NovelToon NovelToon
Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cinta pada Pandangan Pertama / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Kalistha, seorang gadis malang yang dibuang oleh keluarganya. Dia terpaksa menghidupi adiknya seorang diri sambil kuliah. ketika sedang bermain piano di kampus, ia bertemu dengan seorang laki-laki.

Barsh, anak dari pengusaha kaya raya. ia merasa tertarik kepada seorang gadis yang begitu lihai ketika bermain piano.

Sejak saat itu, Barsh mulai mendekati Kalistha, dengan menjadikan gadis itu sebagai guru les privat pianonya

Namun kisah cinta mereka tidak mulus. Barsh ternyata memiliki seseorang dari masa lalunya yang kini berada di Seoul. Gadis yang begitu buta dengan cintanya terhadsl Barsh. Siapa yang berani mendekati Barsh pasti akan celaka.

Dia yang mengetahui hubungan Kalistha dan Barsh, mencoba untuk memberikan ancaman kepada Kalistha, jika dia tidak meninggalkan Barsh.

Siapa yang akan dipilih oleh Barsh? Masa depan, atau masa lalu yang masih berharap kepada dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Para Eksekutor Bergerak

"Jadi, hanya tinggal kita ya?" tanya Barsh pada Kalistha ketika melihat sudah tidak ada lagi orang lain selain mereka.

Pertanyaan itu membuat Kalistha melirik kecil pemuda di sampingnya ketika mendengar itu.

Cuppp

Satu kecupan lembut mendarat tepat di wajah Kalistha dan itu terjadi cukup cepat.

Kalistha terkejut melihat itu, bagaimana tidak ini di pusat kota dan pemuda di sampingnya itu dengan santai melakukan hal itu. Ia memukul kecil lengan pemuda itu.

"Lihat tempat!" ucap Kalistha bersemu. Barsh tertawa mendengar hal itu.

"Biar saja, kenapa harus malu untuk melakukan itu? Lagi pula Syena juga tidak ada saat ini jadi aku lebih leluasa melakukannya!" ujar Barsh padanya. Kalistha tersenyum mendengar itu.

Barsh menggenggam tangan Kalistha lalu tersenyum. Kalistha memperhatikan wajah tampan itu, ia suka senyum itu.

"Kencan kita dimulai!" ucap Barsh lirih namun menyimpan kegembiraan dalam tutur katanya.

Kalistha mengangguk sembari tertawa mendengar itu. Mereka pun berjalan pergi dari alun-alun kota. Kali ini Barsh sungguh ingin menghabiskan waktunya berdua bersama Kalistha saat ini.

~●●●●~

Kali ini di tempat lainterlihat beberapa mata sedang serius memperhatikan Skema Tempat yang sudah dirancang.

Terlihat Pria berjaket Hoodie memimpin rapat itu. Beberapa kali tangannya menunjuk Skema itu dan memberi penjelasan.

Tak jarang beberapa Pria di sana menganggukan kepala pertanda mengerti. Bahkan ada beberapa dari mereka yang bertanya jika tak paham.

"Jadi, kita tidak akan menggunakan peluru kali ini. Hanya beberapa tongkat saja kemungkinan target akan berada di sana!" ucap salah seorang dari mereka yang bertubuh cukup besar. Seluruh anggota di sana mengangguk mengerti.

"Tapi, ini dekat dengan pusat kota. Apa kita perlu umpan untuk menjauhkan beberapa polisi dari sana?" tanya salah seorang anggota, Pria berjaket Hoodie itu tersenyum kecil.

"Mangsanya, akan berada di titik ini. Mereka akan pulang melewati tempat yang cukup sepi. Dan sepertinya Tuhan mendukung kita kali ini!" ujar pria besar itu. Seluruh anggota itu mengangguk mengerti.

"Jadi, persiapkan persenjataan yang diperlukan! Kita mulai perburuannya!" ujarnya.

Seluruh anggota itu menuruti perintahnya bubar dan memulai rencananya. Terlihat seorang gadis masuk ruangan itu sambil meneguk wine di tangannya.

Gadis itu terlihat cukup kacau. Sepertinya dia sudah cukup banyak meneguk habis isi dari botol haram itu. Gadis itu dengan sempoyongan sambil meracau memilih duduk di salah satu kursi kosong.

"Ada kembang api yang meriah hari ini?" tanya Pria berjaket Hoodie pada seorang gadis yang duduk tak jauh darinya.

Gadis itu, sambil memegang segelas wine tersenyum. Sebenarnya rencana gila yang ada dalam Skema itu diapun juga ikut merencanakannya.

"Kadang, kita perlu menjaga mabuk kita tetap ada untuk melakukan hal gila. Agar tangan kita tak perlu berhenti ketika melakukannya! Terkadang kita harus mematikan rasa simpati juga belas kasih!" ucap gadis itu tertawa. Pria itu mengangguk kecil.

"Jika kepemilikan bukan atas namamu. Itu bukan dan tak akan pernah menjadi milikmu. Merebut adalah hal yang harus dilakukan! Mereka seharusnya menunduk dan patuh!" ujar Pria besar berhoodie itu.

Gadis itu tertawa mendengar itu. Kemudian dia melempar gelas wine itu sembarangan lalu mendekati Pria berjaket Hoodie itu. Menarik kerah bajunya.

Kedua mata sayu itu meminta sesuatu pada pria itu. Ada banyak kesengsaraan, kebencian juga keinginan untuk membunuh dalam mata itu.

"Tapi dia justru memilih jalan bodoh ini! Aku mencintainya! Aku tidak ingin dia mati! Tapi... Tapi... Harus! Jika dia bukan untukku maka tidak satupun manusia di dunia ini boleh memilikinya! Bunuh saja keduanya!!!" Teriak gadis itu murka seperti manusia yang sudah kehabisan akal saja rasanya.

Pria berjaket Hoodie itu menjauhkan tangan Gadis itu dari dirinya. Menuntunnya kembali untuk duduk ke kursi sembari menatap tajam ke arah gadis itu hatinya sedikit iba melihat keadaanya.

Tangan kanannya mengepal keras, sedang tangan lainnya mengusap kepala gadis itu.

"Berani sekali bajingan itu membuatmu sengsara! Akan kubunuh dia hari ini!" ujar pria besar berjaket Hoodie itu.

Pria berjaket Hoodie itu bergegas pergi setelahnya, meninggalkan gadis yang sudah mabuk berat itu sendirian.

~●●●●●~

1
Risa Virgo Always Beau
Kalistha bersemangat lagi gara gara kata kata Barsh
Risa Virgo Always Beau
Barsh menerobos kerumunan orang demi melihat lukisan
Risa Virgo Always Beau
Barsh beruntung dapat Kalistha yang ngga marah walau kamu telat datang
Risa Virgo Always Beau
Barsh ternyata cemburu gara gara seperti di cuekin oleh Kalistha yang sibuk memandangi kota
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati salju berduaan
Risa Virgo Always Beau
Kalistha pasti bingung mau di bawa kemana oleh Barsh
Risa Virgo Always Beau
Kalistha sama Barsh tahan dengan udara dingin ternyata
Risa Virgo Always Beau
Kalistha mengajari Barsh main piano
Risa Virgo Always Beau
Kalistha kamu memang wanita yang berbakat bisa main piano
Risa Virgo Always Beau
Kalistha memang sangat hebat berbakat di bidang seni
Risa Virgo Always Beau
Barsh lupa dengan Kalistha pasti Kalista sedih banget
Risa Virgo Always Beau
Barsh bersahabat dekat dengan Andrew dan Michael
Risa Virgo Always Beau
Kalistha gara gara kamu koma membuat Arteta merasa bersalah
Risa Virgo Always Beau
Barsh kamu bisa menahan sakit di depan Kalistha
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha pasti syok mendengar Tressya juga akan membunuh Barsh
Risa Virgo Always Beau
Tressya kamu itu dendam ke Barsh gara gara cintamu di tolak
Risa Virgo Always Beau
Barsh karena ulahnya kamu membuat Kalistha malu
Risa Virgo Always Beau
Kalishta mengajak Barsh mendekat ke arah anak kecil penjual coklat
Risa Virgo Always Beau
Barsh pengin manja manjaan sama pacarnya yaitu Kalistha
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati sunset bareng pasti bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!