NovelToon NovelToon
Puncak Abadi

Puncak Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: RiZESheall

Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginginkan Kecantikan Nona Muda

Setelah berhasil mengkultivasi teknik tinju awan, Yun Fei tidak berhenti disitu, dia terus berlatih dan melatih teknik tinju awan sampai dia mahir dalam mengendalikan kekuatannya.

Sekali dan dia kali, Yun Fei telah menumbangkan merobohkan beberapa pohon dengan tinju awan.

Dengan Yuan Qi miliknya yang begitu murni karena melatih seni asal yang murni, kekuatan yang dimiliki oleh Yun Fei tampak sangat kuat.

Dengan memiliki sebuah teknik bela diri, kekuatan pukulan Yun Fei dengan tinju awan itu dua sampai tiga kali lipat lebih kuat dari kekuatan mentah miliknya.

Berjam-jam Yun Fei berlatih tanpa henti, melatih kemampuannya sampai mahir dan tidak membuat kesalahan.

Malam terlewati...

Pagi hari, matahari hendak menyingsing di arah timur.

Yun Fei keluar dari arah pepohonan dibelakang sana, dia membawa seekor kelinci liar yang baru saja dia tangkap.

Semalam Yun Fei melupakan rasa laparnya dan berfokus untuk berlatih. Saat ini pagi ini, dia tidak bisa menahannya dan memilih berburu hewan yang ada di hutan itu untuk menjadikannya sebagai makanan.

Setelah beberapa waktu, Yun Fei telah mengisi perutnya yang lapar dan memuaskan dirinya.

Hari ini, dia ingin melanjutkan lagi perjalanan menuju ke Istana 9 Surga.

Namun itu bisa dilakukan setelahnya.

Pagi hari sebelum matahari benar-benar terlihat adalah waktu yang sangat baik, untuk berkultivasi.

Yun Fei duduk bersila di pinggir area yang memiliki tebing yang tidak begitu dalam, dia duduk disana dan mulai berkultivasi mandiri.

Menjalankan seni asal yang murni, menarik energi spiritual asal dan murni di udara, menariknya masuk kedalam tubuhnya.

Sejumlah kecil energi spiritual yang begitu murni, perlahan-lahan ditarik dan diserap oleh Yun Fei. Yun Fei tidak terburu-buru dengan itu, dia dengan pasti terus menarik energi spiritual yang murni di udara, menarik ke tubuhnya pada dantiannya.

Sebetulnya dengan inti asal miliknya di dantiannya itu, hampir mengubah seluruh Yuan Qi miliknya menjadi Yuan Qi yang sangat murni.

Pada saat ini, ada sebuah dinding tipis, sebuah penghalang yang menghalangi proses Yun Fei.

Yun Fei mengerutkan keningnya, dia terus mencoba menembus dinding tipis penghalang itu.

Hanya sebuah dinding tipis, tidak akan menghentikan Yun Fei.

Kacha!

Dinding penghalang tipis itu pecah dan hancur ketika Yun Fei berusaha lebih.

Jalur spiritual ke 7, terbuka.

Dinding tipis yang menghalangi Yun Fei itu, sebenarnya adalah dinding yang menghalangi pembukaan jalur spiritual yang ke 7.

Namun dengan usaha Yun Fei yang lebih, Yun Fei berhasil membuka jalur spiritual yang ke 7 di dalam tubuhnya.

Yun Fei perlahan membuka matanya.

"Ini!!!" Mata Yun Fei terbuka, sorot matanya seakan membara dan penuh energi.

Energi spiritual yang begitu murni, menyelimuti tubuh Yun Fei. Kekuatan yang lebih besar lagi, dilepaskan tanpa sengaja.

"Akhirnya aku berhasil menembus dinding itu, dan sekarang aku membuka 7 jalur spiritual."

Yun Fei merasakan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya, yang berasal dari dirinya yang dapat dia rasakan dengan jelas.

Namun sejujurnya bagi Yun Fei, dia berpikir jika sebelumnya dia berlatih tanpa memperdulikan pengajaran Yang Yunfeng itu, dia merasa bahwa dia mungkin telah membuka lebih banyak jalur spiritual dan mencapai lapisan ke-3 ranah Pemurnian Qi.

Tapi meski begitu, Yun Fei tidak merasa pengajaran Yang Yunfeng berikan itu, itu berguna dan bermanfaat bagi Yun Fei.

Berdiri dan meregangkan otot-ototnya lagi, Yun Fei melihat ke arah timur, dimana matahari telah terlihat dan itu lebih tinggi lagi.

"Huff, ayo melanjutkan perjalanan ini lagi."

Dengan kultivasinya yang meningkat sedikit dan kekuatannya bertambah, Yun Fei memulai lagi perjalanannya dengan semangat yang tinggi.

Sehari terlewati, Yun Fei hanya terus berjalan, dan akan berhenti untuk beristirahat ketika hari mulai gelap dan malam. Lalu Yun Fei ketika pagi hari, dia akan berkultivasi sebentar karena itu waktu yang baik baginya, dan lalu melanjutkan perjalanan lagi setelah mengisi perutnya dan tenaganya.

Terus seperti itu selama beberapa hari berikutnya, dan Yun Fei telah menempuh perjalanan yang cukup jauh hanya dengan berjalan kaki selama lima hari ini.

Namun dalam perjalanan itu, Yun Fei tidak hanya sekedar melakukan perjalanan dan kultivasi yang ringan, dia melatih dirinya dengan pergerakan yang menggunakan ledakan Qi di kakinya dan membuat pergerakan yang meningkat pesat cepatnya.

Hanya melakukan pergerakan yang berulang kali itu, Yun Fei berhasil menciptakan sebuah teknik pergerakan.

Yun Fei menyeka keringat di dahinya, menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. "Fiuh, ku pikir itu akan sulit, tapi sepertinya berhasil."

"Mencoba menciptakan teknik gerakan ku sendiri itu, sebenarnya berhasil karena aku cukup berpikir luas."

Dalam beberapa hari ini, selain berkultivasi di waktu-waktu itu, Yun Fei juga memikirkan penjelasan dari pengajaran Yang Yunfeng padanya sebelumnya itu.

Dan mempelajari teknik bela diri yang diberikan oleh Yang Yunfeng, Yun Fei memikirkan itu beberapa kali, dan mencoba membuat teknik pergerakan miliknya sendiri.

Namun siapa sangka jika dalam beberapa hari mencobanya, ternyata Yun Fei berhasil menciptakan teknik gerakannya.

Sebuah pergerakan yang cepat dengan ledakan Qi di kakinya, membuatnya bergerak dalam jarak 5 sampai 10 meter hanya dalam sekejap mata.

Namun setelah itu, wajah Yun Fei menurun. "Tapi, itu sedikit kurang baik, aku hanya bisa melakukan 3 sampai 4 kali tanpa putus. Selebihnya itu tidak berhasil."

Yun Fei bisa melakukan teknik pergerakan miliknya sebanyak 3 sampai 4 kali penggunaan. Namun jika dia melebihi itu, itu seperti tubuhnya menjadi canggung dan tidak berhasil menggunakan teknik pergerakannya lagi.

Ada waktu jeda beberapa saat untuk Yun Fei menggunakan teknik pergerakannya lagi.

Yun Fei melihat sebuah jalan setapak lagi. Dia telah melewati pepohonan hutan saat menciptakan teknik gerakannya itu.

Saat Yun Fei sedang berjalan dengan santainya, dia mendengar suara yang cukup jauh dari tempat dia berada.

Suara itu terdengar dentingan besi yang saling beradu, dan suara-suara orang. Dari suara itu, itu seperti sebuah pertarungan yang terjadi.

Yun Fei mendengar itu dengan samar-samar. Meski itu cukup jauh, namun pendengaran Yun cukup tajam.

"Ini seperti suara besi yang beradu kan?" Yun Fei mendengar suara dentingan besi yang mendesing kuat.

Suara pertarungan itu cukup jelas. Karena hal itu, Yun Fei yang awalnya diam saja, dia tiba-tiba menjadi penasaran.

Dengan rasa penasaran itu, Yun Fei lalu dengan wajah datar membawa dirinya untuk pergi ke arah dari suara pertarungan itu.

Yun Fei dengan sadar, dia mendekat ke arah pertarungan itu.

Meski dia seharusnya menjaga dirinya dan tidak melibatkan diri dengan orang lain, dia masih penasaran dengan suara pertarungan itu.

Dia adalah orang yang awam dan tidak memiliki pengalaman untuk bertarung dengan seseorang atau lebih. Karena hal itu, saat ini Yun Fei terlihat sangat penasaran dan bergegas untuk melihat apa itu.

Di jarak sekitar seratus meter jauhnya, ada sekelompok orang yang mengepung sebuah kereta kuda.

Orang-orang berjumlah lima itu, sedang menyerang dua orang berpakaian hitam yang mengawal kereta kuda itu.

Sebuah pedang menebas dengan kuatnya.

Pria berpakaian hitam itu menahannya dengan pedang miliknya.

Percikan bunga api saat kedua pedang bertemu.

Sebuah serangan telapak tangan datang dari belakang dengan kuatnya.

Pria berpakaian hitam itu merasakan bahaya, dia langsung mendorong pedang yang dia tahan dengan kuat.

Dia ingin mengelak dari serangan belakang itu, namun itu terlambat, serangan telapak tangan masuk menyerang punggungnya.

Kuakkk!

Pria berpakaian hitam itu jatuh kedepan dan berguling. Serangan telapak tangan itu sangat kuat, sampai membuatnya memuntahkan darah.

Pria dengan rambut merah yang memegang pedang itu menyeringai menatap pria berpakaian hitam itu. "Pak tua Ding, sebaiknya kau menyerah saja. Kalian berdua tidak akan bisa menang melawan kami berlima."

Pak tua Ding itu wajahnya sedikit pucat dengan raut wajah yang penuh keringat. "Bajingan sialan! Wu Zhang, beraninya kau mengkhianati nona muda!"

Pria berambut merah itu bernama Wu Zhang.

Di samping itu, pria berpakaian hitam yang lain, dia terdorong jauh dan jatuh, tubuhnya penuh luka.

Melawan dua orang yang kekuatannya secara dengannya itu sungguh berlebihan, dan membuatnya hampir mati.

Wu Zhang menjilat bilah pedangnya, dan melirik ke arah kereta kuda dan kembali melihat pada pak tua Ding itu. "Hahaha, mengkhianati? Tidak ada yang seperti itu."

"Sejak awal kami bergabung dengan kediaman keluarga Yan, memang kami menginginkan nona muda itu."

"Dengan wajah yang cantik dan tubuh yang menggoda seperti itu, tidak mungkin akan kami lewatkan."

Wu Zhang dan keempat orang-orang itu, dari awal mereka bergabung kedalam kediaman keluarga Yan, mereka sejak awal memiliki niat yang buruk.

Di dalam kereta kuda, ada dua orang gadis yang berdiam diri didalam dengan ketakutan.

Satu gadis yang berpakaian coklat, dia memeluk gadis cantik berpakaian ungu itu.

Gadis cantik itu tubuhnya bergetar ketakutan, matanya berkaca-kaca.

Dia adalah nona muda keluarga Yan, yang mereka maksud, Yan Ruyu.

1
fathir2015 fathir2015
kata2 nya banyak yang diulang-ulang
Udin Alex
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!