NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Putri Ku

Ayah Untuk Putri Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

menjadi ibu tunggal tanpa pernah adanya pernikahan memang tidak mudah untuk Jennie.

ia harus berjuang keras membesarkan putrinya sendiri yang terlahir dari sebuah kesalahannya di masa lalu dengan kekasihnya.

ia bahkan harus pura-pura buta dan tuli ketika mendapat hinaan dan cemoohan dari orang sekitar. tak jarang ia harus mendapatkan pelecehan dari para pria yang menganggapnya sebagai wanita kesepian dan butuh sentuhan.

di tuduh sebagai wanita penggoda pun sudah sangat biasa bagi Jennie yang hanya bisa diam dan menangis sembari menanti keadilan untuk dirinya dan putrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hadirnya Nara

"Jen, apa benar Andi tidak mau bertanggungjawab?" tanya Alvian.

Jennie mengangguk, mengiyakan.

"Kenapa tidak mau? Pria itu malah sekarang pindah sekolah. Enak sekali dia." Alvian geram.

"Sudah biarkan saja kak, aku sudah tidak ingin membahas itu."

Alvian tersenyum. "Kau pasti tersiksa sekali ya?" tanya Alvian.

"Tidak juga. Aku sudah mulai nyaman dengan kondisi ku. Terlebih anak ku sudah bisa di ajak berkomunikasi." tuturnya sembari menyentuh perutnya dan merasakan gerakan bayi di dalam rahimnya. Alvian turut tersenyum melihat itu.

"Kenapa bisa ya, ada pria setidak peduli itu dengan nasib pacarnya yang sampai hamil seperti ini." tutur Alvian.

"Mau bagaimana lagi. Memang aku yang bodoh kak, salah memilih pasangan." Gumamnya. Keduanya pun terdiam sesaat hingga motor ayahnya masuk, berboncengan dengan sang ibu. Mereka baru saja pulang dari bank.

Tatapan Ayah Jennie tajam menghunus tidak menunggu lama ia langsung menghampiri keduannya.

"Siapa dia?" tanya pak Ridwan.

"Hanya teman ayah." Jawab Jennie sedikit takut.

Pak Ridwan menatap tajam. "Apa tujuan mu kemari?"

"Maaf Pak, saya hanya berkunjung sebentar saja kok."

"Berkunjung, apa tengah mendekati anak saya? Kau pikir anak saya murahan?"

"Ayah, tolong jangan seperti ini." Jennie merasa tidak enak.

"Kau tidak usah berbicara! Sudah melakukan kesalahan, sekarang kau dekat dengan pria lain juga? Apa kau tidak punya rasa malu!!!" Seru pak Ridwan.

"Maaf Pak, saya tidak ada maksud buruk, saya hanya mengkhawatirkan kondisinya. Dan ingin berkunjung itu saja." tuturnya.

"Tidak perlu. Sekarang kau pulang saja sana! Anak saya tidak perlu di kunjungi."

"Tapi?"

"Tapi apa? Sekarang saya tanya. Apa tujuan mu? Apa kau mau mendekati anak saya hanya ingin mempermainkannya karena anak saya bisa hamil di luar nikah?"

"Tidak pak, bukan begitu. Saya hanya peduli dengannya." jawab Alvian spontan.

"Peduli?" Pak Ridwan tersenyum sinis.

"Kalau peduli, apa kau mau menikah dengan anak saya? Menggantikan pria bejat itu?" tanya Pak Ridwan tiba-tiba. Dan sontak saja pertanyaan itu membuat Jennie membulatkan bola matanya. Begitu pula Alvian yang membisu.

"Tidak kan? Bocah tengik seperti mu. Bisa apa? Selain menjadi perusak anak gadis orang. Lebih baik kau enyah saja sana! Enyah dari sini. Putri ku tidak butuh teman pria!" Seru pak Ridwan.

Alvian pun terdiam. "Maaf Pak. Saya memang hanya peduli kepadanya, namun jika bapak melarang pertemanan saya dengan Jennie, saya akan pergi." ucap Alvian. Ia pun menoleh kearah Jennie dan tersenyum.

"Baik-baik ya Jen, aku harus pergi. Semoga kau selalu bahagia setelah ini." tutur Alvian.

Merasa tersayat batin Jennie. Terlebih-lebih saat Alvian melangkah pergi. Rasanya sangat berat.

Padahal Ia bahagia saat Alvian datang namun dari ucapan selamat tinggalnya itu seolah menjadi kata-kata terakhirnya.

----

Dan benar saja hingga beberapa bulan berikutnya, Alvian tidak berkunjung lagi. Dan kunjungannya kala itu menjadi yang pertama dan terakhirnya.

Hingga saat dirinya melahirkan dengan proses normal.

Jennie sudah resmi menjadi seorang ibu muda, tidak! Bahkan sangat muda.

Belum sepantasnya gadis seusianya melahirkan.

Di sebuah bangsal kelas dua. Ia bersebelahan dengan pasien ibu muda lain. Mengamati wanita itu yang tengah didampingi suaminya yang sangat terlihat siaga dan sabar.

Rona bahagia terpancar di keduanya, belum lagi saat suaminya menyuapi sang istri dengan penuh kasih sayang. Walau tertutup tirai, namun dari suara bisik-bisik mereka dan kekehan akibat godaan sang suami yang membuat Jennie semakin mengingat sosok Andi.

Jujur saja terbesit rasa iri. Benar? seharusnya momen ini di sambut dengan suka cita oleh seorang pria yang di sebut suami setelah sembilan bulan istrinya mengandung. Namun tidak dengan dirinya. Ia harus berjuang sendiri dengan di dampingi sang ibu di dalam ruang bersalin. Sungguh kala itu pikirannya hanya tertuju dengan Andi, Andi, dan Andi.

Hingga rasa rindu terhadap Andi malah justru semakin merasuki relung hati Jennie.

Jennie meraih ponselnya dan membuka akun sosial medianya mencari akun Andi. Hanya ingin melihat kondisinya saat ini. Beberapa postingan terakhir nya hanya berakhir di enam bulan yang lalu.

Tidak ada postingan baru lagi di sana.

"Kak Andi sudah tidak pernah bermain sosial media kah?" gumam Jennie. Ia membuka satu persatu foto tersebut, dengan posenya yang terlihat angkuh namun tampan, pria tinggi berbahu lebar itu sangat gagah menurutnya.

Jennie menoleh kearah putrinya lalu menunjukkan pada anak yang tengah tidur di sampingnya.

"Nak, dia ayah mu, tampan kan?" gumam Jennie.

Bibirnya tersenyum tipis mamun Air matanya menetes. Sangat sesak rasanya, ia membenci Andi namun tidak bisa di pungkiri ia pun merindukan pria kasar itu. Benar Ia masih mencintainya, walaupun sempat goyah akibat kebaikan Alvian, namun Andi tetap berada di posisi terdalam hatinya.

Bagaimanapun juga. Andi lah yang sudah menyentuh semua bagian tubuhnya dengan lembut. Andi juga yang sudah mengajarkannya arti sebuah cinta dalam hidupnya. Dengan Andi juga Ia merasa pernah di cintai.

Jennie mengecup layar ponselnya. 'Aku merindukanmu Kak Andi. Aku merindukanmu.' gumam Jennie dalam hati sembari terisak. Ia lantas mengecup kening putrinya.

Dan jika di lihat dengan seksama garis wajahnya sangat mirip dengan ayahnya. Hal itu pula yang membuat Jennie semakin merindukan sosok Andi dalam hidupnya.

'Kak Andi? Di manapun kau berada. Aku berharap kau juga merasakan kerinduan ini. Dan kembalilah demi anak kita, yang ku beri nama Narasti prayoga. Seperti nama mu Andi Prayoga.' batin Jennie sembari mengecup kening Nara kembali.

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Sidieq Kamarga
Yaaaaa tamat 😥😥😥
Sidieq Kamarga
Gusti Alloh, aku ngakak terus bacanya 😂😂😂
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😆😆😆
Femy Pantow
andi rayuan pulang kelapa🤣
Femy Pantow
prihatin sdh ternoda tp tdk bertanggungjwb...nt kena karma km andi😥
Ucu Che'bungsu Tea II
Luar biasa
Femy Pantow
nyimak ...tp kasihan jg si jeni
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂
👍🙏🙏🙏🙏🙏
pipi gemoy
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤦
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
bikin darting si Excel 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
luar biasa othor ini👍☕
setelah selimut tetangga di perantauan
lanjut baca novel ini
semuanya luar biasa👏👏👏👏👏
pipi gemoy
wow Thor
Andi apa ya.... karakter nya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
wow Thor
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!