NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Manusia

Reinkarnasi Pendekar Manusia

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mark Wijya

"Ingin mengalahkan ku? Kalian pasti bercanda!
Seisi dunia bersatu juga takkan bisa!"

Seorang Raja Daratan terkuat—Luo Xiao telah bereinkarnasi setelah dikhianati oleh teman terdekatnya. Dunia bela diri kini berada dalam kegelapan!

Pendekar dari Ras Manusia Murni telah tergantikan oleh Ras Manusia Naga. Pergantian tersebut membuat para pendekar semakin lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mark Wijya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Iya, iya, aku tahu! Kalian sangat berisik! Tidakkah kalian tahu aku dapat membaca pikiran!

Kalian pasti sudah bosan menunggu kapan Yue Jian dan Bocah ingusan itu mengikuti seleksi masuk ke Perguruan Tanah Merah! Iya, hari ini juga mereka akan mengikuti seleksi itu! Kalian ingin aku mengabaikan waktu tiga minggu dan langsung ke seleksi saja, kan! Aku paham, aku paham.

Aku Raja Daratan yang bijaksana dan baik hati akan menuruti keinginan kalian semua, wahai rakyatku! Jangan lupa untuk memujiku!

“Katamu kau tak tertarik untuk menjadi pendekar, Luo Xiao!” kata Huo Lin, tampak cemberut.

“Aku harus katakana berapa kali sih, agar kau paham?” Jujur aku lelah menjelaskan ini pada orang yang tak mau mendengarkan. “Aku datang ke sini hanya untuk melihat, tidak ikut berpartisipasi. Kau tahu, kan, dua orang bodoh yang menyinggung Fang Chu itu.”

“Lalu?”

Jawaban ketus? Tidak masalah!

“Seperti yang sudah kukatakan padamu berulang kali, aku tertarik untuk melihat bagaimana mereka bertarung. Apakah mereka memang memiliki kekuatan besar hingga berani menantang pendekar nomor 1 itu?”

“Sepertinya kau masih menyembunyikan sesuatu!”

“Apa sebenarnya yang ingin kau dengar?! Katakan, aku akan mengatakannya untukmu!”

Ini menyebalkan. Huo Lin sungguh tak peka! Dia mengganggu saja ketika aku sedang berbicara pada rakyatku!

“Sudahlah, lupakan saja. Aku tidak tertarik lagi. Ayo kita masuk.”

“Aku ingin kau mengatakan itu sedari tadi, gadis kecil cerewet!”

Akhirnya, aku dan Huo Lin masuk ke dalam Perguruan Tanah Merah. Para petugas mengarahkan kami masuk ke podium penonton untuk melihat seleksi ini, setelah kami membayar mahal tentu saja. Mereka sangat kapitalis hingga membuat seleksi ini sebagai sebuah pertunjukan.

Masuk ke dalam podium di mana sudah terisi oleh banyak orang, kini aku dan Huo Lin harus mencari kursi untuk duduk. Akhirnya kami mendapatkan dua kursi kosong yang berada di barisan tengah, kami pun duduk di sana sembari menantikan seleksi ini dimulai.

“Penonton yang terhormat, maaf sudah membuat anda sekalian menunggu lama!” Seorang pria bertopeng yang berdiri di balon terbang, menyerukan kalimat itu. Sepertinya dia adalah pembawa acara.

Lupakan! Dunia ini menjadi sangat aneh. Dulu, di zamanku, tidak ada namanya orang luar yang menonton seleksi masuk suatu perguruan. Ini sangat-sangat tidak masuk dalam akalku.

Tidak lama kemudian, suara lonceng meggema. Lalu, pembawa acara tadi kembali berseru, “Dengan ini, seleksi masuk Perguruan Tanah Merah, resmi dimulai!”

Jadi sekarang yang membuka acaranya hanya seorang pembawa acara? Bukan seorang tetua perguruan atau semacamnya? Kurasa zaman sudah berubah. Kendati berubah menjadi lebih buruk dari bayanganku!

“Baiklah, mari kita saksikan calon pendekar pertama kita!” kata si pembawa acara. “Dia adalah seorang pendekar muda yang telah menjelajahi berbagai tempat untuk menempa dirinya! Mari kita sambut, Mu Lan!”

Seorang pemuda dengan dua pedang di bahunya, masuk ke dalam arena. Dia berdiri tegak, tidak mengatakan apa pun. Namun, aku dapat katakana kalau dia memiliki aura yang cukup hebat.

“Selanjutnya, mari kita sambut pendekar muda dari Ras Manusia Naga, Shi Li!”

Kali ini, seorang gadis dengan satu pedang di tangan, keluar dari sisi lain arena. Dia juga memiliki aura yang bagus, tetapi aku ragu kalau dia bisa mengalahkan pemuda bernama Mu Lan itu.

Pembawa acara pun kembali berkata, “Seleksi pertama, pertarungan Mu Lan dan Shi Li, dimulai!”

Sebenarnya sejauh mana si pembawa acara itu menguasai seleksi pertama ini? Sedari tadi aku melihat hanya dia saja yang memimpin jalannya seleksi. Dan tidak ada dewan juri atau apa pun. Aneh, tapi apakah aku harus mengatakan kalau ini unik dan sebuah inovasi?

Balik ke topik. Mu Lan dan Shi Li sudah saling menyerang. Mereka sama-sama menggunakan pedang, jadi jelas yang terjadi adalah adu pedang yang cukup sengit, seharusnya sih.

Mu Lan melesat ke depan, melepaskan tebasan ke kiri menggunakan pedang di tangan kanannya, dan tebasan ke kanan dengan pedang di tangan kiri. Serangan itu membentuk sebuah gunting. Namun, Shi Li melompat ke belakang, berhasil menghindari serangan ‘unik’ itu, kupikir.

Kali ini, Shi Li yang melesat ke depan, menebaskan pedangnya dengan brutal menggunakan kecepatan tinggi. Akan tetapi, Mu Lan dapat menangkis semua serangan itu dengan keterampilannya mengayunkan dua pedangnya.

“Hebat!!!”

“Lanjutkan!”

“Aku mendukungmu, Mu Lan!!!”

“Jangan kalah, Shi Li!!!”

Pertarungan dua pendekar muda itu sepertinya berhasil menarik perhatian para penonton. Sayangnya, pertarungan anak kecil itu sama sekali tidak membuatku tertarik. Sebaliknya, aku ingin segera pulang dari sini. Tapi, aku terpaksa harus tetap duduk, menunggu giliran Yue Jian dan Bocah ingusan bertarung.

“Kau sepertinya tidak menikmati pertarungan mereka, Luo Xiao?” tanya Huo Lin.

Aku mengembuskan napas panjang. “Sejujurnya aku berekspektasi terlalu tinggi pada seleksi ini. Tidak aku sangka kalau kekuatan mereka hanya begitu.”

“Kau berkata seolah-olah gerakan hebat mereka tidak ada apa-apanya. Memangnya siapa kau pikir dirimu?”

Tentunya aku seorang Raja Daratan, memang apalagi? Pertarungan mereka sama seperti dua anak kecil baru pertama kali memegang pedang. Sangat biasa dan lemah. Namun, kurasa aku mulai cocok dengan dunia yang dipenuhi makhluk lemah ini. Dengan begitu, aku tak perlu menghawatirkan apa pun juga. Setelah kupikir lagi, itu tak terdengar buruk!

Oh, aku sampai lupa, sekarang suasana menjadi semakin riuh, apakah sudah mencapai \*\*\*\*\*\*\*? Mari kita lihat.

Shi Li tampak memasang kuda-kuda kokoh, pedangnya terarah ke depan, matanya terlihat begitu waspada. Perlahan, aura berwarna ungu membungkus sekujur tubuh gadis itu.

Di sisi lain, Mu Lan juga tak mau kalah. Pemuda tersebut sedikit merendahkan tubuhnya, membentuk kuda-kuda, kedua pedangnya digenggam erat olehnya. Dia rupanya mengeluarkan aura juga, meskipun warnanya hitam, bukan ungu.

Biar kuberitahu, itu adalah Chi yang belum matang! Sangat mirip dengan Chi anak kecil yang belum dapat membentuk kekuatan elemen. Singkatnya, itu sangat lemah! Aku tak sudi bila nanti Yue Jian atau Bocah ingusan kalah pada orang-orang lemah ini.

Sekarang, aku kembali mengamati pertarungan kedua pemuda itu lagi. Aura yang menyelimuti mereka, kini berubah menjadi hewan raksasa yang melayang di belakang mereka.

Shi Li jelas membentuk seekor naga dengan aura ungunya, sedangkan Mu Lan membentuk gorilla. Ini ….

“Hebat sekali para calon pendekar baru Perguruan Tanah Merah tahun ini! Mereka sudah menguasai aura mereka masing-masing!” celoteh sang pembawa acara.

Sebaiknya kau diam, pembawa acara! Kau takt ahu apa-apa! Itu tak lebih dari sekedar aura yang lemah!

“Naga penghancur!” seru Shi Li sembari mengayunkan pedangnya.

“Gorilla hitam mengamuk!” Mu Lan tak mau kalah, mengayunkan kedua pedangnya di dua arah berbeda.

Naga ungu Shi Li melesat cepat, tetapi gorilla Mu Lan juga bergerak tak kalah cepat.

1
Raysonic Lans™
gak ada tingkatan kultivasi nya...
Arise: apalah yg kamu harapkan dari novel yg dibuat untuk satire
total 1 replies
Jade Meamoure
ini si Luo kan kembali jadi anak kecil walaupun kesadaran dia orang yg udah bangkotan koq cepet ngaku seorang reinkarnator bingung aq
Arise: biasanya orang tua bangkotan sifatnya balik kek bocil kematian 🗿🗿
total 1 replies
Jade Meamoure
koq menggunakan kata bocah ingusan sih Thor gak enak banget d baca
Iyah
eakk
Dr. Rin
Sedikit Reviewku untuk Novelnya soalnya udh baca tamat.

MCnya untuk awal2 cerita bagus, karakterisasinya juga bagus cuman aku agak kurang menikmati MCnya setelah dia kalah dari mantan muridnya itu yg pacarnya mati dibunuh sama Tian Wang.

Untuk Novel Xianxia, mnurutku Power Scaling nya kurang luas, mungkin bisa lebih dikembangkan di Novel lanjutannya klw ada.

Menurutku yg paling bagus ada di Arc turnamen atau seleksi perguruan tanah Merah. Di situ dikenalkan karakter baru serta kekuatan mereka.

Yang paling the best sih tentu dari segi penulisannya yg rapi juga konsisten 👍

Semoga ada kelanjutannya yak 😁
Arise: arigatou atas review nya.

emang ada perubahan dari MC setelah kalah sih sehingga untuk karakterisasi aku sendiri rada kurang untuk pengembangannya. sedangkan untuk power scaling emang gak pengen luas, karena emang belum aku riset semua(jujur xd).

novel selanjutnya udah ada (untuk konsep), tapi emang pembawaannya akan beda. dan gak tau kapan bakal mulai nulis. xd
total 1 replies
Dr. Rin
Aku melihat Death flag muehehehe
Dr. Rin
Menjadi butiran debu, tekniknya Mas Ay 🤣
Arise: balik kanan menuju pojokan xd
total 1 replies
Dr. Rin
Tiba2 jdi MC wanna be 😅
Arise: MC yang sesungguhnya
total 1 replies
Dr. Rin
Look So Cool Mas Kei
Arise: ling tian adalah MC yang sesungguhnya 🗿
total 1 replies
Audya
hum... penasaran sama lanjutannya...
Dr. Rin
PoV ini biar menutup sebuah Plot hole yak
Arise: tambal menambal
total 1 replies
Dr. Rin
Sp*rm
Arise: nyampe ke sana dongg
total 1 replies
Dr. Rin
aku juga baru tahu 😅
Not good
asem
Dr. Rin
Good quote pak guru
Dr. Rin
MC my bro... MC
Dr. Rin
Ganggu ae
Dr. Rin
besok2 pincang gk bisa jalan bru nyesel bilang gtu
Arise: MC shounen bilek
total 1 replies
Dr. Rin
Hey, Panggil guru la, mau ilmunya ndak berkah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!