NovelToon NovelToon
MEKANIK DARI LEMBAH BESI

MEKANIK DARI LEMBAH BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: T28J

(𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙄)
𝙂𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙏𝘾𝙂 𝙪𝙣𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝙄𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙑𝙖𝙡𝙩𝙝𝙚𝙧𝙞𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙩𝙪-𝙣𝙮𝙖.

⚙⚙⚙

Mengisahkan tentang seorang mekanik muda bernama Arven yang ditakdirkan untuk menjadi Host Titan Gear bernama Astraeus. Kisah masa lalu dan masa kini akan terkompresi menjadi satu dalam mengungkap kehancuran peradaban Astreya. Unsur Action, Misteri, Politik, Perang Kerajaan akan menjadi fokus cerita ini.

Mari bergabung bersama Arven dalam petualangannya di dunia Valtheria.

—T28J

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T28J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BRAKENFORD ARC 13 - SEMANGAT DESA

...Ketika ketakutan seharusnya melumpuhkan…...

......Brakenford justru memilih berdiri dan melawan....

...⚙⚙⚙...

Garrick melangkah maju perlahan namun pasti. Palu raksasa di tangannya diseret begitu saja di sisi kanan tubuhnya. Ujung besi yang berat itu menggesek permukaan tanah yang sudah basah kuyup oleh campuran darah hitam dan lumpur cokelat.

Suara gesekan logam dengan tanah terdengar melengking dan kasar, meninggalkan bekas goresan panjang dan dalam di belakang kakinya, seolah tanah itu sendiri tak kuat menahan beban yang dibawanya.

Melihat gerakannya, Bram dan seluruh barisan penjaga langsung membuka jalan lebar-lebar tanpa perlu diperintah. Tidak ada satu pun yang berani bicara. Tidak ada yang berani menahan langkahnya. Di antara mereka, hanya terdengar suara napas memburu dan detak jantung yang berdegup kencang, seiring dengan semakin beratnya tekanan yang dipancarkan sosok di depan mereka.

“Kepala desa…” seseorang berbisik pelan, suaranya bergetar.

Garrick tidak menoleh sedikit pun.

Ia terus berjalan hingga berhenti tepat di garis paling depan, menjadi satu-satunya tembok yang memisahkan desa dan gerombolan monster itu.

“Oiiii...” Suaranya tidak diteriakkan dengan keras, namun setiap kata itu sekeras pukulan palu, menusuk telinga dan membuat seluruh suasana menjadi hening total.

Ia mengangkat sedikit bahunya yang kekar, palu besi itu masih terseret di tanah, siap ditarik kapan saja. “Kalian yang masih ingusan, pasang mata kalian baik-baik.”

Akhirnya ia menoleh setengah badan, tatapan matanya cukup untuk membuat semua orang di belakangnya membeku ketakutan sekaligus takjub. “Lihat dan ingat selamanya.” Senyum tipis muncul di sudut bibirnya. “Beginilah cara orang tua bangka ini... memecahkan mainan-mainan rusak kalian.”

^^^*gambar buatan AI^^^

Tanah di bawah kaki mereka tiba-tiba bergetar hebat.

RAAAAAAARRRHHH...

Dari arah depan seekor Stonefang Ravager berukuran raksasa melesat keluar dari kerumunan monster lainnya. Tubuhnya besar dan berat, namun kecepatannya luar biasa seperti peluru meriam yang meluncur bebas. Cakar raksasa yang terbuat dari batu keras itu diangkat tinggi-tinggi. Dengan satu ayunan penuh tenaga, cakar itu menghantam lurus ke arah kepala Garrick. Gerakannya cepat dan mematikan.

Namun Garrick hanya melangkah sedikit ke kanan, ia menghindar dengan lembut. Hanya selisih sepersekian detik. Cakar besar itu melesat tepat di depan wajahnya. Angin kencang yang dihasilkan ayunan itu cukup kuat untuk mengibaskan rambutnya dan menerbangkan ujung mantel tebalnya ke belakang.

Dan tepat di ruang kosong yang tersisa itu... tangan kiri Garrick bergerak secepat kilat. Telapak tangannya yang besar dan kuat mencengkeram seluruh wajah batu milik makhluk itu dengan erat. Ia tidak berhenti, ia tidak menahan serangan itu. Sebaliknya, kepala monster itu dihantamkan paksa ke tanah dengan kekuatan yang luar biasa brutal.

BOOM...

Permukaan tanah yang keras langsung pecah berantakan, retakan menyebar luas seperti jaring laba-laba. Debu tebal dan percikan darah muncrat ke segala arah, membasahi baju dan wajah para penjaga yang berdiri di belakang. Tubuh raksasa monster itu terangkat seluruh kakinya ke udara karena hantaman itu, melayang sesaat sebelum akhirnya jatuh kembali menghantam bumi.

Sunyi senyap menyelimuti medan pertempuran.

Monster raksasa itu… tidak bergerak lagi. Napasnya hilang seketika.

Namun bahaya belum selesai. Belum sempat siapa pun menarik napas lega, seekor Nightclaw Stalker melesat masuk dari sisi kiri dengan kecepatan tinggi, cakar tajamnya siap menggorok leher Garrick dari samping. Gerakannya cepat bagaikan bayangan, licin dan sulit dilihat mata telanjang.

Garrick masih dalam posisi setengah jongkok setelah menghantam musuh sebelumnya. Tapi tubuhnya berputar dengan kelincahan yang tidak masuk akal untuk ukuran orang sebesar dia.

Palu besar di tangannya terangkat dalam sekejap mata. Sebuah hantaman horizontal melesat, menghajar tepat ke bagian rusuk tubuh Nightclaw itu.

WHOOM...

Hantaman itu tidak sekadar membuat musuh terkena serangan. Tulang-tulang di dalam tubuh musuh itu remuk hancur seketika. Tubuhnya melengkung ke samping dalam posisi yang tidak wajar, seolah bentuk aslinya telah dihancurkan oleh kekuatan murni.

Makhluk malang itu terlempar jauh seperti bola yang ditendang, menghantam dua monster lain yang sedang berlari di belakangnya. Tiga tubuh bertabrakan dengan keras, berguling-guling di tanah yang licin, lalu berhenti bergerak total.

Debu halus mulai naik perlahan memenuhi udara di sekitarnya. Garrick berdiri tegak kembali dengan tenang.

Belum sempat ia melangkah, dari arah kanan dan kiri, dua ekor Nightclaw Stalker melesat serentak. Cakar panjang terbuka lebar siap merobek, incaran mereka jelas, leher dan sisi tubuh Garrick yang tak terlindungi.

Dan tepat dari arah depan, langkah kaki raksasa Stonefang Ravager menghantam tanah dengan kekuatan penuh, melaju lurus ke depan bagaikan dinding batu hidup yang siap meremukkan apa saja yang menghalanginya.

Serangan dari tiga arah berbeda. Bertemu di satu titik yang sama. Namun Garrick tidak mundur sedikit pun. Tubuhnya juga tidak bergerak panik atau tergesa-gesa.

Garrick menyeringai, sudut bibirnya terangkat penuh tantangan. Dengan santai ia memutar palu besi raksasa itu hanya menggunakan satu tangan saja, seolah benda berat itu tak lebih berat dari tongkat kayu. “Sudah lama aku tidak pemanasan…” gumamnya pelan, namun terdengar penuh gairah.

Ia merendahkan posisi tubuhnya sedikit, menurunkan pusat gravitasi. Kakinya menancap kuat ke dalam tanah yang lunak. Palu besar itu kini diangkat tinggi-tinggi ke udara, digenggam erat menggunakan kedua tangannya. Otot-otot di lengan dan bahunya menegang keras, urat-urat biru menonjol jelas di bawah kulit yang terbakar sinar api obor.

⚙ HAMMERHOOD : ⚙

Udara di sekitarnya seketika berubah. Tekanan udara terasa berat dan menekan, seolah seluruh alam sedang menahan napas menunggu ledakan berikutnya. Butiran debu halus yang beterbangan di tanah mulai bergetar pelan, naik turun mengikuti getaran energi yang keluar dari tubuhnya. Dan dalam sepersekian detik yang menegangkan itu, Garrick menarik napas dalam-dalam hingga dadanya membusung. Matanya menyala tajam bagaikan bara api.

⚙ EARTH SPLITTER SLAM!!! ⚙

Dengan sekuat tenaga yang dimilikinya, ia menghantamkan palu itu ke bawah. Palu besi itu menghajar permukaan tanah dengan kekuatan yang luar biasa brutal. Tanah di depannya tidak sekadar pecah atau retak, ia terbelah terbuka lebar.

BOOOOOOOM...

Sebuah celah besar menjalar cepat ke segala arah seperti luka menganga yang dibuka paksa, merambat dengan kecepatan yang menakutkan tepat menuju ketiga monster yang sedang menyerang. Batu-batu besar dan pecahan tanah menyembur keluar dari dalam bumi dengan liar, terlempar ke segala arah tanpa pola.

Satu ekor Nightclaw yang berada di kanan langsung dihantam oleh pilar batu yang muncul dari bawah. Tubuhnya terangkat tinggi ke udara, tulang-tulangnya remuk hancur bahkan sebelum ia sempat mengeluarkan suara jeritan.

Yang satu lagi di kiri tersapu derasnya pecahan batu dan tanah. Tubuhnya terpental berputar-putar di udara sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah dengan suara basah dan keras, tak bergerak lagi.

Stonefang di depan sudah terlambat untuk mengerem atau menghindar. Retakan besar itu mencapai kakinya dalam sekejap. Tanah di bawah pijakannya runtuh total, membuat kakinya terperosok masuk. Saat itulah, duri-duri batu tajam menyembur naik menghantam keras bagian perut dan dadanya.

Tubuh raksasa itu terguncang hebat, keseimbangannya hilang total. Ia terpental jatuh ke belakang dengan suara gemuruh, menyeret tanah, lumpur, dan bangkai monster lain di sekitarnya bersamaan dengan tubuh beratnya.

Gelombang kejut dari hantaman itu menyebar keluar ke segala arah. Angin kencang meledak dari titik pusat benturan, menerpa seluruh area pertempuran. Mantel dan baju para penjaga berkibar liar tertiup angin dahsyat itu. Beberapa di antara mereka bahkan terpaksa mundur satu langkah untuk menjaga keseimbangan. Bahkan kawanan monster yang masih berada di barisan depan pun ikut tersentak, langkah mereka goyah dan bingung oleh kekuatan yang baru saja ditunjukkan.

Debu tebal mengepul tinggi, memenuhi udara dan membuat pandangan menjadi kabur. Getaran tanah masih terasa jelas menjalar hingga ke tulang kaki.

Dan tepat di tengah-tengah retakan tanah yang masih mengeluarkan asap panas itu, Garrick berdiri tegak mempesona. Ia tidak bergerak sedikit pun. Palu besinya masih tertancap setengah masuk ke dalam tanah, menahan beban kekuatan yang baru saja dilepaskan. Perlahan namun pasti ia mencabut kembali senjatanya.

Ia kembali berdiri tegak sempurna, mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah kawanan monster yang masih terus bergerak mendekat di kejauhan. “Masih banyak juga ya, dasar sampah…” gumamnya sinis.

Ia memutar-mutar bahunya perlahan untuk melenturkan otot yang tegang. “Bram! Rogan! Dengarkan aku semua!” Suaranya meledak, menghantam telinga setiap orang seperti dentuman lonceng perang. “Jangan ada yang berani mundur selangkah pun!”

Palu besar itu diangkat sedikit dari tanah. “Ini tanah kita!” Satu langkah kakinya maju, menginjak kuat retakan yang ada. “Ini rumah kita!” Ia menghantamkan ujung palunya sekali lagi ke tanah sebagai tanda tekad. “Kalau mereka nekat mau masuk.” Tatapan matanya menyapu seluruh barisan pasukannya, menyalurkan keberaniannya kepada mereka semua. “Mereka harus menginjak mayat kita dulu!”

Hening sejenak menyelimuti medan perang.

“SEKARANG...” Palu diangkat tinggi ke angkasa. “KITA HAJAR BALIK MEREKA SEMUA!”

Hanya sepersekian detik setelah teriakan Garrick menghilang di udara, lalu...

“AAAAAAHHH!!!” Satu suara meledak. Disusul yang kedua, ketiga, dan dalam sekejap mata, seluruh barisan penjaga meledak dalam sorakan kemarahan dan semangat yang luar biasa. Suara mereka berguncang hebat, seolah mampu mengusir awan gelap dan sisa ketakutan yang tadi masih menggantung di dada.

CLANG... CLANG... CLANG...

Perisai-perisai dihantam berulang kali dengan gagang tombak dan pedang. Bunyi logam berdentang memekakkan telinga, menjadi irama perang yang menggelegar.

“KITA HANCURKAN MEREKA SEMUA!!”

“UNTUK BRAKENFORD!! MATI KALIAN!!”

Api semangat itu menjalar dengan cepat, liar dan tak terbendung, membakar rasa takut hingga habis tak bersisa.

Di atas menara pengawas, Rogan menyeringai lebar. Matanya berkilat tajam, napasnya berat dan memburu, namun justru itulah yang membuatnya merasa benar-benar hidup saat ini. Dengan tenaga penuh, ia menarik tuas pengisi crossbow mekanisnya. “Dengar itu, kalian binatang sialan…” gumamnya penuh ejekan.

Panah terkunci rapat di posisi tembak. Ia mengarahkan bidikannya lurus ke tengah kerumunan monster yang masih bergerombol. “Bahkan tanah ini pun menolak keberadaan kalian.” Sudut bibirnya terangkat sinis. “Jadi biar kami yang mengusir kalian keluar dari sini… satu per satu sampai habis.”

Di bawah sana, Bram memutar gagang tombaknya dengan cepat. Ia melangkah tegas maju ke depan, berdiri tepat sejajar dengan bahu Garrick. Tatapannya keras dan penuh fokus total.

“Dengar semua!” Suaranya lantang memotong sisa gema sorakan, terdengar jelas sampai ke telinga setiap pasukan. “Jangan ada yang terpencar! Jangan biarkan mereka memisahkan kita!”

Ia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi ke arah depan. “Atur barisan rapat-rapat dan dorong mereka keluar sampai ke pinggir hutan!”

Langkah kakinya maju satu langkah lagi. “Ini bukan malam untuk sekadar bertahan hidup…” Matanya menyipit tajam menatap musuh. “…ini malamnya kita memburu balik dan mengurung mereka!”

Di hadapan mereka, Kawanan monster masih terus berdatangan tanpa henti. Tapi kali ini, yang menunggu di depan gerbang bukan lagi ketakutan dan keputusasaan. Melainkan amarah yang siap melahap mereka hidup-hidup.

...⚙⚙⚙...

A/N : jika kalian suka dengan cerita ini, like, vote, dan support author dengan mengirimi hadiah ya...

—T28J

1
Raihan
bagus cerita kak


bantu support juga ya Novel ku baca 😄😄
Alia Chans
lanjut👈
Almeera
hadir kak 🌹🌹
Mystic Novel
nah seperti ini, mungkin bisa di konvert ke kata yang lebih sederhana dan bukan puitis, soalnya ini genre fantasi...

tapi cerita dan dunianya bagus kok, terus semangat ya
Mystic Novel
Thor, karena ini cerita fantasi, narasinya kalau bisa lebih sedikit di sederhanakan, karena pembaca susah nebak suasana dan dunianya.
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
seram kalo bisikan
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wow bagusnya
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
memasuki sepatu sambil lari 🤔
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
yah serius lah /Facepalm/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
keren ini /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
mantap ada transformers /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wah nasibnya gimana?
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
titan yang ada "attack on titan"
Oto,'Pemuja Hati'
Jadi keingat dengan dunia game dengan menggunakan sistem kartu.. m😌
Oto,'Pemuja Hati'
Aku masih terkagum-kagum dengan gambarnya.. m🥹 Terlalu konsisten.. m🥰
SANG
Oke Thor💪👍 tetap semangat ya💪👍
SANG
Jempol untukmu dek👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Go go go go...💪👍
Muqimuddin Al Hasani
belum ngerti maksud kartunya
T28J: sudah rilis bab pemberitahuannya a'. How to Play Card-nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!