NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:923
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Setelah dua hari demam akibat syok dengan tindakan Zaffar. Kini Disty sudah kembali sehat.

Dan selama demam, Javeno tidak membiarkan nya sendiri, Javeno selalu ada di sampingnya dan membantunya dalam segala hal. Penuh perhatian dan penuh kasih sayang.

"Beneran mau sekolah? Nggak lemes?"

Disty tertawa kecil karena Javeno sedari jam enam pagi tadi sudah mempertanyakan ini berulang kali. Javeno masih khawatir dan takut kalau Disty belum benar-benar sembuh.

"Aku udah sembuh kok, kamu rawat aku udah kayak dokter loh. Nggak lemes juga, kan nanti bakal minum vitamin sesuai saran dokter," ujar Disty menjawab hangat sambil memakai bando biru di kepalanya.

Javeno memeluk Disty yang duduk dari belakang, melihat pantulan mereka berdua di cermin hias Disty ini.

"Tapi aku jadinya pengen sakit terus deh, biar dapet perhatian kamu tanpa ada kemarahan," celetuk Disty yang membuat wajah Javeno kembali datar.

"Aku nggak kasih izin," kata Javeno dingin.

Disty tertawa kecil. "Bercanda, memang ada orang bodoh yang pengen sakit? Nggak ada lah," sahutnya.

"Ayo sarapan," ajak Javeno berdiri tegap melepas pelukannya. Tapi beralih menggenggam erat tangan Disty setelah gadis itu berdiri.

Keduanya keluar dari kamar dan turun ke ruang makan, di mana semua menu sarapan sudah tersedia. Ada nasi goreng sesuai permintaan Disty pagi ini.

Sudah ada Gaveno juga yang duduk di meja makan. Gaveno tidak sekolah? Dia sekolah, tapi beda sekolah dengan Javeno.

"Gimana keadaan kamu?" tanya Gaveno menyapa Disty yang baru duduk bersama Javeno di sebelahnya.

Disty mengangguk pelan. Beberapa detik ia memperhatikan Gaveno lalu memperhatikan Javeno.

"Sulit banget bedain mereka berdua," batin Disty.

Disty membuka mulutnya saat Javeno mulai menyuapi dirinya. Masih sama, ia memperhatikan Gaveno dan juga Javeno bergantian untuk mencari perbedaan diantara dua saudara kembar ini. Tapi memang tidak ada celah untuk membedakan.

"Kalau suatu hari kamu memang benar-benar lelah dan ingin lari dari kehidupan yang Javeno beri, aku siap bantu," ucap Gaveno tiba-tiba setelah berhasil memotong roti selai nya, lalu memasukkan ke dalam mulut.

Atmosfer ruang makan langsung berubah. Yang tadinya tenang dan sedikit menegangkan. Kali ini lebih dari itu. Lebih mencekam karena Javeno yang berhenti.

"Kapan pun," lanjut Gaveno santai tanpa melihat Javeno dan Disty, fokus dengan sarapan nya.

Tapi kalimat yang keluar dari mulut Gaveno, mampu membuat Javeno diam. Berhenti menyuapi Disty yang juga tegang dan takut.

Disty sedikit gelagapan saat Javeno menatap dirinya, ia meminum air sampai tersisa setengah lalu menatap Gaveno.

"Dua hari lalu itu_ aku cuma asal ngomong aja, nggak beneran mau lari," katanya gugup, takut kalau Javeno akan mengamuk.

Disty menatap wajah tegang Javeno yang dingin. "Aku cuma bercanda," ucapnya pelan.

Javeno tidak memberi senyum, ia mencium pipi Disty sekilas dan kembali menyuapi Disty.

Sampai sarapan Disty habis, Javeno tetap diam. Sekarang ia membuka vitamin dan di berikan pada Disty yang menerima, langsung meminum dengan patuh.

Setelah itu, Javeno membawa Disty keluar dari mansion dan mereka akan berangkat ke sekolah bersama. Di dalam mobil, Disty merasa takut.

"Jav," panggil Disty pelan.

"Hm," dehem Javeno.

"Kamu marah?" tanya Disty, tapi Javeno diam.

"Aku_ aku cuma asal ngomong kemarin, aku...."

"Kamu nggak akan pernah bisa pergi dari aku, karena sebelum hal itu terjadi, aku yang buat kamu lumpuh atau kehilangan kaki lebih dulu. Aku pernah bilang itu kan?" Javeno menoleh pada Disty sekilas, lalu tangannya menggenggam tangan Disty.

Disty mengangguk kaku lalu ia diam, menatap ke depan juga sampai mereka sudah berada di parkiran sekolah.

Turun bersama. Dan Disty langsung di hampir oleh Zayna.

"Dis, dua hari nggak masuk.. kenapa? Lo baik-baik aja kan?" tanya Zayna khawatir dan menggenggam kedua tangan Disty.

Disty melirik Javeno yang melihat dengan dingin, lalu dengan cepat melepas genggaman tangan Zayna.

Zayna juga melirik pada Javeno, ia baru sadar kalau Disty berangkat bareng Javeno.

Tanpa bicara, Disty melangkah duluan di susul oleh Zayna karena ia merasa tatapan Javeno sangat menghunus dirinya.

"Tatapan Javeno ke gue barusan kayak mau nelen gue hidup-hidup," bisik Zayna tapi Disty tidak menanggapi.

Sedangkan Javeno masih memperhatikan langkah dua gadis itu. "Apa dia cewek normal? Dia bukan kayak Melinda 'kan? Kalau gue kasih izin Disty berteman sama dia, apa dia nggak akan rebut Disty dari gue?"

Pertanyaan itu muncul di kepala Javeno sedari kemarin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!