Dendam seorang dewa tertinggi yang dikhianati orang - orang terdekatnya, dalam beberapa kehidupannya dia terus berusaha untuk bangkit kembali meraih kejayaan nya lagi meskipun terus di gagalkan mereka para pengkhianat itu.
Sekarang Rakha Syahputra adalah seorang pemuda yang baru saja di putuskan tunangannya, dia berkelahi dan dipukuli oleh keluarga Bekas tunangannya. Tanpa tersadar dia membuka sisa - sisa kenangan kehidupan masa lalunya, beberapa kehidupan pada reinkarnasi - reinkarnasi sebelumnya. Sekarang dia memulai semuanya dari nol dan akan kembali merebut kejayaannya dan membalaskan dendam nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reno Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersadar kembali
Setelah sepuluh hari berlalu, Rakha terus berbaring dan tidak membuka matanya. Sekarang setelah sepuluh hari, dia mendengar ratapan seorang gadis di dekatnya. Matanya terbuka dia mencoba untuk mengucapkan sebuah kata,
"Aaa..aakkku hha haauss," sebuah suara akhirnya terucap dari mulutnya,
Mendengar suara Rakha Andini begitu terkejut, kebahagiaan menyelimuti hatinya lelaki yang begitu dia cintai akhirnya dapat kembali setelah berjuang melawan maut.
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untukmu" Andini berjalan ke sebuah teko air yang dia buat dari batu untuk tempat dia menyimpan air minum
Andini datang menghampiri Rakha dengan sebuah teko batu yang dia buat sendiri, dia memberikannya kepada rakha. Karena Rakha belum dapat bergerak sepenuhnya Andini membantunya untuk duduk, dia menopang tubuhnya dengan tangan nya yang sebelah membantunya meminum air dengan sangat hati-hati.
Setelah membantu Rakha untuk minum, dia meletakan kepala Rakha kembali dengan pelan. Sekarang dia berjalan keluar untuk mengambil air kembali, dia keluar membawa sebuah bejana batu dan mengisinya di sebuah sungai di dekat goa itu. Lalu segera dia kembali ke dalam goa dan segera memasak air itu, setelah beberapa saat dia mencelupkan jarinya untuk mengets kehangatan suhu dalam sir tersebut.
Setelah dia rasa tingkat suhu nya cukup, dia mengambil sebuah syal putih dan mencelupkannya kedalam air hangat tersebut lalu dengan pelan dia menyeka muka Rakha untuk membersihkan beberapa kotoran dan bekas darah yang masih mengering di mukanya. Dia juga membersihkan lengan nya yang penuh dengan bekas darah yang telah mengering, dia melakukan semuanya pelan dan sangat berhati-hati.
Keesokan harinya di tengah lembah iblis, Frissi yang dibawa pergi oleh binatang roh Rakha seekor Harimau Loreng bersayap. Dia tengah menuju ke sebuah goa dimana sebelumnya Friska menunggu Rakha dan Frissi kembali. Setelah sepuluh hari berlalu, Frissi sudah kembali pilih seperti sedia kala.
Dia menyeka air matanya, sebelum dia masuk dan berteriak.
"Kakakkk,, aku kembali..." Frissi berlari memasuki goa dan berteriak disana
"Frissi, kamu telah kembali dengan selamat. Syukurlah, kamu sudah membuatku cemas berhari-hari. Masuklah, kamu dapat beristirahat terlebih dahulu" Friska menyambut adiknya yang telah kembali, dia mengamati sekitar dan tidak dapat melihat Rakha disana, dengan sedikit cemas dia bertanya kepada Frissi
"Frissi, apa kamu pulang sendirian? lantas dimana Rakha? bukankah dia telah pergi berhari-hari untuk menyelamatkanmu, lantas sekarang kamu telah kembali tapi dia tidak bersamamu? apa yang terjadi?" tanya Friska cemas
"Ohh jangan cemas kak, dia akan kembali beberapa saat lagi. Tunggulah saja" jawab Frissi semampunya
"Kemana dia? apa yang terjadi dengannya? kenapa kamu telah kembali bersama binatang roh nya tapi dia tidak kembali? apa dia terluka? dimana dia? aku harap kamu akan menjawab dengan jujur sebagai saudarimu"
"Kakak, kamu tidak perlu khawatir dia baik-baik saja dia itu sangat luar biasa" jawab frissi
"Kakak, Rakha sangat luar biasa. Kemarin disaat Rakha menyelamatkan ku senior lintang belum di promosikan jadi mereka semua yang ada disana dibuat bagaikan sebuah permainan oleh Rakha bahkan senior lintang pergi tunggang langgang karena nya. Dia menyelamatkanku dengan sangat lancar dan tanpa kendala berarti." Frissi terpaksa berbohong agar kakaknya tidak sedih dan mencari Rakha
Malam hari telah tiba, di sisi lain Andini dan Rakha masih berada dalam goa tempat mereka bersembunyi dan memulihkan diri,
"Rakhaaa,, aku mohon jangan matiii"
Andini tiba-tiba meracau dalam tidurnya, di dahinya keringat dingin mengucur deras. Sepertinya dia tengah bermimpi buruk, dan tiba-tiba bangun dari tidurnya. Setelah dia terbangun, dia menyapu pandangannya ke sekitarnya, dia melihat kesekeliling dan tiba-tiba sebuah suara yang masih sangat lemah terdengar di telinganya
"Apa kamu bermimpi? apakah itu sebuah mimpi buruk ?"
Ketika dia mendengar suara itu, dia perlahan menolehkan pandangannya kesekitar dan melihat Rakha sedang menatapnya dengan senyuman di wajah pucatnya tapi dia masih terlihat begitu tampan.
"Kkkaaapann kamu terbangun Rakha?"
Andini bertanya dengan gugup kepada Rakha, dia merasa malu jika sampai Rakha mendengarnya berteriak dalam mimpinya.
"Aku belum lama tersadar"
Tiba-tiba dia teringat bahwa terakhir kali dirinya telah berjuang mati-matian bahkan membakar jiwanya menggunakan teknik terlarang untuk menyelamatkan diri sebelum akhirnya di selamatkan oleh Andini
"Oh ya, aku ingat kamu telah menyelamatkanku. Aku berterima kasih kepadamu, oh ya anyway berapa lama aku sudah tertidur?"
"Kamu tidak perlu repot berterimakasih kepadaku, kamu telah tertidur sebelas hari ini" jawab Andini
Tiba-tiba Rakha bangun dari posisinya dan menuju kearah Andini
"Kamu telah berusaha mati-matian membelaku, aku benar-benar berhutang kepadamu" ucap Rakha
"Kamu juga pernah menyelamatkan hidupku, lagi pula kita berteman bukan? sudah sepantasnya kita saling membantu" jawab Andini enteng
"Kamu telah berbaring begitu lama, itu tidak baik untuk tubuhmu. Aku akan membantumu untuk menghirup udara segar, kemarilah kita pergi kedepan untuk udara yang lebih segar"
Andini membungkuk dan memapah Rakha keluar dari goa, dia membawanya ke tengah Padang Savana dimana terdapat banyak rumput hijau dan beberapa bunga mekar disana.
"Terimakasih" jawab Rakha
Rakha memejamkan matanya, menghirup udara dalam-dalam. Dia merasakan kegembiraan yang tidak dapat dia lukiskan, bagaikan terlahir kembali setelah peristiwa yang hampir merenggut nyawanya.
Saat itu dia terluka parah saat menghadapi senior Lintang, dia benar-benar telah berusaha menahan serangan senior lintang sebaik mungkin yang dia bisa. Waktu itu dia bertekad selama masih bernafas, dia tidak akan pernah menyerah dan berusaha semampunya menahan serangan Senior Lintang. Hingga saat-saat terakhir Andini datang dan menyelamatkannya, berkat bantuan darinya dia belum membakar habis kekuatan jiwanya. Setidaknya selama masih ada kekuatan jiwa yang tersisa dia masih bisa memulihkan diri dan kembali memperbaiki semuanya.
"Sekali lagi aku benar-benar mengucapkan terimakasih kepadamu, jika kamu tidak datang saat itu. Mungkin aku telah membakar seluruh kekuatan jiwaku, dan mungkin aku akan mati atau setidaknya akan menderita luka yang lebih parah dari ini."
Lagi-lagi Rakha berterima kasih kepadanya, Andini mengangguk dan menjawab Rakha
"Kamu adalah penyelamatku, kamulah yang telah menyelamatkanku di saat aku di kejar kera iblis di portal dimensi pelatihan waktu itu. Kamu benar-benar tidak perlu berterimakasih kepadaku, setidaknya aku tidak akan berada disini jika saat itu kami tidak menyelamatkan ku"
Pada saat ini, keduanya terdiam dan seolah menikmati sejuknya hawa udara yang ada disana saat ini. Sebuah Padang Savana penuh terhampar rerumputan hijau, dihiasi beberapa pasang bunga yang bermekaran disisinya. Setidaknya saat ini ketenangan merasuki keduanya, keduanya saling larut dalam ketenangan suasan alam disana.