Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter fifteen
Annchi terkejut saat mendengar suara yang membuat nya Merinding
Suara itu, suara yang dulu dia rindukan dan tak bisa mendengar nya lagi. siapa lagi kalau bukan mendiang kakek buyut nya yang sudah pergi saat dirinya di jaman modern berumur delapan tahun
DEG
Kedua mata indah Annchi melotot tak percaya. sosok yang dia rindukan berdiri sambil tersenyum
"Ka kakek buyut" gumam Annchi. kakek buyut nya tersenyum, tubuhnya yang transparan membuat semua orang tak bisa melihatnya dia hanya tersenyum melihat cucu buyutnya yang menatap dirinya itu
"Kau akan bahagia, ini adalah dunia mu.... jaga diri mu, kakek tak bisa berlama-lama, kakek hanya ingin melihat keadaanmu saat ini, dan kakek bisa melihat bahwa kau berada di lingkungan yang baik..... Berbahagialah cucuku" ucapnya dan menghilang dari hadapan Annchi. air mata Annchi mengalir dan membuat An dan Huwa Ming mendekati nya
"Ibu tenapa menangic? apa acap ini membuat ibu menangic" ucap An. sambil menghapus air mata sang ibu
"Iya jie jie, kenapa jie jie menangis? kalau mata jie jie perih karena asap ini, biar aku saja yang memanggang daging ini" ucap Huwa Ming.Annchi menggelengkan kepala, dia membenarkan raut wajah nya yang sedih dan menjadi tersenyum
"Udah ngga apa-apa kok, kalian lanjutkan saja cuci buah nya... jangan lupa nanti potong-potong ya aku mau buat salad buah" ucap Annchi. kedua nya pun langsung mengangguk, mereka lanjutkan pekerjaan mereka berdua dan Annchi pun melanjutkan memanggang satenya itu
Keluarga Sin juga memasak nasi membuat beberapa sayur yang Annchi ajarkan tadi,. tidak lupa Annchi pun membuat kolak ubi. agar semua orang merasa kolak ubi yang manis dan luar biasa
Tak sampai dua jam semua makanan yang di masak pun selesai, Annchi pun membungkus untuk di bagikan di para tetangga yang. keluarga Sin ikut membantu mengantarkan dan membungkus nya
Para anak kecil Keluarga Sin mengantarkan dan memberikan pada para pengemis di ujung jalan. Annchi juga meminta dua remaja keluarga Sin menemani anak-anak kecil yang membagikan ke desa kumuh bagian barat
Setelah selesai mereka pun kembali ke rumah Bao-yo, disana mereka juga disambut hidangan yang membuat mereka semakin lapar
Es buah segar
Kolak ubi
Ayam bumbu
Kepiting saus sambal
Semua keluarga Sin menatap takjub dengan hidangan yang ada di depan mata mereka. para anak-anak Keluarga Sin dan An juga Bai duduk bersama. Mereka makan dengan lahap
Huwa Ming juga bergabung dengan para gadis remaja di keluarga Sin, mereka memakan es buah segar dan telur gulung yang Annchi buat tadi
"Kau pasti senang makan makanan yang di buat Nyonya Annchi, aku saja yang baru makan ini tidak mau berhenti tau" ucap Jie jie Sin Yu
"HM... aku bersyukur Jie jie Annchi begitu baik, aku juga sambil belajar dengannya karena aku juga ingin membuka restoran di kota nanti" jawab Huwa Ming
"Apa kau akan kembali ke kota mu? aku takut dengan orang-orang kota, mereka selalu menindas kita para rakyat jelata. apalagi mereka akan selalu memihak kepada orang yang memiliki kedudukan untuk dijilat" ucap Jie jie Sin Wan
"Haa... sebenarnya juga aku berat untuk kembali ke kota nanti, tapi bagaimanapun juga aku harus kembali ke keluargaku. Aku tidak ingin jauh lagi dari kedua Gege dan ayah ku" jawab Huwa Ming
"Baiklah... tapi saat nanti kau kembali ke kota Jangan lupakan kami ya, kau harus sering-sering mengirim surat kepada kami. bukankah kita saat ini sudah menjadi teman? jadi sebagai teman kau harus tetap mengabari kami" ucap Jie jie Sin Yu
"Kau tenang saja aku akan selalu memberikan kalian kabar, kita kan teman" ucap Huwa Ming. Mereka pun tertawa. beda dengan para orang tua mereka sedang di ajak bisnis oleh Annchi, Annchi akan mengajarkan beberapa cemilan yang nantinya akan di jual oleh ibu Su Er di depan perguruan, apa lagi ibu Su Er memiliki saudara yang menjadi guru di perguruan itu
"Benarkah kau akan memberikan resep makanan yang mudah saudari Annchi?" tanya ibu Su Er dengan mata berbinar. dia dan ipar nya juga akan menjalani kios kecil mereka
"Tentu... lihat itu telur gulung itu begitu mudah dan tak memerlukan waktu dan satu telur saja kalian bisa buat lima tusuk bila di campur dengan mie kaca" jawab Annchi
"Iya kakak ipar tadi aku melihat nyonya Annchi membuatnya begitu mudah dan cepat, tapi aku pas menyoba nya gagal tiga kali.... tapi nyonya Annchi tak menyerah mengajari aku" jawab ibu Sin Wan
"Ya dewa..... kau ini berbudi luhur nak" ucap nenek tua Sin
"Asal jangan Luhur Budi saja Nenek tua Sin" canda Annchi
"Dasar kau ini... wanita tua pun kau bercandai" ucap kesal Nenek tua Sin sambil tersenyum
"Begini saja di saat para pria membangun rumah ku.... kakak ipar Su Er dan kakak ipar In Yu kita belajar membuat telur gulung bagaimana?" ucap Annchi
"Setuju.......
BERSAMBUNG............