NovelToon NovelToon
Dendam Wanita Yang Tersakiti

Dendam Wanita Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:193.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gresya Salsabila

Follow IG 👉 Salsabilagresya
Follow FB 👉Gresya Salsabila

Athana Morgan adalah wanita berdarah dingin yang sangat ditakuti. Dia tidak hanya pandai bermain racun, tetapi juga andal memainkan senjata. Membunuh puluhan orang dalam waktu singkat bukanlah hal sulit baginya.

Namun, kehidupan Athana berubah total sejak membakar novel 'Wanita yang Tersakiti'. Athana mendadak pingsan dan setelah sadar sudah menjadi tokoh utama dalam novel tersebut. Dia menjadi Dewi Melati—wanita lemah yang selalu tunduk dengan suami dan mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianatan Alex

Sudah dua minggu waktu berlalu sejak Alex mengembuskan napas terakhirnya. Selama itu pula, Athana hanya berdiam diri di rumah. Nyaris tidak ada aktivitas yang ia lakukan, bahkan makan dan tidur pun sering terbengkalai. Athana benar-benar kehilangan dan hanya larut dalam kesedihan. Rupanya, ketegaran dan keberaniannya dalam membunuh, tak ada artinya ketika orang yang dicintai pergi memenuhi panggilan takdir.

Dalam hal ini, Johan pun tak bisa berbuat banyak. Dia tahu sedekat apa hubungan antara Athana dengan Alex, jadi tak heran jika sekarang Athana sangat hancur. Johan hanya bisa bersabar, menunggu Athana kembali normal dan bersedia lagi mengambil misi.

Selama terpuruk dalam kesedihan, Athana sering dihibur oleh Jessy. Gadis cantik yang usianya lima tahun lebih muda darinya itu kerap datang ke tempatnya.

Tak terkecuali hari ini, Jessy sudah datang sebelum matahari condong ke arah barat. Kali ini Jessy tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa koper yang entah apa isinya.

"Mulai hari ini aku akan menginap di sini, Kak. Kondisimu belum pulih-pulih, aku tidak tega jika terus-terusan membiarkanmu sendiri," ucap Jessy ketika memasuki kamar Athana.

"Aku tidak apa-apa, Nona. Ada banyak pelayan yang menemaniku di sini. Kau pasti punya kesibukan. Jangan mengabaikan hal yang penting hanya demi aku." Athana menjawab sambil mengulas senyum masam. Ia kurang nyaman mendapat perhatian lebih dari anak atasan.

"Aku tidak punya kesibukan yang penting, Kak, semua masih bisa ditunda sampai beberapa hari ke depan. Papa juga sudah menyetujui niatku ini, malah beliau senang ketika kuajak diskusi. Katanya, hal baik jika aku terus menghiburmu. Kamu akan segera lepas dari kesedihan dan kembali menjalani hari seperti sebelumnya. Kamu tidak lupa kan, Kak, kalau posisimu sangat dibutuhkan dalam Red? Papa sangat menunggumu, Kak." Jessy bicara panjang lebar.

"Sampaikan maafku pada Tuan Johan. Aku butuh sedikit waktu lagi untuk menenangkan diri. Setelah perasaanku tenang, aku janji akan segera kembali," sahut Athana.

Jessy tersenyum lebar, "Tanpa kau minta, Papa sudah memaafkanmu, Kak. Papa tahu sakitnya kehilangan itu seperti apa. Jadi, dia sangat maklum."

Athana turut tersenyum. Perlahan hatinya mulai tenang setelah mendengar ucapan Jessy.

"Beruntung sekali aku memiliki atasan sebaik mereka," batinnya.

"Ada banyak kamar kosong di sini. Nona pilih saja mana yang Nona suka, nanti aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkannya," ucap Athana. Suaranya terdengar lebih ringan dibandingkan dengan beberapa saat yang lalu.

"Aku tidur di sebelah ini saja, Kak." Jessy menunjuk kamar yang ada di sebelah kanan kamar Athana. "Kak Athana istirahat saja, biar aku yang bicara dengan pelayan," sambungnya.

"Baiklah."

Dalam hitungan detik, tubuh Jessy sudah menghilang di balik dinding. Namun, dia tidak menemui pelayan, melainkan langsung masuk ke dalam kamar yang dimaksud.

Jessy meletakkan kopernya di samping ranjang, lalu duduk di sofa sambil menatap layar ponsel. Di sana terpampang jelas foto dirinya bersama sang kekasih, masing-masing saling merangkul sambil tersenyum lebar. Terlihat mesra dan bahagia.

"Aku masih tidak percaya jika hubungan kita berakhir seperti ini," gumam Jessy dengan mata yang berkaca-kaca.

Sesaat kemudian, air mata yang menggenang tumpah dan mengalir membasahi pipi mulusnya. Bukan tanpa alasan Jessy menangis, melainkan teringat dengan lelaki yang amat dicintai, yang sekarang sudah pergi selama-lamanya.

Aku sangat mencintaimu, Sayang. Aku menyembunyikan hubungan ini bukan karena malu atau tidak rela kehilangan Athana, aku hanya takut dia akan menyakitimu. Kamu tahu sendiri kan dia sesadis apa? Aku tidak mau kamu kenapa-napa karenanya.

Kalau begitu, kita bunuh saja dia.

Sayang, tidak semudah itu membunuh Athana. Dia sangat terlatih dalam hal ini, aku khawatir nanti malah gagal dan berakibat fatal. Lagi pula, aku ingin hubungan kita sehat sebelum melangkah ke dalam jenjang pernikahan. Yang kuinginkan, kebahagiaan kita di hari itu tidak menjadi luka bagi orang lain, termasuk Athana. Harapanku kita semua bahagia, tidak ada dendam dan dengki, semua mendukung dan menerima hubungan kita dengan ikhlas. Jadi, Sayang, beri aku sedikit waktu untuk menuntaskan urusanku bersama Athana secara halus.

Jessy makin menangis saat mengingat percakapannya bersama sang kekasih—Alexandre Valencio. Sudah setahun mereka menjalin hubungan di belakang Athana, dan dua bulan terakhir Jessy mulai membahas pernikahan. Sayangnya, Alex belum meluluskan keinginan itu. Bahkan, dia menolak saat Jessy mengusulkan kematian Athana. Katanya, Alex akan menyelesaikan urusannya secara halus. Namun, hingga dua bulan lamanya tak ada kepastian dari Alex. Lelaki itu tetap menjalin hubungan baik dengan Athana. Karena kesal, Jessy mengadu kepada Johan. Sampai akhirnya, rencana gila tersusun rapi. Sebuah rencana yang gagal total dan membuat Alex meninggal.

"Alex, andai dari awal kamu mau mendengarku, pasti kejadiannya tidak seperti ini. Kamu pasti masih hidup dan kita bisa menikah. Tapi ... ah." Jessy mendongak guna menghalau air mata agar tidak keluar lebih banyak lagi.

"Tapi, kamu tenang saja, Lex, aku akan membalaskan dendammu. Wanita sialan yang sudah membunuhmu, sebentar lagi juga mati. Kelemahannya sudah kupegang, jadi ini tidak akan sulit," sambung Jessy.

Dia kembali menunduk dan menatap koper sambil menyeringai. Di dalam sana ada senjata api yang siap digunakan untuk melubangi jantung Athana. Namun, benarkah rencananya berjalan lancar dan membuahkan hasil? Entah!

Bersambung...

1
Hervanetti Boer
Kereeeennnn melati.. kocaakk🤣🤣
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih, Kak
total 1 replies
Weni Kasandra
bagus
Eni Eni
👍👍👍 cerita nya seru....
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kak
total 1 replies
Eni Eni
👍👍👍👍
Eni Eni
bikin tambah penasaran aja...
Eni Eni
lanjut...👍👍👍
Eni Eni
👍👍👍
Eni Eni
cerita nya sangat seru...👍👍👍
Sri Tati
Luar biasa
YNa Msa
di Biar kan hidup Nnt berulah Lagi
YNa Msa
🤣🤣🤣 Emang enak
YNa Msa
Hati" Athana Jangan d Makan
YNa Msa
kalian yg Serakah Terima Aja Nasib Kalian
YNa Msa
hahaha Anston ketakutan
YNa Msa
Ayo pengen Lihat pasti dgn Sadis pembalasan ny
YNa Msa
Emang iya Athana harus balas dendam ke keluarga palsu ny
YNa Msa
Mgkn
YNa Msa
kurir yg Membantu Athana Neror Laura
YNa Msa
Larri kau Menipu ku d kira kena Racun Asap
YNa Msa
Semoga Selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!