Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
"Guys, jangan lupa loh ntar malem dateng ke rumah gue." ucap Ayra pada teman-teman sekelasnya.
"Banyak makanan nggak, Ra? Hehehe..." tanya Ucup laki-laki cungkring yang hobby makan.
"Pasti dong. Gue udah siapin makanan sebakul khusus buat lo. Hehehe..." ucap Ayra sambil tertawa.
"Haha.... Lo emang terbaik, Ra.” ucap Ucup sambil mengacungkan jempolnya.
"Gue Heran sama lo, Cup. Makan banyak tapi nggak gendut-gendut. Gue aja yang makan sehari 2 kali tetep gendut." ucap Dina, gadis manis tapi gendut.
"Ya jangan samain gue sama lo dong. Lo mah gentong. Mau diisi berapapun tetep gede. Hahaha... " ejek Ucup.
"Sialan." Dina melempar buku paket ke wajah Ucup.
"Jangan gitu. Ntar bucin baru tahu rasa loh." ucap Keanu sambil terkekeh.
"Idihh. Amit-amit gue suka sama ni gentong." ucap Ucup remeh.
"Gue juga ogah suka ma cowok cacingan kaya lo." ucap Dina kesal.
Sedang asyik mereka bertengkar, bel masuk pun berbunyi. Mereka melanjutkan pelajaran dengan hikmat. Sampai bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan ke luar kelas.
Saat ini Ayra dan 4 sahabatnya sedang berada di perpustakaan. Nampak Darren, Dave, Keanu dan Jojo sedang duduk sambil membaca buku dengan tenang. Sedangkan Ayra masih mencari-cari buku novel kesukaannya. Dia berjalan memutari rak buku sambil mulutnya berkomat-kamit membaca setiap judul buku.
Akhirnya dia menemukan buku yang dia inginkan. Namun, buku itu terletak di rak paling atas. Dia berjinjit seraya mengambil buku itu. Namun tangannya tetap tidak sampai. Dia menarik kursi yang ada di dekatnya lalu memanjat kursi tersebut. Tiba-tiba (Kraakk) kaki kursi itu patah dan Ayra pun hendak terjatuh. Arsen yang melihatnya segera berlari dan menangkap tubuh Ayra.
"Lo nggak apa-apa?" tanya Arsen.
"Eh nggak apa-apa. Thanks udah nolongin." ucap Ayra.
"Makanya jadi orang tuh jangan pendek - pendek amat." ucap Arsen sambil menonyor jidat Ayra.
"Eh. Udah cetakan dari sononya. Apa pun bentuknya harus di syukuri, yaitu.” ucap Ayra sewot.
"Ya ya ya.” ucap Arsen saraya pergi meninggalkan Ayra.
Ayra sangat gemas dengan tingkah Arsen yang sangat menyebalkan baginya. Tiba-tiba muncul ide jail di kepalanya.
(Buuggkk..!)
Ayra menendang bokong Arsen yang sedang berjalan hingga membuat Arsen jatuh tersungkur di lantai. Arsen bangun dengan wajah yang sudah memerah menahan emosi yang akan meledak. Dia sangat kesal pada Ayra.
"Sialan lo." seru Arsen.
"Blweee." Ayra menjulurkan lidahnya.
"Awas lo ya." ucap Arsen seraya mengambil sapu yang ada di pojok ruangan.
"Kyaaa..!" Ayra berteriak dan berlari memutari meja di depannya
"Sini lo!" seru Arsen sambil mengejar Ayra dan mengangkat sapu yang ada di tanganya.
"Blwee.. Blwee.. Blwee.." Ayra menggoyang-goyangkan tubuhnya sambil menjulurkan lidahnya.
Lalu Ayra berlari dari perpustakaan, dia berlari tanpa arah, Arsen pun terus mengejarnya sambil membawa sapu di tangannya. Semua murid yang melihatnya pun bingung dengan tingkah kedua orang itu.
Tiba-tiba Ayra menabrak Pak Eko yang sedang berjalan dari Arah berlawanan. (Brukkk) Ayra dan Pak Eko jatuh tersungkur dilantai. Karena terkejut, Arsen tidak bisa menghentikan langkahnya dan Akhirnya dia juga ikut terjatuh menimpa Ayra dan Pak Eko.
"Kaliaan..!!! Apa yang kalian lakukan?" Pak Eko marah besar, matanya melotot, wajahnya merah.
"Ma.. Maaf pak." Ucap Ayra dan Arsen seraya bangun dan menepuk-nepuk tubuhnya yang kotor.
"Ikut saya!" seru Pak eko seraya berjalan menuju toilet.
"Kita ngapain pak ke toilet?" tanya Arsen.
"Bersihkan semua toilet ini, jangan pulang sebelum selesai!" seru Pak Eko sambil berjalan keluar toilet.
"Semua ini gara-gara lo tau nggak?!" ucap Ayra.
"Kalau bukan lo yang nendang gue duluan, semua ini nggak akan terjadi." ucap Arsen.
Mereka mulai mengambil ember dan mengisinya dengan Air. Mereka mengepel dan membersihkan kloset. Saat Arsen hendak menyiram lantai, dia tidak sengaja menyiramkannya ke Arah Ayra.
"Kadal mesir sialan!" umpat Ayra sambil mengepalkan tangannya.
"Hahaha... Lo kaya anak ayam kecelup air." Ucap Arsen sambil tertawa.
(Byurrrr) Ayra menyiram Wajah Arsen yang sedang tertawa, Arsen pun langsung diam.
“Hahaha... Nikmat kan?" Ayra tertawa puas.
Akhirnya mereka berdua saling menyiram sambil tertawa. Tiba-tiba pak Eko masuk dan tidak sengaja tersiram air. Pak Eko marah semarah-marahnya.
"ARSEEEENNN... AYRAAAA....!!!" Pak Eko berteriak lantang.
"Kabuurrrrr...!!!" seru Arsen dan Ayra serentak. Arsen menggandeng tangan Ayra. Mereka berlari kencang sambil tertawa bersama. Tidak perduli dengan baju yang basah kuyub, mereka terus berlari mengambil tas dan pulang bersama. Arsen mengantar Ayra pulang karena Ayra tidak membawa motor. Sesampai di depan rumah Ayra pun turun.
"Thanks udah nganterin." ucap Ayra sambil tersenyum.
"Hemmb, ya udah sana masuk." ucap Arsen tersenyum tipis.
"Embb.. Jangan lupa ntar malem datang ke rumah gue." ucap Ayra.
"Oke. Gue pulang dulu. Bye." ucap Arsen sembari melajukan motornya.
"Hati-hati!!" teriak Ayra sembari menatap kepergian Arsen sambil tersenyum.
"Gue nggak pernah ngerasa sebahagia ini sebelumnya." batin Arsen.
Sepanjang jalan dia tersenyum mengingat kejadian konyol bersama Ayra.
Ayra masuk ke dalam rumah sambil tersenyum senang. Dia tidak menyadari 2 kakaknya yang sudah berteriak memanggilnya. Dia terus berjalan masuk ke kamarnya sambil tersenyum sendiri.
Malam hari pukul 7, nampak tamu-tamu undangan sudah datang. Tidak hanya teman-teman Ayra, tetapi juga ada keluarga dan rekan bisnis Papa Roland.
Kini Dave, Darren, keanu dan Arsen sudah datang terlebih dulu.
"Bang, Ayra kemana? Kok nggak turun-turun?" tanya Dave pada Agra.
"Nggak tau tuh lama bener." jawab Agra.
"Masih dandan Kali." ucap Keanu.
"Cewek kalau dandan mah lama ya?!" ucap Darren.
"Ya udah. Biar mama sama bang Andra liat dulu." ucap Mama Ria sambil menggandeng Andra.
Mama Ria mengetuk kamar Ayra namun tidak ada jawaban. Lalu dari dalam kamar terdengar suara teriakan. Andra dan Mama pun panik. Mereka langsung membuka pintu dan masuk ke kamar Ayra. Mereka terkejut melihat kamar yang berantakan. Banyak gaun yang berceceran di lantai dan di kasur. Sementara Ayra sedang berdiri di depan cermin sambil memegang salah satu gaun dengan wajah yang cemberut.
"Astagfirullahaladzim. Apa-apaan ini?" Mama Ria frustasi.
"Ya ampun, dek. Kamu ngapaiin?" tanya Andra yang masih panik.
"Mamaaa.. Abangg... Adek bingung mau pake yang mana." ucap Ayra sambil mewek.
"Yassalam." ucap Mama dan Andra serentak sambil menepuk jidatnya pusing.
"Acara udah hampir mulai, dek. Dan kamu masih kaya gini?! Kita udah nungguin kamu dari tadi loh." ucap Andra frustasi.
(Hiks.. Hiks) Ayra hampir menangis.
"Haiiishhh.. Kenapa nggak minta tolong mama dari tadi sih?" tanya Mama Ria.
"Dari tadi mama kan sibuk dibawah. Ayra kan nggak enak." jawab Ayra.
"Ya sudah. Mama bantuin. Andra kamu keluar dulu." ucap Mama Ria.
"Iya ma." ucap Andra seraya keluar dari kamar Ayra.
Mama Ria mulai memilih gaun yang cocok untuk Ayra. Dia memilihkan gaun warna putih selutut dan mulai merias wajah Ayra dengan make up natural.
Rambut Ayra digerai dengan memakai jepit rambut kecil berbentuk kupu-kupu. Dan memakai heels dengan warna senada. Malam ini Ayra terlihat sangat cantik dan imut.
"Wahh.. Apa ini beneran Ayra nya mama? Kenapa jadi cantik sekali?" Mama Ria mengagumi kecantikan Ayra yang selama ini tertutup oleh penampilan Ayra yang tomboy.
"Apaan sih, ma?" ucap Ayra malu.
"Hehe... Beneran sayang. Kamu cantik banget. Mama aja sampai pangling loh." puji Mama Ria.
"Ini karena Mama jago Make up aja. Bukan karena Ayranya yang cantik." ucap Ayra merendah.
"Siapa bilang. Anak mama tuh cantik dan ganteng-ganteng. Orang Mamanya aja cantik kok." ucap Mama Ayra.
"Iya deh iya. Ujung-ujungnya ya muji diri sendiri juga." ucap Ayra.
"Udah Ah, yuk kita turun. Udah pada nungguin nih." ajak mama Ria.
Mereka pun keluar dari kamar. Ayra menuruni tangga dengan menggandeng lengan mamanya sambil tersenyum manis.
Semua orang yang melihatnya dibuat kagum oleh kecantikan Ayra yang Alami.
Hampir semua laki-laki ternganga menatap Ayra, termasuk Arsen, Dave, Darren, Keanu dan ke 2 kakaknya.
"Apa benar dia Ayra ku?" tanya Papa Roland sambil terus menatap Ayra.
"Sepertinya dia bukan Adiku." ucap Andra sambil menatap kagum Ayra.
"Kemana adiku? Dimana Ayra ku?" tanya Agra. Dia tidak percaya gadis cantik didepannya adalah Adiknya yang bar-bar itu.
"Cantik sekali" batin Arsen sambil tersenyum menatap Ayra.
📽To be continue🎞
hai bang!