NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bimbang

Setelah Bianca sampai di tempat kerjanya, dia memulai aktivitasnya untuk mengantar pesanan. Namun Bianca dikejutkan dengan seseorang yang menunggunya di parkiran, tepatnya di dekat sepeda listrik kantor yang akan dia gunakan untuk mengantarkan pesanan.

Bianca bertanya, "Siapa ya?" Orang itu berbalik dan ternyata Barra yang sudah menunggunya dari tadi.

Bianca bertanya sedang apa Barra di sini, di tempat kerjanya.

Barra tersenyum dan menjawab, "Aku di sini mau nemenin kamu kerja seperti dulu." Sambil tersenyum.

Bianca tersenyum manis mendengar Barra akan menemaninya bekerja, namun Bianca mempertanyakan kepada Barra tentang kejadian di kampus tadi. Apa Barra tidak marah padanya?

Barra meraih tangan Bianca dan menggenggamnya lalu mengatakan kalau dia percaya pada Bianca. Bianca tidak mungkin melakukan itu, dan Barra berjanji akan membantu mencari pelakunya. Mendengar Barra mengatakan itu, Bianca tak kuasa menahan tangisnya. Barra menghapus air mata Bianca dan menyuruhnya melupakan kejadian itu karena mereka harus mengantarkan pesanan pelanggan.

Dari kejauhan ternyata ada Aza yang memperhatikan Barra dan juga Bianca. Aza terlihat sangat kesal melihat Barra dan Bianca semakin dekat. Aza berpikir keras apa yang harus dia lakukan untuk memisahkan mereka.

Setelah berpikir, Aza tersenyum sangat lebar, dia mendapatkan cara untuk membuat Bianca menderita.

Di sisi lain, Leo masih memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk membantu Bianca tapi tidak membuat Aza tersinggung. Leo tidak ingin Aza salah paham padanya yang akan membuatnya berpikir kalau Leo lebih memilih Bianca dibandingkan dirinya.

Jujur jauh dari lubuk hati Leo, dia masih sangat menyayangi Aza, dan begitu juga Bianca.

Leo merasakan kalau Bianca juga masih menyimpan perasaan pada Barra.

Leo ragu akan menang kalau bersaing dengan Barra, namun Leo tak bisa memungkiri kalau perasaannya pada Bianca juga nyata. Tapi sekarang Leo menjadi bimbang setelah berbicara dengan Aza karena alasan Aza meninggalkannya bukan karena ada laki-laki lain melainkan untuk keluarganya.

Tak lama ponsel Leo berdering, ternyata Dinda yang menelepon. Leo langsung mengangkat teleponnya.

"Ada apa, Din? Kenapa Lo telepon gue malam-malam?" kata Leo dengan nada agak ketus.

Dinda kaget mendengar Leo mengangkat teleponnya dengan nada ketus. Dalam hati Dinda berkata, "Kenapa si anak ini? Tumben banget ketus begini, biasanya semangat, apa lagi kalau sudah membahas Bianca."

Dinda yang awalnya mau membahas rencananya untuk mencari pelaku yang sudah menjebak Bianca dengan Leo, mendadak niatnya buyar melihat sikap Leo yang aneh.

Jadi Dinda hanya mengatakan kalau besok Bianca akan ke kampus bersamanya, agar besok Leo tidak perlu menjemput Bianca.

Leo hanya menjawab, "Iya," dan langsung mematikan ponselnya.

Dinda menjadi sangat jengkel dengan sikap Leo, tapi Dinda harus sabar karena dia membutuhkan Leo untuk kasus ini, mengingat Leo cukup berkuasa.

Hari sudah semakin larut, Bianca telah selesai dengan pekerjaannya dan Barra yang menemaninya akan mengantarkan Bianca pulang.

Di perjalanan pulang dan hampir mendekati rumah Bianca, Barra menyuruh Bianca untuk menutup matanya. Bianca sangat penasaran dengan apa yang akan Barra lakukan sampai dia harus menutup mata.

Barra menutup mata Bianca dengan kain dan membantunya turun dari mobil untuk mendekat ke depan rumah Bianca.

Setelah sampai, Barra melepas penutup mata Bianca dan menyuruhnya membuka mata. Bianca sangat kaget melihat sebuah sepeda listrik model terbaru dan bisa dibilang tidak banyak jumlahnya di Indonesia.

"Ini untuk aku?" ucap Bianca lirih dan hampir menangis karena terharu.

Barra mengatakan sepeda yang lama milik Bianca kan sudah rusak, kasihan kalau ke mana-mana Bianca harus berjalan kaki. Semoga dengan hadiah tak seberapa ini bisa juga untuk menghilangkan kesedihan Bianca untuk sementara.

Bianca spontan saja memeluk Barra dan mengucapkan terima kasih karena sudah baik padanya setelah apa yang menimpa dirinya.

Barra sangat senang karena dipeluk Bianca lagi setelah sekian lama, rasanya Barra tak ingin melepaskan pelukan itu lagi.

Setelah berpelukan, Barra menggenggam kedua tangan Bianca dan mengatakan kalau semua itu cuma masa lalu dan sekarang Barra ingin mengejar cinta Bianca lagi.

Bianca meminta maaf kepada Barra karena sekarang Bianca harus fokus dengan masalahnya. Dia tidak mau beasiswanya dicabut dan juga dia tidak mau kalau Barra membiayai pendidikannya.

Bianca mau bekerja keras untuk pendidikannya tanpa bantuan siapa pun, dia ingin menunjukkan pada dunia kalau seorang anak yatim piatu bisa sukses tanpa orang tua dan belas kasihan orang lain.

Barra tersenyum manis melihat Biancanya yang masih sangat sama seperti dulu, tak ada yang berubah dari semangatnya. Barra sangat bangga pada Bianca.

Setelah lama mereka berada di depan rumah Bianca, Barra menyuruh Bianca masuk untuk beristirahat. Bianca langsung menurut dan masuk ke dalam rumahnya. Barra yang sudah memastikan kalau Bianca masuk juga pergi pulang ke rumahnya.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!