Hallo guys ini novel pertama aku, maaf kalo banyak typo
Novel ini menceritakan
Seorang anak perempuan berusia 13tahun yang menyaksikan pertengakaran kedua orang tuanya, karena sang ayah mempunyai istri dan anak selain momy dan dirinya.
anak itu bernama RANIA PUTRI HERMAWAN, anak dari pengusaha sukses nomor1 se Asia HERMAWAN COMPANY.
7tahun kemudian
Rania berganti nama menjadi RANIA PUTRI REGANINDRA dan menjadi ceo di REGANINDRA GROUP perusahaan nomor 2 di dunia menggantikan sang kakek, selain itu ia juga ceo di RPR COMPANY yang di dirikannya sendiri tanpa sepengetahuan momy, nenek, dan kakeknya dan menjadi leader misterius mafia terkejam nomor 1 didunia GOLD DRAGON.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ayu candra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga belas
Skip depan rumah Reganindra
" Honey, maukah besok kau pergi bersamaku? Kita jalan-jalan menghilangkan rasa sedihmu itu" ucap Daniell
" Hmm, boleh..sampai jumpa besok" jawab Rania
" Honey aku pulang dulu, kau jangan bersedih lagi ! ingat masih ada aku yang akan selalu ada untukmu CUP” Ucap Daniell dan mencium kening Rania
" I...iya, sudah sana pulang" usir Rania karena malu membuat pipinya sangat merah
" Iya honey, tidur yang nyenyak jangan sampai sakit"ucap Daniell masuk kedalam mobil
Rania segera pergi ke kamarnya dan menelpon tangan kanannya di Gold Dragon
TUT TUT TUT
" Bagaimana?" singkat Rania
" Saya sudah membawa mereka ke markas Queen" ucap Sandi
" Bagus. Siksa dua ular itu biarkan pria itu melihatnya! Besok pagi aku akan segera kesana" perintah Rania dan mematikan telpon
Sahabat-sahabat Rania yang mengetahui mommy Rania meninggal mereka semua datang mengucapkan bela sungkawa kepada granma dan grandpa. Tetapi Rania tidak bisa di temui karena mengunci dirinya di dalam kamar dan keluar pada saat momynya ingin di makamkan, Rania ikut karena ingin melihat momynya untuk terakhir kali.
Semua anggota Gold Dragon tidak ada yang tau, karena Rania sedang memberikan tugas pada tangan kanannya dan tidak ingin mengacaukannya.
Keesokan pagi
Terdengar kicau burung-burung bernyanyi riang. Seorang wanita menggeliat di atas kasur king size nya karena masuklah cahaya menyilaukan mata dari jendelanya
Tiba-tiba keluarlah air mata dari gadis itu dan suara isakan tangis yang sangat memilukan
" Hiks hiks momy aku merindukanmu" ucap Rania
Setelah bersiap Rania langsung berangkat ke markas Gold Dragon tanpa sarapan
Skip markas Gold Dragon
Turunlah Rania dari dalam mobil dengan wajah datar dan aura dingin berwibawa yang terlihat sangat menakutkan
" Selamat pagi Queen, para tahanan ada di bawah tanah" ucap Sandi
Tanpa menjawab Rania langsung ke ruang bawah tanah. Terlihat mantan ayahnya duduk dikursi tangan yang diikat dengan tatapan kosongnya
" Apakah kalian menikmati sambutan kedatangan ini?" Tanya Rania memandang mereka bertiga
" Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini pada kami? Kami tak pernah menyinggungmu" tanya Reno (Dady Rania)
Rania datang menggunkan masker dan tidak melepasnya agar menjadi kejutan untuk ayahnya
" Hmm, apakah kau tak mengenalku Dady?" tanya Rania melepaskan maskernya
DEG DEG
Suara detak jantung Reno, melihat putri yang selama ini sudah tidak ia temui lagi setelah kejadian itu terjadi. Reno hanya bisa melongo kaget dan berubah sendu karena merindukan Rania
" Apakah dady sudah melupakanku?" tanya Rania dengan nada dingin
" Ra...Rania itu kah kau? Kau anakku Rania?" tanya Reno tidak percaya
" Hmm, kau sudah mengingatnya dady?" ucap Rania dengan tersenyum smirk
" Rania kenapa kau melakukan ini kepada kami nak? Kenapa kau membawa kesini?" tanya Reno
" Ohh, aku hanya ingin membuat kalian merasakan apa yang momy dan diriku rasakan dulu" ucap Rania santai
" Maafkan dady nak, dady tidak bermaksud menyakitimu, ini semua sudah kehendak tuhan" sesal Reno
" Heh kenapa kau minta maaf ke anak yang gak tau diri itu sih mas?" tanya Nilam dengan nada sombongnya
" Diam kau !" bentak Reno
" Kenapa dady bentak momy sih? Kan emang bener dia itu anak nggak tau diri, kenapa juga kita dibawa ketempat menjijikkan seperti ini” teriak Mila tidak terima momy nya di bentak hanya karena dady nya membela Rania
" Sudah kubilang diam, jangan ikut campur urusan dady" bentak Reno kepada Mila
Rania yang melihat itupun duduk santai melihat ketiga orang itu bertengkar dengan wajah datar yang menyeramkan
" Sudah bicaranya? Apa masih ada yang mau dibicarakan lagi?" Tanya Rania dingin
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu sangat ketakutan merasakan aura dingin nan menusuk itu
“ Rania maafkan dady, jangan membenci dady... dady sangat sedih melihatmu seperti ini” ucap Reno
" Hufft,,aku sudah muak ayo sekarang kita mulai" ucap Rania tersenyum smirk
" Apa maksudnya Rania?" tanya Reno
" Hahh, apa kau tau momyku sudah tiada?" tanya Rania dengan nada dingin
" Apa kau bohong Rania?" tanya Reno kaget
" Keuntungan apa aku membohongimu? Aku disini hanya akan menghukum orang yang telah membuat momyku mati" ucap Rania dengan nada agak tinggi
" Siapa Rania?" Dan kenapa kau membawa kami kesini? Ucap Reno
" Hmm, sepertinya kau tidak tau apa-apa ya dady ku sayang..” ucap Rania mendekati Reno
" Kedua wanita ular itu membuat momyku tiada, karena mereka selalu mengganggu momyku selama ini, membuat momyku banyak pikiran dan akhirnya penyakit kanker itu tambah parah" bentak Rania menunjuk wanita ular
Reno yang mendengar itupun menundukkan wajahnya karena mendengar orang yang pernah ada di dalam hidupnya sudah tiada karena kesalahan anak dan istrinya.. dan dia tidak mengetahui itu
" Wah kau tidak mau mengaku ya? " tanya Rania menyodorkan pisau kesayangannya kedepan wajah Mila ( Adik tiri Rania)
"A...aku tidak melakukan itu, kau jangan asal menuduh" ucap Mila dengan nada ketakutan
“ Ohh, kau mau bukti ya?” tanya Rania dengan nada dinginnya
“ Kau tak punya buktinya Rania, karena kami tidak melakukan itu” bela Nilam ( Ibu tiri Rania)
" Hohoho masih mau menyangkal ya kalian" tersenyum smirk
" Sandi berikan buktinya" perintah Rania tegas
Sandi menunjukkan buktinya lewat LCD besar dirungan itu yang sengaja disiapkan.
Terlihatlah isi chat dan bukti pertemuan momynya dan dua wanita ular itu di sebuah restoran, sebelum momynya masuk rumah sakit dan meninggal.
.
.
jangan lupa klik like dan komen ya
maaf kalau banyak typo dan ceritanya kurang berkenan🙏
Sukses thor
Emang bener ya, kalo makin tua tu makin kek anak kecil