NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reyhan Yang Cemas

Taksi yang membawa Xena melaju menuju gedung diadakan rapat. Daster rumahan dan wajah lesunya telah lenyap menjadi setelan blazer kerja berwarna marun nan elegan. dengan lihai memulas lipstik di bibirnya, menyempurnakan riasan wajahnya yang flawless.

Xena sengaja menonaktifkan ponselnya. Ia tidak ingin ada gangguan kecil yang bisa merusak fokusnya hari ini. Biarlah Reyhan dan Nadine menari di atas panggung yang sudah ia siapkan.

Sementara itu di rumah,

Nadine tersenyum puas karena merasa sedikit bebas. Sebelum melangkah keluar rumah, Nadine buru-buru mengirim pesan singkat kepada Reyhan.

Nadine: Mas, aku jalan keluar dulu ya mau belanja semua keperluan tasyakuran Aksara nanti. Kasihan Mbak Xena, tadi dia keluar kamar mukanya pucat banget dan katanya pusing mau pecah kepalanya karena kurang tidur jaga Aksara. Sekarang Mbak Xena lagi istirahat di kamar belakang dekat jemuran, pesennya jangan diganggu dulu.

Nadine: Mas, nanti pulang kerja susul aku ya. Sekalian pulangnya bareng, kan enak kalau Mas ikut milih keperluan acara.

Di sela-sela jeda rapatnya, Reyhan membaca pesan tersebut.

Aku baru tersadar, Nadine juga memang bisa diandalkan dalam situasi seperti ini, batin Reyhan.

Pikiran Reyhan mulai berkelana liar. Melihat bagaimana Nadine dan Xena bisa berbagi tugas hari ini tanpa konflik.

Sore harinya sekitar pukul lima, Reyhan dan Nadine keluar dari dalam mobil. Bagasi mobil penuh dengan kantong-kantong belanjaan besar berisi bahan makanan, dekorasi kecil, dan perlengkapan tasyakuran. Xena melihat ini pun, pasti wajar-wajar saja pakai alasan mengurus persiapan tasyakuran Aksara. Jadi Reyhan tak khawatir Xena marah.

Sepanjang jalan pulang tadi pun mereka berdua tampak sangat intim, tak ragu lagi tertawa bersama di dalam mobil. Mereka merasa di atas angin.

Ketika melangkah masuk ke dalam rumah, keadaan begitu sepi. Reyhan yang baru teringat akan kondisi istrinya segera meletakkan beberapa kantong belanjaan di atas meja. Rasa bersalahnya sebagai suami mendadak mencuat kembali.

"Ndin, barang-barangnya taruh sini dulu ya. Aku mau cek keadaan Xena sebentar di belakang," ujar Reyhan.

Tok... Tok... Tok...

"Xena? Sayang? Kamu sudah mendingan?" panggil Reyhan lembut.

Tidak ada jawaban.

Reyhan mengernyitkan dahi. Ia memutar kenop pintu, ternyata pintu tidak dikunci. Ia mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar. Ternyata tak ada Xena di sana.

Reyhan mendadak diliputi rasa heran. Ia berbalik dan berjalan cepat kembali ke ruang tengah menemui Nadine yang sedang merapikan beberapa barang belanjaan.

"Iya, benar Mas. Mbak Xena tadi lemas banget, bawanya tas kain gede katanya isi baju kotor Aksara mau direndam sekalian dia mau tidur di kasur lantai sana biar gak keganggu. Kok Mas tanya gitu?"

"Gak ada orang di sana, Ndin. Kasurnya rapi."

"Ah, masa sih? Mungkin lagi keluar sebentar atau ke mana gitu, Mas. Kan lumayan lama juga tadi aku tinggal keluar belanja. Mungkin Mbak Xena sudah agak sehatan terus keluar nyari angin. Oh iya, aku cek Aksara dulu ya Mas ke kamar."

Namun baru saja Nadine hendak membalikkan badan menuju kamar dimana Aksara, Bu Ratna tetangga sebelah berjalan masuk sambil menggendong Aksara.

"Eh, Mas Reyhan, Mbak Nadine, sudah pulang toh?" sapa Bu Ratna dengan ramah.

Nadine langsung menghampiri Bu Ratna dan mengulurkan tangannya untuk mengambil alih Aksara. "Iya, Bu Ratna. Sini Aksaranya biar saya yang pegang. Makasih ya sudah ditemani dari siang."

"Iya, sama-sama Mbak."

Melihat keberadaan Bu Ratna, Reyhan langsung memotong pembicaraan dengan tidak sabar. "Bu Ratna, maaf... Ibu tahu istri saya, Xena, pergi ke mana? Dia tidak ada di kamar belakang."

"Lho, Mbak Xena toh? Ndak tahu saya, Mas. Malah saya mau nanya keadaan Mbak Xena, soalnya sejak pagi menitipkan Aksara, Mbak Xena ndak kelihatan."

Jantung Reyhan mencelos.

"Mas Reyhan, coba telepon Mbak Xena." Usul Nadine.

Reyhan dengan cepat merogoh saku celananya, mengambil ponsel, dan menekan nomor Xena. Nomor Xena sedang tidak aktif, dan itu cukup membuat kegusaran Reyhan bertambah.

Tanpa memedulikan Nadine dan Bu Ratna yang kebingungan, Reyhan langsung berlari keluar rumah. Ia mendatangi beberapa tetangga di sebelah kanan dan kiri rumahnya, menanyakan apakah ada yang melihat Xena pergi atau melihat kendaraan yang menjemputnya. Tapi semua jawaban nihil.

Apakah Xena diculik? Apakah Xena kabur karena tahu hubunganku dengan Nadine? Tapi bagaimana bisa dia tahu?

Dalam kepanikannya, Reyhan teringat pada ibunya, Ibu Mirna. Siapa tahu Xena pergi ke sana. Reyhan langsung mendial nomor ibunya.

Panggilan tersambung pada deringan ketiga.

"Halo, Assalamualaikum, Ibu."

"Waalaikumsalam, Rey. Ada apa? Tumben sore-sore telepon Ibu. Bagaimana persiapan buat acara tasyakuran? Seragam keluarga yang Ibu pesan sudah dipersiapkan belum? Jangan sampai ada yang kurang ya, ini acara penting buat pamer ke keluarga besar," cerocos Ibu Mirna dari seberang telepon.

Reyhan memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. "Nanti dulu urusan itu, Bu, Reyhan pusing. Ini aku mau tanya, apa Xena ada datang ke rumah Ibu hari ini?"

"Xena? Ke rumah Ibu?" Suara Ibu Mirna mendadak berubah ketus dan sinis. "Ya ndak adalah! Ngapain juga dia ke sini? Memangnya ada apa?"

"Xena gak ada di rumah dari pagi, Bu. Handphone-nya juga gak aktif sampai sekarang. Aku sudah cari ke tetangga sekitar tapi gak ada yang tahu," jelas Reyhan dengan suara yang kian lirih.

Mendengar penjelasan putranya, Ibu Mirna bukannya ikut cemas, malah mendengus kencang di seberang telepon.

"Halah! Paling juga dia sengaja kelayapan gak jelas atau sengaja mau bikin kamu susah, Rey! Baguslah kalau dia gak ada. Udah, ceraikan saja si Xena itu, Rey. Ibu kan sudah bilang dari kemarin-kemarin, dari awal Ibu itu nggak sreg sama dia. Manja, dikit-dikit capek, sekarang malah hilang gak tahu diri. Ngapain sih dipertahankan? Kamu kan sekarang sudah jadi manajer, punya jabatan, bisa dapat wanita yang jauh lebih baik dan penurut dari dia." sahut Ibu Mirna berapi-api.

Mendengar kalimat ibunya yang terlampau menyudutkan di tengah situasi genting seperti ini, emosi Reyhan yang sudah di ujung tanduk akhirnya pecah.

"Udah, Bu. Jangan mulai deh. Aku lagi pusing cari Xena, Ibu malah bahas soal cerai terus. Asal ibu tahu, aku nggak akan menceraikan Xena sampai kapanpun. Atau jangan-jangan ibu membocorkan soal Nadine ke Xena ya?"

"Nggak." Bohong Mirna. Dia langsung mengalihkan. "Lagian hal itu di sembunyikan serapat mungkin, suatu saat nanti pasti ketahuan juga Rey."

Reyhan ogah berdebat banyak langsung menyudahi. "Aku tutup dulu teleponnya, mau cari Xena lagi. Assalamualaikum."

Tanpa menunggu jawaban ibunya, Reyhan langsung memutuskan sambungan telepon sepihak.

Kamu ke mana sebenarnya, Xena? Kenapa tiba-tiba menghilang begini? batin Reyhan.

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!