NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Informasi Yang Terlewat

“Anak muda tahukah kamu? Jalan spiritual memiliki tiga jalan untuk menjadi dewa sejati. Jalan yang tercepat adalah menjadi pewaris atau mendapatkan warisan dewa sejati. Sedikit lebih cepat adalah dengan memiliki sumberdaya yang sangat melimpah. Jalan yang paling lambat adalah berusaha sendiri tanpa dukungan ataupun sumberdaya.” Ucap kakek tua menatap lurus mata Dien.

Dien yang suram dan marah diam-diam mendengarkan. 

“Meskipun kamu berhasil menjadi pewaris dewa sejati dan dipastikan akan menjadi dewa sejati dengan sangat cepat, namun kamu mungkin akan terbunuh sebelum benar-benar mewarisi kekuatan dewa tersebut. Memiliki sumberdaya yang melimpah juga membuatmu cepat menjadi dewa, namun kamu juga mungkin terbunuh sebelum menjadi dewa sejati. Sementara menjadi dewa dengan usaha sendiri lebih lambat dari dua lainnya, orang biasa mungkin butuh 100 tahun untuk mencapainya, namun sebelum itu benar-benar terjadi kamu mungkin juga terbunuh di tengah jalan. Dan disinilah fungsi latar belakang yang sangat kuat dan terpandang, dimana mereka akan mendukungmu yang masih lemah sebelum kamu menjadi dewa sejati. Dengan dukungan yang sangat kuat, maka musuh atau orang yang iri dengan kejeniusanmu mungkin tidak akan pernah bisa membunuhmu, karena mereka akan mati sebelum benar-benar melukaimu.” Jelas kakek tua mengenang begitu banyak pengorbanan yang harus dia lakukan demi mencapai tahta dewa sejati. 

Dien dapat merasakan kesedihan dan kemarahan kakek tua tersebut. 

“Anak muda, menjadi dewa tanpa dukungan dan latar belakang yang sangat kuat, itu seperti orang buta mencari rumah. Orang buta itu mungkin akan tertabrak mobil saat menyebrang jalan, jatuh ke lubang saat berjalan, atau tanpa sengaja tersesat. Orang buta itu mungkin bisa sampai ke tujuannya tanpa kehilangan nyawanya, namun kemungkinan itu hanya 1 dibanding 1000 kemungkinan.”

“Hasilnya mungkin berbeda jika orang buta itu memiliki pembimbing yang membimbing setiap langkahnya. Memiliki seorang pembimbing yang menuntun langkahnya, orang buta itu mungkin mencapai tujuannya tanpa terkena masalah yang berarti. Namun, jika pembimbingnya sama-sama buta maka hasilnya tetaplah sama. Mereka tidak akan pernah mencapai tujuannya.” Ucap kakek tua memberikan perumpamaan. 

“Kau adalah orang buta. Praktisi muda yang tidak tahu apapun tentang jalan spiritual yang kejam. Bebaskan aku dari tempat ini, maka aku akan membimbingmu menuju tahta dewa sejati. Itu adalah kesempatan yang bisa aku tawarkan kepadamu.” Kakek tua tersenyum tipis menatap tegas Dien yang tampak berpikir keras. 

“Memang masuk akal. Warisan, latar belakang, dukungan, dan sumberdaya yang melimpah memang sangat penting bagi seorang praktisi spiritual. Posisi mereka di jalan spiritual sama pentingnya dengan posisi seorang pembimbing jalan bagi orang buta.” Ucap Dien setuju dengan perumpamaan kakek tua. 

Pak tua tersenyum lebar, karena merasa Dien tergoda dengan tawarannya. 

“Jika aku membantumu lepas dari segel yang mengikatmu di tempat ini, kau akan memberikan warisan dewa kepadaku?” Tanya Dien tidak berharap. 

Kakek tua langsung kehilangan senyumannya.

“Aku mungkin tidak bisa memberimu warisan dewa apapun, namun aku bisa memberimu semua sumberdaya yang dibutuhkan untuk menjadi dewa sejati. Aku bisa membantumu jika terkena masalah yang sangat rumit. Aku bisa menjadi pendukungmu yang sangat kuat dan dapat diandalkan. Aku juga bisa menjadi informan untukmu agar kamu lebih mengenal dunia spiritual. Jika kamu membantuku lepas dari tempat terkutuk ini, percayalah kau akan mendapatkan keuntungan dan tidak akan pernah menyesal karena membantu orang tua ini.” Ucap kakek tua dengan senyuman penuh keyakinan. 

Kakek tua itu yakin Dien akan tergoda dan membantunya lepas dari formasi segel dewa sejati yang menyegelnya selama 400 tahun lamanya. 

Dien sendiri tampak berpikir cukup lama.

“Kakek tua siapa namamu?” Tanya Dien tersenyum licik. 

“Namaku Oldtrosth Soah. Anak muda kamu bisa memanggilku kakek Soah.” Balas kakek Oldtrosth Soah memperkenalkan diri apa adanya. 

Kakek Soah terlihat bersemangat. Orang tua itu berpikir Dien akan membantunya bebas dari segel yang mengurungnya.

Dien sesekali mencuri pandang dengan kakek Soah. Senyuman di bibirnya semakin lebar dan terlihat mengerikan.

“Kakek Soah kau bukan dewa sejati, kan? Kau hanyalah praktisi spiritual tingkat dewa. Apakah aku benar, kakek Soah?” Dien menatap dingin penuh keyakinan.

Kakek Soah terdiam dan tidak menjawab. 

Dien semakin yakin dengan tebakannya, bahwa kakek tua tersebut belum menjadi dewa sejati. 

“Kakek Soah. Aku tidak bisa membantumu lepas dari tempat ini sebelum aku menjadi dewa. Maaf saja, aku tidak percaya denganmu. Siapa yang tahu, kamu mungkin akan membunuhku setelah bebas.” Ucap Dien semakin memperlihatkan senyuman licik dan penuh tipu daya.

Kakek Soah kehilangan senyumannya, air wajahnya mengering, dan ekspresinya seperti monster yang ingin memakan orang hidup-hidup. 

“Aku akan datang kembali dan membebaskanmu setelah menjadi dewa. Agar jika kau memang berniat membunuhku, aku cukup kuat untuk melawanmu. Jadi, tunggulah disini dengan sabar.” Ucap Dien sembari berenang menjauh dari kakek Soah yang terjebak di dua karang. 

Kakek Soah hanya terdiam, namun aura keberadaannya begitu ganas dan mengandung kemarahan. 

“Baik! Sangat baik! Anak muda, kau sangat cerdas dan licik seperti manusia pada umumnya. Kau rubah kecil sialan!” Ucap kakek Soah dengan suara berat dan ditekan penuh kemarahan. 

“Kembalilah kesini ketika kamu berhasil memahami esensi ramuan kebangkitan spiritual. Aku akan memberimu informasi semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat ramuan lima elemen. Selama kau bersumpah akan membebaskanku dari tempat terkutuk ini, maka aku akan membuatmu menjadi dewa dengan cepat. Kau dengar itu rubah kecil?” Ucap kakek Soah menahan amarahnya, dan menampilkan senyuman terbaik yang dia bisa lakukan. 

Dien senang rencananya berjalan dengan sempurna. Senyuman licik di wajahnya berubah menjadi senyuman ramah dan penuh dengan keceriaan 

“Kau dengar itu, rubah kecil! Kembalilah kesini ketika berhasil memahami esensi ramuan kebangkitan spiritual! Kembalilah kesini!!!” Raung kakek Soah mengantar kepergian Dien yang tersenyum puas. 

Dien kembali ke altar lilin pentagram, lalu membayangkan pintu menuju alam bawah sadarnya, dan kembali ke tubuh fisiknya di dunia nyata. 

“Memahami esensi ramuan kebangkitan spiritual?” Dien bertanya-tanya dan merasa kehilangan informasi yang sangat penting tentang jalan spiritual. 

Dien segera membuka buku “Dasar-Dasar Dunia Spiritual.” pemberian kapten Medi yang belum sempat dibaca sepenuhnya, karena sebelumnya Dien hanya membaca garis besarnya saja. 

Dien membaca buku dasar itu secara seksama dan menemukan beberapa informasi penting yang dilewatkan. 

Informasi-informasi penting itu meliputi alam roh, dunia monster, evolusi binatang monster, praktisi liar, praktisi yang bermutasi, dan berbagai anomali yang mengancam kedamaian masyarakat modern. 

Buku "Dasar-Dasar Dunia Spiritual" juga memberikan informasi berbagai tanaman spiritual, ramuan sihir, senjata sihir, teknik sihir, formasi sihir, senjata tersegel, senjata warisan dewa, dan berbagai organisasi praktisi spiritual yang ada di seluruh dunia, serta berbagai perjanjian yang mengikat seluruh negara di dunia agar merahasiakan tentang dunia spiritual dari masyarakat umum. 

Selama 20 menit membaca, Dien akhirnya menemukan apa yang dia cari. 

“Ternyata ramuan kebangkitan spiritual disebut juga ramuan spiritual dasar. Setelah aku memahami esensi ramuan kebangkitan spiritual, aku bisa meminum ramuan lima elemen untuk menjadi praktisi spiritual lima elemen.” Gumam Dien menyimpulkan beberapa informasi tentang ramuan dan cara menerobos tingkat ranah spiritual.

“Memahami esensi ramuan kebangkitan spiritual artinya menguasai pengendalian energi, pengolahan energi, dan penguatan energi spiritual hingga ke tingkat sempurna.” Dien terus membaca, hingga sampai di informasi mengenai bahan-bahan ramuan lima elemen. 

“Ramuan lima elemen. Bahan utama tengkorak monster sihir tingkat 2 dengan atribut yang sesuai atau mendekati. Bahan pelengkap rumput roh api, rumput roh tanah, rumput roh air, rumput roh angin, rumput roh petir, 10 tetes air murni, dan 2 tetes esensi darah monster sihir tingkat 8.” Gumam Dien membaca bahan-bahan ramuan lima elemen. 

“Memahami esensi ramuan lima elemen artinya menguasai kekuatan alam dan menciptakan setidaknya tiga sihir elemen.” Dien terus membaca.

PLAK!!! 

Dien mengakhiri bacaannya, lalu menutup buku dan siap kembali memasuki alam roh untuk menemui kakek Soah demi mendapatkan sebuah informasi. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!