Kisah seorang pemuda bernama Ahmad Zaelani yang menemukan cintanya dalam doa setiap sujudnya, ia menemukan istri cantik dan sholehah bernama siti hasanah.
Ia dikaruniai anak bernama Zidane zain, Ini adalah kisah kehidupan Lika-liku kehidupan suami istri dimana dia pernah berada di titik nol sampai sukses istrinya selalu menemani karirnya yang pasang surut.
Simak singkat cerita nya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tambah Keluarga Baru
Pagi-pagi sekali saya sudah beranjak dari tidur bersama siti kami menunaikan sholat shubuh berjamaah.
Selesai itu siti langsung memasak untuk sarapan kami, dan Seperti biasa saya akan mengajak zidane bermain.
Pagi ini saya akan menjemput Vika di terminal karena hari ini dia akan tinggal bersama kami dan akan melanjutkan sekolah Madrasah Aliyah di kota ini.
Sebelumnya saya bekerja di proyek bangunan bulan lalu namun proyek sudah rampung, saya bingung mau kerja apa lagi sedangkan nanti adik saya akan tinggal bersama saya mencoba berfikir semoga semua tuntas terselesaikan.
Tiba-tiba saya melamun sambil mengajak bermain tiba-tiba siti mengagetkan saya.
"Hayo ayah ini bengong mikirin apa itu zidane main sendiri dari tadi ?"
"Oh bunda bikin kaget saja, oh ya bun maaf"
"Ayah jangan menutupi sesuatu dengan istri bukannya kita harus terbuka satu sama lain, di tambah bahaya sekali momong anak sambil bengong?"
"Maaf bun tiba-tiba ayah kepikiran soal ini, jadi gak fokus"
"Mikirin apa yah cerita barang kali bunda bisa bantu?"
"Ini bun kan ayah sudah selesai kerja di proyek, ayah belum dapat pekerjaan baru di tambah nanti vika tinggal bersama kita kalau ayah belum dapat pekerjaan dalam waktu dekat nanti kita makan apa bun?"
"Berdoa saja yah sama Allah SWT rezeki sudah di atur insyaallah yah nanti ada jalan keluar"
"Ya bun makasih sudah ingetin ya sehabis jemput vika ayah akan cari kerjaan baru doakan ya sayang"
"Ya sebagai suami istri harus saling menutupi kekurangan masing-masing, saling mengingatkan bunda selalu bersama ayah susah maupun senang"
"Memang kamu istri pilihan terbaik hehehe, tidak pernah salah menjadikan mu pelabuhan cinta terakhirku"
"Ayah ini pagi-pagi sudah menggombal, ya sudah cepetan sarapan nanti telat jemput adek di terminal semua sudah bunda siapin di meja"
"Ya bun ini mau sarapan heheh I love you makasih ya sayang"
"Ya sama-sama yah, mandi dulu sana bau asem"
"Hmm masak sih bun heheh"
"Iya lah kan istrimu ya cium dasar"
"Hehehe ya bener ya sudah gantian ya momong zidane ayah tak mandi sebentar"
"Ya buruan sana yah"
Saya pun langsung bergegas mandi lalu cepat-cepat untuk sarapan karena takut telat dan pastinya vika menunggu lama.
Selesai makan saya pun langsung menelpon vika memastikan bahwa ia sudah sampai mana.
"Assalamualaikum hallo dek kamu sudah sampai mana ?"
"Iya walaikumsalam bang ini sudah di kota Banda Aceh mungkin 15-20 menit lagi sampai ke terminal"
"Oh ya sudah bang langsung ke terminal"
"Ya bang hati-hati ya"
"Ya dek ya sudah Assalamualaikum"
"Walaikumsalam bang"
Selesai nelpon saya langsung ganti baju dan langsung menuju ke terminal.
"Bun ayah berangkat ya ke terminal"
"Ya yah hati-hati ya sayang"
"Ya sayang Assalamualaikum"
"Walaikumsalam sayang"
Seperti biasa saya selalu mencium kening dan pipi istri dan anakku tercinta.
Saya pun berangkat dengan motor yang sempat saya gadaikan karena usaha Mie ayam kami bangkrut demi menyambung hidup, akhirnya saya bisa menebus nya kembali dari hasil proyek kemarin.
45 menit saya mengendarai sepeda motor akhrinya saya sampai di terminal dan berharap vika tidak terlalu lama menunggu saya.
Setelah sampai dan memakirkan motor saya langsung menelpon vika.
"Assalamualaikum dek kamu dimana ini bang sudah sampai"
"Walaikumsalam bang, ini adek lagi di loket bus PO sumber nusa"
"Ya sudah bang langsung kesana assalamualaikum"
"Ya bang walaikumsalam"
Beberapa menit saya mencari loke PO sumber nusa akhirnya pun ketemu dengan vika.
"Dek vik di sini kau rupanya bang dari tadi bang muter-muter nyariin loketnya ternyata disini heheh, bang nyasar loh dek"
"Hehe maaf bang susah ya nyari adek, habisnya adek mau pindah dari sini takut karena baru pertama kali kesini takut ada preman"
"Hehe ya sudah ayo pulang kerumah dek kakak mu sudah nungguin di rumah"
"Ya bang ayo hehe"
"Sini barang-barang adek bang yang bawa"
"Ya bang ini barang-barang dek berat banget oleh-oleh dari bapak sama ibu"
"Wah enak ini pasti jajanan kampung hehehe, oh ya kabar bapak ibu baik kan dek"
"Alhamdulillah baik bang dan panen tahun ini hampir semuanya berhasil"
"Syukurlah lah dek ya sudah ayo naik motor bang"
"Wih Abang motornya baru"
"Kau ini dek dari dulu suka ngeledek bang terus gak pernah berubah ini itu motor sudah lama bang beli karena bang rajin merawatnya jadi seperti baru"
"Hehehe ya suka banget ngeledek bang kesayanganku ini"
"Ayo cepetan kak Siti nunggu"
"Ya bang"
Kami pun langsung beranjak pulang kerumah bersama vika.
"Bang pelan-pelan bawa motornya"
"Ya dek tenang saja"
Di perjalanan kami pun terjebak macet dan saya mencari jalan alternatif lain.
"Dek macet total bang cari jalan lain ya"
"Ya nih bang kalau kita lewat rute terus kita bisa telat sampai rumah"
Akhirnya saya memutuskan mencari jalan lain dan alhamdulillah di jalan alternatif sepi dan bisa cepat sampai rumah.15 menit kami di perjalanan akhirnya pun sampai di rumah.
"Ini rumah bang dek vik semoga betah ya"
"Insyaallah betah tinggal bareng bang dan kakak di tambah ada adek Zidane hehe"
"Ya sudah ayo masuk dek"
"Ya bang"
Saya pun langsung mengetuk pintu.
"Assalamualaikum bun kami sampai"
"Walaikumsalam yah, bentar ya sayang"
Beberapa menit akhirnya Siti membukakan pintu.
"Wah vika sudah sampai hehe gimana dek di perjalanan mabuk tidak hehehe"
"Hehe alhamdulillah enggak kok kak"
"Ya sudah kamu buruan mandi terus makan terus istirahat ya"
"Ya kak makasih ya"
"Ya sudah barang-barangnya di taruh saja biar bang dan kak Siti yang bawa kedalam"
"Ya kak"
Setelah selesai istirahat Siti dan vika pun ngobrol di ruang tamu bersama sambil bercerita tentang masa kecilku masing-masing.
"Oh ya dek vik kabar bapak dan ibu sehat kan?"
"Alhamdulillah baik kak"
"Syukurlah besok kamu nanti cari sekolah bareng kak siti soalnya bang Ahmad mau cari kerjaan lagi"
"Loh bang sudah berhenti kah dari pekerjaan sebelumnya"
"Sudah selesai dek proyeknya"
"Jadi enggak enak pasti vika bakal ngerepotin bang dan kak Siti"
"Kok adek bilang gitu ya enggak lah dek justru kak siti senang dirumah ada yang bantuin kak masak dan jagain adek zidane"
"Hehe ya kak, oh ya dari tadi kok gak ngelihat zidane kemana"
"Oh dia lagi tidur dek"
Selesai bincang-bincang kami pun makan siang bersama-sama dan menunaikan sholat Dzuhur berjamaah.
Begitu Thor. Sekarang Zidan umurnya 22 tahun. Dan Zayn umur 1 tahun