NovelToon NovelToon
Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: m anha

Jingga, Anak dari seorang konglomerat. Meninggalkan keluarganya demi menikah
dengan pria yang di cintainya.

Bukannya mendapatkan kebahagiaan setelah menikah, ia justru hidup dalam penderitaan.

Akankah Jingga kembali ke kehidupannya yang dulu atau bertahan dengan pria yang menjadi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Perceraian

Aditya seharian berkeliling mencari di mana keberadaan Jingga. Namun, ia tak juga mendapatinya, membuat ia kembali ke apartemennya dan langsung menemui ibunya yang sedang menonton di depan televisi sambil menikmati cemilan serta minuman yang ada di hadapannya, membiarkan rumah sangat berantakan karena baru saja teman-temannya pulang dari sana.

"Bu, di mana Jingga? Apa dia sudah pulang?" tanya Aditya berharap Jingga pulang ke rumahnya walaupun ia tak yakin.

"Entahlah ke mana, istrimu itu sejak pagi dia keluar dan tak pernah datang lagi, ibu pikir kamu bersamanya."

"Lalu di mana Nabila?" tanya Aditya.

"Ya tentu saja ada bersama dengan ibunya, kamu pikir ibu mau menjaga anakmu dan ibunya keluar keluyuran seharian."

"Apa tadi Nabila tak bersama dengan Ibu saat Jingga keluar?" tanya Aditya.

"Ga, ibu nggak pernah menjaga Nabila seharian ini.

Mendengar jawaban itu, Aditya kemudian masuk ke dalam kamarnya, memeriksa semua lemari. Pakaian-pakaian Nabila masih ada di sana begitupun dengan pakaian Jingga, tadinya ia berpikir Jingga meninggalkan Nabila di rumah dan diasuh oleh ibunya, karena Jingga datang menemui tadi seorang diri tanpa adanya Nabila.

"Ibu, apa Jingga membawa Nabila sejak pagi dan tak pernah kembali?" tanyanya.

"Iya, emangnya kenapa sih? Nanti juga istrimu itu pulang kembali, emangnya dia mau ke mana malam haru seperti ini. Lihat rumah sangat berantakan, awas aja kalau dia pulang ibu tak akan membiarkannya tidur sebelum membersihkan semua ini, belum lagi sudah beberapa hari ini istrimu itu bertingkah, coba kamu tegur dia."

Aditya tak menjawab, ia langsung kembali ke kamarnya dan memeriksa surat-surat pernikahannya. Kata cerai yang diucapkan oleh Jingga tadi membuat ia langsung memeriksa bagian berkas-berkas pernikahan mereka dan ternyata dugaannya benar, Jingga sudah pergi membawa surat-surat pernikahan mereka begitupun dengan akta kelahiran putrinya.

"Tidak! Nabila adalah putriku. Jika memang dia yang menuntut cerai, aku akan pastikan dia akan berpisah dengan Nabila," gumamnya kemudian ia dengan cepat menelpon ponsel Jingga, nomornya terpasang. Namun, Jingga tak mengangkat panggilannya, beberapa kali ia mencoba. Namun, tetap saja Jingga mengabaikan panggilannya membuat dia merasa sangat kesal.

"Kamu di mana? Aku akan menjemputmu sekarang juga, aku ini suamimu, kamu harus menurut apa yang aku katakan," ucapnya dalam pesan.

Aditya bisa melihat jika pesannya sudah dibaca oleh Jingga. Bukan pesan balasan yang datang, justru Jingga menelpon balik. Membuat Aditya langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Kamu di mana? Aku akan menjemputmu, kamu jangan macam-macam ya Jingga!" bentak Aditya.

"Anak saya tak akan kembali lagi padamu, aku sudah mengurus semua surat perceraian kalian, jadi kalian akan bertemu saat di pengadilan nanti dan mulai sekaranh, jangan pernah menghubungi anak saya lagi. Aku akan memastikan kamu dan Jingga akan segera bercerai," ucap Gunawan kemudian mematikan panggilannya.

"Apa ini? Mengapa ponsel Jingga diangkat oleh ayahnya. Apa Jingga kembali ke keluarganya?" gumamnya yang ia sangat tahu siapa ayah Jingga, tadinya ia berpikir jika ayahnya tak mungkin memaafkannya karena telah meninggalkan keluarganya, bahkan selama ini Aditya tak tahu jika istrinya itu masih sering berkomunikasi dengan ibunya.

Aditnya juga tak tahu saat melahirkan Nabila dulu ayah dan ibunya ada di sana. Ayah Jingga lah yang mengazankan putrinya, Aditya berpikir Jingga sudah tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini kecuali dirinya, ayahnya sudah tak mau lagi menerimanya membuat ia berani melakukan apapun walau beresiko. Aditnya berpikir Jingga tak akan meninggalkannya karena dalam pikirannya apapun yang dia lakukan walaupun ia menyakiti Jingga seperti yang ia lakukan saat ini, Jingga tetap akan bersamanya, selain karena ada Nabila, dia yakin juga, Arrizal tak bisa melakukan apa-apa di luar sana tanpa dirinya, terlebih lagi ada Nabila yang harus dijaganya. Akan tapi ternyata dugaannya salah, Jingga kembali ke kediaman orang tuanya.

"Tidak! Aku tak akan menceraikannya, jika memang dia mau bercerai, Nabila harus ikut bersamaku."

1
Mu Shofihin
maraton bacanya bagus ceritanya sat set juga untuk penyelesaian masalah,,,, lanjutkan karyamu selanjutnya Thor
Morna Simanungkalit
Jingga jangan hiraukan mantan mertuamu
Morna Simanungkalit
terlalu cepat kau Gantara selesai dulu masalah Jingga barulah mendekatinya dan tak mungkin secepat itu Jingga terus mau menerima Gantara karema dia masih membesarkan anaknya Nabila..
Morna Simanungkalit
Adtya memang sudah sepantasnya kau diceraikan karena kau tega berselingkuh dan tak punya tanggung jawab pada istri dan anak , dan menjelek - jelekkan istri pada selingkuhanmu .
Morna Simanungkalit
bagus jingga jangan pulang lagi kerumah suamimu., buat gugatan cerai.
Morna Simanungkalit
lempar saja dengan piring itu muka suamimu itu jangan kasi ampun juga sama selingkuhanya biar malu
Morna Simanungkalit
sudah kau dengar melalui teleponnya bahkan sudah beberapa kali kok masih belum percaya perselingkuhan suamimu .
Morna Simanungkalit
ya udah kabur saja bawa anakmu.
Morna Simanungkalit
untuk apa dibuntuti tinggalkan saja bawa anakmu jangan bodoh.
Morna Simanungkalit
untuk apa mempertahankan suami seperti itu yang bejat moral.
Morna Simanungkalit
Jingga kamu memang wanita bodoh sudah langsung didengar semuanya tetapi masih didiamkan labrak saja suamimu.persoalan belakangan.
Morna Simanungkalit
jingga suamimu sudah selingkuh dan tidak peduli lagi sama istri dan anaknya hanya bersenang - senang dengan wanita lain.
Morna Simanungkalit
itulah kalau ngak ada restu orng tua ada - ada saja yang terjadi .
Morna Simanungkalit
sekarang mungkin timbul penyesalan tapi apa boleh buat bertahanlah semoga suamimu cepat sadar akan tanggung jawabnya sebagai suami.
Morna Simanungkalit
apa tanggung jawab suamimu.
Morna Simanungkalit
terlalu bodoh kau mencintai laki - laki,seperti Aditia yang tidak peduli pada istri yang sedang bertarung nyawa untuk melahirkan anaknya tapi tidak peduli ,buat apa menunggu suami seperti itu..
Morna Simanungkalit
meskipun orangtua tidak merestui pernikannya tetap juga dilaksanakan
Partini Minok Nur Maesa
klo gx jht nenek ambar orangnya asyik
Partini Minok Nur Maesa
nabila umur 5 thn lho mana bisa spt itu anak umur 5thun tahunya hanay bermain.ini terlalu dewasa untuk anak umur thun.klo udah 10thun mungkin bisa
Partini Minok Nur Maesa
mau dijadikan bAbu lg yay sldit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!