Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Acara pemberian nama pun akhirnya berlangsung, terlihat papa Robi yang sedang membaca sebuah kertas yang berisi nama dari anak nya Morgan.
"Cucu perempuan pertama ku kali ini akan aku beri nama, Stefanie" sesuai dengan catatan yang di berikan Morgan, putra kedua ku," ucap papa robi dengan lantang.
Seluruh tamu yang ada di dalam rumah tersebut sontak bertepuk tangan, termasuk Naya, namun tidak dengan Samuel dia hanya diam menatap orang-orang di sekitar nya yang sangat bahagia setelah mendengar nama indah yang baru saja di ucapkan oleh sang papa.
"Nama macam apa itu? Seperti nama orang tidak punya tahta saja," ucap Samuel dengan suara kecil, namun masih bisa di dengar kan oleh Naya.
Naya menatap Samuel dengan tatapan kesal, karena bukan cuma dirinya, beberapa orang lain di samping nya pun ikut mendengarkan apa yang di ucapkan Samuel.
"Ssst, diam," ucap Naya menempelkan jari telunjuk nya di bibir sang suami, agar tidak banyak bicara lagi.
Samuel yang melihat itu sontak terdiam,tak lagi angkat bicara, kali ini ia tampak menurut dengan perkataan Naya barusan.
"Baik lah, kepada para tamu yang sudah menghadiri upacara pemberian nama untuk cucu pertama ku, aku mengucapkan terima kasih banyak untuk kalian, sekarang aku persilahkan kalian untuk menikmati jamuan yang sudah di sediakan di sebelah sana," ucap Robi yang mempersilahkan para tamunya untuk menikmati hidangan yang ada.
Sementara semua orang sibuk menikmati perjamuan, ada yang makan kue, minum jus dan lain-lain, Samuel malah menarik Naya untuk menghampiri kelaurga nya yang tengah mengerumuni anak kecil yang baru saja mendapatkan nama itu.
"Pelan-pelan!" bisik Naya sambil memelototi Samuel.
Samuel tidak peduli, dia terus menarik Naya untuk segera tiba di tempat papa nya yang kini berdiri menatap ke arah mereka berdua.
"Kakak, kakak ipar, terima kasih kalian sudah datang ke upacara pemberian nama anaku,aku cukup merasa tersanjung karena kakak yang sibuk mau menyempatkan diri untuk datang," ucap Morgan.
Ya, saat di hadapan papa Robi semua nya terlihat baik-baik saja, apalagi Morgan dia yang tadinya terlihat tidak suka dengan kehadiran Samuel dan bahkan memanggil nya dengan sebutan nama kini malah terlihat sopan dan memaggil kakak dengan sebutan kakak.
"Aku senang kau bisa datang, ini menujukkan bahwa kalian memiliki hubungan baik," ucap sang papa pura-pura tidak tau kalau di antara mereka berdua ada persaingan yang cukup ketat.
"Cantik sekali menantu mu kak Zena, aku tidak menyangka Samuel akan menikah dengan adik dari Aurel mereka terlihat sangat mirip," ucap Ruby dengan sengaja ingin membuat rasa benci Samuel kembali menguap kepada Naya dengan membahas hal tersebut.
"Bibi, aku mohon jangan bicara soal kakak ku lagi, ini acara baik jadi kau tidak ingin aku mengacau kan nya bukan?" tanya Naya sambil tersenyum miring.
Semua mata mengarah kepada Naya, mereka tidak menyangka jika Naya akan berani menjawab ucapan mama Ruby dengan sangat tegas, dia bahkan membuat mama Ruby kini bungkam.
"Menantu ku benar, kau tidak perlu membahas apa yang tidak perlu di bahas di sini, jadi tolong bersikap baik lah," ucap mama Zena sambil tersenyum kepada madu nya.
"A-Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, memang nya kenapa? Apa aku salah?" ucap mama Ruby lagi-lagi tak mau kalah.
"Ruby, hentikan, jangan berlebihan di sini masih banyak tamu, apa kau tidak malu berprilaku seperti itu?" tegur papa Robi dengan suara kecil.
Setelah suami mereka yang angkat bicara, semuanya sontak jadi sama-sama diam, tidak ada lagi yang angkat bicara sedikit pun.
Sementara itu Naya malah fokus dengan Mala yang wajahnya terlihat sangat pucat dan terlihat lebam di pipi bagian kanan yang sedari tadi berusaha dia tutup dengan rambut panjang nya.
"Hey, apa kau ibu dari Stefanie?" tanya Naya mengalihkan topik pembicaraan.
"Ah, Iya kak, salam kenal, aku Mala," ucap Mala mengulur tangan nya kepada Naya untuk berjabat tangan.
Naya yang melihat itu pun menyambut uluran tangan Mala dengan senang hati.
"Aku Naya," ucap nya sambil menggenggam erat tangan Mala yang terasa begitu dingin.
"Lihat lah Mala, bagaimana cara Naya berpakaian, dia terlihat cantik dan elegan, lihat bagaimana dirimu, terlihat seperti seorang babu," ucap Morgan menyindir sang istri.
Naya yang sudah terbiasa akan hinaan dan cacian dari suami atau mertua nya pun tidak mempermasalahkan hal ini, bagi nya saat ini yang paling penting di utamakan adalah anak nya yang masih bayi itu.
"Mala aku mau ke kamar mandi, apa kau bisa menuntun jalan?" tutur Naya, ingin menghindari situasi tersebut.
Tidak hanya itu, Naya juga merasa sangat penasaran, atas lebam di pipi Mala dan wajah pucat serta Mala yang terlihat sangat tertekan bahkan melebihi dari dirinya.
"Baik, mari ikut saja," ucap Mala dengan senang hati.
Mereka pun pergi ke toilet bersama, setiba nya di toilet, Mala tidak tahan untuk menangis, dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Morgan bangga dan menghargai dirinya, namun semuanya sia-sia dia malah selalu di permalukan, bahkan Morgan tidak peduli dengan seberapa ramai orang yang menatap aneh ke arah Mala yang tampil lusuh.
"Menangis lah, kau tidak perlu menyembunyikan apapun di hadapan ku, kau boleh menangis di sini, mengapa kau menahan rasa sakit ini?" tanya Naya sambil memberikan sebuah tisu kepada Mala.
"Aku tidak bisa keluar dari neraka ini kak, aku tidak bisa,hikss, aku sangat membencinya, dia selalu menyiksa ku," ucap Mala menumpahkan banyak air mata di hadapan Naya karena merasa cukup nyaman menjadikan Naya tempat bercerita.
Begitu banyak orang dia hanya merasa kalau Naya lah yang tampak peka akan kesedihan yang dia pendam
"Mereka memukuli mu sampai begini Mala?" ucap Naya menyingkirkan rambut yang menutupi pipi lebam Mala.
Mala mengangguk, sambil memegang pipinya yang sakit akibat di tampar Morgan berkali-kali beberapa hari lalu. Tidak hanya di tampar, sebenarnya Mala juga di dorong sampai pipi nya membentur tepian ranjang dan akhirnya membuat pipinya lebam.
"Ceritakan semuanya kepada ku, aku siap jadi tempat curhat mu, karena seperti nya kau memang membutuhkan orang untuk bisa mengerti tentang perasaan mu, bagaimana kau bisa menikah dengan laki-laki bajingan itu sampai-sampai memiliki seorang anak?" lagi-lagi Naya menjalankan rencana nya untuk membongkar kebusukan yang di lakukan mama Ruby dan Morgan.
Semua tentu penasaran kan? Mengapa Naya mendekati dan sangat ingin tau semuanya tentang Mala. Itu Naya laku kan semata-mata untuk membantu Samuel agar lebih mudah dalam menangani permasalahan nya saat ini, Naya berniat untuk mencari tau kelicikan dan kejahatan apa yang di lakukan Morgan dan mama Ruby, sehingga nantinya mereka berdua tidak akan mendapatkan secuil harta warisan pun dari papa Robi.
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,