NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Lin Tian Vs Khor'sal

Mereka segera memasuki arena latihan.

Murid-murid lain mulai berkumpul di sekitar untuk menonton. Bahkan beberapa prajurit Asura yang sedang lewat ikut berhenti karena penasaran.

Kharos sendiri tidak menghentikan pertarungan tersebut.

Ia justru terlihat tertarik.

"Pertarungan ini diawasi. Pembunuhan dilarang, tetapi memberikan luka diperbolehkan." Tatapannya menyapu keduanya. "Tujuan utamanya adalah untuk belajar."

Aura di arena langsung menegang.

Lalu suara Kharos menggema keras.

"Mulai!"

Khor'sal langsung bergerak begitu pertarungan dimulai, aura agresifnya meledak tanpa ditahan sedikit pun.

"Orang luar, Lapisan Keempat tetaplah lebih rendah dari Lapisan Kelima, akan kutunjukkan cara bertarung sesungguhnya kepadamu!"

Ia menerjang maju sambil mengayunkan pedang raksasanya dengan kekuatan brutal. Tekanan angin dari serangan itu saja sudah cukup untuk membelah tanah arena.

Namun Lin Tian tetap tenang, tubuhnya seketika menghilang sesaat dengan menggunakan Langkah Bayangan.

Pedang besar Khor'sal menghantam udara kosong.

DUAAAR!

Tanah arena langsung retak besar akibat benturan tersebut.

Lin Tian muncul kembali beberapa meter di sampingnya sambil memperhatikan lawannya dengan tenang.

Amarah Khor'sal membuat pola serangannya menjadi kasar dan penuh celah, dan Lin Tian langsung memanfaatkannya.

"Serangan Fusi Jiwa!"

Tinju yang dipenuhi energi sembilan elemen menghantam sisi tubuh Khor'sal secara langsung.

BOOM!

Tubuh raksasa itu terpental beberapa langkah ke samping.

Seluruh arena langsung terdiam, bahkan Khor'sal sendiri tampak terkejut.

"Apa…? Kekuatannya setara denganku?!"

"Bagaimana Lapisan Keempat bisa menandingi Lapisan Kelima?!"

Lin Tian berdiri tenang sambil menarik napas perlahan. "Perbedaan tingkat tidak selalu mutlak, tetapi pengendalian teknik juga menentukan hasil."

Nada suaranya datar.

Bukan ejekan, itu hanya lah fakta. Namun justru itu membuat Khor'sal semakin marah.

"Arogan! Aku akan menghancurkanmu sekarang!"

Aura merah gelap langsung meledak dari tubuhnya. Kekuatan spiritualnya meningkat drastis, Ia mencoba memasuki mode bertarung penuh seperti binatang buas yang kehilangan kendalinya.

Serangannya menjadi lebih cepat. Lebih brutal, tetapi juga lebih ceroboh.

Lin Tian langsung mengangkat tangannya.

"Domain Fusi Jiwa!"

Dalam sekejap, area di sekitar arena berubah. Gravitasi meningkat, dan udara terasa jauh lebih berat.

Pergerakan Khor'sal langsung melambat. Bahkan kultivasinya terasa ditekan sekitar dua puluh persen.

Ekspresi Khor'sal berubah kaget.

"Domain? Lapisan Keempat memiliki Domain?!"

"Itu tidak mungkin!"

Lin Tian tetap tenang di tengah tekanan energi yang berputar di sekelilingnya. "Bukan tidak mungkin, hanya sangat jarang."

Sebelum Khor'sal sempat bereaksi, Lin Tian langsung mengangkat kedua tangannya.

"Belenggu Sembilan Naga!"

Sembilan rantai energi muncul dari berbagai arah seperti naga yang hidup. Dalam sekejap, seluruh tubuh Khor'sal terikat sepenuhnya.

Pedang raksasanya jatuh menghantam tanah. Dan tidak peduli seberapa keras ia mencoba bergerak, rantai itu tetap menahannya.

Pertarungan selesai.

Khor'sal kalah.

Arena langsung sunyi total. Semua orang menatap pemandangan itu dengan tidak percaya. Seorang Lapisan Keempat… Mengalahkan Lapisan Kelima puncak.

Dan bukan dengan keberuntungan, tetapi dengan teknik dan pengendalian mutlak.

Beberapa detik kemudian, seluruh arena langsung meledak dalam keributan besar.

"Mustahil!"

"Lapisan Keempat mengalahkan Lapisan Kelima puncak?!"

"Dia bahkan memiliki Domain!"

"Orang luar itu seperti nya monster!"

Kharos sendiri tertawa keras sambil menyilangkan tangannya.

"Bagus sekali!" Tatapan emasnya penuh kepuasan. "Lin Tian menunjukkan bakatnya. Lalu Khor'sal belajar sedikit tentang kerendahan hati."

Ia lalu memandang keduanya secara bergantian.

"Pertarungan selesai. Dan kalian berdua sama-sama mendapatkan pelajaran."

Khor'sal berdiri diam beberapa saat.

Wajahnya penuh konflik. Ia baru saja dikalahkan oleh seseorang yang kultivasinya lebih rendah.

Harga dirinya jelas terpukul. Namun semakin ia memikirkan pertarungan tadi, semakin ia sadar bahwa kemenangan Lin Tian bukan kebetulan.

Bakatnya memang nyata.

Kekuatannya memang sah. Dan tanpa sadar, rasa hormat mulai muncul di dalam dirinya.

Meski kecil. Meski masih tertahan oleh gengsi, tetapi tetap ada.

Sementara itu, Mira'tok terlihat sangat bersemangat.

"Lin Tian!" Ia hampir tertawa kegirangan. "Itu luar biasa!"

"Domain. Pengendalian teknikmu benar-benar gila!"

Tatapannya penuh antusiasme.

"Nanti kita bertarung juga, Aku ingin belajar langsung darimu."

Lin Tian mengangguk kecil. "Aku setuju. Kita bisa saling belajar."

Mira'tok langsung terlihat makin semangat.

Di sisi lain, Zhen'ar berjalan mendekat dengan langkah tenang.

Tatapan peraknya menatap Lin Tian beberapa saat sebelum akhirnya berbicara.

"Pertarungan tadi menunjukkan banyak hal...Bukan hanya kekuatanmu."

Lin Tian diam dan mendengarkan.

"Kau bisa mengalahkan Khor'sal...Tapi kau tidak mencoba mempermalukannya lebih jauh. Kau menahan diri pada saat yang tepat."

Tatapannya tetap dingin, tetapi kali ini ada sedikit pengakuan di dalamnya.

"Itu menunjukkan karakter...Ajaran kakekmu benar-benar telah tertanam dalam dirimu."

Ia berhenti sejenak.

"Penilaianku masih belum selesai. Tapi arahmu sejauh ini positif."

Bagi orang lain, itu mungkin terdengar biasa saja. Namun bagi Zhen'ar, itu hampir setara pujian besar.

Lin Tian bisa merasakannya.

***

Malam itu, Lin Tian kembali ke kamarnya sambil merenungkan seluruh kejadian hari ini.

Pelatihan kelompok ternyata jauh lebih sulit dibanding yang ia bayangkan.

Kerja sama membutuhkan kepercayaan. Dan kepercayaan tidak bisa muncul begitu saja.

Namun perlahan, mereka mulai bergerak ke arah yang benar.

Khor'sal masih keras kepala, tetapi sikapnya mulai berubah sedikit demi sedikit.

Mira'tok tetap ramah dan penuh semangat.

Sedangkan Zhen'ar… Pria itu sulit ditebak. Namun jelas sangat bijaksana.

Lin Tian juga menyadari satu hal penting dari pertarungan tadi.

Menang bukan berarti harus mempermalukan lawan.

Rasa hormat bisa didapatkan bukan hanya melalui kekuatan, tetapi juga melalui cara menggunakan kekuatan tersebut.

Dan itu kembali mengingatkannya pada ajaran Yeye.

Menjadi kuat tanpa kehilangan karakter. Menjaga keseimbangan.

Ia masih jauh dari sempurna tetapi setidaknya ia terus mencoba.

Pikirannya sempat kembali menuju rumah.

Baba.

Bibi Yue.

Para neneknya.

Mungkin mereka sedang mengkhawatirkannya sekarang.

Mungkin suatu hari nanti ia harus mengirim kabar. Namun untuk saat ini, fokusnya tetap pada latihan.

Pada misinya.

Pada jalan yang harus ia tempuh.

Karena semua ini belum selesai. Dan belum akan selesai dalam waktu dekat.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!