NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Viola

Cinta Tulus Viola

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Contest
Popularitas:85.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Langit Malam

Menjalani kehidupan di kota metropolitan membuat seorang gadis cantik, berparas menawan harus berkerja apa saja demi memenuhi hidupnya hingga tak sengaja masuk ke dalam dunia gelap.

- Viola Kinara, 17 th

Gadis cantik dari desa berharap kejayaan di kota, semata-mata ingin mengubah takdir hidupnya menjadi wanita sukses namun di tengah jalan, langkahnya berubah.


- Rehan Ferryan, 25 th

Pria tampan, salah satu CEO perusahaan ternama. Rehan memiliki sikap arrogan, sombong dan angkuh hingga pada suatu malam bertemu dengan Viola.

Viola yang selama ini bersikap tertutup pada siapa pun, seketika berubah setelah dipertemukan Rehan, si pria kulkas.

Akankah Viola mampu merubah sikap arrogan dan mencuri simpati Rehan yang masih tidak terima atas kepergian Keysa untuk selama-lamanya?

Pantengin aja ya! See you.. part new :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbang dalam Hal Memilih

Viola masih saja menangis, Reyza yang melihat itu kemudian mengode semua pria untuk keluar.

"Ada apa, Dek?" Reyno yang tidak paham, ikut berucap tanpa suara.

Namun, Reyza memilih kembali mengode dengan mengimbaskan tangan kanannya.

"Baiklah, kami pergi dulu!!" pamit Rehan yang paham akan kode Reyza.

Rehan lalu menarik tangan Reyno keluar, disusul Hari dan Wisnu mengikut dari belakang.

Dan disana, tinggallah mereka berdua. Reyza pun senyum sambil mengusap kepala Viola lembut.

"Viola, sungguh!! Aku benar-benar tidak tahu ini akan terjadi. Aku ha -- ."

"Sudahlah mbak, tidak usah dilanjutkan lagi." potong Viola merasa tidak enak akan Reyza.

Viola sudah mengusap air matanya, mencoba mentabahkan hati dan pikirannya.

Pasalnya, Viola memang tidak pernah menyalahkan Reyza adalah biang dari permasalahan ini.

Karena semua ini, real kemauan Viola sendiri tanpa melibatkan siapa pun terutama Reyza.

Tidak lupa, Viola pun mengangguk biar terkesan lebih serius di depan Reyza.

Namun Reyza masih saja terlihat bingung dengan kedua alisnya yang sudah bertemu.

"Ini beneran, mbak. Ini semua karena aku yang ingin jadi mbak tidak perlu merasa bersalah lagi."

Sedang Reyza yang mendengar itu hanya bisa mengangguk dengan tatapan pasrah.

"Tapi kenapa Viola? kenapa kamu harus memilih langkah ini?" tanya Reyza lagi.

Viola yang dalam keadaan masih terbaring, perlahan ikut bangun dari posisinya dibantu Reyza.

Dengan hati-hati, Reyza membantu Viola memakai pakaian dan untung saja Rehan sudah menyiapkan baju ganti untuk Viola gunakan.

"Maaf mbak, tapi itu memang benar. Aku memang sengaja melakukan ini semua."

Viola yang sudah memakai pakaian, kembali fokus pada percakapan.

Mata Reyza langsung membola, kini tatapan keduanya mulai tampak sangat-sangat serius.

"Sengaja?" Viola mengangguk.

"Iya mbak, hanya cara ini yang bisa aku lakukan supaya aku tidak diusir."

Benar-benar tidak masuk akal. Pikiran Reyza tambah runyam, mendengar jawaban Viola.

Rasa bersalahnya kembali membara-bara, akibat perbuatan Viola yang menurutnya sudah kelewat batas.

"Viola, aku bisa mengerti itu tapi setidaknya kau juga harus memikirkan dirimu sendiri."

"Bagaimana bisa, kau merelakan masa depanmu demi -- ."

Reyza belum selesai bicara, Viola kembali memotongnya dengan menatap wajah Reyza dalam dan lama.

"Aku mencintai mas Rehan, mbak. Aku benar-benar mencintainya."

Sejenak Reyza terdiam, kedua bola matanya seakan ingin lepas dari tempatnya, disusul mulutnya yang juga sudah menganga.

"Bagaimana itu bisa terjadi? bukankah kau baru berjumpa kak Rehan kemarin?" tanya Reyza lagi karena omongan Viola benar-benar tidak masuk akal untuknya.

Bagaimana bisa, orang langsung suka dalam waktu sesingkat itu. Terlebih lagi, belum cukup sehari.

Viola yang bisa melihat ekspresi bingung Reyza, mengangguk sambil meraih tangan Reyza.

"Aku juga tidak tahu mbak, kenapa aku menyukai mas Rehan tapi satu hal yang pasti. Setiap kali aku dekat dengannya jantungku berdetak sangat cepat."

"Aku bahkan sangat mencemburui nona Keysa, kekasih mas Rehan bila mas Rehan membahasnya."

Masih dengan ekspresi yang sama, namun Reyza sudah memperbaiki posisi duduknya.

"Apa? kak Rehan membahas kak Keysa?" tanya Reyza semakin serius.

"Iya mbak, semalam mas Rehan bahkan berpikir kalau aku adalah nona Key."

Reyza sudah mengerutkan dahinya. Perlahan, ia mulai mengerti keadaan Viola.

Dengan mata menyipit, Reyza menatap Viola begitu dalam.

"Tunggu!! jangan bilang kak Rehan membayangkan kamu adalah kakak Key makanya dia melakukan itu."

Karena benar, Viola langsung mengangguk sedangkan Reyza semakin dibuat frustasi.

"Astaga." hanya kata itu yang bisa keluar, setelah semuanya mulai terkuak.

Reyza masih tidak percaya akan semua ini, apa lagi ketika ia tahu Viola sudah melangkah jauh.

...

Di luar sana, keadaan terasa begitu dinging. Bagaimana tidak? sedari tadi mereka keluar, belum seorang pun yang mencairkan suasana.

Membuat Reyno yang berada ditengah-tengah pria semprul itu hanya bisa menghela napas pasrah.

"Kakak!!" panggil Reyno pada Rehan.

Rehan yang masih terdiam lalu menatap kearah Reyno yang sudah tersenyum.

"Ada apa?" tanya Rehan datar.

"Kak, aku tahu perbuatan kakak Rehan salah tapi ada baiknya kakak belajar dari tragedi ini."

"Maksudmu?" tanya Rehan, seolah otaknya tidak bisa mencerna dengan baik.

Sedang Hari dan Wisnu, mereka berdua hanya asyik melihat dan mendengar percakapan keduanya.

"Iya kak, mungkin ini adalah takdir. Dimana kakak harus merelakan kak Key."

Walau sedikit ragu, Reyno memberanikan diri memberitahu Rehan.

Hari yang sependapat, langsung mengelus bahu Rehan.

"Iya bro, kau memang sudah seharusnya melupakan Key."

Jedar..

Seakan disambar petir disiang bolong, Rehan langsung berdiri dari sofa. Sorotan mata tidak suka sudah terpancar ke Reyno, Hari dan Wisnu.

Namun ketiganya kompak sudah mengangguk, seolah memberi jawaban untuk Rehan.

"Tidak, itu tidak akan terjadi." Rehan sudah menggelengkan kepalanya.

"Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menduakan Keysa."

Wisnu yang sedari tadi diam, ikut berdiri dengan tatapan tidak suka melihat Rehan.

"Tadi kan kau sudah janji, kalau kau akan bertanggung jawab akan Viola."

"Iya, aku memang sudah berjanji tapi apakah kau lupa itu hanya berlaku kalau Viola hamil jadi kalau tidak -- ."

Plakkk..

Tanparan keras sudah melayang diwajah tampan Rehan. Reyno dengan amarahnya sudah berani menampar sang kakak.

Rehan yang lebih terkejut, menatap Reyno dengan tatapan sulit dipercaya.

Pasalnya, Reyno paling tidak bisa melihat seseorang ditindas oleh sang kakak apa lagi melihat Viola tadi.

"Kenapa kau menamparku?" tanya Rehan terdengar menahan amarahnya.

Reyno tidak menjawab, ia memilih menatap tangannya yang sudah sangat berani menampar Rehan.

Sedang Wisnu? pria tampan itu sudah tertawa, penuh kemenangan.

"Kau memang pantas mendapatkan itu." ucap Rehan dengan senyum licik diujung bibirnya.

"Apa kau tidak sadar? kau memang sudah bukan Rehan yang dulu kami kenal, kau sungguh dibutakan oleh cinta Keysa yang sudah jelas-jelas, sudah pergi meninggalkan kita."

Wisnu berkata sambil menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya, berusaha menyakinkan Rehan.

"Apa kau tidak sadar itu? Rehan semua perbuatanmu ini sudah sangat-sangat keterlaluan. Kau sudah merenggut harga diri Viola dan kau? kau masih tidak mau bertanggung jawab?"

Hari pun sudah bangkit dari duduknya, ia pun sama halnya dengan Reyno dan Wisnu.

Walau Hari terlihat jahat pada Viola, namun Hari juga memiliki hati nurani.

"Rehan, semua yang dikatakan Wisnu memang benar. Kau harus mempertanggung jawabkan semua kekacauan yang kau buat ini." tambah Hari dengan ekspresi serius.

Tidak ada yang membela, Rehan mendengus kesal. Masih dalam keadaan pasrah.

"Pokoknya, aku tetap kokoh. Aku tidak akan bertanggung jawab bila Viola tidak hamil."

Setelah itu, Rehan pergi meninggalkan Reyno, Wisnu dan Hari. Rehan perluh menjernihkan otaknya supaya kembali adem.

Reyno yang ingin mengejar Rehan, langsung ditahan Hari.

"Reyn, biarkan saja. Rehan perluh waktu memikirkan semua ini jadi biarkan dia pergi." ucap Hari.

Mendengar itu, Reyno hanya bisa menghela napas saja dengan tatapan masih tertujuh pada Rehan yang perlahan sudah menghila.

Reyno, Wisnu dan Hari. Mereka pun memilih untuk kembali ke kamar Rehan lagi.

Setelah tiba disana, mereka mendekati Viola dan Reyza yang terlihat sudah baikan.

Ketika melihat, mereka datang bertiga. Reyza menatap dengan penuh kepasrahan, ia sudah menerka-nerka apa yang sudah terjadi.

"Kak Rehan dimana?" tanya Reyza yang mereka jawab kompak dengan mengedikkan bahunya.

"Entahlah, kak Rehan pergi begitu saja." jawab Reyno apa adanya.

"Kak Rehan!!" Reyza sudah menggeram, tidak suka akan perilaku Rehan.

Viola yang mengerti, tersenyum kepada Reyza yang sudah melihatnya.

"Biarkan saja mbak, mungkin mas Rehan butuh waktu." kata Viola, walau sebenarnya ia juga sedikit kecewa pada Rehan.

...

Masih dengan penuh emosi, pria tampan itu pergi menggunakan mobil untuk menenangkan pikirannya.

Raut wajahnya begitu kesal, tidak seperti biasanya. Rasa bersalah dan rasa kesal, sudah menyatu di dalam tubuhnya.

Setelah tiba di suatu tempat, tepatnya di sebuah danau. Rehan turun dari mobil, melangkahkan kakinya menuju ke tepi danau.

"Key, aku datang lagi." ucapnya sudah duduk di sebuah bangku.

Terima Kasih..

1
Nurhayati
Sepertinya bagus..... mulai terasa alurnya....😊
Nurhayati
coba mampir dulu ya
Hiatus
lanjut kak
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
Next up
하늘
nice kak, lanjut
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
ayo semangat lagi upnya
DN96 (Aries)
2 like mendarat 😘😘
semangat

"Hot Young Mom and King Mafia"
"Young Grandmom"
하늘
like...
lanjut kak
Susiyana Chua
lanjuttt
Liana'S
lanjuuut
baby_neon23
lanjut kak semangat 💪 Salam Lidya Life Story 🤗
Ulfa Zahra
lanjut Thor
semangat
Piolaa
up ka
Wardah
up up up
im fine
semangat up kak
Esther
@datang mapir ke cerpen ku yah
Hadir nya diriku 💕💕💕💕💕memberikan like pada mu 👍👍👍👍
Hiatus
lanjut kak
Susiyana Chua
lanjuttt..
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut😍
Hayaku Gaya
haha, sabar ya Rez. Orang sabar rejekinya lebar.. xixi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!