NovelToon NovelToon
The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: 羽菜

Mikayla tidak hanya dikhianati.

Ia dihancurkan.

Dipaksa menikah menggantikan kakaknya, lalu dikhianati oleh suaminya sendiri bersama wanita yang seharusnya ia lindungi. Lebih kejam lagi, keluarganya sendiri merampas masa depannya membuatnya kehilangan satu hal yang paling berharga bagi seorang wanita.

Setiap hari diberi obat agar tidak bisa mengandung, Rahimnya dibuat tidak berfungsi, Namun mereka lupa satu hal, wanita yang mereka hancurkan tidak benar-benar mati.

Dua tahun kemudian, ia kembali dengan identitas baru sebagai Michelle Ad Lynne lebih cerdas, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Dengan kekuatan finansial triliunan dan kecerdasan yang terasah, ia tidak datang untuk meminta keadilan.

Ia datang untuk menghancurkan.

Sedikit demi sedikit, segala yang dia bangun mulai runtuh tanpa peringatan. Tanpa ampun, kenyataan itu menghantamnya keras seperti pisau yang terus-menerus menebas luka lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 羽菜, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Kompensasi

Reno ternyata bukan sekadar tangan kanan yang setia. Ia adalah mata-mata yang dikirim langsung oleh Gerald Abimanyu putra tertua yang memimpin perusahaan utama.

Gerald menyandarkan tubuhnya dengan santai, sudut bibirnya terangkat tipis saat membaca laporan di tangannya. “Cih… korupsi rupanya. Pantas saja cabang yang dikelola Elang hanya menghasilkan keuntungan sekecil itu.” Tatapannya beralih, tajam namun penuh perhitungan. “Lalu… bagaimana dengan istrinya?”

“Sesuai perintah Anda, Tuan,” jawab Reno tenang, nyaris tanpa emosi. “Wanita itu bersedia bekerja sama, tapi tidak tanpa imbalan mengingat kerugian yang ia alami.”

Gerald terdiam sesaat, seolah menimbang sesuatu yang lebih dalam dari sekadar angka. “Aku tidak pernah benar-benar mengerti… dulu gadis itu dipaksa menikah, menggantikan Naura yang koma.” Ia menghela napas pelan, namun tidak ada simpati di sana. “Dan sekarang… diracuni sampai kemungkinan besar tidak bisa memiliki anak. Menarik.”

Reno tidak menanggapi, hanya melanjutkan laporan dengan nada datar. “Ada pergerakan aset rahasia diberangkasnya, Tuan. Sekitar tujuh kilogram emas telah dijual oleh Nona Mikayla, dan dananya masuk ke rekening pribadinya. Selain itu ditemukan juga rekening milik ibu Anda di luar negeri.”

Ia menyerahkan data tersebut ke hadapan Gerald.

Tanpa ragu, Gerald mengambilnya, membaca sekilas, lalu mengetuk ringan meja dengan jari telunjuknya. Keputusan diambil secepat itu. “Cairkan semuanya,” ucapnya singkat.

Reno mengangkat pandangan…

“Kirimkan ke Mikayla,” lanjut Gerald, suaranya tetap tenang, namun sarat makna. “Anggap saja itu… kompensasi atas pernikahan yang tidak pernah ia pilih.”

Sebuah senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

Bukan karena simpati, melainkan karena permainan ini, akhirnya menjadi jauh lebih menarik dari yang ia perkirakan.

Gerald Abimanyu, sang hiu utama di keluarga Abimanyu dan kakak tertua Elang, selama ini telah memasang mata melalui Reno. Sejak awal, Gerald tidak pernah sepenuhnya percaya pada adik laki-lakinya yang tampak ambisius namun ceroboh itu.

Gerald menatap layar monitor yang menampilkan grafik penurunan keuntungan di cabang yang dikelola Elang. Wajahnya dingin, setajam garis rahangnya.

"Korupsi untuk membiayai gaya hidup wanita simpanan dan mertua benalu," gumam Gerald sambil menyesap cerutu mahalnya. "Elang benar-benar meremehkan audit internal perusahaan utama."

Gerald membolak-balik berkas laporan medis Mikayla yang dikirimkan Reno hasil visum dari Dr. Alvian. Matanya menyipit saat membaca bagian tentang sabotase hormon.

"Ibu dan Elang benar-benar gila. Menghancurkan masa depan seorang wanita hanya untuk menguasai harta bawaannya?" Gerald melempar berkas itu ke meja. "Reno, pastikan Mikayla mendapatkan semua akses yang dia butuhkan. Aku ingin dia yang menjadi 'ujung tombak' untuk mengeksekusi Elang. Aku tidak mau tangan perusahaan utama kotor oleh darah saudara sendiri."

Reno mencatat instruksi Gerald dengan teliti. Saat Gerald melihat laporan tentang rekening luar negeri ibunya yang berhasil dilacak Mikayla, ia hanya tertawa meremehkan.

"Ibu pikir dia bisa menyembunyikan uang hasil 'pemangkasan' dividen perusahaan di sana?" Gerald menyerahkan sebuah kartu akses digital kepada Reno. "Cairkan seluruh isi rekening itu. Kirimkan ke rekening pribadi Mikayla. Berapa totalnya?"

"Sekitar 250 Miliar Rupiah dalam mata uang asing, Tuan," jawab Reno.

"Kirimkan semuanya. Katakan pada Mikayla, itu adalah bayaran atas kesabarannya selama lima tahun menjadi 'perawat' di rumah itu. Dan beritahu dia, aku ingin Elang jatuh sejatuh-jatuhnya di hari pernikahannya nanti. Aku akan hadir untuk menyaksikan 'kado' darinya."

Aliran Dana Baru di Tangan Mikayla

Di apartemennya, Mikayla tertegun melihat notifikasi masuk. Saldo rekeningnya yang sudah bernilai triliunan kini bertambah lagi sebesar 250 Miliar.

Pesan dari Reno: "Tuan Besar Gerald sudah tahu semuanya. Beliau memberikan kompensasi penuh atas kerugianmu. Beliau mendukung 'pembersihan' Elang dari silsilah keluarga Abimanyu."

Mikayla menyandarkan kepalanya, tertawa pelan yang kemudian berubah menjadi tawa kemenangan yang dingin.

"Jadi, Elang... kamu pikir kamu punya dukungan keluarga?" bisik Mikayla. "Kamu bahkan tidak tahu kalau kakak kandungmu sendiri yang membukakan pintu penjara untukmu."

Persiapan "Gong" Pernikahan

Dengan dukungan penuh dari Gerald Abimanyu (pemilik kuasa penuh perusahaan), posisi Mikayla kini tak tergoyahkan.

Status Perusahaan: Gerald memberikan wewenang pada Mikayla untuk menjadi "Saksi Ahli" dari pihak internal perusahaan saat pelaporan penggelapan dana nanti.

Pemulihan Nama Baik: Gerald menyiapkan tim humas untuk memastikan bahwa saat skandal ini meledak, Mikayla akan dicitrakan sebagai korban yang tangguh dan cerdas, sementara Elang, Naura, dan ibunya akan dicap sebagai penjahat kemanusiaan.

"Reno," Mikayla menelepon balik. "Sampaikan terima kasihku pada Tuan Gerald. Katakan padanya, aku akan memastikan pertunjukan di hari pernikahan nanti akan menjadi sejarah yang tak terlupakan bagi keluarga Abimanyu."

Mikayla menutup teleponnya. Kini, ia tidak hanya memiliki uang dan bukti, ia memiliki restu dari sang penguasa tertinggi. Elang dan Naura di Bali benar-benar sedang menari di atas bom waktu yang tombol pemicunya ada di tangan Mikayla dan Gerald.

Instruksi Rahasia Gerald kepada Reno

Gerald membolak-balik berkas di tangannya dengan gerakan tenang, namun sorot matanya semakin tajam di setiap halaman yang ia baca. Laporan medis Mikayla hasil visum dari Dr. Alvian terbuka jelas di hadapannya, ia berhenti pada satu bagian, tentang sabotase hormon.

Rahangnya mengeras, ada jeda singkat, cukup untuk menahan sesuatu yang hampir muncul ke permukaan. “Ibu… dan Elang benar-benar sudah melewati batas,” gumamnya rendah, lebih pada dirinya sendiri. “Menghancurkan masa depan seorang wanita hanya demi menguasai harta bawaannya…”

Tanpa emosi berlebih, ia melempar berkas itu ke atas meja. Kertas-kertas itu menyebar sedikit, menciptakan suara kering yang memecah keheningan. Gerald mengangkat pandangannya ke arah Reno. “Pastikan Mikayla mendapatkan semua akses yang dia butuhkan,” ucapnya tegas, tanpa ruang untuk ditawar. “Data, jalur keuangan, celah hukum semuanya.”

Reno mengangguk singkat…

“Aku ingin dia yang menjadi ujung tombak,” lanjut Gerald, nada suaranya tetap datar namun penuh perhitungan. “Biarkan dia yang mengeksekusi Elang.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara lebih rendah “Aku tidak ingin tangan perusahaan utama kotor oleh darah saudara sendiri.”

Ruangan kembali hening.

Namun kali ini, bukan sekadar sunyi, melainkan awal dari strategi yang jauh lebih berbahaya di mana balas dendam tidak lagi digerakkan oleh emosi, melainkan dikendalikan sepenuhnya oleh perhitungan.

Kompensasi Fantastis untuk Mikayla

Reno mencatat setiap instruksi tanpa melewatkan satu kata pun. Sementara itu, Gerald hanya menatap laporan tambahan yang disodorkan kepadanya tentang rekening luar negeri milik ibunya yang berhasil dilacak oleh Mikayla.

Sebuah tawa pendek keluar dari bibirnya, dingin dan meremehkan.

“Ibu pikir dia bisa menyembunyikan uang hasil ‘pemangkasan’ dividen perusahaan di sana?” ujarnya santai, seolah sedang membahas hal sepele.

Ia lalu menyerahkan kartu akses digital kepada Reno tanpa ragu. “Cairkan seluruhnya. Kirim ke rekening pribadi Mikayla. Berapa totalnya?”

“Sekitar dua ratus lima puluh miliar rupiah dalam bentuk mata uang asing, Tuan.”

Gerald mengangguk tipis, seolah angka sebesar itu tidak berarti apa-apa. “Kirimkan semuanya. Katakan itu bayaran atas kesabarannya selama lima tahun menjadi ‘perawat’ di rumah itu.” Nada suaranya tetap datar, namun mengandung tekanan yang jelas. “Dan sampaikan juga… aku ingin Elang jatuh sehancur-hancurnya tepat di hari pernikahannya. Aku akan datang untuk menyaksikan ‘hadiah’ darinya.”

Reno hanya menjawab singkat, “Dimengerti, Tuan.”

____

Di apartemennya, Mikayla yang sedang menatap layar tablet mendadak terdiam. Notifikasi transaksi masuk muncul berurutan, angka demi angka bertambah hingga akhirnya berhenti di nominal yang tidak kecil dua ratus lima puluh miliar rupiah.

Saldo yang sudah berada di angka fantastis kini bertambah jauh lebih besar.

Pesan dari Reno menyusul tak lama kemudian.

Tuan Besar Gerald sudah mengetahui semuanya. Beliau memberikan kompensasi penuh atas kerugian Anda dan mendukung pembersihan Elang dari silsilah keluarga Abimanyu.

Mikayla membaca pesan itu sekali, lalu sekali lagi.

Perlahan, ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Sebuah tawa kecil lolos dari bibirnya ringan di awal, namun perlahan berubah menjadi tawa dingin yang penuh kemenangan.

“Jadi, Elang…” bisiknya pelan, matanya menatap kosong ke depan. “Kamu pikir kamu punya dukungan keluarga?”

Senyum itu kembali muncul, lebih tajam dari sebelumnya. “Kamu bahkan tidak sadar… kakak kandungmu sendiri yang membukakan pintu penjara untukmu.” Dan kali ini, Mikayla benar-benar yakin permainan ini tidak lagi seimbang, karena sekarang ia tidak hanya memiliki rencana ia juga memiliki kekuasaan.

"Reno," Mikayla menelepon balik. "Sampaikan terima kasihku pada Tuan Gerald. Katakan padanya, aku akan memastikan pertunjukan di hari pernikahan nanti akan menjadi sejarah yang tak terlupakan bagi keluarga Abimanyu."

Mikayla menutup teleponnya. Kini, ia tidak hanya memiliki uang dan bukti, ia memiliki restu dari sang penguasa tertinggi. Elang dan Naura di Bali benar-benar sedang menari di atas bom waktu yang tombol pemicunya ada di tangan Mikayla dan Gerald.

1
Nurhartiningsih
makin seru ih
Nurhartiningsih
wah jodoh yg sesungguhnya Dateng tuh mika
Nurhartiningsih
cerita yg sangat bagus..sayang terlalu bertele tele
Nurhartiningsih
lanjut...mkin bikin penasaran
Nurhartiningsih
lanjut..makin seru aja
Nurhartiningsih
mkin ngga sabar lihat kehancuran elang
Nurhartiningsih
lanjutkan
Nurhartiningsih
lanjut.. update nya jangan lama2
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
lanjut yuk...semngt mik buat balas dendamnya
Nurhartiningsih
lanjuut
羽菜 Hana
siap kak, biasanya aku baca-baca di malam hari. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!