NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reaksi Tak Terduga

Ketika napi tersebut hendak bangun, dengan cepat Kenzo menginjak dada pria itu.

Kael langsung melihat pria yang menginjak napi yang mengganggunya. Untuk sesaat dia membeku. “Ayah,” gumamnya pelan.

Perasaan Kael langsung gugup ketika melihat Kenzo alias Zyan berdiri beberapa meter darinya. Pandangan pria itu terasa menusuk jantungnya. Seolah menyadarkan pria itu kalau dia sudah melakukan kesalahan.

Tugasnya hanyalah menemukan Arsela dan membawanya pulang. Namun pria itu melanggarnya. Dia malah melakukan misi yang bukan tugasnya. Dan yang paling penting, apa yang dilakukannya sudah membuat orang-orang di dekatnya cemas.

Suara kencang peluit terdengar beberapa kali. Beberapa petugas masuk lalu mendekati napi yang tergeletak di lantai. Dengan cepat Kezo menarik kakinya sebelum petugas sampai ke dekatnya.

“Ada apa ini?” tanya salah satu petugas.

“Aku tidak tahu. Tiba-tiba dia jatuh di dekatku,” jawab Kenzo santai. Mateo yang berdiri di samping pria itu langsung menganggukkan kepalanya. Mendukung jawaban yang diberikan Kenzo.

“Kenapa kamu selalu membuat ulah!” tanya sang petugas sambil menarik tubuh napi bernomor C-234 hingga berdiri. Kemudian napi tersebut dibawa keluar dari aula makan.

Petugas kebersihan segera membersihkan makanan yang berserakan di lantai.

Kenzo melanjutkan langkahnya sambil membawa ompreng makanan di tangannya. Dia melewati Kael yang masih terpaku di tempatnya, lalu meletakkan ompreng di atas meja Kael tadi.

Buru-buru Mateo duduk di samping Kenzo. Dia tidak mau jauh sejengkal pun dari pria yang sudah menyelamatkan nyawanya.

Kael tersadar dari lamunannya dan langsung duduk di hadapan ayah angkatnya itu. Baru saja dia mendaratkan bokongnya, Kenzo menyodorkan ompreng makanan ke dekatnya. “Makanlah,” ujarnya dengan suara mirip nada perintah.

Tanpa berani menolak, Kael mengambil ompreng tersebut kemudian memakannya. Melihat Kenzo yang tidak makan apa-apa, Mateo mendorong ompreng makanannya ke dekat pria itu. Kenzo hanya mengambil apel lalu mendorong kembali ompreng pada Mateo.

Usai menghabiskan apelnya, Kenzo berdiri. Dia berdiri sebentar di dekat Kael. “Enam burung hantu di air mancur.”

Setelah mengatakan itu, Kenzo segera berlalu. Sambil berlari kecil, Mateo segera mengikuti pria di depannya. Sekilas dia melihat pada Kael yang tetap duduk di tempatnya.

Pukul enam sore Kael sudah berada di kamar mandi. Apa yang dikatakan Kenzo di aula makan adalah kode pertemuan. Enam burung hantu menunjukkan waktu yang artinya pukul enam sore. Sementara air mancur menunjukkan lokasi yang berarti kamar mandi.

Pintu kamar mandi terbuka. Kenzo masuk kemudian mengunci pintu dari dalam. Dia mendekati Kael yang berada di dekat shower. Pria itu menyalakan dulu kran shower baru kemudian memulai pembicaraan.

“Apa kesalahanmu?”

“Siap! Aku meninggalkan tugas dan melakukan misi tanpa perintah.”

“Apa kesalahan keduamu?”

“Siap! Tidak melaporkan apa yang kutemukan.”

“Dan kesalahan fatalmu?”

“Aku masuk ke sini tanpa perhitungan matang.”

Suara tulang yang terkena tendangan terdengar ketika ujung sepatu Kenzo mengenai tulang kering pria di depannya. Kael mengusap tulang keringnya yang terasa nyeri. Hanya beberapa detik, setelahnya dia kembali berdiri tegak.

“Apa kamu sudah bertemu dengan Profesor Elio Sarin?”

“Belum. Dia ditahan di Blok D. Penjara dengan pengawasan super maksimum. Tidak mudah masuk ke sana. Aku masih mencari cara.”

“Jangan lakukan apa pun tanpa perintah dariku!”

“Siap!”

Kenzo mematikan kran shower kemudian keluar dari kamar mandi.

Kael dapat bernapas lega setelah Kenzo berlalu. Alih-alih pelukan hangat dari seorang ayah yang didapat, melainkan sebuah tendangan di tulang keringnya.

Selesai bertemu Kael, Kenzo segera menuju aula makan. Pria itu mengambil ompreng kemudian mengantri di bagian belakang. Dia sengaja berdiri di tempat yang tertangkap cctv.

Kenzo mengetuk ompreng dengan jarinya. Gerakan jarinya dapat tertangkap oleh kamera cctv. Seolah pria itu sedang mengirimkan kode pada seseorang.

Di benua yang berbeda, tampak Armin sedang duduk di depan laptopnya. Beberapa kali dia menguap, kantuk mulai menjemputnya. Saat hendak mengakhiri tugas pengawasannya, dia melihat Kenzo dari kamera cctv yang berhasil diretasnya.

Dengan cepat dia mencatat kode yang diberikan Kenzo.

***

Kenzo tengah bersantai di dalam selnya, duduk berselonjor di atas ranjang sambil membaca buku. Seorang petugas datang kemudian mengetuk pintu sel. “B-315, ada tamu untukmu!”

Kenzo segera bangun dari posisinya kemudian keluar dari selnya. Pria itu mengikuti petugas di depannya menuju ruang khusus saat napi bertemu penyidik atau pengacara.

Sang petugas membukakan pintu. Tampak seorang pria duduk di depan meja persegi sambil menopang sebelah kakinya. Kenzo berjalan santai kemudian mendudukkan diri di depan pria tersebut.

Dia adalah Sergio, yang sudah pasti bukan nama aslinya karena pria itu adalah anggota SIV atau Badan Intelijen Verentis.

“Apa pembicaraan ini direkam?” tanya Kenzo tanpa basa-basi.

“Tidak. Katakan dengan cepat, apa maumu?”

“Berikan aku akses ke Blok D. Aku perlu bertemu dengan Prof. Elio Sarin.”

“Napi di Blok D itu napi dengan pengawasan tertinggi di sini. Tidak mudah untuk sampai ke sana, dan aku tidak punya kewajiban untuk membantumu.”

“Kamu memang tidak ada kewajiban untuk membantuku. Masalah yang terjadi di masa datang berasal dari negaramu. Kalau kamu tidak mau membantu, maka kehancuran dunia disebabkan olehmu.”

Sergio terdiam sejenak. Dia memandang lekat Kenzo. Hector memang sudah mengatakan soal bahaya Regalis-V.

Diam-diam dia juga menyelidiki Vexion Pharma Global. Informasi yang dia dapat tidak cukup banyak, tetapi cukup untuk menguatkan kecurigaannya.

“Setiap minggu, Profesor Elio Sarin harus mendapat suntikan untuk penyakit diabetesnya. Dokter yang biasa menyuntiknya akan datang besok. Saat datang, dia akan ditemani seorang petugas. Aku akan mengaturmu menjadi petugas itu.”

“Jam berapa?”

“Jam 11.”

Kenzo terdiam sebentar. Jam 11 adalah waktu bekerja bagi para napi. Besok dia harus berada di workshop. Jika absen tanpa alasan jelas, dia bisa dimasukkan ke ruang isolasi sebagai hukuman.

“Baiklah,” putus Kenzo.

“Jam sebelas, aku tunggu di ruang laundry.”

“Oke.”

“Terlambat sedikit, lupakan bertemu dengan Profesor.”

Tidak ada jawaban dari Kenzo. Pria itu berdiri kemudian keluar dari ruangan tersebut.

***

Mulai pukul sembilan pagi, para napi di LP Verentis Sentral sudah mulai bekerja. Mereka ditempatkan di beberapa workshop. Ada bengkel, studio untuk membuat barang-barang furniture, workhop elektro dan pembuatan tembikar.

Kenzo, Kael dan Mateo saat ini sedang berada di studio pembuatan barang-barang furniture. Semua napi sibuk melakukan pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing.

Selama melakukan pekerjaan, Kenzo memberikan kode pada Kael yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua.

Ketika jam menunjukkan pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit, Kael mendekati Kenzo kemudian melempakan pahat ke dekat pria itu. Suara pahat yang menyentuh lantai langsung menarik perhatian semua napi.

Dengan tenang Kenzo berdiri sambil terus menatap Kael. “Apa masalahmu?”

“Kamu kalah taruhan, bereskan pekerjaanku sesuai taruhan kita.”

“Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu bermain curang?”

“Curang atau tidak, yang jelas kamu sudah kalah!”

Tepat setelah Kael menyelesaikan kalimatnya, sebuah pukulan mendarat di wajahnya. Tak terima dipukul, Kenzo pun membalas. Perkelahian di antara keduanya tidak dapat terelakkan.

Napi yang berada di sana, tidak ada satu pun yang melerai. Mereka malah menikmati perkelahian tersebut.

Kael mengambil pahat yang dilemparnya tadi kemudian mengarahkannya pada Kenzo. Terlambat menghindar, ujung pahat mengenai lengan pria itu.

PRIIIIT!

Suara peluit terdengar, membuat perkelahian di antara keduanya berakhir. Luka di lengan Kenzo terus mengeluarkan darah dan menarik perhatian salah satu petugas.

“Bawa dia ke klinik!” titah petugas itu pada

rekannya.

***

Pengennya dipeluk, yang didapat malah tendangan😂

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Ayuk Witanto
baca aja udah kayak ngos ngosan aku mak😂😂 apalagi jadi timur
bener2 berasa ikut disitu
Ayuk Witanto
makin seru nih...dan pasti mendebarkan
Ayuk Witanto
arsela makin jatuh cinta
husniyah fadhilatul hasana
kepo siihh😆 ketahuan deh wkwkk
vania larasati
lanjut kak
Mio Amore
udh kena serang an jantung pasti bun
Fariedha Rahman Khan
kalau aku jadi timur otomatis aku dag dig dug ser...
Q akan larii cepet trus kalok ada bru mw aku lempar ke orang yg ngejar timur
wkwkwk
suka bnget ceritanya
up lgi dong thor
Ani
Kalau mungkin udah gemeteran plus pingsan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!