Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah kebetulan
Satu-satunya bulan sudah Rania dan keluarga nya pindah ke Jakarta, kembar tidak terpengaruh dengan kepindahan mereka ke kota besar. Keduanya tidak pernah rewel, hanya sesekali mungkin karena mereka mereka bosan dengan lingkungan rumah yang itu lagi itu.
Bu Arini sudah mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitar nya, ibu ibu pengakuan komplek sudah mulai mengajak bu Arini untuk bergabung di majelis taklim komplek. Dan sesekali bu Arini mengikuti senam lansia.
Rania dengan kesibukan nya membuka beberapa outlet di beberapa kota besar di pulau Jawa. Bisnisnya sudah mulai berkembang pesat, semua itu tidak lepas dari campur tangan tian Aditama yang tidak melepaskan Rania begitu saja dalam bisnis.
Tuan Aditama pun sering bertemu dengan kedua cucunya, terutama jika tuan Aditama sedang penat dengan pekerjaan, sering kali mampir untuk menghilangkan kepenatan tersebut, hingga jika pulang wajahnya akan terlihat segar karena sudah melihat kedua cucunya yang semakin hari semakin menggemaskan.
Nyonya Erlina, yang awalnya biasa melihat sikap tuan Aditama karena jika pulang kerja di jas nya tercium wangi minyak telon bayi. Awalnya biasa saja, namun seiring waktu, tuan Aditama sering sekali tercium minyak telon.
"Satu minggu dua atau tiga kali selalu saja tercium minyak telon, pasti mas Adi sudah menggendong bayi, tapi bayi siapa, apa mungkin mas Adi memiliki selingkuhan dan mereka punya anak. Makanya mas Adi selalu wangi minyak telon. " Nyonya Erlina berpikir kejauhan.
"Kalau iya seperti itu, mas Adi tega sekali menduakan ku, kalau hanya ingin memiliki bayi lagi tidak seharusnya punya selingkuhan, minta saja padaku pasti akan aku berada, walaupun sudah tua, dengan kekuatan uang aku bisa hamil lagi. " Nyonya Erlina terlihat sangat geram jika mengingat suaminya selingkuh dan memiliki anak.
"Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus menyelidiki nya. "
Nyonya Erlina mengeluarkan ponselnya, kemudian menghubungi seseorang untuk menyelidiki suaminya.
"Halo... "
"Kamu selidiki suami saya mulai berangkat kerja sampai pulang, lakukan sampai suami ku terlihat bersama selingkuhan nya. " Perintah nya.
"Baik nyonya akan saya lakukan, beri saya waktu satu minggu. "
"Baik saya tunggu kabarnya. "
Telpon ditutup, nyonya Erlina sedikit tenang karena suaminya akan di selidiki orang kepercayaan nya,
Hari sudah sore, sebentar lagi tuan Aditama akan pulang, nyonya Erlina berdebar dan bertanya tanya , apakah pakaian suami nya akan kembali wangi minyak telon.
Dengan sabar nyonya Erlina menunggu suaminya di ruang tengah sambil menonton televisi, namun pikiran nya ada di tempat lain.
Bunyi suara mesin mobil terdengar di depan rumah, nyonya Erlina bangkit dari duduknya menyambut suaminya yang baru kerja.
"Tumben pulangnya cepat, biasanya nanti malam? "
Nyonya Erlina mengendus pakaian milik suaminya, sama tercium harum minyak telon, dan seperti ada parfum bayi. Nyonya Erlina makin penasaran dan ingin segera tahu apa yang terjadi dengan suaminya, apakah benar suaminya selingkuh dan memiliki anak bayi dari wanita lain.
"Kenapa mah kok malah diam? " tuan Aditama melihat istrinya seperti sedang melamun.
"Nggak apa apa pah, papah sudah makan? "
Nyonya Erlina basa basi.
"Sudah tadi di rumah teman. " Jawab tuan Aditama
"Di rumah teman? "
"Tumben papah makan di rumah teman, biasanya kalau ga di kantor di hotel atau di restoran. "
"Teman papah ini masakannya enak, jadi papah ketagihan makan di sana. "
"Ketagihan? "
"Iya."
"Memang masakan apa sih sampai papah ketagihan gitu, masakan istimewa atau yang mahal yang biasa ada di restoran mewah atau hotel bintang lima? " Nyonya Erlina bertanya karena penasaran sampai suaminya ketagihan makanan temannya.
"Makanannya sederhana, tidak ada makanan mewah seperti yang mamah sebutkan tadi. "
"Kapan kapan mamah mau ikut papah makan di rumah teman papah. "
"Jangan lah, nanti lidah kamu tidak cocok sama masakan nya, karena makanan yang fi pasaknya makanan rumahan. "
Nyonya Erlina terdiam merasa sakit dengan kata-kata suaminya, seistimewa apa sih teman suaminya tersebut sampai papah tidak dak mengizinkan nya makan di sana.
Tuan Aditama masuk ow dalam kamarnya kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket setelah tadi bermain dengan cucu kembarnya yang sudah mulai belajar berjalan.
Membayangkan hal Itu membuat tian Aditama tersenyum sendiri, seandainya mereka bisa di bawa pulang ke rumah pasti akan sangat menyenangkan.
Sementara nyonya Erlina yang semakin penasaran dengan kegiatan suami nya fi luar rumah, segera menghubungi orang kepercayaan nya. Untuk lebih cepat memberikan laporan karena sudah tidak sabar ingin mengetahui kegiatan suaminya.
Colek
Suara pintu kamar mandi terbuka, tan Aditama ke luar dari kamar mandi menggunakan handuk sampai pinggang, rambutnya basah. Kadar ketampanan tuan Aditama terlihat meningkat walaupun sudah berumur namun tetap tampan dan tubuhnya tidak kelihatan tua malah lebih atletis.
Pakaian ganti sudah di siapkan istrinya di atas tempat tidur, kemudian memakainya, tuan Aditama tidak melihat istrinya di kamar, mungkin saja sedang di bawah membuat kopi untuk dirinya karena sudah kebiasaan kalian sudah mandi harus minum kopi.
Tuan Aditama turun ke lantai bawah, istrinya sedang di dapur membuat kopi serta beberapa camilan, lalu membawanya ke ruang tengah sambil menonton TV.
"Ini kopinya pah. Tadi mamah coba resep kue baru, coba papah cobain, enak ga? "
Tuan Aditama memakan kue kering yang ya di siang dibuatnya, lidah nya merasa ada sensasi lembut.
"Enak mah, ternyata mamah pintar membuat kue, papah suka rasanya tidak terlalu manis tapi juga tidak terlalu hambar. Good job mah."
Tuan Aditama dan nyonya Erlina mengobrol berdua di selingi canda tawa, namun pikiran nyonya Erlina melanglang buana, memikirkan suaminya yang selingkuh dan memiliki anak.
"Apakah benar dugaanku kalau mas Adi ternyata selingkuh. Ya Tuhan apa aku sanggup mendengar nya jika mas Adi mengakui perselingkuhan nya. " Ucapnya dalam hati.
"Kenapa mah, dari tadi papah perhatikan mamah seperti ada yang sedang di pikirkan. "
"Nggak ada apa apa pah, mungkin mamah agak kurang enak badan saja, mungkin mau flu karena cuaca sekarang ga menentukan, pagi panas siangnya hujan. " Nyonya Erlina beralasan.
"Kalau mamah tidak enak badan, kita ke dokter yuk, sebelum kamu jadi benar benar sakit. "
"Tidak usah pah, nanti juga kalau mamah minum vitamin serta cukup istirahat pasti akan sehat lagi. "
"Oh gitu ya, kalau memang mamah tidak mau ke dokter dan memilih minum vitamin, papah juga ga apa apa. "
"Biasanya papah akan terus membujuk untuk ke dokter kalau aku sedang tidak enak badan. Tapi sekarang. "
"Mah, tuh kan melamun lagi kan. "
Nyonya Erlina yang hanya tersenyum tipis, saat suaminya menegur dirinya yang terlihat sedang melamun.
Hari berganti, pagi ini Leon ada lawatan keluar negeri untuk melihat perkembangan perusahaan nya yang ada di Rusia.
"Pah , benar ga akan ikut dengan Leon ke Rusia? " Tanya Leon.
"Kamu sendiri sudah bisa menghandle nya jadi seperti nya papah tidak usah ikut, cukup kamu dan Ryan saja yang pergi kesana. "
"Biasanya papah suka ikut kalau Leon ke Rusia? " tanya nyonya Arini mencoba memancing suaminya.
"Tidak ada apa apa, hanya saja kebetulan papah sudah ada janji dengan klien papah yang akan mengajukan kerjasama, papah mau mencoba merambah dunia kuliner. "
"Apa pah, apa tidak salah mendengar nya? "
Leon sangat tahu, kalau papah nya tidak menyukai bisnis kuliner, karena tidak terlaku suka dengan satu bidang itu.
"Yah, kan papah hanya akan mencobanya siapa tahu papah bisa mengembangkan sayap ke bisnis itu. "
"Ya terserah papah saja, hanya saja Leon mungkin tidak akan membantu papah kalau papah melirik bisnis itu. "
Tuan Aditama hanya mengangguk dan tertawa pelan sambil melirik istrinya yang sesuai menyiapkan makan.
"Sayang kamu berangkat jam berapa? "
"Sebentar lagi mah, Ryan sedang jalan ke sini, tadi bati selesai mempersiapkan pesawat. "
Nyonya Erlina mengangguk saja tanpa ada komentar pada putranya. "Papah mau berangkat sekarang? "
"Iya mah, papah berangkat dulu. "
Tuan Aditama bangkit dari duduk nya, setelah mencium kening istrinya, serta berpamitan pada Leon yang masih duduk di meja makan karena menunggu Ryan yang akan menjemputnya.
"Mah leon berangkat sekarang ya, mamah hati hati di rumah ya, kalau ada apa apa dengan papah, mamah jangan sungkan untuk menghubungi Leon. "
"Mamah ga apa apa kok, kamu baik baik di sana ya, jaga pola makan jangan sampai terlambat makan. "
"Iya mah, Leon berangkat dulu ya. "
Nyonya Erlina menganta Leon sampai naik ke mobilnya yang berada di depan, mobil yang membawa Leon ke luar dari gerbang, hingga hilang di gerbang komplek perumahan elit.
Saat akan masuk kembali ke dalam rumah, telpon nyonya Erlina berdering. Terlihat nama orang kepercayaan nya yang menelpon.
"Halo gimana hasilnya? "
"Saat ini tuan Aditama sedang berada di rumah seseorang, ada dua orang wanita, satu nya masih muda dan satu lagi seusia dengan anda nyonya."
"Apakah di sana terlihat ada anak kecil?"
"Iya nyonya, terlihat ada dua babby sitter sedang mengasih bayi seperti nya kembar, dan tuan menggendong salah satinya. "
"Baik, cepat kamu share lok, saya akan lebih sana secepatnya sebelum suami saya pergi dari rumah itu. "
"Baik nyonya akan saya share lok. "
"Kamu jangan pergi dulu sebelum saya tiba di lokasi. "
"Baik nyonya saya tunggu. "
Mendengar informasi dari orang kepercayaan kalau suaminya sedang berada di rumah selingkuhan, nyonya Erlina segera berganti pakaian kemudian meluncur ke alamat yang sudah di share lok, butuh waktu satu jam untuk sampai tempat tujuan.
Orang kepercayaan nya memarkir mobil tidak jauh dari rumah tersebut, melihat bisnya sudah datang, Orang tersebut menghampiri nyonya Erlina.
"Yang mana rumahnya? "
"Sebelah sana nyonya. "
"Apa suami saya masih di dalam? '
" Suami nyonya masih di dalam. Itu mobilnya masih terparkir di depan halamannya. "
Ternyata benar mobil suaminya masih ada terparkir di depan rumah berlantai dua itu. Segera nyonya Erlina berjalan ke arah rumah yang terdapat mobil mewah milik suaminya.
Di depan ada pos security, orang nya sedang berjaga di dalam pos, nyonya Erlina tidak mempedulikan keberadaan security tersebut.
"Maaf nyonya anda di larang masuk, nyonya Arini sedang ada tamu dan anda siapa? " tanya security.
"Kamu berani mencegah saya kamu tahu siapa saya? "
"Tidak nyonya? "
"Saya istri dari pemilik mobil ini, oh jadi wanita itu bernama Arini. Aku ingin tahu tampang nya seperti apa, sampai sampai suamiku lebih suka makan di sini dari pada rumah isterinya" nyonya Erlina tampak marah.
Sedangkan security tersebut hanya diam saja melihat nyonya Erlina yang terlihat sangat marah, dirinya lebih baik mundur daripada harus kena semprot istri dari tuan Aditama.
Nyonya Erlina masuk ke dalam rumah, yang tampak sepi seperti tidak ada orang, dari arah dapur tercium wangi masakan.
"Apakah wanita itu sedang ada di dapur, tapi dimana suamiku berada.. "
Nyonya Erlina sayup sayup mendengar suara suaminya sedang tertawa di lantai atas dan terdengar dengan jelas suara anak kecil dan perempuan berbicara namun kurang jelas apa yang di bicarakan mungkin karena masih kecil jadi tidak jelas.
Nyonya Erlina mencoba naik ke lantai dua mengikuti suara tawa suaminya dan juga kedua anak kecil tersebut
Sebuah pintu terbuka sedikit, terlihat tuan Aditama sedang bermain bersama dua anak kecil yang sedang berceloteh tidak jelas.
Tiba tiba saja, anak perempuan itu melihat keberadaan nyonya Erlina yang sedang berdiri di depan pintu kamar, tuan Aditama melihat Naila pandangan tertuju pada pintu ikut melihat.
Tuan Aditama tampak terkejut melihat istrinya sedang berdiri di depan pintu kamar, dirinya tidak menduga kalau istrinya akan tahu keberadaan nya.
"Mamah, kenapa berdiri di sana ayo masuk, kita main bersama. " ajak tuan Aditama tanpa rasa takut.
"Papah apa yang kamu lakukan di rumah ini, dan siapa mereka, apa anak selingkuhan papah? " nyonya Erlina bertanya dengan mata berkaca kaca.
Tahun an Aditama tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya, tapi tertawa pelan serta mengajak istrinya untuk duduk di sebelahnya.
"Apa mamah selama ini curiga kalau papah punya selingkuhan dan memiliki anak, karena di jas papah selalu tercium wangi minyak telon bayi? "
nyonya Erlina hanya mengangguk tanpa ada ingin menjawab pertanyaan suaminya.
"Sebelum mamah marah, coba mamah perhatikan wajah kedua anak ini, terutama yang laki laki. "
Nyonya Erlina walaupun masih marah namun menuruti apa yang diperintahkan suaminya. Kemudian melihat dengan tatapan tidak percaya dengan yang di lihatnya.
"Ini wajah Leon kecil, wajah yang sangat mirip sekali. " Mata Nyonya Erlina berkaca kaca.
"Dan sekarang lihat yang perempuan. "
Kembali nyonya Erlina memperhatikan anak perempuan, dan mereka benar benar sangat mirip sekali dengan Leon.
"Pah apa mereka? "
Tuan Aditama mengangguk dan menyatakan kalau mereka berdua adalah anak anak Leon.
"Iya mereka adalah anak Leon dari Rania, wanita sederhana yang pernah fi hancurkan hidupnya oleh Leon " Tuan Aditama berbicara pelan.
"Ya Tuhan, jadi mereka berdua adalah cucu kita? "
"Iya mereka berdua adalah cucu kita Anak Leon. "
"Jadi selama ini papah sudah tahu keberadaan Rania dan ibunya serta mereka. Jadi papah selama ini bermain dengan mereka berdua? "
"Iya, mereka berdua tempat papah melepas penat. "
"Pah, kamu... "
...****************...