NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Champion Hunter League

Dari balik kepulan debu reruntuhan singgasana, suara tawa pelan namun sangat jernih terdengar. Sebuah tawa yang elegan, penuh perhitungan, dan memancarkan arogansi yang tidak masuk akal.

Wu Xuan berdiri perlahan. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

Di hadapannya, Behemoth Orc Level 45 yang baru saja disuntik paksa oleh mana Menara Semesta mengaum hingga menggetarkan seluruh fondasi benteng. Monster raksasa dengan otot menyala merah itu kembali menerjang, membelah udara dengan tinjunya yang sebesar bongkahan meteor.

"Tuan Muda, awas!" teriak Yang Chen dari kejauhan, memaksakan dirinya untuk bergerak dengan sisa tenaga.

Wu Xuan tidak mundur satu milimeter pun. Matanya yang hitam kecoklatan berkilat tajam. Ia mengalirkan seluruh Qi yang bergejolak di meridiannya, mengabaikan rasa sakit pada tubuhnya.

"Kau pikir kau bisa menghancurkanku dua kali dengan trik rendahan yang sama?" bisik Wu Xuan.

WUSSS!

Asap hitam legam kembali meledak dari tubuhnya. Avatar Orc King bayangan yang sempat hancur kini merajut dirinya kembali dalam sekejap, membungkus tubuh Wu Xuan dengan zirah kegelapan yang jauh lebih padat.

DUAAAGH!

Tinju Behemoth Orc menghantam telapak tangan bayangan Orc King. Kali ini, Wu Xuan tidak terlempar. Kedua kakinya menancap ke lantai batu hingga retak menyebar membentuk jaring laba-laba raksasa. Ia menahan murni pukulan monster Level 45 itu dengan perpaduan Qi dan manipulasi jiwa!

Otot Behemoth Orc bergetar, mencoba menekan, namun Wu Xuan tersenyum dingin dari dalam inti avatarnya. Bertarung adu otot dengan monster yang di- buff oleh Menara adalah kebodohan. Ia adalah seorang ahli strategi dan kultivator, bukan kuli panggul.

"Waktunya kau berlutut," ucap Wu Xuan.

Di dalam retinanya, peperangan sistem meledak.

[Sistem Emas: Mengonsumsi 80% Cadangan Qi.]

[Target Peretasan: Firewall Lokal Menara.]

[Bypass Berhasil: Hukum Menara Dinonaktifkan selama 10 Detik.]

Sepuluh detik. Bagi manusia biasa, itu adalah waktu untuk menarik napas. Bagi seorang kultivator, sepuluh detik tanpa rantai sistem adalah kesempatan yang mematikan.

Wu Xuan melepaskan pedangnya, membiarkannya melayang di udara, dan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Ia mencoba menggunakan teknik dari dunia kultivasi yang mampu meratakan pegunungan.

"Teknik Segel Gunung Suci!" raung Wu Xuan.

Energi hitam pekat meledak ke atas langit-langit gua. Di atas kepala Behemoth Orc, pusaran Qi hitam membentuk sebuah telapak tangan bayangan yang ukurannya tiga kali lipat lebih besar dari monster itu sendiri. Tangan hitam itu memancarkan gravitasi yang menentang nalar.

BLAM!

Tangan raksasa itu menghantam turun. Behemoth Orc menjerit, mencoba menahan dengan kedua tangannya, namun tekanan dari Segel Gunung Suci itu terus menekannya. Monster raksasa itu dipaksa berlutut dengan tulang punggung yang berderak.

"Sekarang!" perintah Wu Xuan, suaranya menggema di seluruh aula.

Yang Chen dan Xu Xin tidak membutuhkan perintah kedua. Melihat behemoth yang kini dipaku ke lantai, insting mereka mengambil alih. Mereka memeras seluruh mana terakhir di dalam nadinya.

"Atas nama perlindungan! Skill: Pedang Cahaya Suci!" teriak Yang Chen. Pedang besarnya memanjang menjadi pilar cahaya keemasan setinggi lima meter, membelah kegelapan gua, lalu ditebaskan langsung ke leher Behemoth Orc.

Dari sisi lain, Xu Xin melompat ke udara. "Skill: Angin Petir Hijau!" Sepasang belati zamrudnya diselimuti badai topan yang bercampur dengan kilatan petir. Ia berputar layaknya bor pembawa maut, menukik tajam menembus jantung monster raksasa tersebut.

CRASH!

BOOOOM!

Cahaya suci dan badai petir meledak bersamaan di bawah tekanan tangan bayangan Wu Xuan. Behemoth Orc itu melenguh untuk terakhir kalinya sebelum tubuhnya hancur, darahnya menguap oleh panasnya ledakan, menyisakan mayat raksasa yang tak lagi bernyawa.

Begitu monster itu mati, Sistem Tower kembali mengambil alih. Sepuluh detik telah habis. Tangan bayangan di langit-langit menghilang, dan avatar Orc King yang membungkus Wu Xuan memudar kembali menjadi asap yang masuk ke dalam bilah pedangnya.

Wu Xuan jatuh terduduk di atas bongkahan batu. Napasnya tersengal. Pakaiannya hancur berantakan.

Namun, alih-alih mengeluh, Wu Xuan justru tertawa. Tawa yang renyah, lepas, dan benar-benar tulus. Di alam surgawi, ia sangat jarang merasakan darahnya mendidih, otot yang berteriak, dan adrenalin murni dari pertarungan fisik jarak dekat.

"Menarik... ternyata bertarung langsung seseru ini," gumam Wu Xuan di sela tawanya.

Xu Xin berlari menghampirinya dengan napas terengah-engah, tertatih memegang rusuknya. Ia langsung mengeluarkan sebuah botol kristal berisi cairan merah bercahaya dari inventory-nya.

"T-Tuan Muda, cepat minum ini!" ucap Xu Xin panik. "Ini Elixir Pemulihan Tingkat Tinggi. Ini akan menyembuhkan pendarahan organ dalam Anda!"

Wu Xuan melirik cairan itu, lalu menggeleng pelan sambil menyingkirkan tangan asistennya dengan lembut.

"Simpan air berwarna itu, Xu Xin," tolak Wu Xuan santai. "Ramuan yang dibuat dari ekstrak monster rendahan tidak pantas masuk ke tubuhku. Dan kau juga jangan terlalu sering bergantung pada benda seperti itu. Jika terus mengandalkannya, kemampuan regenerasi alami tubuhmu akan melemah..."

"Luka ini tidak perlu diobati dengan ramuan. Begitu energiku pulih, sel-sel tubuhku akan memperbaiki dan menyembuhkannya dengan sendirinya."

Tepat setelah ia berbicara, rentetan lonceng sistem menara menggila di dalam otaknya.

[Notifikasi Tower: Behemoth Orc (Mutasi Lvl 45) Berhasil Dikalahkan!]

[Menghitung Distribusi EXP (Kontribusi Maksimal: Wu Xuan)]

[Level Up! Saat ini Level 10.]

[Level Up! Saat ini Level 11.]

Arus energi yang luar biasa sejuk mengalir dari udara, membasuh tubuh Wu Xuan. Luka-luka memarnya mengering, tulang rusuknya yang retak kembali menyatu dalam hitungan detik.

Namun, saat lonceng itu bersiap berbunyi untuk ketiga kalinya...

[Sistem Akar Spiritual: Mencoba Menerima Sisa Energi. Menuju Level 12...]

[Sistem Tower: ERROR. Mencegah Eksploitasi EXP. Mengunci Kapasitas!]

[Level Anda Kembali Dibatasi pada Level 11.]

Wu Xuan merasakan sisa energi hangat itu menguap begitu saja ke udara, diblokir secara paksa oleh hukum Menara. Pemuda itu hanya mendecih pelan, tersenyum miring menatap langit-langit gua.

"Sistem sialan ini sangat merepotkan," cibir Wu Xuan.

Ia berdiri kembali, menepuk sisa debu dari celananya. "Awasi sekitar, Paman, Xu Xin. Tarik napas kalian."

"Tuan Muda, Anda... Anda sudah Level 11?!" Yang Chen yang baru saja mendekat terbelalak menatap antarmuka pemindaian di matanya sendiri. Mengalahkan monster mutasi yang levelnya jauh di atas mereka memang memberikan EXP masif, tapi lompatan dari level 0 ke 11 dalam satu malam adalah anomali yang akan membuat Asosiasi Pusat menjedotkan kepala mereka ke dinding.

"Memasuki Level 11 berarti Anda telah membuka slot Skill aktif pertama dan kedua dari sistem!" tambah Xu Xin, wajahnya dipenuhi kebanggaan. "Sistem pasti menawarkan opsi skill langka setelah pencapaian ini!"

Wu Xuan memang melihat notifikasi Skill di sudut matanya—tawaran seperti [Flicker], [Lompatan Hantu], atau [Langkah Bayangan].

Namun, pemuda itu hanya menggeser layar itu hingga tertutup. Menggunakan skill dari sistem berarti ia harus bergantung pada cooldown dan mana.

'Skill tolol yang memiliki waktu tunggu (cooldown) tidak layak disebut kekuatan,' batin Wu Xuan sinis. 'Hanya orang cacat yang membutuhkan tongkat penyangga berwujud antarmuka digital.'

'Para Hunter di Bumi hidup dengan bergantung pada Sistem Tower. Mereka meminjam kekuatan Tower dan tanpa sadar mengikat diri sebagai budaknya. Sebagian besar hanya mampu menggunakan energi melalui skill yang diberikan sistem. Di luar itu, mereka nyaris tidak memiliki pemahaman maupun kendali atas kekuatan mereka sendiri.'

Saat ia hendak mematikan layar birunya, sebuah notifikasi emas dengan logo mahkota perunggu tiba-tiba melayang di tengah retinanya.

[Notifikasi Eksklusif Tower: Stat Parameter Tercapai.]

[Anda Mendapatkan Undangan: 'Champion Hunter' (Liga Bronze).]

Wu Xuan menaikkan alisnya. "Sistem ini menawariku sesuatu yang bernama Champion Hunter."

Mendengar dua kata itu, Yang Chen yang sedang membersihkan pedang besarnya seketika membeku. Ia menatap Wu Xuan dengan mata yang seolah melihat hantu.

"T-Tuan Muda... Anda bilang apa tadi?" suara Yang Chen bergetar. "Anda sudah mendapatkan undangan Liga Bronze?!"

"Kenapa begitu terkejut?!" perintah Wu Xuan singkat.

Xu Xin mengambil napas panjang, menahan rasa syoknya. "Tuan Muda, Champion Hunter adalah fitur liga pertandingan antar hunter... bukan hanya dari bumi, tapi dari dimensi lain yang se-level dengan kita. Ini adalah arena virtual yang diciptakan oleh Menara. Di sana, hunter bertarung satu lawan satu. Kematian di dalam arena itu tidak permanen; Anda hanya akan ditendang keluar dan mengalami penurunan level sebagai hukuman."

"Dan yang membuat Komandan Yang terkejut adalah," lanjut Xu Xin, menelan ludah, "Liga paling rendah, yaitu Liga Bronze, seharusnya baru akan terbuka jika seorang hunter menyentuh Level 20! Anda... Anda membukanya di Level 11!"

"Apa sehebat itu?" tanya Wu Xuan dengan nada bosan.

Sambil mendengarkan, ia mengulurkan tangannya ke arah mayat Behemoth Orc. Dengan satu tarikan, ia melahap sisa jiwa dan esensi darah raksasa itu ke dalam pedang hitamnya dan menyimpannya ke dalam meridiannya.

"Sangat hebat, Tuan Muda!" Yang Chen menyela dengan nada menggebu-gebu. "Hadiah dari menjadi juara di liga ini bukan hanya koin atau senjata. Anda bisa meminta hak eksklusif dari Menara, seperti memilih dunia atau Tower cabang mana yang ingin Anda masuki, atau meminta material spesifik yang tidak ada di bumi!"

"Hanya itu?" respon Wu Xuan, mematahkan semangat pamannya.

"S-Semakin tinggi liga, semakin banyak hak yang bisa Anda dapatkan," tambah Xu Xin ragu-ragu.

Wu Xuan tersenyum tipis, sebuah senyum yang sangat realistis dan dingin. Ia menilai informasi ini dari sudut pandang yang sama sekali berbeda dengan mereka berdua.

"Sebuah arena di mana para makhluk dari berbagai semesta saling membunuh tanpa mati permanen, ditonton, dan diberi hadiah. Ini bukan hak istimewa," analisis otak bisnis dan politik Wu Xuan bekerja. "Para hunter yang bertarung di liga itu hanyalah gladiator sirkus yang sedang dipertontonkan oleh entitas di balik Menara ini. Sebuah hiburan bagi ras tingkat atas."

Ia tidak tertarik menjadi monyet sirkus, setidaknya sebelum ia tahu apa yang bisa ia dapatkan.

"Oh ya, Xu Xin," ucap Wu Xuan santai. "Aku tidak melihat data rank Papa di daftar liga ini saat aku mencari namanya barusan. Apa dia tidak pernah ikut?"

Xu Xin menundukkan kepalanya, wajahnya melembut dengan rasa hormat yang dalam. "Tuan Wu Jiang tidak pernah sempat, dan tidak pernah mau melakukan permainan seperti ini, Tuan Muda. Sejak bencana dimulai, baginya... tidak ada yang lebih penting dari mencari keberadaan Anda, dan melindungi Nyonya dari kekacauan dunia. Ia tidak peduli pada hadiah Menara."

Mendengar itu, ada sesuatu yang bergetar pelan di dalam dada Wu Xuan. Sang tiran itu terdiam sejenak. Ia mengingat ekspresi ayahnya, teringat pada makam kakeknya.

Sebuah senyum lembut, yang benar-benar murni tanpa kalkulasi, terukir di wajahnya.

Wu Xuan memutar tubuhnya, memasukkan tangannya ke saku celana.

"Ayo kita pulang," ucap Wu Xuan dengan nada hangat. "Mama mungkin sudah khawatir di rumah."

Di luar Gate, jalanan distrik terbengkalai Shanghai dipenuhi oleh keputusasaan yang sunyi.

Wu Jiang dan Wu Yuena berdiri menatap pusaran portal. Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Pusaran yang tadinya memancarkan warna hijau yang mengerikan, perlahan-lahan meredup. Distorsinya memudar, dan warnanya kembali berubah... menjadi putih redup yang menandakan portal telah ditaklukkan dan bersiap untuk menghilang.

Para ilmuwan menahan napas. Radar mereka tiba-tiba hidup kembali, menunjukkan bahwa ancaman Invasi telah lenyap.

Portal itu berpendar terang, dan dari dalamnya, tiga sosok melangkah keluar ke aspal jalanan.

Yang Chen dan Xu Xin terlihat kelelahan. Zirah mereka retak, wajah mereka dipenuhi debu dan darah, namun masih berjalan tegak. di depan mereka Wu Xuan berjalan dengan gaya yang lebih santai.

Pemuda itu memegang pedang hitamnya dengan santai. Pakaiannya mungkin robek dan ada luka di bahunya, namun senyum di wajahnya memancarkan ketenangan seorang penguasa yang baru saja selesai jalan-jalan sore.

Wu Xuan, yang tidak tahu bahwa portal ini tadinya berubah warna menjadi merah di mata dunia luar dan diklasifikasikan sebagai B-Rank, mengangkat alisnya melihat pemandangan di depannya.

Ayahnya, ibunya, dan puluhan penjaga elit Guild dengan senjata terhunus berdiri dengan wajah pucat pasi dan mata berkaca-kaca.

"Pa. Ma. Kenapa kalian di sini?" tanya Wu Xuan bingung, suaranya memecah keheningan yang dramatis itu.

Wu Yuena tidak menjawab. Ia menjatuhkan tongkat sihirnya dan berlari menerjang putranya, memeluknya dengan sangat erat seolah takut pemuda itu akan menjadi ilusi.

"Xuan'er! Astaga! Kau tidak apa-apa?!" tangis Yuena pecah, tangannya meraba wajah dan bahu putranya dengan panik.

Wu Xuan terkekeh pelan, menepuk punggung ibunya dengan lembut. "Aku tidak apa-apa, Ma. Aku sudah besar... santailah, jangan berlebihan. Ini hanya dungeon Rank D biasa."

Mendengar kalimat "Rank D biasa", Yang Chen dan Xu Xin di belakang nyaris tersedak ludah darah mereka sendiri.

Wu Jiang melangkah maju. Aura esnya yang membeku telah lenyap, digantikan oleh mata seorang ayah yang dipenuhi kelegaan, namun harus mempertahankan otoritasnya.

"Xuan'er," suara Wu Jiang bergetar tipis, sangat jarang terjadi. "Papa tahu kau kuat. Tapi jangan pernah lakukan hal bodoh seperti ini lagi! Kau hampir membuat healer terbaik umat manusia terkena serangan jantung."

Mata Wu Jiang lalu menajam, menatap asisten putranya. "Dan kau, Xu Xin. Bagaimana kau bisa menjelaskan ini? Kenapa kau membiarkannya masuk ke dalam gate ini?!"

Xu Xin langsung berlutut di aspal yang dingin, bersiap menerima hukuman tanpa pembelaan.

Namun, sebelum Xu Xin membuka mulut, Wu Xuan melangkah maju dan menghalangi pandangan ayahnya.

"Pa," potong Wu Xuan dengan senada yang santai namun tegas, menutupi kesalahan bawahannya. "Aku yang memaksanya masuk. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Aku yang memegang kendali di dalam sana."

Wu Xuan tersenyum lebar, menepuk perutnya sendiri dengan gestur layaknya seorang pemuda biasa yang baru selesai berolahraga.

"Lagi pula, lihat aku. Bukankah aku sudah membuktikan janjiku? Aku sudah Level 11 sekarang," ucap Wu Xuan dengan riang. "Mari kita pulang, Pa, Ma. Bertarung dengan monster membuatku lapar."

Di saat orang tuanya, para ilmuwan, dan seluruh anggota Guild mematung membeku mencerna fakta bahwa pemuda Kelas E itu baru saja selamat dari Gate mutasi dan telah mencapai Level 11.

Wu Xuan sudah berjalan santai menuju mobil statisnya, bersiap untuk pulang.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
thor itu nanti pas wuxuan pulih kembali apakah dunia itu sanggup menanggung tingkatkan kultivasi wuxuan thor tolong di jawab thor
EGGY ARIYA WINANDA: Kalau kekuatan Wu Xuan (Dao Surgawi) gak sanggup, makanya di chapter satu ia mengirim wadah fisik yang lemah. 🥸👍
total 1 replies
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Zzzz
jejak dulu 👣👣
Zzzz
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Zzzz
/Slight/
Zzzz
/Hunger/
Zzzz
/Proud/
Zzzz
semangat 🔛🔥
Zzzz
/CoolGuy/
Zzzz
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Zzzz
👣
Zzzz
/Grimace/
Zzzz
/Slight//Proud/
Zzzz
/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!