jika memilih orang tua bisa dilakukan.. aku akan memilih dilahirkan oleh kedua orang tua yang saling menyayangi.
dilahirkan dalam lingkup keluarga yang kaya raya. dan tak memikirkan uang sepeserpun.
kehidupan yang sangat bahagia.. aku ingin memilikinya. kasih sayang dari kedua orang tua.. aku pun ingin mendapatkannya.
Bagi para pembaca yang suka genre novel perjuangan hidup boleh mampir ke karya receh "BUKAN SALAHKU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kecelakaan papa rian
"papa.. " teriak laela, Ratna dan cahaya berbarengan
flashback..
Laela yang turun dari mobil berjalan tak tentu arah, dan tak menyadari adanya mobil yang melahirkan dengan cepat.
papa rian yang menyadari laela yang ditepi jalan hendak terserempet mobil, dengan cepat turun dari mobil dan menyelamatkan laela kecil.
namun naas mobil yang melaju dengan cepat dan kehilangan kendali, langsung menyambar tubuh papa rian, bagaikan kapas yang tertiup angin, tubuh papa rian terpelanting begitu saja, dengan kepala mendarat terlebih dahulu mencium halusnya permukaan aspal..
seketika darah segar keluar membasahi tempat dimana papa rian terjatuh.
flashback and..
" papa.. papa.. " teriak laela yang berlari menuju ayahnya
"papa.. " teriak Ratna yang langsung turun dari mobilnya.. dan berlari membelah kumpulan manusia yang tengah mengerumuni tubuh suaminya yang sudah terkapar tak sadarkan diri...
sedangkan cahaya.. tetap diam didalam mobil, tak mengerti apa yang tengah terjadi dengan ayahnya.
" papa.. hiks... hiks.. " tangis laela yang sudah disamping tubuh ayahnya
" pah.. papa" ucap Ratna yang langsung mendorong tubuh laela hingga tersungkur ke belakang.
" tolong.. tolong suami saya.. cepat panggil ambulance.. " teriak Ratna.
Dengan sigap warga yang melihat kejadian kecelakaan tersebut dengan patuh langsung menelfon ambulance.
Dilain sisi.. mobil yang menyerempet papa rian.. tengah dikerumuni warga, supaya sang supir tak melarikan diri.
Stelah beberapa menit.. ambulance pun datang dan dengan sikap langsung membawa papa rian.
Laela yang terus menangis terus saja mengikuti kemana ayahnya pergi, dan dengan cepat laela langsung masuk kedalam ambulance.
Sedangkan Ratna langsung masuk kedalam mobil dan mengekor dibelakang mobil ambulance.
" ma.. papa sama kak laela dimana? " tanya cahaya
" nanti kau akan mengerti, sekarang kau diam dan duduk tengan dibelakang. " ucap Ratna
sedangkan papa rian tengah menerima pertolongan pertama didalam ambulance, laela terus saja menangia, dan memperhatikan perawat yang menolong ayahnya.
" cepat.. cepat cepat.. " teriak perawat setelah sampai dirumah sakit.
laela yang belum mengerti terus saja menangia dan mengikuti kemana ayahnya dibawa pergi.
" adik kecil.. tunggu disini ya.. kamu akan menolong ayahmu" ucao suster berusaha menenangkan laela yang terus menangis.
" baik Sus... " jawab laela patuh
" anak pintar.. " jawab suster dan langsung menutup pintu operasi.
" dimana papa..? " ucap Ratna pada laela dengan menggendong cahaya dan nafas terakhir entah entah
"didalam ma.. " jawab laela.
Tubuh Ratna seketika melemas melihat suaminya tengah berada di meja operasi..
" ma.. mama" ucap cahaya
Ratnapun langsung mendudukkan cahaya disamping laela. air matanya mengalir begitu saja.
" kenapa aku harus berada diposisi ini lagi, kenapa semua orang yang aku sayangi harus masuk rumah sakit " Batin Ratna
Seketika Ratna melihat laela kecil yang tengah duduk dan menangis.
" kau.. ikut aku sekarang.. semua gara gara kamu" ucap mama Ratna sembari menarik laela paksa
"ma.. mama kaka mau dibawa kemana ma? " tanya cahaya yang mulai menangis
" kaka mau kerumah nenek, sayang kamu disini dulu ya, nb anti mama suruh mba atun untuk temenin cahaya." jawab Ratna dengan suara lembut, namun tangannya dengan keras, menggenggam lengan laela.
" aku juga mau kerumah nenek, " jawab polos cahaya
" rumah nenek jauh sayang, cahaya sayang papa kan, jadi bantu mama jaga papa dulu ya" bujuk Ratna
" ya ma.. tapi mama pergi setelah mba atun datang ya" pinta cahaya
" tentu dong sayang.. " jawab Ratna sembari mencium kening cahaya
setelah membujuk cahaya dengan cekatan Ratna menelfon atun, sang asisten rumah tannganya,
setelah menunggu hampir satu jam mba atun akhirnya datang, tanpa basa basi Ratna langsung pergi meninggalkan cahaya yang sudah tertidur dipangkuan Ratna, karna sudah kelelahan.
.
.
.
Bersambung 😞😞
Jangan lupa tinggalkan jejak
like..
komen...
vote...
favorit...
Dan jangan lupa berikan hadiah walau hanya sekunder bunga mawar🌹💐
ada salam dari novel ZANN 🙏🙏
ini aku baca nyicil dulu ya 🙏🙏