NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:336.8k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Dibuang ibu kandungku, disiksa keluarga tiriku. Tapi itu belum cukup...

Saat Lania beranjak dewasa, ia justru harus menggantikan kakak tirinya untuk menjadi tunangan pria yang tidak dikenalnya.

Penyiksaan itu terus berlanjut sampai Lania benar-benar menikahi pria itu. Karena sebuah kesalahpahaman, suaminya terus menyiksanya karena kebencian yang tidak seharusnya ia terima.

Sabar... sabar... sabar... hanya satu kata itu yang bisa menguatkan Lania dalam menjalani kehidupannya yang sangat keras.

Akankah kehidupan Lania menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pantas Menjadi Ibu Tiri

Sambil meringis kesakitan, Lania mengobati dahinya sendiri. Entah sampai kapan penderitaannya ini akan segera berakhir. Air matanya kembali mengalir dengan sendirinya saat merasa begitu tertekan.

"Aku merindukan mama, aku ingin bertemu denganmu mah... sebenarnya kau pergi kemana, kenapa semua orang tidak menginginkan aku kecuali papa," ucap Lania disela isakannya.

Lania terus terisak di dalam kamarnya sampai akhirnya ia mendengar teriakan dari ibu tirinya lagi.

"Lania... jangan bermalas-malasan, cepatlah bantu mbok Iyem di dapur..." teriak Amel.

"Iya sebentar," jawab Lania seraya menghapus air matanya.

Ia bahkan tidak memiliki waktu untuk bersedih. Kehidupannya seperti bukan miliknya sendiri. Lania benar benar merasa hidup dalam kematian. Sangat sulit dijelaskan dengan akal sehat. Entah kenapa Tuhan menghukumnya dengan terus mendapatkan siksaan demi siksaan setiap hari.

"Lania...!!!" teriak Amel lagi.

"Iya nyonya, aku keluar..."

Cepat cepat Lania keluar dari kamarnya, ia menuruni anak tangga dan nyaris terjatuh jika Amel tidak menangkapnya. Namun seketika Amel melepaskan gadis itu.

"Kau mengotori bajuku, dasar ceroboh," celetuk Amel, "cepat bantu mbok Iyem untuk menyiapkan makan malam," imbuhnya.

Lania menyunggingkan senyumnya, ia yakin Amel masih memiliki perasaan sayang padanya. Jika tidak, mana mungkin wanita itu menangkap tubuhnya. Ia bisa saja membiarkannya jatuh lagi dan lagi.

"Apa yang ingin nyonya makan malam ini?" tanya Lania.

"Jangan banyak tanya, kau bantu saja mbok Iyem."

Lania pun menganggukkan kepalanya. Wanita itu membalikkan tubuhnya dan mulai melangkah menuju dapur.

"Tunggu..." ucap Amel.

Seketika Lania menghentikan langkahnya, "ada apa lagi nyonya?"

Amel menghampirinya lalu menatap dahi Lania, "apa kau sudah mengobati lukamu dengan benar?"

Lania mengangguk.

"Jangan sampai meninggalkan bekas luka, wajahmu bukan lagi milik Lania. Wajah itu aset berharga bagi Lisa. Jika kau meninggalkan bekas luka di wajahmu, itu akan membuat Lisa kesulitan. Ia tidak mungkin melukai wajahnya sendiri demi mendapatkan luka yang sama dengan wajahmu. Ia bahkan sudah memiliki bekas luka di lengannya karena ulahmu itu," ujar Amel.

"Aku terluka karena Lisa, ini bukan salahku. Ingin sekali aku berteriak seperti itu, tapi aku tetap tidak bisa," pikir Lania sedih.

"Kau mendengarkan aku atau tidak?" bentak Amel.

"Iya... aku dengar..."

"Sudahlah... kau boleh pergi."

Lania kembali mengangguk seraya melanjutkan langkahnya menuju ke dapur.

...****************...

Mbok Iyem sangat terkejut saat Lania memasuki dapur dengan dahi yang tertutup perban.

"Non... kenapa?" tanya mbok Iyem.

Lania tersenyum, "tidak apa apa mbok."

"Ini ulah nyonya dan nona Lisa lagi kan?"

Lania menggelengkan kepalanya, "aku tidak sengaja terjatuh tadi."

"Non Lani tidak bisa membohongi mbok."

Seketika Lania memeluk mbok Iyem sambil terisak.

"Aku lelah... benar benar sudah lelah mbok. Aku sudah mengikuti semua keinginan mereka termasuk menggantikan kak Lisa untuk menikahi tunangannya. Tapi tetap saja aku diperlakukan tak adil mbok. Aku ingin mereka berubah sedikit saja setelah aku mengikuti semua keinginan mereka. Tapi nyatanya sama sekali tidak berubah. Mbok... aku lelah..." ucap Lania disela isakannya.

"Ya Allah non... sudah bertahun-tahun non Lani seperti ini. Sudah waktunya non melawan mereka, jangan terus membiarkan nyonya dan nona Lisa semakin kejam kepada non Lani. Katakan semuanya pada tuan Juan tentang masalah ini non. Non bisa..."

Lania melepaskan pelukannya sambil menggelengkan kepalanya, "aku memang memiliki hutang budi, walaupun perlakuan mereka tidak baik tapi aku tetap bisa hidup sampai sekarang karena mereka mbok. Jangan sampai papa tahu tentang masalah ini, papa pasti merasa sedih dan bersalah. Aku tidak ingin melihatnya seperti itu. Bagaimanapun aku memang bersalah karena masuk dalam keluarga ini dan menghancurkan kebahagiaan mereka. Aku sudah memahaminya sejak kecil mbok. Anak sepertiku memang seharusnya tidak dilahirkan."

"Non... ini sama sekali bukan kesalahan non Lani. Tidak ada satupun orang yang bisa memilih dimana dan kapan ia dilahirkan. Mbok berharap setelah non meninggalkan rumah ini, non bisa hidup bahagia."

"Dan Lania merasa itu tidak mungkin mbok. Mama Amel sengaja mengajukan syarat pernikahan yang membuat Daley marah besar. Aku yakin Daley sekarang membenciku, ia pikir akulah yang menginginkan harta keluarganya. Ibarat pepatah, keluar dari kandang macan, masuk ke dalam mulut buaya. Itulah yang akan terjadi padaku mbok. Entah sampai kapan penderitaan ini akan berakhir," pikir Lania sedih.

"Apakah lukanya sangat sakit?" tanya mbok Iyem.

"Tidak apa-apa mbok, hanya luka kecil saja."

"Non Lani sejak dulu tidak pernah mengeluh walaupun sampai berdarah-darah," gerutu mbok Iyem.

Lania menghapus air matanya seraya tersenyum.

"Non tidak perlu membantu, diam saja di sini. Biar mbok yang menyelesaikan masakannya."

"Tidak apa-apa mbok, aku sudah biasa membantu. Ini juga sangat baik untukku, sejak kecil aku sudah bisa memasak."

Mbok Iyem tersenyum, "semoga non segera mendapatkan kebahagiaan."

"Aamiin..."

Keduanya pun mulai memasak. Beberapa hidangan untuk makan malam satu per satu diselesaikan lalu disajikan di meja makan. Amel menghampiri dapur untuk melihat pekerjaan mbok Iyem dan Lania.

"Berapa hidangan lagi?" tanya Amel.

"Hanya tinggal dua hidangan nyonya," jawab mbok Iyem.

"Lania... tinggalkan dapur. Sudah waktunya kau membersihkan diri sebelum papamu pulang. Ingat... jika papa bertanya soal luka di dahimu, kau pasti sudah tahu harus menjawab apa. Jika kau salah bicara, lihat saja," ancam Amel.

"Baik nyonya," jawab Lania seraya meninggalkan dapurnya.

"Dasar wanita berhati iblis, kau memang kejam pantas sekali disebut ibu tiri. Suatu saat kau akan menyesali perbuatanmu pada Lania," pikir mbok Iyem.

"Kenapa kau menatapku seperti itu mbok?" tanya Amel.

"Tidak apa-apa nyonya."

"Kau tetaplah diam seperti biasanya jika kau tidak ingin aku semakin menyiksa Lania. Jangan pernah menatapku seperti tadi, kau terlihat seperti ingin menantangku. Cukup kerjakan apa yang menjadi tugasmu, selebihnya urusanku," celetuk Amel seraya meninggalkan dapur dengan marah.

Mbok Iyem menghela nafas panjang, seperti itulah hampir tiap hari ia diberi ancaman tentang keselamatan Lania. Dan sudah bertahun-tahun ia memang tidak bisa berbuat apa-apa. Pernah mbok Iyem berpikir untuk meninggalkan rumah besar Furhet, tapi saat melihat wajah Lania, ia kembali mengurungkan niatnya. Karena jika ia pergi dari rumah tersebut, maka tak ada satupun orang yang bisa membantu Lania.

Walaupun ia memang tidak bisa berbuat banyak, setidaknya ia masih dijadikan tempat keluh kesah Lania di saat ia sedang bersedih.

"Non Lani, jika non menikah nanti, jika mbok boleh ikut, maka mbok akan mengikuti kemanapun non pergi. Mbok tidak mau terus berada di rumah ini," gumam mbok Iyem.

Mbok Iyem melanjutkan pekerjaannya di dapur. Sedangkan Amel terus menggerutu di ruangan keluarga.

"Mama kenapa terus mengomel tidak jelas?" tanya Lisa.

"Kau tidak jadi pergi nak?"

Amel justru balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan putrinya.

Lisa menghempaskan tubuhnya ke sofa, "Anne membatalkan semua jadwal syuting hari ini. Para kru marah karena aku menunda syutingnya, karena aku melanggar kontrak maka honorku dipotong 1 episode untuk ganti ruginya."

Amel terbelalak, "kenapa jadi seperti itu?"

"Memang itulah isi kontraknya mah, menyebalkan."

"Maaf sayang, ini kesalahan mama."

"Ini bukan kesalahan mama tapi Lania. Jadi kenapa tadi mama terus mengomel sendiri?"

"Mama sedang kesal, bisa bisanya mbok Iyem menatap mama seperti itu."

Lisa menyipitkan matanya, "aku tidak mengerti."

"Pelayan tua itu nyaris mengeluarkan matanya saat menatap mama. Ia seperti sedang marah dengan sikap mama pada Lania. Menjengkelkan sekali..."

"Berani sekali ia melakukannya, apakah mama butuh bantuan untuk menghukumnya?"

"Jangan... papa belum ada perjalanan bisnis lagi. Kita harus berjaga-jaga agar tidak ketahuan. Kau juga berhentilah melukai Lania. Ia tidak mungkin terus beralasan jatuh sendiri hingga terluka. Papa lama lama bisa curiga."

"Haisssss... menjengkelkan sekali. Aku harus menahan diri dan berpura-pura baik. Harusnya mama menyingkirkan Lania beberapa tahun yang lalu. Dengan begitu, aku tidak akan tersiksa seperti ini. Melihat anak haram yang berwajah sama denganku itu, benar benar membuatku frustasi," gerutu Lisa.

"Jika kita menyingkirkan Lania lebih cepat, maka kita tidak bisa melampiaskan rasa sakit yang dilakukan oleh papa. Hanya Lania yang bisa menjadi tempat pelampiasan itu. Mengertilah sayang, dan buktinya sekarang ia berguna juga untuk kita. Saham besar Jamiko milik kita, tapi kau tak perlu menikahi cucunya yang lumpuh."

Lisa melepaskan tawanya, "mama memang cerdas."

Dengan bangga Amel menyunggingkan senyum liciknya.

...****************...

Happy Reading All...

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah loh kelojotan sendiri akhirnya ini mah, yang memuaskan siapa 🤪🤭🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Luka yang sama pernah dialami Lania dn masih harus bekerja di rumah Furhet, sekarang Lisa merasakan hal yang sama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
lania pasti nggak bakalan mau mereka berdua di penjara, lania terlalu baik 😌 meskipun udah di siksa sama mereka
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
butuh air 🥵
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
olahraga sore 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
demi anak sama mantu apapun di lakukan papa Juan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Mereka yang bucin aku yang gila 🤣 ketawa sendiri 🤧
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nggak di kasih syarat itu , ley juga bakalan ngasih cicit yang banyak koq kek 😁
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
banyak bekas gigitan nyamuk kepala item ya lania 🤣
ngenes banget kamu Lisss nggak ada yang muasin 😄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan² kalau di kunci di gudang request kasih ular juga ya mbak Yun 😄
harusnya minuminnya sekalian sama botol²nya tuh 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan masalah mu selesai ley ? kasihan mau ketemu ayang aja harus ngendap² begitu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
baca lania aja belum kelar² , udah ada karya baru ya Miss 🤧
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
wah bisa viral dia kalo diseret namanya oleh Tomy
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
siksa terooozz
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
malam pertama nya ley sama lania lancar jaya, eh Lisa di gudang di temenin tikus² 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
akhirnya ley ..
kasihan Lisa nungguin sampe karatan , eh yang di unboxing malah lania 🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
semangat ley jangan sedih² lagi , semua sudah di atur sama Miss jalan hidup mu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
dih ngarep banget kamu Lisa bakal di sentuh ley , liat aja nggak sudi apa lagi nyentuh 🥱
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan sampe ley masuk jebakan Lisa
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
pak Kurdi dah membayar semua perbuatannya ley, jadi sekarang fokus aja nyiksa Lisa. dan kumpul lagi sama lania. nggak kangen kah jauh²an terus 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!