membuang-buang makanan karena__" ucapan ku tiba-tiba berhenti saat mendengar suara perutnya yang kelaparan. Ingin rasanya Aku tertawa dihadapannya saat ini karena melihat wajahnya yang sedang menutupi rasa malunya. Apa yang dikatakannya tidak sejalan dengan kenyataannya.
"Ku tunggu lima menit lagi..jika kamu tidak memakannya maka Aku akan memberikannya pada satpam yang ada di luar" ujar ku mengancamnya. Mungkin saja Ia akan memakannya. Dan betul saja, selang beberapa detik, Ia langsung mengambil makanan yang berada di atas nakas.
******
Aku melirik jam yang ada di dinding, menunjukkan angka 12. Sedari tadi Aku sudah menguap beberapa kali dan menahan kantuk ku untuk memeriksa berkas-berkas perusahaan.
"Pantas saja Aku tidak bisa lagi menahan rasa kantuk ku, ternyata sudah tengah malam. Sebaiknya Aku tidur saja" ucap ku lalu mematikan laptop ku dan merapikan meja kerja ku. Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja karena Aku tipe orang yang menyukai kerapian.
Ku langkahkan kaki ku menuju kamar kami yang sudah terlihat sangat gelap. Selena mungkin mematikan lampu, hanya cahaya bulan yang masuk ke dalam lewat jendela kamar. Langit malam yang gelap menjadi terang benderang dengan taburan bintang-bintang yang kelap kelip, suasana malam ini begitu indah. Aku melepaskan pakaian ku hingga hanya menyisakan boxer. Ini memang kebiasaan ku saat tidur.
Sebenarnya Aku tidak fokus saat ini karena melihat Selena yang tidur menyamping mengenakan gaun tidur berbahan satin dengan belahan dada yang rendah hingga membuat kedua benda kenyal dan besar itu menyembul keluar. Aku berusaha menahan sesuatu di dalam diri ku. Aku sengaja menyisakan baju tidurnya karena baju itu hanya akan dipakainya saat akan tidur saja tidak seperti baju-bajunya yang lain. Licik bukan.., ya Aku licik. Aku tidak suka orang lain melihat tubuhnya yang terekspos karena itu hanyalah konsumsi pribadi, hanya Aku yang boleh melihatnya dan menikmatinya.
Aku pun mengambil posisi tidur disampingnya. Aku merasakan dirinya bergerak membalikkan badannya lalu mendekatkan tubuhnya pada ku dan melingkarkan tangannya di pinggang ku. Kurasakan pelukannya begitu erat, hingga kulit kami bersentuhan mungkin Ia mengira Aku adalah guling nya.
Kuangkat kepalanya dengan hati-hati dan menaruhnya diatas lenganku menjadi bantalannya. Aku merasakan nafas hangat dan tenang yang keluar dari mulut yang selalu digunakannya untuk berbicara sarkas.
"Cup..selamat malam" ucap ku mengecup pucuk kepalanya dan menghirup aroma rambutnya dalam-dalam. Satu tangan ku bergerak untuk mengelus-elus rambut halusnya. Mungkin besok pagi saat Dia bangun akan terkejut melihat posisi tidur kami dan setelah itu Ia akan marah. Tapi sudahlah..biarkan saja Aku tidak mau memikirkannya lagi. Apapun yang akan terjadi esok hari biarlah itu tetap terjadi. Hingga tanpa kusadari kedua mataku terpejam dan Aku pun tertidur lelap.
Alex ❤️ Selena...
ceritamu sangat menarik thor..
aku suka 🥰🥰🥰❤️❤️
selamat berkarya ❤️
sukses
semangat
mksh
mantap