Bianca, gadis yatim piatu yang berjuang sendiri. Hatinya terbagi antara Barra, cinta lama yang kandas karena kesalahpahaman yang sengaja diracik oleh Aza demi menghancurkan mereka. Atau Leo, sosok baru yang hadir membuatnya kembali tersenyum dan bangkit dari duka.
Bianca mengira pilihannya hanya soal cinta. Namun ia lupa, tak semua senyum itu tulus. Di balik kedekatan dan kebaikan, tersembunyi dendam, kebohongan, dan bahaya yang siap mengancam nyawanya.
Siapa yang akan ia pilih? Akankah membawa bahagia, atau justru awal mula kehancurannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Mengingat masa lalu
Setelah Bianca memaafkan Ica dan pergi dari sana, Barra mengajak Bianca ke suatu tempat untuk mengenang masa lalu mereka, yaitu pasar malam.
Bianca senang bisa berjalan-jalan di pasar malam lagi karena selama ini dia menghindari segala hal yang mengingatkannya pada Barra. Dulu Leo juga pernah mengajaknya ke pasar malam, tapi dia tolak karena saat itu dia masih sangat membenci Barra.
Namun sekarang semua sudah berlalu, Bianca ingin segalanya menjadi lebih baik.
Barra dan Bianca sampai di pasar malam dan mereka berdua teringat kembali saat-saat mereka masih berpacaran dulu.
(Kilas Balik)
Kilas balik dimulai saat Bianca mencari keberadaan Barra di sekolah namun dia tidak menemukannya. Bianca curiga kalau Barra membolos lagi.
Bianca bertekad kalau dia sampai menemukan Barra, dia akan menjewer telinganya. Dia juga merasa sedih karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, tapi Barra sama sekali tidak ada kabarnya. Sepulang sekolah, Bianca tetap tidak menemukan Barra dan akhirnya Bianca bertanya kepada Aza. Dari Aza, Bianca tahu kalau Barra sedang sakit.
Bianca ingin menjenguk Barra, namun dia tidak tahu di mana rumah Barra dan juga dia takut ditolak oleh keluarga Barra.
Malam harinya, Barra menelepon Bianca. Bianca langsung menanyakan keadaan Barra, namun Barra malah menyuruh Bianca keluar rumah.
Setelah keluar dari rumah, Bianca kaget sekaligus bahagia melihat sebuah papan bertuliskan: "Selamat Ulang Tahun, Kekasihku", lalu keluarlah Barra dari balik papan itu sambil membawa kue dan bunga.
Seketika Bianca memeluk Barra, namun dia merasakan suhu tubuh Barra sangat panas. Bianca membawa Barra masuk ke rumahnya, lalu meletakkan kue dan bunga itu di atas meja. Dia segera mengambil air hangat dan handuk kecil.
Bianca menyuruh Barra duduk dan mengompres wajah Barra yang panas. Barra mengatakan kalau dia baik-baik saja, lalu Barra menarik tangan Bianca keluar dan membawanya ke suatu tempat sambil menutup matanya. Bianca bertanya mereka mau ke mana, Barra hanya menjawab, "Tenang saja, sebentar lagi kita sampai."
Setelah mereka sampai di tempat itu, Barra membuka penutup mata Bianca. Bianca sangat senang karena Barra mengajaknya ke pasar malam. Dia memeluk Barra dan mengucapkan terima kasih karena Barra mengingat hari ulang tahunnya dan membuatnya bahagia, padahal saat itu Barra sedang dalam keadaan sakit.
"Kalau kamu bahagia, aku pun juga bahagia. Kamulah kebahagiaanku, rasa sakit ini akan hilang seketika asalkan kamu tersenyum," begitu jawaban Barra saat itu.
(Kilas Balik Selesai)
Barra dan Bianca hanya berjalan-jalan mengelilingi pasar malam. Mereka di sana sama sekali tidak menaiki wahana apa pun, melainkan hanya bernostalgia dan mengenang masa lalu saja. Bianca pun mengajak Barra pulang karena hari sudah larut malam.
Barra mengiyakan dan langsung mengantar Bianca pulang ke rumahnya.
Sesampainya di depan rumah Bianca, Bianca berpamitan untuk masuk ke dalam rumah. Namun Barra menahan tangan Bianca dan menanyakan apakah Bianca masih menganggapnya sebagai kekasihnya.
Bianca meminta maaf kepada Barra karena saat ini dia masih butuh waktu.
Bianca berharap Barra mengerti karena hal ini tidaklah mudah baginya. Barra mengerti dan berharap hati Bianca masih menjadi miliknya, dan Barra berjanji akan terus berusaha untuk memenangkan hati Bianca kembali.
Akhirnya Barra pun berpamitan pulang kepada Bianca. Bianca menatap kepergian Barra dengan perasaan sedih. Selama ini dia telah salah paham bahkan sangat membenci Barra. Di sisi lain, Bianca juga belum bisa menerima Barra kembali sepenuhnya karena dia takut menyakiti perasaan Leo yang selama ini telah bersikap sangat baik dan penuh perhatian padanya. Kalau bisa, Bianca ingin semuanya bahagia.