Jadwal Update : Sesuka hati🤣
Kenyamanan bekerja di sebuah perusahaan yg kita dambakan merupakan sebuah anugrah yg tidak dimiliki oleh semua orang. Namun, bagaimana jadinya saat kita sedang nyaman bekerja diusik oleh seseorang di masa lalu yg datang secara tiba-tiba dan mengacaukan kenyamanan kita dalam bekerja?
Syabila Aishah seorang Karyawati di sebuah perusahaan ternama bertempat di bagian devisi pemasaran. Dia baru saja bergabung dengan perusahaan selama enam bulan. Namun, kenyamanan bekerja sudah ia rasakan sejak awal bergabung dengan perusahaan. Sampai suatu hari, terjadi pergantian CEO Perusahaan oleh anak tunggal pemilik Perusahaan bernama Jovan Mahendra yg ternyata mantan kekasih Syabila sewaktu ia duduk di bangku SMA. Kebencian yg masih dalam diantara keduanya menyebabkan, hari-hari bekerja Syabila terusik oleh ulah Jovan yg dengan sengaja ingin membalaskan dendam terhadap kejadian di masa lalu.
Lantas hal apakah yg akan dilakukan Syabila untuk mengantisipasi ulah Jovan kedepannya?
Jangan lupa Like, Vote, dan Good commant nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri febri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
permintaan maaf
hai👋 kakak-kakak yg baik hati jangan lupa yah vote dan like serta tinggalin jejek good commentnya biar aku tambah semangat updatenya!.
*****
Sejak kejadian seminggu lalu Syabila benar-benar sakit hati atas perlakuan Jovan dan soal pekerjaan, Syabila sebenarnya sudah mengirim lamaran pekerjaan kebeberapa kantor ternama tapi entah, sampai sekarang belum ada panggilan kembali.
Kediaman Mahendra
"Bang bantuin Gue lah si cuper gak mau jadi sekertaris Gue gimana dong ..." lirih Jovan pada Jordi.
"Salah sendiri Lu bikin anak orang nangis gini kan jadinya."
"Bujukin lah Bang, sama Luh pasti mau," ucap Jovan kembali.
"Enak aja Luh yg buat kesalahan kenapa harus Gue yg ngebujuk!" Tegas Jordi.
"Bang atuh lah, bantuin Gue ..." lirih Jovan.
"Ya satu-satunya cara Lu harus minta maaf sepupuku yg ganteng," ucap Jordi.
"Gengsi lah, masa Gue harus minta maaf gimana sih Luh ngasih saran yg enggak-enggak aja!" sentak Jovan.
"Yaudah terserah, Gue sih gak bisa bantu," ucap Jordi seraya pergi keluar kamar Jovan.
"Masa iya Gue harus minta maaf sama dia gengsi lah dimana coba harga diri Gue, orang Gue gak salah kok. Gue kan nurutin kemauan dia buat ganti uangnya kenapa dia yg marah. Eh, tapi kalo dia bener-bener resigne dari kantor gimana yah nanti si Ayumi nempel terus sama gue dong."
"Arrrggghhh," gerutu Jovan seraya mengacak rambutnya.
"Loe mau kemana, Van?" tanya Jordi.
"Kepo Luh Bang," ucapnya seraya pergi.
******
"Wah untung Gue masih inget deh alamat si Bila, kan repot kalo Gue harus nanya bang Jordi," gumam nya.
15 menit kemudian.
Tokkkk ... tokkkk ... tokkkk.
"Assalamu'alaikum," ucap Jovan.
Tampak seorang Ibu yg membukakan pintu, "Bu Bilanya, ada?"
"Oh kalo boleh tau siapa yah?"
"Saya temannya Bila, Bu."
"Untung aja Ibu Bila udah lupa ama Gue kalo gak waduh amsyong deh." Batin Jovan.
"Sini masuk, Nak," ucap Ibu Seraya mempersilahkan masuk.
"Tidak Bu, Saya tunggu disini saja."
"Bila, itu ada temen Kamu nyamperin."
"Siapa Bu?" tanya Bila di dalam kamar.
"Ayo temuin itu udah nunggu kasian," ucap Ibu diluar kamar.
"Siapa sih pagi-pagi juga," gerutu Syabila.
Betapa terkejutnya saat dia melihat sosok di depannya.
"Jovan eh, maksudku Pak Jovan ngapain kesini!" Ketusnya.
"Bil mau yah jadi sekertaris Gue," ujarnya langsung to the point.
"Gak, berapa kali harus Saya ngomong Pak Saya gak mau."
"Ayo lah Bil nanti gaji luh 3X lipat deh suer Gue gak bohong," ungkapnya.
"Asal Bapak tau yah Saya gak gila uang seperti yg Bapak pikir mumpung Saya masih sabar mening Bapak pergi deh," ucap bila.
"Bil Lu tega, ngusir Gue ...," lirih Jovan.
Gengsi Jovan Masih menahan mulutnya untuk mengatakan kata maaf.
"Gak peduli, Saya mohon Bapak Jovan yg paling terhormat jalan pulangnya lewat sana," ucapnya seraya menujuk kearah jalan.
Bil Lu tega banget, sama Gue," teriaknya seraya meninggikan suaranya agar Ibu Bila mendengarnya.
"Eh Lu bisa pelan sedikit gak nanti Ibu gue denger."
"Biarin, Bil Luh tega sama Gue!" ucapnya semakin keras.
Syabila pun langsung menariknya pergi agak menjauh dari rumah.
"Mau Bapak tuh apa sih!" sentak Bila.
"Aduh ni mulut susah amat bilang maaf yah." Batin Jovan.
"Pak!" bentaknya kembali.
"Yasudah, kalo gak ada yg penting lagi Saya pulang dan Bapak please pulang jangan ngikutin Saya."
Belum ada beberapa langkah tiba-tiba Jovan, "Syabila Gue minta maaf ..." lirihnya pelan.
"Hah nih orang yakin ngomong maaf." Batin Syabila.
.
.
Wah gimana nih kira-kira syabila maafin atau enggak yah? dan gimana yah usaha jovan buat ngebujuk bila lag😁 yuk nantiin terus aksi-aksi si boss crazy ini.
.
.
don't forget for like, vote, and rate👌
INI MLH DIBANTU RIZAN, JTUH TU HARGA DIRI JOVAN..