NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Pecat Dan Dipermalukan Di kantor

Senin pagi, jam 8.

Kantor Bimo di daerah Kuningan, sebuah perusahaan logistik yang lumayan besar, sedang sibuk-sibuknya briefing pagi.

Bimo datang dengan wajah kuyu, mata bengkak, dasi miring. Semalaman ia tidak tidur karena kabur dari rumah sakit, ditinggalkan Diandra yang masih pendarahan, ibunya Lastri ngamuk karena uang 10 juta dari Pak Haji harus dikembalikan, dan pinjolnya meneror terus.

Ia baru duduk, HRD sudah memanggil lewat speaker.

"Bimo Saputra, silakan ke ruangan Pak Direktur sekarang."

Satu kantor langsung menatap Bimo. Bisik-bisik mulai terdengar.

"Kenapa tuh Bimo? Muka-nya kayak mayat."

"Katanya selingkuh sama kakak iparnya sendiri, terus ketahuan istrinya."

"Serius? Buset, moral hazard banget."

Bimo masuk ke ruangan direktur dengan jantung berdebar.

Di dalam ruangan, bukan hanya direktur yang ada. Ada HRD, ada legal, dan ada... Arka Wijaya.

Duduk dengan kaki disilangkan, memakai jas hitam yang rapi, menatap Bimo dengan senyum dingin.

"Pak... Pak Arka... ngapain di sini?" Bimo panik.

Direktur, Pak Hendro, menatap Bimo dengan kecewa.

"Bimo, kamu tau siapa Pak Arka ini?"

Bimo menggeleng.

"Pak Arka adalah investor terbesar di perusahaan kita. Beliau baru saja mengakuisisi 40% saham perusahaan ini minggu lalu. Artinya, beliau adalah bos kamu sekarang."

_DEG!_

Bimo merasa lututnya lemas. Investor? Bos?

Arka membuka map di tangannya.

"Pak Hendro, saya tidak akan mencampuri urusan pribadi karyawan. Tapi saya dapat laporan, ada karyawan yang memakai email kantor dan jam kerja untuk melakukan penipuan."

Arka mengeluarkan beberapa lembar print-out.

"Ini email Bimo Saputra ke marketing apartemen, memalsukan kwitansi DP atas nama istrinya, Naya Azzahra. Kwitansi palsu ini dipakai untuk menggugat harta bersama di pengadilan. Email dikirim dari email kantor, jam 10 pagi, saat jam kerja."

"Ini juga," Arka mengeluarkan lembar lain. "Bimo memakai laptop kantor untuk membuat kwitansi palsu itu. IT sudah cek history-nya. Ada file Photoshop kwitansi dengan tanda tangan palsu."

"Dan ini yang paling parah," Arka menatap Bimo tajam. "Bimo memakai data perusahaan, data customer, untuk mengajukan pinjaman online. 80 juta. Itu sebabnya banyak customer kita dapat telepon teror dari debt collector. Nama baik perusahaan hancur."

Pak Hendro menggebrak meja.

"BIMO! BENAR SEMUA INI?"

Bimo langsung berlutut.

"Pak, maaf Pak! Saya khilaf Pak! Saya butuh uang buat nikah, Pak! Saya..."

"Nikah? Kamu kan sudah menikah sama Naya? Anaknya baik, sering bawain kue ke kantor waktu itu!" Pak Hendro marah besar. Pak Hendro memang kenal Naya, karena Naya sering antar bekal untuk Bimo dulu.

"Dia selingkuh, Pak! Sama kakak iparnya sendiri! Sampai kakak iparnya kena penyakit kotor dan keguguran!" celetuk HRD yang ternyata sudah kepo dari gosip kantor.

Bimo menunduk, tidak bisa menjawab.

Arka berdiri dan merapikan jasnya.

"Pak Hendro, saya serahkan keputusan kepada Bapak. Tapi sebagai investor, saya tidak mau perusahaan ini punya karyawan yang bermasalah secara moral dan hukum. Apalagi yang bawa-bawa nama perusahaan untuk pinjol. Itu bisa jadi kasus pidana penggelapan data."

Pak Hendro mengangguk. "Saya paham, Pak Arka."

Ia menatap Bimo.

"Bimo Saputra, mulai hari ini, kamu saya PECAT. Tidak hormat. Tanpa pesangon. Dan kamu harus ganti rugi 80 juta yang kamu pakai pakai data customer itu. Kalau tidak, saya laporkan ke polisi."

Bimo menangis di lantai. "Pak, jangan Pak... saya butuh kerja, Pak... Ibu saya, adik saya..."

"Adik kamu sudah ditampung di rumah aman oleh LBH karena kamu dan ibu kamu mau jual dia ke juragan kontrakan! Saya sudah dapat teleponnya tadi pagi dari LBH!" bentak Pak Hendro.

Ternyata dunia ini sempit. Pak Hendro adalah donatur tetap LBH tersebut.

Bimo benar-benar hancur. Dipecat, tanpa pesangon, harus ganti rugi 80 juta, dan terancam pidana.

Ia keluar dari ruangan direktur dengan sempoyongan. Satu kantor menatapnya dengan jijik. Ada yang merekam diam-diam.

Di meja kerjanya, semua barangnya sudah dimasukkan ke dalam kardus oleh OB.

Saat ia membawa kardus itu keluar gedung, di lobi bawah, ia melihat Naya.

Naya berdiri di sana bersama Raka dan pengacaranya, Pak Hendra. Naya datang untuk mengambil sisa barang Bimo yang masih ada di loker kantor, sebagai bagian dari persiapan sidang.

Naya melihat Bimo dipecat, membawa kardus, wajahnya hancur.

Tidak ada rasa puas di hati Naya. Hanya rasa kasihan.

"Bimo..." panggil Naya pelan.

Bimo menatap Naya. Matanya merah.

"Naya... Naya tolong... bilang ke Pak Hendro... jangan pecat aku... aku gak punya apa-apa lagi... Diandra keguguran, Ibu ngamuk, aku dipecat... Naya... aku masih suami kamu..."

Naya menatap Bimo. Laki-laki yang dulu ia cintai setengah mati. Laki-laki yang dulu berjanji akan menjaganya seumur hidup di depan penghulu.

"Naya, maafin aku... aku khilaf... aku mau rujuk... kita mulai dari nol lagi ya..."

Raka yang di belakang Naya langsung maju. "Enak aja rujuk! Setelah semua yang lo lakuin?"

Tapi Naya mengangkat tangan, menyuruh Raka diam.

Naya berjalan mendekati Bimo. Ia mengambil kardus dari tangan Bimo dan meletakkannya di lantai.

"Bimo," katanya pelan, tapi semua orang di lobi bisa dengar. "Aku sudah maafin kamu. Dari dulu. Tapi maaf itu bukan berarti kita harus kembali. Kamu sudah hancurkan 3 tahun pernikahan kita. Kamu selingkuh sama kakakku sendiri. Kamu palsuin kwitansi rumahku. Kamu jual adikmu sendiri."

Bimo menangis.

"Kamu dipecat bukan karena aku, Bimo. Kamu dipecat karena perbuatan kamu sendiri. Kamu pakai data kantor buat pinjol. Itu salah kamu."

Naya mengeluarkan amplop coklat dari tasnya.

"Ini... ini uang terakhir dari aku. 2 juta. Buat kamu makan dan ngekos minggu ini. Setelah itu, jangan hubungi aku lagi. Kita ketemu di pengadilan minggu depan sebagai lawan. Bukan sebagai suami istri."

Naya memberikan amplop itu. Bimo menerimanya dengan tangan gemetar.

Itu adalah uang terakhir yang Naya berikan. Bukan karena masih cinta, tapi karena kasihan sebagai sesama manusia.

Arka yang melihat dari jauh, di dalam mobil Alphard-nya, tersenyum tipis.

Itulah Naya yang ia kenal. Tetap baik, bahkan kepada orang yang sudah menghancurkannya.

Pak Hendra, pengacaranya, berbisik ke Naya. "Bu Naya, kita dapat kabar, Diandra sudah keluar dari rumah sakit dan akan jadi saksi Bimo di sidang nanti. Dia mau bilang kalau Ibu yang selingkuh duluan."

Naya mengangguk. "Biarin. Saya sudah siap."

Ia menatap Bimo yang berjalan tertatih membawa kardus dan amplop 2 juta itu keluar gedung, di bawah terik matahari Jakarta.

Dulu, Bimo adalah pangerannya. Sekarang, Bimo hanyalah bayangan yang harus ia tinggalkan.

Minggu depan, sidang puncak. Bimo akan datang dengan Diandra. Naya akan datang dengan ayahnya sebagai saksi, dengan buku tabungan lamanya, dan dengan dua laki-laki yang selalu menjaganya: Raka dan Arka.

Siapa yang akan menang?

Dan yang lebih penting... setelah semua ini selesai, siapa yang akan Naya pilih? Raka yang selalu ada dari nol, atau Arka yang datang membawa segalanya?

*Bersambung...*

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!