Berawal dari kisah seorang gadis bernama Khanza alesha yg berperan sebagai Kakak perempuan dari anak lelaki bernama Zizi Bilqis.
perjuangan sang kakak untuk memberikan kehidupan bagi sang adik dengan kegigihannya.
ikuti saja kisah mereka selanjutnya, dengan terus dukung karya author AiiWa selalu 🙏❤️
tentunya, like, komen, jadikan novel favorit kamu😁 stay tuned 👈
❤️ saranghae ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pohon Rambutan
🍁🍁🍁
5 Tahun sudah berjalan.
Semenjak Khanza Alesha di angkat sebagai anak oleh Hayati hidup Alsha kini menjadi lebih baik bahkan sang adik yang ayahnya beri nama Zizi Bilqis pun sudah berkembang sangat lincah dan sekarang Zizi lebih bijak bahkan terlihat sangat lucu dengan gumpalan pipi yang begitu chuby membuat semua orang sangat gemas sekali saat berada di dekatnya.
Tepat di hari libur sedang lagi musim kemarau hari begitu panas dan terasa terik Hayati seharusnya menemani mereka di rumah tetapi dirinya sedang ada pasien yang harus di tangani secepatnya begitupula dengan sang suami sedang bertugas keluar kota karena mendadak dapat perintah dari atasan untuk mengatasi pembunuhan berantai di sebuah desa.
Ketika di hari terik itu Alsha hendak ingin mencuci baju namun ia melihat ada tumpukan sampah berserak di belakang dapur hingga dedaunan yang berjatuhan dari pohon depan rumah Hayati membuat Alsha bingung.
"Loh bukannya tadi aku sudah menyapu halaman?" gumam Alsha yang berjalan menapaki ruang depan ingin menuju teras.
"Astaga... Zizi apa yg kau lakukan di atas situ? cepat turun!" teriak Alsha saat melihat adiknya yang sudah memanjat pohon rambutan memakai tangga. "Ayoo... buruan turun nanti kau jatuh!" teriaknya lagi dengan kepala mendongak ke atas.
"Kakak cepat sini naik rambutan ini sangat manis," ia terkekeh sambil menikmati rambutan yang ada di tangannya.
Alsha memijat keningnya tak menyangka dengan kecerdikan dari sang adik hingga memanjat menggunakan tangga bahkan kulit rambutan bekas ia kupas berjatuhan di bawah pohon alangkah berseraknya halaman tersebut karena ulah Zizi.
"Zizi kau jangan buat kakak bertambah marah!" celetuk Alsha mulai bernada tinggi.
"Ah... Aaaaaaaa,"
Tiba tiba saja Zizi menggeliat entah mengapa dari atas pohon.
"Zi... Kau jangan bercanda! Zizi."
Alsha berteriak hingga berlari dengan cepat dari arah tepat di mana Zizi berada.
Tidak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi jikalau Alsha lambat sedikit menangkap Zizi dari atas pohon itu mungkin Zizi akan terluka parah atau bahkan patah tulang.
Sejenak Alsha menghembus nafas kasar setelah Zizi berada di pangkuannya. "Ya Allah Zizi bisa gak! dengarkan kakak? kamu jangan memanjat pohon tinggi begitu kalau kau terluka bagaimana?" syoknya Alsha hingga lemas seketika saat masih memangku adiknya.
Dalam ucapan Alsha yang terdengar cemas itu Zizi malah terdiam dan tunduk takut sambil memegangi sisa rambutan yang ada di tangannya setelahnya ia mengupas rambutan dari kulitnya dia ambil isinya dan memasukkan buah tersebut ke dalam mulut Alsha.
"Sangat manis, kan? seperti senyum kakak," celotehnya serta memeluk dengan hangat.
"Hah... tidak kebayang apa jadinya dirimu Zi kalau sampai kakak tidak menangkap mu, lagian kenapa kau naik ke atas sana dan terjatuh sampai seperti tadi?" keluh Alsha sambil membuang biji rambutan dari mulutnya langsung membelai rambut adiknya dengan lembut.
"Ada semut kak Zizi di gigit ini aja bentol," celotehnya dengan bibir yang cemberut. "Lagipula Zizi mau ambilkan kakak rambutan karena Zizi lihat kakak cuma menyapu daunnya saja tidak pernah makan buahnya," ucapnya lagi membuat Alsha bergeleng kepala melihat aksi adiknya itu.
"Hmm yasudah yuk kita masuk kakak akan menaburkan bedak gatal di badan mu," ajak Alsha menggenggam erat jemari tangan Zizi.
"Kakak sudah tidak marah lagi kan?" pertanyaan Zizi terlihat senang saat sang kakak tersenyum ria padanya.
"Masih, kau sangat nakal tapi kakak sayang padamu ingat Zi jangan pernah kau berbuat hal senekat tadi kakak bisa ambil sendiri Zi jika kakak mau makan buah itu dan bunda juga sudah bilang kita tidak boleh manjat ke atas pohon itu, kan?" cakap Alsha melirik Zizi yang tertunduk lesu.
Alsha melukiskan senyum di bibirnya. "Kenapa? apa kau tidak ingat pesan bunda?" sambung Alsha sengaja membuat Zizi bicara padanya.
"Kakak janji ya jangan bilang pada bunda nanti bunda marah sama Zizi," dengan wajah lucunya ia menyatukan kedua jemari tangannya terlihat memohon.
"Baiklah kakak janji," simpul senyum di pinggir bibir Alsha melihat kesungguhan adiknya membuat dia gemas ingin mencubit ke dua pipi Zizi.
.
.
Dari dulu Zizi tidak tahu menahu soal ibu kandungnya Alsha bahkan tidak pernah menceritakan kisah pilu yang sudah dia alami setelah sang ibu melahirkan adiknya ke dunia makanya Zizi hanya tahu bahwa ibunya ialah Hayati yang mereka sebut sebagai bunda.
Pak Adam ayah dari keduanya memastikan bahwa Zizi jangan sampai tahu kalau ibu kandungnya sudah lama tidak ada sampai begitu banyak alasan yang mereka katakan pada Zizi supaya dia yakin kalau ibu kandungnya hanya Hayati seorang.
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiwa 🍁^^^
hus² sana bubuk aja lu..🚶♀️