NovelToon NovelToon
My Bestfriend Prince

My Bestfriend Prince

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:96.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourdream

Jatuh cinta pasti dirasakan setiap manusia
Dan banyak sekali rintangan didalamnya
baik suka maupun duka
mau tidak mau kita harus melewatinya

Setiap hubungan juga tidak akan berjalan
dengan mulus layaknya jalan tol
akan ada waktunya jalan itu berlubang
Akibat kesalahpahaman dan keegoisan kita

Jadi, mau happy atau sad endingnya
kitalah yang tentukan sendiri
dan mungkin ada hati yang akan dikorbankan
atau tidak sama sekali diantara kita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourdream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Please, jangan lupa like + commentnya guys.

Karena satu vote aja berharga banget buat aku. Oke.

Happy reading. 😄😄

[[]]

Saat ini, kelas bahasa tengah olahraga. Dimana Sastra ikut berpartisipasi dalam permainan bola basket. Karena gurunya sedang berhalangan hadir, kelasnya menjadi free.

"Woy, si Sastra anak bahasa lagi tanding." Irine segera menoleh pada Kiki, bendahara kelasnya.

"Sama siapa?" tanya Irine.

"Sama si Yuan."

Irine mengernyit. "Yuan? Kok bisa?"

"Lo lihat aja sendiri."

Irine, Vinkan dan Secil bangkit dari tempat duduk mereka untuk melihatnya secara langsung keluar kelas.

Ah, ternyata tidak hanya kelasnya saja yang sedang free. Banyak kelas yang berhamburan keluar kelas hanya untuk melihat pertandingan antara Yuan dan Sastra. Kenapa Yuan dan Sastra tanding basket? Apa Yuan lagi yang mengajak Sastra duel?

"Rin, Yuan ngajak Sastra buat duel lagi?" tanya Secil.

Kali ini ia tidak tahu apapun yang terjadi saat ini. Irine mengangkat bahunya tidak tahu.

"Gak tahu."

"Ya ampun, kalau Sastra kalah lagi gimana?" tanya Secil.

Vinkan yang disebelah Secil langsung menoleh ketika Secil berbicara seperti itu.

"Kenapa lo khawatir banget? Toh, emang Sastra selalu kalah kalau tanding sama Yuan."

"Diem lo," ucap Secil dengan kesal.

Di tengah lapangan, Yuan dan Sastra saling berpelukan. Namun, dari gelagatnya, Yuan tengah berbicara sesuatu pada Sastra.

Apa yang dibicarain mereka berdua? Batin Irine.

Priiiit

Suara peluit menjadi pertanda bahwa pertandingan dimulai. Keduanya masih saling berusaha untuk memasukkan bola ke ring lawan.

Sungguh ajaib, dimana Sastra memasukkan bolanya terlebih dahulu ke ring Yuan.

"Yes! Sastra masukin bolanya," ucap Secil dengan senang.

"Seneng banget lo. Kenapa?" tanya Vinkan dengan penuh curiga.

"Ah, ya gak papa lah. Bagus kalau si Sastra bisa ngalahin si Yuan."

"Baru juga mulai kali pertandingannya. Belum bisa dianggap kalah," komentar Vinkan.

Secil memutarkan bola matanya. Sementara Irine hanya terus menatap mereka berdua. Cara mereka bermain sungguh berbeda. Terlihat sedikit ada kekerasan di permainan itu.

"Rin, menurut lo, siapa yang bakal menang kali ini?" tanya Secil pada Irine.

Irine hanya diam dan terus menatap keduanya.

"Pasti Yuan lah. Secara dia kan ketua basket. Dan ju--" ucapan Vinkan terpotong oleh Secil.

"Hiss, tuh mulut gak bisa diem apa? Kan gue nanyanya ke Irine. Kenapa Lo terus sih yang jawab?" kesal Secil.

"Dih, suka-suka gue lah. Mulut-mulut gue juga."

Sudah pertengahan pertandingan, dan keadaannya pun imbang. Mereka berdua pun kelihatan sudah lemas.

Sastra berhasil merebut bola dari tangan Yuan, namun saat Sastra ingin men-shoot bolanya ke ring Yuan, Yuan tiba-tiba mendorongnya hingga Sastra terjatuh.

"Hiss, mulut nenek lampir dasar!"

"Lo ju--" ucapan Vinkan terpotong oleh pekikan Irine.

"Sastra!!" pekik Irine membuat Secil dan Vinkan menoleh. Irine segera turun ke bawah untuk melihat kondisi Sastra. Padahal, kondisi Sastra yang belum cukup pulih semenjak kejadian itu.

"Rin, lo mau kemana?"

Irine tak menjawab pertanyaan Secil. Saat ia tiba di lapangan, justru Yuan memukul Sastra.

Entah apa yang membuat Yuan memukul Sastra.

"Yuan!" teriak Irine membuat Yuan berhenti memukuli Sastra.

"Lo apa-apaan sih!? Kenapa lo mukul Sastra!?"

Yuan hanya diam.

"Yuan! Jawab gue! Kenapa lo mukul Sastra!?"

Yuan menoleh pada Irine.

"Lebih baik urusin aja tuh cowok. Tentang gue, bukannya kita udah sepakat ya buat gak saling perduli lagi?"

Jlep. Entah kenapa ucapan Yuan sangat menembus hatinya.

Yuan tersenyum tipis.

"Ah ya, tapi kenapa lo sendiri yang ngingkarinnya? Lo nelen ludah lo sendiri?" tanya sinis Yuan.

Irine hanya diam.

"Jaga tuh cowok. Dan gue kasih tahu ya, akhir-akhir ini emosi gue lagi gak stabil. Jadi kasih tahu dia supaya gak usah ganggu emosi gue."

Setelah itu, Yuan pergi meninggalkan lapangan. Irine menatap punggung Yuan begitu lama. Baru kemudian ia membantu Sastra berdiri dan memapahnya ke ruang UKS untuk diobati.

"Lo gak apa-apa, Sas?"

"Gue gak apa-apa. Gue minta maaf, Rin. Karena gue yang udah ngebuat hubungan kalian rusak."

"Lo gak usah pikirin itu. Lama kelamaan juga bakal membaik kok. Lagian yang namanya hubungan pasti ada berantemnya. Biar gak terlalu monoton," jawab Irine. Padahal nyatanya, didalam hati Irine sangat sedih karena hubungan Yuan selalu saja memburuk. Baru saja kemarin dirinya dan Yuan terlihat bersama.

Namun hari ini, hubungan mereka memburuk lagi. Dan Irine tak mengetahui apa penyebab Yuan begitu.

"Lo kenapa bisa duel dan berantem sama Yuan?"

"Mungkin karena gue gak sengaja nyinggung perasaan dia," jawab Sastra.

Maaf, Rin, gue harus bohong lagi sama lo.

Irine menggeram kesal.

"Tapi gak seharusnya dia mukul lo juga kali. Itu mah namanya udah kekerasan fisik."

"Yaudah, gue gak kenapa-kenapa juga kok."

Irine menyentuh pipi Sastra yang sedikit memar akibat pukulan Yuan. Sastra langsung meringis kesakitan.

"Aish, sakit, Irine," ringisnya.

"Kayak gitu lo bilang gak kenapa-kenapa?"

Sastra menghela nafas.

Irine sudah sampai di ruang UKS. Tepat sekali dimana anak PMR sedang berada disana.

"Hm, dek, tolong obatin dia ya. Habis kena pukul soalnya," tutur Irine ke anak-anak PMR yang rata-rata masih adek kelasnya.

"Iya kak. Nanti kami obatin lukanya."

"Makasih ya, Dek," ucap Irine, dengan tersenyum. Ia menoleh ke Sastra. "Gue tinggal dulu ya? Ada urusan penting."

Sastra berfikir sejenak. Baru kemudian menganggukkan kepala.

"Iya."

Irine segera keluar dari ruang UKS. Ia ingin bicara empat mata dengan Yuan. Ia ingin meluruskan semua ini. Semakin lama, Yuan semakin berubah banyak.

"Yuan," panggil Irine ketika menemukan Yuan bersama dengan temannya. "Gue pengen ngomong."

"Sorry, gue gak ada waktu."

"Yuan! Kita perlu bicara!" tegas Irine.

"Bicara dulu sono. Mau sampai kapan sih lo main petak umpet mulu?" Itu Rega, Irine tahu itu.

"Yoai, siapa tahu aja bisa baikan lagi." Kini yang bersuara itu Jojo, wakil ketua basket.

Yuan menatap Irine. Baru kemudian ia bangkit dan berjalan terlebih dahulu dari Irine.

Jojo dan Rega memberikan semangat ke Irine tanpa suara. Irine pun tahu itu. Irine membalasnya dengan mengangguk.

[[]]

"Mau ngomong apaan?"

"Kita udahin aja, Yuan," lirih Irine.

"Ngomong yang jelas."

"Yuan, gue gak pengen kayak gini."

"Lo sendiri yang minta."

"Gue kira, itu bakal berjalan lancar. Tapi justru, gue hanya menyusahkan orang lain."

Yuan terdiam.

Irine mendongak menatap Yuan.

"Gue mau, udahin semua ini. Yuan, kalau lo gak terima keputusan gue, setidaknya jangan ganggu Sastra."

Tangan Yuan terkepal disamping. Rahangnya mengeras.

"Kalau gitu, jauhin Sastra!" tegas Yuan.

"Yuan, lo gak ngerti kondisi yang sebenernya! Kenapa lo gak ngerti-ngerti juga sih!?" pekik Irine.

"Kalau gitu, apa kondisi yang sebenarnya yang gak gue ngerti?" tanya Yuan dengan ekspresi datar.

"Gue gak bisa kasih tahu ke lo kalau soal itu."

"Alasan aja lo! Bilang aja kalau gue ini cuma pengganggu di hubungan lo sama Sastra, iya kan?"

Irine mengernyit.

"Yuan."

"Udahlah! Gue udah capek. Kalau lo emang tetep pilih Sastra, mulai hari ini gue bener-bener gak pengen ngelihat lo lagi. Dan gue juga gak akan mau perduli tentang lo lagi," ucapan Yuan mampu membuat hati Irine sesak. Irine pun juga tak ingin seperti ini. Selain Sastra, hubungan antara dirinya dan Yuan juga baik-baik saja.

Irine lemas. Ia tidak tahu cara apa lagi agar Yuan bisa mengerti dirinya. Dan ia pun juga tidak bisa memberitahunya.

[[]]

Irine pergi ke UKS untuk melihat kondisi Sastra. Tapi, ruangan itu kosong. Dan Sastra pun tidak ada disana.

"Sastra kemana?"

"Oh, kakak lagi cari kakak cowok yang dibawa kakak tadi ya?" tanya anak PMR yang tadi mengobati Sastra. Irine menoleh.

"Iya. Kemana dia?"

"Tadi, kakak itu dapet telpon. Mukanya tiba-tiba tegang. Terus, habis itu kakaknya langsung pergi," jelasnya.

"Telpon dari siapa?"

"Aku dengar-dengar sih dari pihak rumah sakit. Soalnya kakaknya bilang mau ke rumah sakit."

"Rumah sakit? Rumah sakit mana?" tanya Irine dengan panik. Ia takut jika terjadi apa-apa dengan Sastra.

"Kalau itu saya kurang tau, Kak."

"Oh yaudah, makasih ya dek infonya." Adik kelasnya itu mengangguk. Dan setelah itu, Irine keluar ruangan UKS dan menuju ke rumah sakit.

Irine terus menelfon Sastra agar memberitahu dimana rumah sakitnya.

Selalu saja operator yang menjawab panggilannya. Irine gelisah dan khawatir. Karena saking terburu-burunya, Irine tidak melihat jika Yuan melihatnya yang terburu-buru.

"Apa yang sebenernya terjadi, Irine?"

To Be Continue

Masih mau terus lanjut gak?

Jangan lupa like + kritik + saran

Terima kasih yang udah mau baca sampe sejauh ini :v

[[]]

Bonus Foto Sastra pas lagi main basket vv

Ganteng gak? wkwk😂😂

1
Tri Utami
akuq gk suka adal nya penghiantan. coba cukup cewek luar aja yg coba rebut yuan. bukan sahabat ikt2n jd pengahianat .
Favelly: terima kasih atas komentarnya. Mohon dishare agar ikutan komentar juga ya ;)
total 1 replies
Tri Utami
sastra merusak persahabatan. pi setidaknya lambat laun mereka akan sadar akan perasaab mereka sebenarnya
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

Aku sudah like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih
Hilda Sakira Ajahra
Mampir yuk di cerita ku


Mencintaimu kaka
Ilan Irliana
kgn m yuan..huhu
Akira ✨
like 🤩
Soesan
Semangat KK ceritanya semakin keren

Salam manis "Scandal pewaris tunggal"
Esw_Gee
lanjut
Rayna Syaqif
thor kapan up,,,,
finn 🐣
nama asli nya sastra siapa si? ganteng bangett 😣😣
Kania
ihhhhhh kesel banget sa si yuann!!😠 gregetan bacanya thor.. 😬
Rayna Syaqif
lanjuttt thorrr
Try AngeLs
akhirnya ketemu jg
Ilan Irliana
yeeaahhhhhhh
writer in box
salam dari kisah cinta suci seorang lelaki yang hidupnya sempurna tetapi, menikahi wanita penderita ganguan jiwa/skizofrenia
Siska
mampir ya thor, udah ninggalin jejak juga
tetap semangat up nya 😀
jangan lupa di feedback ya kakak 😀
mari saling mendukung
Kini Wulandari
bagus kak ceritanya
@ luisa @
lanjuttttt
wike maliya: haaai kak,, yuuuk kita nongkrong di rumahnya IT'S HARD TO LOVE YOU...
total 1 replies
@ luisa @
irin egois thur
@ luisa @
👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!