Putri Balqis yang biasa di panggil Balqis adalah gadis muda yang hidup sebatang kara.Gadis cantik dan lemah lembut yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya karena ia hidup di besarkan oleh seorang nenek yang menemukannya saat bayi. Hingga akhirnya ia hidup seorang diri setelah sang nenek meninggal.
Muhammad Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Baim adalah seorang pemuda yang memilih hidup di jalan daripada di rumah. Meninggalnya sang ibu dan merasa ayahnya lebih sayang pada sang kakak membuatnya menjadi pemuda pemberontak yang tidak mau di atur hingga ia memilih menjadi bagian dari geng motor.
Baim jatuh cinta pada Balqis yang telah menolongnya dari pengeroyokan yang menimpanya.
Bagaimana kehidupan keduanya selanjutnya setelah pertemuan hari itu?
Happy Reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUB 15 Keputusan Sementara
Balqis Untuk Baim (15)
Ceklek
Baim melihat Balqis yang sudah memejamkan matanya.
" Kamu sudah tidur, Qis?"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Baim menggeleng melihat Balqis yang tertidur dengan masih memakai kerudungnya. Apa mungkin Balqis masih merasa ragu untuk membukanya padahal Baim yakin tidak mungkin Ia tidur dengan mengenakan itu selama ini.
Baim awalnya ingin membukakan kerudung Balqis. Namun, akhirnya ia urungkan niatnya. Ia khawatir Balqis menganggapnya lancang.
Setelah diam sejenak, akhirnya Baim menidurkan tubuhnya di ranjang yang sama dengan Balqis. Ia pun memposisikan tubuhnya menghadap ke arah Balqis yang sedang tertidur.
"Cantik," puji Baim setengah berbisik karena tidak ingin mengganggu tidur Balqis.
Lambat laun Ia pun ikut tertidur.
Keesokan harinya, Balqis terjaga terlebih dahulu. Ia sangat terkejut saat merasakan ada sebuah tangan yang memeluknya.
Hampir saja Balqis berteriak saat menyadari bahwa ia tidak tidur seorang diri. Namun bersama dengan seorang pria. Hingga akhirnya ia tersadar bahwa orang itu adalah Baim laki-laki yang kemarin berubah status menjadi suaminya.
"Hampir saja aku mempermalukan diriku sendiri. Apa jadinya jika om dan tante juga Arumi masuk ke kamar ini karena teriakanku?,"
Balqis pun menurunkan tangan Baim dari pinggangnya dan perlahan Ia turun dari kasur dan membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, Ia membangunkan Baim. Karena, beberapa saat lagi adzan subuh akan berkumandang dan biasanya Pak Heri akan melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid.
"Bang, Bang Baim bangun. Sebentar lagi sudah mau adzan subuh," panggil Balqis tanpa berani menyentuh tubuh Baim.
Karena tidak ada jawaban, Balqis kembali membangunkan Baim. Namun, kini ia berani sedikit menyentuh lengannya.
"Selamat pagi cantik," ucap Baim spontan saat ia membuka mata dan melihat wajah Balqis di dekatnya.
deg deg
Jantung Balqis berdetak kencang saat mendengar pujian dari Baim.
" Sudah hampir subuh. Pasti sebentar lagi Om Heri akan mengajak bang Baim untuk salat berjamaah di masjid." Balqis menjelaskan alasannya membangunkan Baim.
Baim pun merubah posisinya menjadi duduk. Ia pikir saat ia melihat wajah Balqis itu ada di dalam mimpinya. Namun, kini ia sadar itu benar-benar Balqis yang kini sudah menjadi istrinya.
"Baiklah, aku mau ke kamar mandi dulu." Baim berlalu keluar kamar dan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Wajah Baim berubah saat mengingat ucapannya tadi.
Begitu pula dengan Balqis yang sekalipun sering mendapatkan gombalan dari Baim tapi saat ini ia benar-benar merasa senang.
Seperti perkiraan Balqis, Pak Heri mengajak Baim untuk salat berjamaah di masjid. Mereka pun pergi bersama. Setelah melaksanakan salat subuh, keduanya beranjak untuk kembali pulang. Namun, tanpa sengaja mereka mendengar bisik-bisik obrolan ibu-ibu yang saat itu ikut shalat berjamaah juga. Obrolan mengenai kejadian kemarin yang tidak lain kejadian yang menimpa Baim dan Balqis.
Baim menyadari tatapan mata dari orang-orang yang melihatnya. Namun, ia mencoba untuk tidak mempedulikannya. Apalagi yang mereka tahu hanyalah cerita dari sudut pandang orang lain saja tanpa mereka mengetahui cerita sebenarnya seperti apa.
"Om sudah berbicara dengan tante mungkin lebih baik untuk sementara waktu Balqis tinggal di rumah kami. Entah apa yang akan ia dengar di luar Nanti, yang pasti itu tidak baik bagi mentalnya."
Baim mengangguk. Ia pun setuju. Ia baru bertemu dengan berapa orang dan ternyata mereka sudah mengetahuinya. Entah berapa banyak lagi orang yang sudah mengetahui kejadian kemarin dengan sudut pandang mereka.
" Mungkin memang lebih baik seperti itu, Om. Sambil melihat sejauh mana orang-orang mengetahui kejadian kemarin. Karena aku juga tidak ingin Balqis sampai terguncang."
Baim sendiri tidak terlalu peduli dengan omongan orang-orang tentang dirinya.Ia seolah kebal karena sejak ia masih tinggal dengan kedua orang tuanya, Baimselalu mendapatkan cibiran dari sang ayah sendiri. Sehingga saat orang lain mencibirnya ia tidak terlalu merasakan sakit hati. Karena sakit hati terbesarnya justru adalah perbuatan ayahnya sendiri.
Pagi ini Baim akan pergi ke kontrakan yang ia tinggali bersama Indra. Karena semua pakaian dan barang-barangnya masih ada di sana.
"Hari ini aku akan bekerja jadi kamu bisa tinggal dulu di sini. Untuk pakaianmu yang ada di kontrakan biar aku yang mengambilnya," ucap Baim kepada Balqis.
Sebelumnya, mereka sudah membicarakan tentang keduanya yang akan menginap untuk sementara waktu di rumah orang tua Arumi. Dengan berbagai pertimbangan, keduanya pun sepakat bahwa memang lebih baik untuk tinggal di rumah orang tua Arumi dibandingkan kembali ke kontrakan.
" Untuk bajuku sendiri lebih baik aku yang bawa sendiri, Bang." ucap Balqis karena ia merasa malu jika Baim harus mengambilkan pakaiannya apalagi pakaian dalamnya.
" Kenapa? Biar aku saja." ucap Baim. Ia tidak paham kenapa Balqis menolak usulannya.
Balqis terddiam dia berpikir bagaimana caranya untuk menyampaikan tentang pakaian tersebut karena Balqis sendiri merasa malu untuk membicarakannya.
" Aku malu Bang kalau sampai abang harus mengambil itu juga," wajah Balqis berubah merah.
" Maaaengambil apa maksudnya?," Baim benar-benar tidak mengerti maksud perkataan Balqis.
Karena Baim tidak paham juga, akhirnya Balqis mendekatkan bibirnya ke telinga Baim.
Baim yang tidak tahu apa yang akan dilakukan Balqis merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Wajahnya memerah.
" Maksud aku mengambil pakaian dalamku, Bang," Bisik Balqis.
Merasakan hembusan nafas Balqis, tubuh Baim merinding.
" Bang"
" Oh iya apa?," tanya Baim.
Balqis kembali membisikkan kata-katanya. Wajah Baim pun memerah. Sekarang ia mengerti kenapa Balqis bersikeras mengambil sendiri.
" Ehm. Baiklah. Besok malam saja sepulang aku bekerja aku akan mengantarmu mengambil baju." Baim berusaha menetralkan suaranya.
...******...
" Pak, apa saya boleh tahu siapa orang yang menghubungi dan menyuruh memperbaiki mobil kemarin?," tanya Baim saat ia bertemu dengan Bosnya.
" Ada apa? Apa ada masalah?," Pak Jaya heran.
" Iya, Pak." Jawab Baim.
" Ada masalah apa?," tanya Pak Jaya penasaran.
Baim pun menceritakan semuanya. Dari mulai kejanggalan rumah yang ia datangi, sampai pada ia yang di pukul sampai pingsan dan tersadar di kamar bersama seorang perempuan.
" Saya sudah menghubungi bapak untuk memberi penjelasan pada warga, namun nomor bapak tidak bisa di hubungi. Sata juga menlpon nomor kantor tapi tidak tersambung juga." jelas Baim.
" Kemarin ponsel saya di curi orang. Telpon kantor juga mendadak rusak. Saya belum menyelidiki penyebabnya." jelas Pak Jaya.
" Lalu apa yang terjadi setelah itu?,"
" Kamu dinikahkan paksa." jawab Baim.
Pak Jaya terdiam. Ini jelas sudah di rencanakan.
"Saya minta maaf tidak bisa menolongmu kemarin."
"Tidak apa-apa, Pak. Setidaknya orang yang saya nikahi memang orang yang sedang saya dekati." ucap Baim.
"Apa?." Pak Jaya malah heran melihat ada orang yang senang dinikahkan secara paksa.
"Hehe. Nanti saya jelaskan. Sekarang saya ingin tahu dulu orang yang menghubungi bapak kemarin?,"
"Soal itu...."
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
...🥰🥰...